Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

VARIASI KOMPOSISI MEDIA TANAM ARANG SEKAM, TANAH KOMPOS DAN PASIR TERHADAP BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) NI MADE DWI RIANI SARASWATI .; Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M. .; Ni Putu Sri Ratna Dewi, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.21574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok) dengan pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir., (2) Komposisi media tanam yang paling efektif terhadap berat kering tanaman kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Penelitian ini menggunkan eksperimen sungguhan (true experimental). Variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir yang digunakan dalam penelitian ini adalah kontrol (tanah) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) dengan 3 ulangan. Rancangan dasar yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang sudah tumbuh pada saat disemai yang berasal dari satu indukan biji kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok). Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 24 sampel. Data dianalisis dengan menggunakan ANOVA satu arah dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) Terdapat perbedaan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir dengan komposisi yang berbeda., 2) Pemberian variasi komposisi media tanam arang sekam, tanah kompos dan pasir pada perlakuan M6 yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman kangkung darat. Kata Kunci : arang sekam, tanah kompos, pasir, kangkung darat (Ipomoea reptans Poir var. bangkok), berat kering. This study aims to find out: (1) differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok by giving variations in the composition of husk charcoal, compost and sand planting media, (2) the most effective planting media composition for dry weight Ipomoea reptans Poir var. bangkok plant. This research used true experimental. The variations in the composition of the husk charcoal, compost and sand planting media used in this study were control (soil) M0, 1:1:1 (M1), 1:1:2 (M2), 1:2:1 (M3), 1:2:2 (M4), 2:1:1 (M5), 2:2:1 (M6), 2:1:2 (M7) with 3 replication. The basic design used in this study was Complete Random Design (CRD). The sampling technique used in this study was simple random sampling. The population in this study were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants that had been grown at the time of sowing which came from one parent of Ipomoea reptans Poir var. bangkok seeds. The samples used were Ipomoea reptans Poir var. bangkok plants which were 7 days old as many as 24 samples. Data were analyzed using one-way ANOVA and the smallest significant difference (LSD) further test with a significance level of 5%. The results of this study were: (1) there were differences in dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok after a variety of compositions of husk charcoal, compost and sand with different compositions are given., 2) giving variations in the composition of the husk charcoal, compost soil and sand planting media in the M6 treatment with the ratio of composition 2: 2: 1 is the most effective for increase the dry weight of Ipomoea reptans Poir var. bangkok.keyword : husk charcoal, compost soil, sand, Ipomoea reptans Poir var. bangkok, dry weight.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR ENDOFIT PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis) DI DESA KINTAMANI BANGLI BALI Monika Megawati Ferdiana Dara .; Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc. .; Dr. Ir. Ketut Srie Marhaeni Julyasih, M. .
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 4 No. 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v4i2.21575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui jumlah koloni jamur endofit yang terdapat pada satu gram sampel akar, batang dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) yang terindikasi sehat dan sakit, (2) mengetahui genus jamur endofit yang terdapat pada sampel akar, batang, dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah jamur endofit dan obyek dalam penelitian ini adalah isolat jamur endofit yang diisolasi dari bagian akar, batang dan daun tanaman jeruk siam (Citrus nobilis) dari perkebunan di Desa Kintamani, Bangli, Bali. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah koloni jamur endofit pada tanaman jeruk siam diperoleh dengan menggunakan teknik pengenceran Standart Plate Count dan identifikasi genus jamur endofit dengan melakukan pengamatan makroskopis dan mikroskopis pada isolat jamur endofit. Hasil penelitian menunjukkan (1) jumlah koloni jamur endofit pada bagian akar sebesar 4,8 x 105 CFU/gram, pada batang 2,9 x 105 CFU/gram dan pada daun sebesar 1,4 x 105 CFU/gram, (2) genus jamur endofit ditemukan sebanyak 11 isolat yang meliputi genus Aspergillus, Penicillium, Mucor dan Fusarium. Kata Kunci : Isolat jamur, Jamur endofit, Jeruk siam (Citrus nobilis). This study aims to (1) determine the number of endophytic fungal colonies needed in one gram sample of roots, stems and leaves of Siam Orange plants (Citrus nobilis) which are indicated to be healthy and infected, (2) find genus of endophytic fungi found in samples of roots, stems , and leaves of Siam Orange plant (Citrus nobilis). This study uses qualitative descriptive research. The subjects in this study were endophytic fungi and the object of this study was fungi isolates of endophytic that was isolated from the roots, stems and leaves of Siam Orange plant (Citrus nobilis) from plantations in the village of Kintamani, Bangli, Bali. Samples were obtained by using purposive sampling technique. The number of endophytic fungal colonies in Siam Orange plants was obtained by using the Standard Plate Count dilution technique and collecting endophytic fungi genus by making macroscopic and microscopic observations on endophytic fungal isolates. The results showed (1) the number of endophytic fungal colonies in the root section was 4.8 x 105 CFU / gram, on the stem 2.9 x 105 CFU / gram and on the leaves was 1.4 x 105 CFU / gram, (2) the genus Endophytic fungi were found as many as 11 isolates containing the genera Aspergillus, Penicillium, Mucor and Fusarium.keyword : Fungi isolates, Endophytic Fungi, Siam Orange (Citrus nobilis).
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR MIKROSKOPIS PADA RIZOSFER TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis Lour.) DI KECAMATAN KINTAMANI, BALI Ni Putu Nila Ristiari; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; Ida Ayu Putu Suryanti
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i1.21921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui genus jamur mikroskopis yang terdapat pada rizosfer tanaman jeruk siam (Citrus nobilis Lour.) di Kecamatan Kintamani, Bali. Penelitian mengacu pada pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yaitu penelitian deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah seluruh jamur mikroskopis pada rizosfer tanaman jeruk siam di perkebunan jeruk siam di Desa Kintamani. Adapun objek pada penelitian adalah genus jamur mikroskopis pada rizosfer tanaman jeruk siam yang diisolasi dari salah satu perkebunan jeruk siam di Desa Kintamani. Tahapan penelitian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan, dan analisis data. Hasil penelitian yakni melalui pengamatan makroskopis dan mikroskopis diperoleh 12 isolat diantaranya berasal dari 4 genus yaitu Aspergillus (4 isolat), Penicillium (3 isolat), Mucor (1 isolat), dan Trichoderma (4 isolat). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan yaitu 12 isolat jamur mikroskopis yang ditemukan, memiliki karakteristik makroskopis dan mikroskopis yang berbeda-beda.
VARIASI DOSIS TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM MENINGKATKAN JUMLAH DAUN DAN BERAT KERING TANAMAN KANGKUNG DARAT (Ipomoea reptans Poir var. mahar) Ni Putu Ulan Rosita Putri; Ketut Srie Marhaeni Julyasih; NP Sri Ratna Dewi
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i3.21980

Abstract

Limbah cangkang telur ayam mengandung unsur hara yang baik untuk tanaman namun belum dimanfaatkan secara optimal di bidang pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perbedaan jumlah daun dan berat kering tanaman kangkung darat setelah diberikan tepung cangkang telur dengan variasi dosis yang berbeda, (2) Dosis tepung cangkang telur ayam yang paling efektif untuk meningkatkan jumlah daun dan berat kering tanaman kangkung darat). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen sungguhan (true experimental research). Variasi dosis tepung cangkang telur ayam yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0gr, 10gr, 15gr, 20gr, dan 25gr. Rancangan dasar yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah tanaman kangkung darat yang telah tumbuh pada saat di semai yang berasal dari satu kemasan biji kangkung darat varietas Mahar. Sampel yang digunakan adalah tanaman kangkung darat yang telah berumur 7 hari sebanyak 30 tanaman. Data dianalisis dengan ANOVA satu arah dan uji lanjut  Beda Nyata Terkecil dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini adalah: (1) terdapat perbedaan jumlah daun dan berat kering  tanaman kangkung darat setelah diberikan tepung cangkang telur ayam dengan variasi dosis yang berbeda. Berdasarkan dari hasil uji hipotesis bahwa angka signifikansi, p<0.05 artinya data berbeda bermakna dan 2) Hasil Beda Nyata Terkecil menunjukkan dosis tepung cangkang telur ayam 25 gram yang paling efektif untuk meningkatkan berat kering  tanaman kangkung darat.
PENGEMBANGAN UNIT KEGIATAN BELAJAR MANDIRI BERBASIS PENDEKATAN STEM PADA MATERI SISTEM RESPIRASI DENGAN BERBANTUAN EDMODO UNTUK KELAS XI MIPA DI SMA Kadek Intan Dwipayanti; Desak Made Citrawathi; Ketut Srie Marhaeni Julyasih
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa Unit Kegiatan Belajar Mandiri (UKBM) berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering and Mathematics) pada materi sistem respirasi dengan bantuan e- learning edmodo sebagai pengiriman bahan ajar dan menguji kelayakan, kepraktisan dan keefektifan dari UKBM yang dikembangkan. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Subjek uji coba produk dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 3. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah angket dan soal materi sistem respirasi. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif kualitatif dan analisis statistik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kelayakan UKBM berbasis pendekatan STEM dari ahli media mendapatkan presentase skor sebesar 90,6% dengan kriteria sangat layak dan dari ahli materi mendapatkan presentase skor sebesar 80,9% dengan kriteria layak, (2) kepraktisan UKBM berbasis pendekatan STEM mendapatkan presentase sebesar 89,8% dengan kriteria sangat praktis, (3) keefektifan UKBM berbasis pendekatan STEM mendapatkan presentase sebesar 77,78% dengan kriteria baik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, UKBM berbasis pendekatan STEM materi sistem respirasi dapat digunakan sebagai alternatif baru dalam bahan ajar di sekolah.
Pengembangan Bahan Ajar Handout Untuk Pembelajaran Biologi Siswa Kelas X di SMA Negeri 1 Tegaldlimo Banyuwangi Bima Apry Anggara; I Wayan Sukra Warpala; Ketut Srie Marhaeni Julyasih
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v9i2.46467

Abstract

This study aims to determine product design, validity and practicality of handout teaching materials. This study uses the ADDIE model (analyze, design, development, implementation, and evaluation). The trials carried out were validity tests and practicality tests by distributing questionnaires to material experts, media experts and students. The location of the trial was at SMA Negeri 1 Tegaldlimo. The results of the research are, product design produces handout teaching materials, the validity of handout teaching materials is 79.9% with appropriate criteria, and the practicality of handout teaching materials is 88.8% with very feasible criteria. Based on these results, the handout teaching materials are feasible and very practical to use in class X biology learning at SMA Negeri 1 Tegaldlimo.
Analisis Molekuler Bakteri Liberobacter asiaticus Penyebab Penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) dengan Teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) pada Tanaman Jeruk Siam (Citrus nobilis) Parista, Ni Made Sudiyasih; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Arnyana, Ida Bagus Putu
Biota : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Hayati Vol 9, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/biota.v9i2.8372

Abstract

Salah satu komoditas buah utama Indonesia adalah jeruk Siam. Namun, banyak tanaman jeruk di indonesia yang terkena penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara lebih pasti keberadaan bakteri Liberobacter asiaticus penyebab penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang menunjukkan gejala klorosis dan juga keberadaan bakteri L. asiaticus penyebab penyakit CVPD pada tanaman jeruk yang tidak menunjukkan gejala klorosis. Untuk mencapai hal tersebut, teknik PCR akan digunakan untuk analisis molekuler bakteri L. asiaticus. Dengan mengamati sampel daun dari tanaman jeruk siam Kintamani yang menunjukkan gejala klorosis dan yang tidak menunjukkan gejala klorosis, maka metodologi penelitian eksploratif diterapkan dalam penelitian ini. Pita DNA pada 1.160 bp tidak ditemukan pada sampel daun jeruk yang diuji, baik pada sampel daun jeruk yang sehat maupun pada sampel daun jeruk yang terindikasi klorosis. Tanaman jeruk yang menunjukkan gejala klorosis tidak ditemukan bakteri L. asiaticus pada sampel daunnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya unsur hara di dalam tanah, konsentrasi bakteri yang rendah, atau distribusi bakteri yang tidak merata di dalam jaringan daun. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah keberadaan bakteri L. asiaticus penyebab penyakit CVPD tidak dapat terdeteksi keberadaannya pada sampel daun jeruk siam yang bergejala dan tidak bergejala klorosis.
PERBEDAAN AROMA DAN TEKSTUR SELAI PADA BERBAGAI KOMPOSISI RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii DAN BUAH STRAWBERRY (Fragaria annanasa) Ketut Srie Marhaeni Julyasih; Ida Bagus Putu Arnyana
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i1.423

Abstract

Terbatasnya produk olahan yang berasal dari pemanfaatan rumput laut Eucheuma cotonnii karena memerlukan langkah pengembangan untuk menjadi produk olahan selai. Produk olahan selai dari rumput laut memiliki aroma yang tidak disukai karena memiliki bau yang amis, warna yang dihasilkan kurang menarik dan dari segi rasa tidak enak sehingga bahan alami perlu ditambahkan. Strawberry menjadi salah satu alternatif pilihan bahan alami dikarenakan masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsi selai berbahan dasar buah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perbedaan aroma dan tekstur selai pada berbagai variasi komposisi rumput laut Eucheuma cottonii dan buah strawberry melalui skala hedonic. Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan dalam penelitian dengan 6 perlakuan. Perlakuan pada penelitian yaitu rasio rumput latu dan strawberry terdiri atas 6 level. pada setiap level diberikan perlakuan pengulangan sebanyak empat (4) kali, sehingga jumlah sampel yang digunakan yaitu 24 unit percobaan. Pengujian mutu selai dilakukan menggunakan skala hedonic dengan menggunakan 15 panelis. Hasil pengujian mutu selai pada parameter aroma score tertinggi terdapat pada perlakuan P6 (50% rumput laut dengan 50% strawberry) dan P5 (60% rumput laut dengan 40% strawbery), berbeda bermakna dengan perlakuan lainnya dengan score 4,50 ± 0,57 (suka) dan terendah pada P1 dengan score 2,50 ± 0,50 (tidak suka). Uji hedonic pada parameter tekstur terdapat perbedaan secara bermakna antara perlakuan dimana nilai tertinggi terdapat pada perlakuan P6 dengan score rata - rata 4,50 ± 0,57 (suka) dan terendah pada P1 dengan score 3,00 ± 0,00 (agak suka).
PENERAPAN IPTEKS KELOMPOK WIRAUSAHA MANDIRI DI DESA PEMARON, KABUPATEN BULELENG DALAM MEMBUAT OLAHAN SIRUP STROBERI DAN PEMILIHAN KEMASAN PRODUK Julyasih, Ketut Srie Marhaeni; Pertiwi, Ni Putu Dian
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 4 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i4.1611

Abstract

Increasing the skills of the group of entrepreneurial mothers at the Pemaron Asri Housing Complex, Pemaron Village, Buleleng Regency, Bali Province was carried out through a science and technology implementation program. This activity is focused on improving the skills of mothers who are just starting a home business, but are hampered in the areas of knowledge and skills in making local processed fruit products that are available, but not yet widely used by the community. The training on diversification of processed strawberries aims to improve the skills of entrepreneurial mothers in making a variety of processed products from strawberries. Through the method of carrying out activities, namely the lecture method (presentation) and practice in making diversified strawberry syrup, it is hoped that it can provide added value (added value) to strawberries both in terms of type variants, taste, nutrition and packaging methods for strawberry syrup. This training places more emphasis on participant responsibility and is able to provide ongoing training and assistance in managing business activities for processed strawberry products. The results of activities from the science and technology application program in Pemaron village targeting the group of entrepreneurial mothers were an increase in the skills of group members in processing strawberries into strawberry syrup products. Apart from that, their knowledge regarding techniques for making strawberry syrup also deepens regarding the correct processing process and their skills in determining product packaging designs that attract the target market.
Extracellular alpha‐amylase from halophilic bacteria Marinobacter sp. LES TG5: Isolation, optimization, and characterization Parwata, I Putu; Julyasih, Ketut Srie Marhaeni
Indonesian Journal of Biotechnology Vol 30, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijbiotech.108853

Abstract

The growing demand for stable and effective enzymes requires the discovery of novel microbial producers. Alpha‐amylase is an enzyme in high demand by various industries; however, the discovery of novel and stable alpha‐amylase producers remains limited. This study aims to isolate, optimize, and characterize extracellular alpha‐amylase from halophilic bacteria Marinobacter sp. LES TG5. Bacteria were isolated from saltwater and soil samples collected from traditional salt ponds in Les Village, Bali, Indonesia. Initial screening on starch agar yielded several amylase‐producing colonies, and subsequent spectrophotometric assays identified one promising isolate (LES TG5), which demonstrated an initial activity of 0.63 U/mL. The production of amylase was significantly enhanced by a multi‐stage optimization process. This involved first identifying optimal carbon and nitrogen sources, followed by a one‐variable‐at‐a‐time approach to determine the ideal nutrient levels, salt concentration, and incubation time. This optimization led to an 11‐fold increase in activity, from 0.63 U/mL to 6.99 U/mL, achieved with a medium containing 2.4% (w/v) nutrient broth, 0.4% (w/v) maltose, and 3% (w/v) NaCl with an incubation time of 22 hours. Enzyme characterization revealed optimal amylase activity at pH 7, 55 °C, and 3% (w/v) NaCl. While Ca2+ and Mg2+ had no effect on amylase activity, Pb2+, Fe2+, Sn2+, and Al3+ significantly reduced it. Importantly, the amylase demonstrated outstanding stability in organic solvents such as methanol, ethanol, and n‐hexane, suggesting its potential as a biocatalyst for chemical synthesis in non‐aqueous systems. Furthermore, its notable stability against surfactants and detergents highlights its promise as an additive in cleaning product formulations.