Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

UJI AKTIVITAS ANTILEUKEMIA SENYAWA KIMIA DARI BATANG TUMBUHAN Coreopsis lanceolata Antoni Pardede; Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Okviyoandra Akhyar
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v9i1.22944

Abstract

Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Senyawa - senyawa kimia ini telah dilaporkan secara ilmiah memiliki aktivitas biologi yang menjadi potensi baru dalam dunia pengobatan terutama sebagai obat kanker darah (antileukemia). Senyawa pada tumbuhan Coreopsis lanceolata bagian bunga sangat kuat sebagai kandidat obat antikanker darah, ekplorasi bagian lain sebagai antikanker darah telah dilakukan pada penelitian ini menggunakan dua senyawa polyacetylenes hasil isolasi dari bagian batang tumbuhan Coreopsis lanceolata. Evaluasi aktivitas antileukemia pada penelitian ini menggunakan HL-60 cells dengan metode cell counting kit-8 (CCK-8) pada dua konsentrasi yaitu 25 μM dan 50 μM. Hasil uji menunjukkan bahwa aktivitas terbaik pada konsentrasi 50 μM dengan viabilitas (73,7%) dan mortalitas (26,3%) untuk senyawa 5-phenyl-2-(1-propynyl)- thiophene (1), sedangkan senyawa 1-phenylhepta-1,3,5-tryne (2) viabilitasnya sebesar 67,77% dan mortalitasnya 32,23%. Aktivitas antikanker darah senyawa 2 lebih aktif dibandingkan senyawa 1, hal ini dimungkinkan karena ada ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur senyawa 2.
PENGENALAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA INOVATIF BERBASIS PENDEKATAN DEEP LEARNING DI MGMP KIMIA SMA/MA KOTA BANJARMASIN Apriani, Herlina; Wardhani, Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma; Akhyar, Okviyoandra; Pardede, Antoni
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 12, No 1 (2026): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v12i1.20336

Abstract

Deep learning merupakan pendekatan baru dalam dunia pendidikan yang menuntut pengajar untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan prinsip mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan). Tiga prinsip dasar pendekatan ini memerlukan pemilihan media pembelajaran yang selektif dan inovatif agar tujuan pembelajaran melalui pendekatan ini dapat tercapai secara efektif dan efisien sehingga mampu membangkitkan kemampuan berpikir kritis, motivasi, keaktifan dan pemahaman konsep peserta didik secara mendalam. Namun sayangnya, tidak semua guru terutama guru-guru kimia di SMA/MA Kota Banjarmasin sudah mengetahui media pembelajaran kimia seperti apa yang tepat sesuai dengan prinsip pendekatan deep learning. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tahapan metode : 1) Pretest; 2) Presentasi dan diskusi; 3) Posttest dan pengisian angket respon. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dari khalayak sasaran terkait penerapan prinsip deep learning dalam pembelajaran kimia, media-media pembelajaran kimia inovatif yang sesuai dengan prinsip deep learning serta respon yang sangat baik atas kegiatan yang telah dilaksanakan.
Pelatihan Diversifikasi Olahan Jeruk dan Bunga Telang Menjadi Permen Gummy Alami sebagai Produk Pangan Sehat Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Antoni Pardede; Dewi Lesmanawati; Ana Sofia Herawati; Fanlia Adiprimadana Sanjaya; Miftahul Huda; Chandra Halim
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 3 (2026): June 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21305039

Abstract

Jelly candies available on the market generally contain synthetic food additives, such as preservatives, artificial sweeteners, and artificial colorings, which may pose health risks, particularly to children, when consumed excessively. This community service program aimed to increase participants' knowledge about the potential hazards of synthetic food additives, provide practical training on producing healthy jelly candies using natural ingredients, and encourage the development of safe, home-based food products with economic value. The program targeted 22 members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in North Alalak Village. The implementation consisted of preparation, educational counseling, demonstrations and hands-on practice in making jelly candies from oranges and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.), followed by evaluation using pre-test and post-test assessments. Oranges were selected for their natural flavor and high vitamin C content, while butterfly pea flowers were chosen for their anthocyanin content, which functions as a natural antioxidant. The results showed a high level of participant enthusiasm and a significant improvement in knowledge, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test results. Participants were also able to independently prepare healthy jelly candies using natural ingredients. This program successfully enhanced the knowledge and skills of PKK members in processing natural food products while creating opportunities to develop healthy jelly candies as safe snacks for children and as potential home-based business products.
Pelatihan Diversifikasi Olahan Jeruk dan Bunga Telang Menjadi Permen Gummy Alami sebagai Produk Pangan Sehat Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Antoni Pardede; Dewi Lesmanawati; Ana Sofia Herawati; Fanlia Adiprimadana Sanjaya; Miftahul Huda; Chandra Halim
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 5, No 3 (2026): June 2026
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21305039

Abstract

Jelly candies available on the market generally contain synthetic food additives, such as preservatives, artificial sweeteners, and artificial colorings, which may pose health risks, particularly to children, when consumed excessively. This community service program aimed to increase participants' knowledge about the potential hazards of synthetic food additives, provide practical training on producing healthy jelly candies using natural ingredients, and encourage the development of safe, home-based food products with economic value. The program targeted 22 members of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in North Alalak Village. The implementation consisted of preparation, educational counseling, demonstrations and hands-on practice in making jelly candies from oranges and butterfly pea flowers (Clitoria ternatea L.), followed by evaluation using pre-test and post-test assessments. Oranges were selected for their natural flavor and high vitamin C content, while butterfly pea flowers were chosen for their anthocyanin content, which functions as a natural antioxidant. The results showed a high level of participant enthusiasm and a significant improvement in knowledge, as evidenced by the comparison of pre-test and post-test results. Participants were also able to independently prepare healthy jelly candies using natural ingredients. This program successfully enhanced the knowledge and skills of PKK members in processing natural food products while creating opportunities to develop healthy jelly candies as safe snacks for children and as potential home-based business products.
ANALISIS SENYAWA METABOLIT SEKUNDER DARI BATANG, DAUN DAN AKAR TUMBUHAN KELAKAI (Stenochlaena palustris) Antoni Pardede; Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v8i3.20898

Abstract

Tumbuhan memiliki senyawa metabolit sekunder pada tiap bagian tubuhnya misalnya pada akar, batang, dan daun. Senyawa metabolit sekunder sebagai penopang untuk regenerasi dan reproduksi bagi tumbuhan tersebut. Penelitian ini menganalisis secara menyeluruh terhadap kandungan senyawa metabolit sekunder pada bagian batang, daun dan akar tumbuhan kelakai, dengan data senyawa tersebut bersumber dari hasil penelitian peneliti yang telah dilakukan dan laporkan beserta dengan data laporan penelitian terkait batang, daun dan akar kelakai. Secara keseluruhan senyawa metabolit sekunder pada bagian batang, daun dan akar kelakai (Stenochlaena palustris) memiliki 37 senyawa metabolit sekunder dengan perincian yaitu pada bagian batang kelakai ditemukan 5 senyawa flavonoid, 1 senyawa steroid, 2 senyawa ecdysteroid. Pada daun kelakai diketahui memiliki 15 senyawa flavonoid, 2 senyawa polifenolik, 1 senyawa alkaloid, 1 senyawa terpenoid dan 5 senyawa steroid. Pada bagian akar kelakai diketahui mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolik dan steroid. Dari temuan ini diketahui ragam metabolit sekunder pada kelakai, serta potensinya sebagai sumber senyawa bioaktif untuk aplikasi farmakologis.
PENGARUH MEDIA WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN KREATIF PESERTA DIDIK PADA MATERI HIDROLISIS GARAM KELAS XI DI SMAN 8 BANJARMASIN Devi Alisia; Antoni Pardede; Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Yani Rahman
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v9i1.22924

Abstract

Proses pembelajaran dapat dikatakan berjalan dengan optimal, apabila interaksi antara peserta didik dengan peserta didik maupun interaksi dengan pendidik terjalin dengan baik. Hal ini dapat terjadi jika media yang digunakan adalah media yang dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran, sehingga diperlukan inovasi yang kreatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh signifikan dari penggunaan media Wordwall terhadap kemampuan kreatif berpikir peserta didik pada materi hidrolisis garam. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu eksperimen semu (Quasi Experiment). Penelitian ini menggunakan metode The Static Group Comparison Design (TSGCD). Data penelitian dikumpulkan dengan tes dan nontes yaitu berjumlah 10 soal esai dan dengan angket kemampuan kreatif berpikir. Analisis data menggunakan uji t-independent dengan spss v.26. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari penggunaan media wordwall terhadap kemampuan kreatif berpikir peserta didik, sehingga media ini efektif dan dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan kreatif berpikir peserta didik.
UJI AKTIVITAS ANTILEUKEMIA SENYAWA KIMIA DARI BATANG TUMBUHAN Coreopsis lanceolata Antoni Pardede; Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Okviyoandra Akhyar
Dalton : Jurnal Pendidikan Kimia dan Ilmu Kimia Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/dl.v9i1.22944

Abstract

Senyawa metabolit sekunder adalah senyawa kimia yang dihasilkan dari metabolisme tumbuh-tumbuhan. Senyawa - senyawa kimia ini telah dilaporkan secara ilmiah memiliki aktivitas biologi yang menjadi potensi baru dalam dunia pengobatan terutama sebagai obat kanker darah (antileukemia). Senyawa pada tumbuhan Coreopsis lanceolata bagian bunga sangat kuat sebagai kandidat obat antikanker darah, ekplorasi bagian lain sebagai antikanker darah telah dilakukan pada penelitian ini menggunakan dua senyawa polyacetylenes hasil isolasi dari bagian batang tumbuhan Coreopsis lanceolata. Evaluasi aktivitas antileukemia pada penelitian ini menggunakan HL-60 cells dengan metode cell counting kit-8 (CCK-8) pada dua konsentrasi yaitu 25 μM dan 50 μM. Hasil uji menunjukkan bahwa aktivitas terbaik pada konsentrasi 50 μM dengan viabilitas (73,7%) dan mortalitas (26,3%) untuk senyawa 5-phenyl-2-(1-propynyl)- thiophene (1), sedangkan senyawa 1-phenylhepta-1,3,5-tryne (2) viabilitasnya sebesar 67,77% dan mortalitasnya 32,23%. Aktivitas antikanker darah senyawa 2 lebih aktif dibandingkan senyawa 1, hal ini dimungkinkan karena ada ikatan rangkap terkonjugasi pada struktur senyawa 2.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS INKUIRI-VISUAL-MONTESSORI BAGI ANAK TUNAGRAHITA PADA MATERI STRUKTUR ATOM TERINTEGRASI NILAI KEISLAMAN DAN RAWA Herlina Apriani; Raden Roro Ariessanty Alicia Kusuma Wardhani; Okviyoandra Akhyar; Rahmi Aulia; Muhammad Aji Wibawa
EDUPROXIMA : Jurnal Ilmiah Pendidikan IPA Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Bhinneka PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/.v8i2.9123

Abstract

Penggunaan media pembelajaran kimia bagi siswa penyandang tunagrahita yang disamakan dengan media pembelajaran konvensional bagi siswa non tunagrahita menjadikan siswa penyandang tunagrahita kesulitan dalam memahami materi pembelajaran kimia. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan menguji kelayakan media pembelajaran kimia berbasis inkuiri-visual-montessori terintegrasi nilai keislaman dan rawa bagi anak tunagrahita pada materi struktur atom. Penelitian ini menggunakan rancangan Research and Development (RD) dengan langkah–langkah sebagai berikut yaitu: (1) tahap potensi dan masalah, (2) tahap pengumpulan data, (3) tahap desain produk, (4) tahap validasi desain, (5) tahap revisi desain, (6) tahap uji coba produk, (7) tahap revisi produk, (8) tahap uji coba pemakaian, (9) tahap revisi produk. Penelitian dilaksanakan di SMAN 4 Banjarmasin dengan subjek penelitian siswa-siswi kelas X dan XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengisian angket dan wawancara. Instrumen yang digunakan dalam penelitian berupa angket kelayakan media, angket respon siswa terhadap desain media dan pedoman wawancara respon siswa terhadap penggunaan media dalam pembelajaran. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji kelayakan dan respon siswa maka media pembelajaran kimia berbasis inkuiri-visual-montessori pada materi struktur atom layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak tunagrahita tingkat SLTA