Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

GENGGAM BOLA MAMPU MENINGKATKAN KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE Ikrima Rahmasari; Iswanti Purwaningsih
Journal of Nursing and Health Vol. 8 No. 3 (2023): Journal of Nursing and Health
Publisher : Yakpermas Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52488/jnh.v8i3.360

Abstract

Pendahuluan Stroke merupakan penyakit serebrovaskuler yang terjadi karena kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak, biasanya disebabkan karena adanya sumbatan atau penyempitan pembuluh darah atau bahkan karena pecahnya pembuluh darah. Sekitar 80% pasien stroke mengalami hemiparese atau kelemahan pada salah satu sisi tubuhnya. Kelemahan tangan dan kaki pada pasien stroke akan mempengaruhi kekuatan otot. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh genggam bola terhadap kekuatan otot pada pasien stroke. Metode : Pendekatan yang digunakan yaitu one group pre-post test design. Sampel pada penelitian ini sejumlah 22 responden dengan pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Hasil : Setelah diberikan terapi genggam bola didapatkan adanya peningkatan nilai kekuatan otot yaitu dapat menggerakkan jari-jari dan telapak tangan dengan nilai 3. Kesimpulan : Terapi genggam bola dapat meningkatkan kekuatan otot genggam jari pada pasien stroke yang mengalami kelemahan ekstremitas atas. Keywords : Stroke, kekuatan otot, genggam bola
Penerapan Murottal Al-Qur’an terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di RSUD dr. Darsono Pacitan Yoga Putra Harda Tama; Ikrima Rahmasari; Ani Rosita; Agus Setyawan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5442

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg. Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena sering tidak bergejala namun berpotensi menimbulkan komplikasi serius. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang berkembang adalah terapi mendengarkan murottal Al-Qur’an, yaitu metode relaksasi spiritual yang memberikan stimulasi auditori sehingga memicu pelepasan neuropeptida, mengaktivasi sistem saraf parasimpatis, dan menurunkan respons fisiologis terhadap stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap tekanan darah pasien hipertensi di RSUD Dr. Darsono Pacitan. Desain penelitian menggunakan penelitian menggunakan case descriptive study dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penentuan diagnose keperawatan, perencanaan intervensi, implementasi, serta evaluasi. Sampel penelitian terdiri dari dua pasien hipertensi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi dilakukan dengan memutar murottal Al-Qur’an Surah Ar-Rahman selama 10–15 menit, sekali sehari, selama tiga hari berturut-turut. Tekanan darah diukur sebelum dan sesudah intervensi setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik pada kedua pasien setelah diberikan terapi murottal secara berkelanjutan. Kategori hipertensi pasien I menurun dari hipertensi sedang menjadi tekanan darah normal tinggi, sedangkan pasien II mengalami penurunan dari hipertensi sedang menjadi hipertensi ringan. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi murottal Al-Qur’an memiliki potensi sebagai intervensi komplementer yang efektif dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Stretching Exercises Can Improve Elderly Independence in Self-Care as a Preventive Measure Against Osteoarthritis Ikrima Rahmasari; Kresna Agung Yudhianto; Hani Risnawati
JOURNAL OF PHILANTHROPY: The Journal of Community Service Vol. 4 No. 2 (2026): Journal of Philanthropy, July 2026
Publisher : Samodra Ilmu: Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Jurnal Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58353/jop.v4i2.386

Abstract

Older adults represent the final stage of human development across the life cycle. In older adults, the musculoskeletal system undergoes several changes, including changes in connective tissues (collagen and elastin), decreased cartilage function, reduced bone density, changes in muscle structure, and decreased joint elasticity. Loss of cartilage flexibility, bone hypertrophy, and thickening of the joint capsule can trigger various joint disorders. One of the most common musculoskeletal disorders found in older adults is osteoarthritis. The management of osteoarthritis is an ongoing treatment process that requires the involvement of nurses, including the implementation of stretching exercises. A stretching exercise is an activity that involves stretching the muscles to improve muscle flexibility and increase the range of motion of the joints. The purpose of this community service activity was to provide education on the topic of understanding osteoarthritis and to teach stretching exercises to older adults as an effort to promote a healthy elderly population and prevent osteoarthritis. The method used involves systematic stages and steps, including the solution implementation stage, which consists of socialization and initial data collection, and the implementation of community service. In this stage, the service team provides training on stretching exercises using a Standard Operating Procedure (SOP) that has been registered for Intellectual Property Rights (IPR). The second stage involves engaging partners in the activities, and the final stage evaluates the implementation and sustainability of the activities The community service activity was conducted in Cemani Village, RT 03/RW 10, Surakarta, with the active participation of 38 local residents. The results of the activity showed an improvement in participants’ knowledge, as demonstrated by a significant increase in the pre-test and post-test scores. Before the educational session, the majority of participants had a moderate level of knowledge (37%). Following the post-test, the majority of participants demonstrated a good level of knowledge (84%). Meanwhile, participants’ understanding of stretching exercises was evaluated based on their ability to perform the exercises independently after receiving the training.
Persepsi Lansia Laki-Laki Terhadap Rendahnya Partisipasi Pada Program Posyandu Lansia Di Desa Ngombakan Muhammad Kurniawan; Adi Buyu Prakoso; Ikrima Rahmasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1101

Abstract

Posyandu Lansia merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuanmeningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lanjut usia melalui pelayanan promotif dan preventif.Namun, partisipasi lansia laki-laki dalam kegiatan Posyandu Lansia masih tergolong rendah sehinggaberpotensi menghambat deteksi dini masalah kesehatan dan upaya pencegahan penyakit. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui dan memahami persepsi lansia laki-laki terhadap rendahnya partisipasi padaProgram Posyandu Lansia di Desa Ngombakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengandesain fenomenologi. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan empatlansia laki-laki yang kurang aktif mengikuti Posyandu Lansia. Pengumpulan data dilakukan melaluiwawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzidengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasilpenelitian menunjukkan empat tema utama yang memengaruhi rendahnya partisipasi lansia laki-laki,yaitu kesibukan pekerjaan, kurangnya informasi mengenai kegiatan Posyandu Lansia, rendahnyamotivasi yang dipengaruhi oleh terbatasnya dukungan keluarga, serta waktu pelaksanaan Posyandu yangtidak sesuai dengan aktivitas lansia. Faktor pekerjaan dan ketidaksesuaian waktu pelaksanaan menjadihambatan yang paling dominan. Disimpulkan bahwa rendahnya partisipasi lansia laki-laki dipengaruhioleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi,keterlibatan keluarga, serta penyesuaian jadwal pelaksanaan Posyandu agar partisipasi lansia laki-lakidapat meningkat.
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Diet Rendah Garam Pada Lansia Dengan Hipertensi Di Kelurahan Lalung Kecamatan Karanganyar Marizka Candra Kirana; Ikrima Rahmasari; Agung Widiastuti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1160

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendaliannya adalah dengan menerapkan diet rendah garam, namun kepatuhan lansia dalam menjalankan diet tersebut masih rendah. Dukungan keluarga diduga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet rendah garam sehingga dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam pada bulan April–Mei 2026. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Cramer's V dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori cukup sebanyak 24 responden (43,6%), sedangkan mayoritas responden tidak patuh terhadap diet rendah garam sebanyak 32 responden (58,2%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,029 (p < 0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi. Nilai Cramer's V sebesar 0,359 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah, dukungan keluarga tetap berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia dalam menjalankan diet rendah garam sebagai salah satu upaya pengendalian tekanan darah.
PERSEPSI LANSIA LAKI-LAKI TERHADAP RENDAHNYA PARTISIPASI PADA PROGRAM POSYANDU LANSIA DI DESA NGOMBAKAN Muhammad Kurniawan; Adi Buyu Prakoso; Ikrima Rahmasari
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 14 No 3 (2026): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v14i3.868

Abstract

Posyandu Lansia merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lanjut usia melalui pelayanan promotif dan preventif. Namun, partisipasi lansia laki-laki dalam kegiatan Posyandu Lansia masih tergolong rendah sehingga berpotensi menghambat deteksi dini masalah kesehatan dan upaya pencegahan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami persepsi lansia laki-laki terhadap rendahnya partisipasi pada Program Posyandu Lansia di Desa Ngombakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan empat lansia laki-laki yang kurang aktif mengikuti Posyandu Lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama yang memengaruhi rendahnya partisipasi lansia laki-laki, yaitu kesibukan pekerjaan, kurangnya informasi mengenai kegiatan Posyandu Lansia, rendahnya motivasi yang dipengaruhi oleh terbatasnya dukungan keluarga, serta waktu pelaksanaan Posyandu yang tidak sesuai dengan aktivitas lansia. Faktor pekerjaan dan ketidaksesuaian waktu pelaksanaan menjadi hambatan yang paling dominan. Disimpulkan bahwa rendahnya partisipasi lansia laki-laki dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi, keterlibatan keluarga, serta penyesuaian jadwal pelaksanaan Posyandu agar partisipasi lansia laki-laki dapat meningkat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN DIET RENDAH GARAM PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KELURAHAN LALUNG KECAMATAN KARANGANYAR Marizka Candra Kirana; Ikrima Rahmasari; Agung Widiastuti
Jurnal Kesehatan Karya Husada Vol 14 No 3 (2026): Jurnal Kesehatan Karya Husada
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KARYA HUSDA YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36577/jkkh.v14i3.869

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi apabila tidak dikendalikan. Salah satu upaya pengendaliannya adalah dengan menerapkan diet rendah garam, namun kepatuhan lansia dalam menjalankan diet tersebut masih rendah. Dukungan keluarga diduga berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan lansia terhadap diet rendah garam sehingga dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan mencegah terjadinya komplikasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 55 responden yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kuesioner kepatuhan diet rendah garam pada bulan April–Mei 2026. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta Cramer's V dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memperoleh dukungan keluarga dalam kategori cukup sebanyak 24 responden (43,6%), sedangkan mayoritas responden tidak patuh terhadap diet rendah garam sebanyak 32 responden (58,2%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,029 (p<0,05), yang menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi. Nilai Cramer's V sebesar 0,359 menunjukkan bahwa kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan diet rendah garam pada lansia dengan hipertensi di Kelurahan Lalung, Kecamatan Karanganyar. Meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah, dukungan keluarga tetap berperan dalam meningkatkan kepatuhan lansia dalam menjalankan diet rendah garam sebagai salah satu upaya pengendalian tekanan darah. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kepatuhan Diet Rendah Garam, Hipertensi, Lansia.
Hubungan Distress Emosional Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Penyakit Ginjal Kronik Yang Menjalani Terapi Hemodialisa Di Rumah Sakit TK. III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta Anton Rahmadhan; Endrat Kartiko Utomo; Ikrima Rahmasari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1093

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit tidak menular dengan beban kesehatan tinggi, dan stadium pasien bergantung pada hemodialisa untuk bertahan hidup lebih lanjut. Terapi yang berlangsung terus-menerus memicu stres, depresi, dan kecemasan yang berdampak pada kualitas tidur pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara distress emosional dengan kualitas tidur pada pasien PGK yang menjalani terapi hemodialisa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik total sampling digunakan dengan sampel sebanyak 55 responden yang memenuhi kriteria inklusi di Rumah Sakit Tk. III 04.06.04 Slamet Riyadi Surakarta. Distress emosional diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) dan kualitas tidur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI); data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori ansietas sedang sampai sangat berat cukup tinggi (43,6%). Kualitas tidur buruk yang dialami 30 responden (54,5%) dan baik 25 responden (45,5%). Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan signifikan dan positif antara distress emosional dengan kualitas tidur (p = 0,000; r = 0,784), dengan hubungan serupa pada dimensi stres (p = 0,000; r = 0,784), depresi (p = 0,002; r = 0,412), dan kecemasan (p = 0,000; r = 0,776). Kesimpulannya: semakin tinggi distress emosional yang dialami pasien, semakin buruk kualitas tidurnya, dan sebaliknya. Kata Kunci: Distress Emosional, Kualitas Tidur, Penyakit Ginjal Kronik, Hemodialisa