Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

UKURAN DATA RETURN TERHADAP KINERJA MODEL BLACK LITTERMAN PADA SAHAM SYARIAH JAKARTA ISLAMIC INDEX Agnes Dwi Wulandari Agnes Dwi Wulandari; Retno Subekti Retno Subekti
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 1 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Black Litterman merupakan salah satu model pembentukan portofolio yang menggabungkan dua jenis informasi yaitu return ekuilibrium dari CAPM dan pandangan investor. Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk melihat pengaruh data return saham yang dipilih dari 60, 120 dan 240 terhadap hasil analisis data saham syariah JII (Jakarta Islamic Index) menggunakan model Black Litterman. Tahapan dalam pembentukan portofolio menggunakan model Black Litterman yaitu dengan menghitung return data historis saham, mencari expected return CAPM, menentukan views, menghitung estimasi return Black Litterman serta pembobotannya. Untuk melihat pengaruh ukuran data return saham terhadap kinerja portofolio digunakan perhitungan indeks sharpe. Hasil analisis saham Jakarta Islamic Index (JII) dari ketiga ukuran data return saham sebesar 60,120 dan 240 terpilih empat saham yaitu AKRA, MPPA, INCO dan KLBF. Dari ketiga ukuran datareturn tersebut terpilih kinerja portofolio terbaik untuk ukuran data return saham 60 karena semakin banyak data lampau, nilai indeks sharpe dan kinerjanya tidak sebagus dengan data sedikit yang lebihupdate. Kinerja portofolio terbaik diukur dari hasil pembobotan, perhitungan indeks sharpe Black Litterman. Dengan nilai bobotnya sebesar 308% untuk AKRA, 38% untuk MPPA, 210% untuk INCO dan -458% untuk KLBF dan hasil perhitungan indeks sharpe sebesar 3,04.
OPTIMASI PELAYANAN ANTRIAN MULTI CHANNEL (M/M/c)PADA STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) SAGAN YOGYAKARTA Erin Juni Ferianto; Nur Insani; Retno Subekti
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 4 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antrian  merupakan  suatu  fenomena  yang  dihadapi  pelanggan  pada  industri  jasa.  Salah  satunya  terjadi  di SPBU Sagan Yogyakarta dimana  penumpukan  pelanggan  sering  terjadi  setiap  pagi  dan sore  hari.  Penelitianini  bertujuan  untuk  menganalisis  antrian  yang  terjadi  dan  menentukan  jumlah  server  yang  optimal.Pengumpulan data dilakukan  dengan  mengamati  dan  mencatat  antrian yang terjadi  pada jam sibuk  pagi  dan sore  hari.  Konfigurasi  sistem  antrian  yang  diberlakukan  oleh  SPBU  Sagan  Yogyakarta  dapat  dinyatakandengan  notasi  (M/M/c).  Disiplin  pelayanan  yang  diberlakukan  pada  SPBU  Sagan  Yogyakarta  adalahdisiplin  pelayanan  First  In  First  Out  (FIFO).  Dari  hasil  penghitungan  kinerja  sistem  antrian  pada  SPBU Sagan  Yogyakarta,  apabila  menggunakan  3  server  akan  terjadi  pengurangan  banyaknya   rata-rata  waktu yang dibutuhkan  pelanggan  dalam  antrian  sebanyak 86,92%. Pernyataan  tersebut  diperkuat  dengan  naiknyatingkat  menganggur  server  sebesar  3,47%.  Biaya  total  per  pelanggan  menggunakan  2  server  pelayananadalah Rp26.437 dan  jika  menggunakan 3 server  sebesar Rp30.919. Adapun  biaya  operasional  listrik  untuk 2  server  yaitu Rp1.398 per jam sedangkan  untuk 3  server  adalah Rp1.092 per jam.  Berdasarkan  penelitian yang  dilakukan  pihak SPBU Sagan Yogyakarta lebih  baik  mengoperasikan 3 server  dibandingkan 2  serveratau 4 server.Kata kunci: Pelanggan, Server, Antrian Multi Channel, SPBU Sagan Yogyakarta.
ANALISIS MODEL ANTRIAN DENGAN WORKING VACATION PADA POLA KEDATANGAN BERKELOMPOK (BATCH ARRIVAL) SATU SERVER Sucia Mentari Sucia Mentari; Retno Subekti Retno Subekti; Nikenasih Binatari Nikenasih Binatari
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 2 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

r class="Apple-interchange-newline" Tujuan dari penulisan ini adalah menjelaskan pengembangan dari model antian kedatangan berkelompok,dengan diasumsikan bahwa jika tidak ada pelanggan dalam sistem, maka server akan melakukan vacation,menurunkan formula untuk mengukur keefektifannya, serta memberikan implementasi dari model antrian tersebut.Penurunan formula untuk mengukur keefektifan sistem antrian (��/�/1 (��)) dilakukan dengan pendekatanQuasi Birth-Death Process. Sebagai dasar untuk memperoleh ukuran keefektifan model antrian tersebut yaitudengan menentukan probability generating function (PGF) dari banyaknya pelanggan dalam sistem antrian��/�/1 biasa dan pgf dari penambahan pelanggan yang terjadi karena adanya vacation. Ukuran keefektifan padamodel antrian (��/�/1 (��)) adalah nilai harapan banyaknya pelanggan dalam sistem � yang meliputibanyaknya pelanggan dalam sistem saat server sibuk tanpa vacation (��) dan banyaknya pelanggan tambahan saatserver melakukan vacation (��). Hasil dari implementasi menunjukkan bahwa nilai ukuran keefektifan pada modelantrian dengan vacation lebih besar dibandingkan dengan model antrian tanpa vacation. Hal itu menunjukkanmodel antrian dengan vacation lebih mendekati keadaan sebenarnya.
KINERJA MODEL BLACK LITTERMAN DENGAN MINIMUM VARIANCE DALAM ANALISIS PORTOFOLIO SAHAM SYARIAH Sara Haerunnisa; Retno Subekti
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black Litterman mengkombinasikan dua jenis informasi yaitu return ekuilibrium dan views investor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pengembangan model Black Litterman dengan minimum variance terhadap data saham syariah Jakarta Islamic Index (JII). Portofolio model Black Litterman dengan minimum variance menggunakan return ekulibrium dengan mensubstitusikan bobot yang diperoleh dari optimasi minimum variance, sedangkan model Black Litterman asli menggunakan bobot yang diperoleh dari persentase kapitalisasi pasar tiap saham terhadap keseluruhan kapitalisasi pasar pada portofolio.  Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa model Black Litterman dengan minimum variance menguntungkan dalam jangka pendek dan nilai Sharpe ratio pada model ini yaitu sebesar 0,49432.  Kata kunci: Portofolio, Black Litterman, Minimum Variance, Sharpe ratio.
OPTIMALISASI JUMLAH KELOMPOK PADA METODE SINGLE LINKAGE DAN COMPLETE LINKAGEMENGGUNAKAN INDEKS DAVIES BOULDIN Siti Sakdiyah , Retno Subekti, M. Sc.
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalisasi jumlah kelompok menggunakan metode single linkage dan complete linkage dengan indeks Davies Bouldin yang diterapkan pada kasus data indikator pendidikan di Indonesia tahun 2016. Langkah-langkah yang dilakukan dalam metode single linkage dan complete linkage terdiri atas menentukan variabel yang akan digunakan sebagai data penelitian, mendeteksi adanya outliers, memilih ukuran kesamaan (jarak) yang digunakan, melakukan standarisasi data jika diperlukan, melakukan pengujian terhadap asumsi-asumsi dalam analisis kelompok, memilih prosedur pengelompokan, menentukan jumlah kelompok yang akan dibentuk, melakukan interpretasi terhadap kelompok yang terbentuk, melakukan uji validasi terhadap hasil pengelompokan untuk menentukan jumlah kelompok optimal, dan membuat profil kelompok yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metode single linkage dan complete linkage diperoleh kelompok optimal yang sama, yaitu sebanyak 2 kelompok dengan indeks Davies Bouldin sebesar 0,0759. Diperoleh pengelompokan provinsi berdasarkan tingkat partisipasi pendidikan, yaitu salah satu kelompok mempunyai tingkat partisipasi pendidikan rendah yang beranggotakan Provinsi Papua, dan kelompok lain memiliki tingkat partisipasi pendidikan tinggi. Kata kunci : Analisis Kelompok, Single Linkage, Complete Linkage, dan Indeks Davies Bouldin Abstract This research aims to optimize the number of clusters using the single linkage and complete linkage method with Davies Bouldin index applied in the case of education indicator data in Indonesia on 2016. This methods consist of determining variables to be used as research data, detecting outliers, choosing the size of the similarity (distance) used, standardizing the data if necessary, testing the assumptions in the analysis cluster, selecting the grouping procedure, determining the number of clusters to be formed, interpreting the cluster formed, validating to determine the number of groups optimal, and creating profiles of cluster that are formed. The results showed the single linkage and complete linkage method, the same optimal cluster was obtained, that is 2 clusters with Davies Bouldin index about 0.0759. The clustering can be obtained based on educational participation rank, that are low educational participation cluster that consist of Papua Province, and high educational participation cluster. Keywords : Cluster Analysis, Single Linkage, Complete Linkage, and Davies Bouldin Index
OPTIMASI PORTOFOLIO MENGGUNAKAN PENDEKATAN LEAST DISCRIMINANT DENGAN RETURN BLACK LITTERMAN Aulia Damayanti; Retno Subekti
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model Black Litterman merupakan model pembentukan portofolio yangmengkombinasikan dua jenis informasi yaitu return ekuilibrium dari Capital AssetsPricing Model (CAPM) dan views investor, sedangkan Least Discriminant adalahsuatu pendekatan untuk membentuk portofolio dengan meminimumkan risiko dariharga jual pasar dapat dibentuk melalui perkiraan pasar dengan mempertimbangkanviews investor. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan LeastDiscriminant pada model Black Litterman. Pendekatan Least Discriminant dalammemperoleh bobot menggabungkan perkiraan risiko awal dan perkiraan pasar. Tahappendekatan Least Discriminant dimulai dengan memanfaatkan expected return padaBlack Litterman sehingga terbentuk expected utility baru.Kata kunci : Portofolio, Black Litterman, Least Discriminant.
ANALISIS SENTIMEN TERHADAP DATA TWEET UNTUK BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) MENGGUNAKAN PROGRAM R Fahmi Nurulbaiti , Retno Subekti, M. Sc.2
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan teknologi yang terjadi saat ini, pendapat masyarakat terhadap program pemerintah Indonesia dapat dilihat melalui jejaring sosial  Twitter. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) adalah salah satu penyelenggara program pemerintah Indonesia yang sering mendapat tanggapan baik positif maupun negatif dari masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui langkah-langkah dalam melakukan analisis sentimen masyarakat Indonesia dengan menggunakan Program R, mengetahui topik-topik yang sering diperbincangkan masyarakat Indonesia terkait dengan BPJS serta mengetahui tanggapan  masyarakat terhadap keberadaan BPJS. Penelitian ini menggunakan data berbentuk teks yang didapatkan dari tulisan warganet pada jejaring sosial Twitter. Data yang digunakan yaitu sebanyak 1000 tweets dan dibatasi hanya tweet berbahasa Indonesia saja. Teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan text mining dan scoring sentiment. Pengambilan data, pengolahan data, serta visualisasi informasi dilakukan dengan bantuan Program R. Hasil penelitian menunjukkan, langkah-langkah untuk melakukan analisis sentimen dengan program R yaitu dengan memiliki API untuk melakukan crawling data, kemudian melakukan transforming, filtering, dan stemming pada tahap preprosesing, lalu memvisualisasikan data dalam bentuk histogram dan wordcloud, terakhir scoring tweet dan menghitung skor tweet keseluruhan untuk mengetahui sentimen yang dominan. Visualisasi pada wordcloud maupun histogram terhadap data tweets BPJS memuat informasi mengenai topik-topik yang paling sering dibicarakan masyarakat di jejaring sosial Twitter berkaitan dengan BPJS. Topik tersebut antara lain riba, dokter, tolak, kesehatan, dan pasien. Analisis sentimen tweets masyarakat pada jejaring sosial Twitter terhadap BPJS adalah sentimen negatif. Hal ini berarti program BPJS masih belum sepenuhnya memuaskan masyarakat. Kata kunci: analisis sentimen, BPJS, program R, twitter
ANALISIS PERBANDINGAN MEAN VARIANCE (MV) DAN MEAN ABSOLUTE DEVIATION (MAD) DALAM PEMBENTUKAN PORTOFOLIO Susy Ariska Putri; Retno Subekti
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 5, No 3 (2016): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembentukan portofolio keuangan dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa model, diantaranya model Mean Variance (MV) dan Mean Absolute Deviation (MAD). Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan tentang analisis perbandingan kinerja dari model MV dan MAD dalam pembentukan portofolio keuangan. Pembentukan portofolio keuangan pada penelitian ini melibatkan data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Jakarta Islamic Index (JII) selama 3 periode waktu yaitu: 2012, 2013 dan 2014. Terdapat tiga pemodelan dalam pembentukan portofolio untuk setiap periode, yaitu: pemodelan menggunakan 10 saham yang paling banyak terjual di JII, 20 saham yang paling banyak terjual di JII dan keseluruhan saham yang ada di JII.  Kinerja portofolio dapat diketahui dengan penilaian indeks Sharpe. Hasil dari penilaian indeks Sharpe menunjukkan bahwa untuk setiap periode kinerja portofolio model MV lebih optimal dibandingkan model MAD dalam pembentukan portofolio untuk setiap pemodelannya, namun hanya pada periode kedua dengan pemodelan menggunakan keseluruhan saham yang ada di JII kinerja portofolio model MAD lebih optimal dibandingkan model MV. Kata kunci: portofolio,  MV, MAD, indeks Sharpe.
PENYUSUNAN INTEGRATED PROGRAMMING UNTUK PEMBENTUKAN PORTOFOLIO BLACK LITTERMAN Ahmad Muhsin Ma’ari , Retno Subekti, M.Sc.
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembentukan portofolio memerlukan perhitungan yang tidak sedikit. Perhitungan dapat diselesaikan dengan beberapa software komputer. Namun keterbatasan setiap software mengakitbatkan perhitungan memerlukan lebih dari satu software yang berefek pada waktu pengerjaan. Oleh karena itu dibutuhkan program terintegrasi (integrated programming) yang dapat membantu keseluruhan perhitungan. Portofolio Black Litterman adalah pengembangan dari model portofolio klasik Mean Variance (MV) dan Capital Assets Pricing Model (CAPM). Model portofolio Mean Variance sendiri sudah disederhanakan menjadi model portofolio Mean Absolute Deviation (MAD). Karena empat portofolio tersebut saling terkait, program akan membentuk sekaligus empat portofolio dan membandingkan kinerjanya. Kinerja portofolio diukur menggunakan sharpe ratio. Hasil analisis saham LQ-45 dengan program terintegrasi (integrated programming) menunjukkan bahwa portofolio Black Litterman memiliki kinerja terbaik dengan nilai sharpe ratio sebesar 1,28. Portofolio tersebut memiliki nilai return sebesar 3,67% dan nilai risiko sebesar 2,86%. Program terintegrasi (integrated programming) dapat membentuk portofolio dengan waktu kurang dari 1 menit. Kata kunci: Portofolio, Black Litterman, Sharpe ratio, Integrated Programming AbstractForming portfolio requires a lot of calculation steps. These calculations can be solved with the help of computer softwares. But the limitation of each software makes calculation requires more than one software that has an effect on the processing time. Therefore, it needs an integrated program that can help the overall calculation. Black Litterman portfolio was developed from the classic portfolio model, the Mean Variance (MV) and the Capital Assets Pricing Model (CAPM). Mean Variance portfolio model has been simplified into the Mean Absolute Deviation (MAD) portfolio model. Because the four portfolios are related to each other, the program will form four portfolios at once and compare their performance. Portfolios’ performances are measured using the sharpe ratio. The result of LQ-45 stock analysis with integrated programming shows that Black Litterman portfolio has the best performance with the value of sharpe ratio 1.28. The portfolio has a return value of 3.67% and a risk value of 2.86%. Integrated program can form portfolios with less than a minutes. Keywords: Portfolio, Black Litterman, Sharpe ratio, Integrated Programming
ANALISIS PENILAIAN KINERJA BLACK-LITTERMAN MENGGUNAKAN INFORMATION RATIO DENGAN BENCHMARK CAPITAL ASSETS PRICING MODEL Hanif Syarif Mahmuda; Retno Subekti
Jurnal Kajian dan Terapan Matematika Vol 6, No 4 (2017): Jurnal Matematika
Publisher : Jurnal Kajian dan Terapan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja portofolio dengan model Black-Littermanmenggunakan ukuran information ratio. Pengukuran information ratio dalam penelitian ini menggunakanbenchmark Capital Assets Pricing Model (CAPM) yang artinya investor dapat membandingkan portofolioyang dipilih dengan portofolio acuan (benchmark). Portofolio yang dibentuk dari 4 saham pada penelitiansebelumnya yaitu PTBA, MYRX, LSIP, dan PWON, dengan memperhatikan 2 views relatif yaitu prediksireturn saham LSIP akan melebihi PTBA dan prediksi return saham PWON akan melebihi MYRX. Hasilanalisis ini menunjukkan nilai information ratio sebesar 0.2155, artinya return yang dihasilkan modelBlack-Litterman lebih tinggi 21.55% dibandingkan benchmark sehingga portofolio Black-Littermanmempunyai kualitas kinerja yang lebih baik.Kata kunci: Portofolio, Black-Litterman, CAPM, Information Ratio.