Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Factors that Influence the Caring Behavior of Nurses in Nursing Practice at the Hospital. Dr. MM Dunda Limboto Sabirin B. Syukur; Pipin Yunus; Vidrian Rajib Kasim
PROMOTOR Vol. 7 No. 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v7i1.548

Abstract

Caring behavior can be shown in interpersonal relationships, namely relationships that occur between nurses and patients, where nurses show caring perception behavior through attention, interventions to maintain patient health, and positive energy given to patients. Nurses' caring behavior has started to be good, but there are still some nurses whose caring behavior is bad The purpose of this study is to analyze the factors that influence nurses' caring behavior in nursing practice at the hospital. Dr. MM Dunda Limboto. The design of this study is an Analytical Observational study with a cross-sectional approach. This research was carried out at RSUD. Dr.MM Dunda Limboto. The number of samples was 39 people. The results of the chi-square analysis test research obtained a p-value of  < α 0.00, so it can be concluded that there is a relationship between knowledge to nursing caring behavior, and there is a workload relationship to nurse caring behavior There is, there is an environmental relationship to nurse caring behavior. The existence of this research is expected to increase and increase nurses' awareness of caring behavior so that health services can be carried out effectively. It is recommended that this study be a reference for improving caring services for nurses and other health workers
Peran Kepala Ruangan sebagai Supervisor Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana dalam Pelaksanaan Asuhan Keperawatan di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo Muriyati Rokani; Sabirin B. Syukur; Arief Rahman Y. Salam
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.15916

Abstract

ABSTRACT To provide comprehensive services to patients, nursing services with continuous nursing care are needed, namely through several consistent process stages in accordance with the development of the nursing profession. A nurse in carrying out nursing care really needs direction and supervision through supervision activities. This research is to analyze the role of the head of the room as a supervisor on the performance of implementing nurses in the implementation of nursing care at RSIA Sitti Khadidjah, Gorontalo City. Used in this research was an analytical survey and used a cross-sectional research design, so that the number of samples in this study was the same as the population, namely 17 nurses. The results of statistical tests show that the role of the head of the room as a supervisor is in the good category with the performance of the nurses in the good category being 12 people, while the role of the head of the room as a supervisor is in the poor category with the performance of the nurses in the poor category being 2 people. If the statistical value is known or p.Value=0.0110.05, then Ha is accepted, so it can be concluded that the role of the head of the room as supervisor has an influence on the performance of implementing nurses in the implementation of nursing care at RSIA Sitti Khadidjah, Gorontalo City. Conclusion: It is hoped that this can add information about the role of the head of the room as a supervisor and the performance of implementing nurses in implementing nursing care. Keywords: Nursing Care, Nurse Performance, Supervisor  ABSTRAK Untuk memberikan pelayanan kepada pasien secara komprehensif diperlukan pelayanan keperawatan dengan asuhan keperawatan secara berkesinambungan, yaitu melalui beberapa tahapan proses yang konsisten sesuai dengan perkembangan profesi keperawatan seorang perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan sangat memerlukan pengarahan dan pengawasan melalui kegiatan supervisi. pada penelitian ini yaitu untuk menganalisis peran kepala ruangan sebagai supervisor terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo. yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey analitik dan menggunakan desain penelitian cross sectional, sehingga jumlah sampel pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi yaitu sebanyak 17 perawat. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peran kepala ruangan sebagai supervisor kategori baik dengan kinerja perawat pelaksana kategori baik sebanyak 12 orang, sedangkan peran kepala ruangan sebagai supervisor kategori kurang baik dengan kinerja perawat pelaksana kategori kurang baik sebanyak 2 orang. Diketahui nilai statistik atau p.Value=0.0110.05, maka Ha diterima, jadi dapat simpulkan bahwa peran kepala ruangan sebagai supervisor memiliki pengaruh terhadap kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan di RSIA Sitti Khadidjah Kota Gorontalo. Diharapkan dapat menambah informasi tentang peran kepala ruangan sebagai supervisor serta kinerja perawat pelaksana dalam pelaksanaan asuhan keperawatan. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan, Kinerja Perawat, Supervisor
Gambaran Tingkat Kepuasan Perawat Dalam Menangani Pasien Covid-19 Di Ruang Isolasi RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Alan Yusuf; Sabirin B. Syukur; Pipin Yunus
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 2 No. 1 (2024): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v2i1.128

Abstract

Covid-19 is a virus that can cause disease, both in humans and in animals, in humans it can cause respiratory tract infections such as Middle East Respiratory Syndroma (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndroma (SARS). Research purposes to find out description of the level of satisfaction of nurses in treating covid-19 patients. Type of qualitative research with descriptive research design. The total population is 31 nurses who area in isolation rooms A and B with total sampling. The results showed that the highest nurse satisfaction was very satisfied as many as 18 people and there were 12 nurses with a satisfied level of satisfaction and the lowest was dissatisfied with 1 person. So it was concluded that most nurses were very satisfied in handling covid-19 . Suggestions are that nurses are expected to continue to provide mutual support and motivation in providing services to patients, in order to get satisfaction in serving and patients also feel satisfied with the services provided.
Gambaran Tingkat Kepuasan Perawat Dalam Menangani Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RSUD Dr. Hasri Ainun Habibie Alan Yusuf; Sabirin B. Syukur; Pipin Yunus
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 2 No. 1 (2024): January : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v2i1.130

Abstract

Covid-19 is a virus that can cause disease, both in humans and in animals, in humans it can cause respiratory tract infections such as Middle East Respiratory Syndroma (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndroma (SARS). Research purposes to find out description of the level of satisfaction of nurses in treating covid-19 patients. Type of qualitative research with descriptive research design. The total population is 31 nurses who area in isolation rooms A and B with total sampling. The results showed that the highest nurse satisfaction was very satisfied as many as 18 people and there were 12 nurses with a satisfied level of satisfaction and the lowest was dissatisfied with 1 person. So it was concluded that most nurses were very satisfied in handling covid-19 . Suggestions are that nurses are expected to continue to provide mutual support and motivation in providing services to patients, in order to get satisfaction in serving and patients also feel satisfied with the services provided.
Hubungan Kualitas Pelayanan Daya Tanggap Perawat dengan Kepuasan Pasien Gawat Darurat di UGD RSUD Dr. M.M Dunda Limboto Rizka N Tutu; Haslinda Damansyah; Sabirin B. Syukur
Jurnal Masharif al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 11 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jms.v11i1.30790

Abstract

Tolak ukur kualitas pelayanan dapat dilihat dari tingkat kepuasan pasien, semakin sempurna kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan semakin meningkat pula nilai standar dari mutu pelayanan rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan daya tanggap perawat dengan kepuasan pasien. Desain penelitian kuantitatif dengan survey analitik dengan pendekatan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 850 pasien sedangkan jumlah sampel sebanyak 89 responden menggunakan rumus Sloving. Hasil penelitian yaitu kualitas pelayanan daya tanggap perawat tertinggi yaitu kategori baik sebanyak 78 orang sedangkan kepuasan pasien tertinggi yaitu kategori puas sebanyak 78 orang dengan nilai nilai signifikan 0,000. Kesimpulan terdapat hubungan kualitas pelayanan daya tanggap perawat dengan kepuasan pasien gawat darurat di UGD RSUD DR. M.M Dunda Limboto. Saran untuk pihak rumah sakit agar lebih meningkatkan kualitas pelayanan pada pasien dengar cara memberikan edukasi pada perawat, agar kepuasan pasien untuk berobat di RSUD DR. M.M Dunda Limboto meningkat.
Analisis Kekurangan Energi Kronik pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Telaga Biru Harismayanti Harismayanti; Sabirin B. Syukur
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.319 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1491

Abstract

Ibu hamil yang menderita Kekurangan Energi Kronik (KEK) mempunyai risiko kematian ibu pada masa perinatal atau risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). WHO mencatat 40% kematian ibu di negara berkembang berkaitan dengan kekurangan energi kronis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis masalah KEK pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan pengamatan langsung. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi penetapan populasi dan sampel, pengumpulan data, wawancara, pengamatan langsung, pengolahan data, pennyusun laporan. Hasil Penelitian didapatkan bahwa masalah KEK yang terjadi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Telaga Biru dipengaruhi oleh faktor, pengetahuan, pola konsumsi, paritas, ekonomi, asupan gizi, konsumsi makanan tambahan dan tablet FE, BB awal yang rendah. Dari hasil wawancara didapatkan pemberian makanan tambahan berupa susu, biskuit, dan tablet FE pendistribusiaannya tidak dilakukan secara kontinu selain itu faktor yang sangat berpengaruh pada masalah KEK pada ibu hamil yaitu pola konsumsi ibu hamil dan BB sebelum hamil. Pola konsumsi ibu hamil mengalami perubahan pada saat hamil khususnya pada trimester pertama nafsu makan menurun akibat mual muntah menyebabkan perubahan pola konsumsi dan BB pada saat sebelum hamil rata-rata menunjukkan BB yang kurang dari normal. Kesimpulan masalah KEK pada ibu hamil merupakan masalah yang kompleks dan membutuhkan waktu, serta kerjasama yang baik antara petugas kesehatan, ibu hamil, dan keluarga dalam upaya perbaikan gizi ibu haiml agar terhindar dari KEK. 
Analisis Masalah Stunting (Pendek) pada Baduta di 1000 Hari Pertama Kehidupan di wilayah Kerja Puskesmas Telaga Kabupaten Gorontalo Sabirin B. Syukur; Harismayanti Harismayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.06 KB) | DOI: 10.56338/mppki.v4i2.1493

Abstract

Pendek (Stunting)  pada baduta menggambarkan salah satu kasus gizi secara global, kekurangan gizi pada dini kehidupan anak hendak berakibat pada mutu sumberdaya manusia. Anak yang kurang gizi bakal lahir dengan berat badan lahir rendah (BBLR) serta pada masa berikutnya bakal berkembang lebih pendek (stunting) yang mempengaruhi terhadap pertumbuhan kognitifnya. Perihal ini pastinya hendak mempengaruhi pada keberhasilan pendidikan, yang berdampak pada menyusutnya produktivitas dikala umur dewasanya. Tujuan dalam riset ini merupakan untuk menganalisis permasalahan stunting yang terjalin pada ibu mengandung serta anak dalam cakupan 1000 hari awal kehidupan. Populasi dalam riset ini merupakan anak Baduta. Penggunaan sampel yang digunakan non-probality sampling dengan metode purposive sampling. Analisa data memakai deskriptf dengan pendekatan kuantitatif. Hasil analisis didapatkan sebagian pemicu yang mempengaruhi gizi anak yang bisa berbahaya serta menyebabkan permasalahan stunting, yaitu pendidikan ibu rendah (53,8%), pengetahuan kurang (23,8%), penghasilan keluarga kurang (53,8%) riwayat KEK (30,0%), imunisasi tidak lengkap (23,8%), tidak memperoleh MP ASI (23,8%), dukungan petugas kesehatan dengan health education lebih kepada orang tua anak tentang sikap menghindari pendek (stunting) dengan menggunakan posyandu yang dilaksanakandi warga. Dan diajarkan buat memaksimalkan program KIA dan Gizi yang berfokus pada sikap pencegahan pendek (stunting) di 1000 HPK.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT OAT PADA PASIEN TBC DI UPT PUSKESMAS KECAMATAN PALELEH KABUPATEN BUOL Nikmawati Puluhulawa; Sabirin B. Syukur; Pebriani RL Sappe
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.129

Abstract

Tuberkulosis merupakan masalah kesehatan yang besar di dunia WHO dengan Negara-Negara yang tergabung di dalamnya termasuk Indonesia mengupayakan untuk mengurangi penyakit TB Paru. Ketidakpatuhan pasien TB dalam menjalani pengobatan menyebabkan tingkat kesembuhan rendah dan juga angka kematian meningkat, salah satu faktor yang berhungan dengan kepatuhan minum obat yaitu adanya dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk meganalisis dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat OAT pada pasien TBC. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 40 penderita TBC dengan menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian dukungan keluarga tertinggi yaitu dukungan keluarga baik sebanyak 20 orang dengan kepatuhan minum obat OAT yang tertinggi yaitu kepatuhan tinggi sebanyak 21 orang, nilai pValue = 0.000<0.05. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat OAT pada pasien TBC di UPT Puskesmas Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol. Saran diharapkan menjadi masukan untuk pihak UPT Puskesmas Kecamatan Paleleh Kabupaten Buol dan juga keluarga serta masyarakat secara luas dalam meningkatkan tingkat kepatuhan pada penderita TBC.
HUBUNGAN ANTARA JENIS KELAMIN, DUKUNGAN KELUARGA, DAN PERSEPSI TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA ANGKATAN 2019UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN NERS DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH  GORONTALO Sabirin B. Syukur; Susanti Monoarfa; Cicinda Putri Hamzah
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 10 No 2 (2025): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Perlu diketahui bahwa dilanjutkannya pendidikan keperawatan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah motivasi sedangkan motivasi dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis kelamin, dukungan keluarga dan persepsi. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara jenis kelamin, dukungan keluarga dan persepsi terhadap motivasi mahasiswa angkatan 19 untuk melanjutkan pendidikan ners. Metode: Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua mahasiswa S1 keperawatan angkatan 19 berjumlah 116, pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 90 orang mahasiswa. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada variabel jenis kelamin nilai pValue = 0.002 < 0.05, pada variabel dukungan keluarga nilai pValue = 0.000 < 0.05, pada variabel persepsi dengan nilai pValue = 0.0000 < 0.05. Kesimpulan: Kesimpulan terdapat hubungan antara jenis kelamin, dukungan keluarga dan persepsi terhadap motivasi mahasiswa angkatan 19 untuk melanjutkan pendidikan ners Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Saran diharapkan menjadi masukan untuk pihak kampus serta keluarga mahasiswa agar tetap memperhatikan dan memberi dukungan pada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhir dan juga mahasiswa mampu melanjutkan pendidikan ners Universitas Muhammadiyah Gorontalo.  
Peran Kepala Ruangan Dalam Manajemen Keperawatan Dan Tingkat Kepuasan Pasien Di Instalasi Rawat Inap Interna RSUD Prof. Dr. H. Aloei Saboe Kota Gorontalo Imelda Putri Hurudji; Sabirin B. Syukur; Nur Uyuun I. Biahimo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1574

Abstract

Peran kepala ruangan merupakan kemampuan kepala ruangan dalam melaksanakan fungsi manajemenkeperawatan melalui kepemimpinan, motivasi, komunikasi, pendelegasian, pelatihan, dan supervisi, sedangkankepuasan pasien adalah tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan keperawatan berdasarkan dimensi tangibles,reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran kepalaruangan dalam manajemen keperawatan dan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap RSUD Prof. Dr. H.Aloei Saboe Kota Gorontalo. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri atas 30 perawat dan 83 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposivesampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dalambentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala ruangan beradapada kategori sangat baik sebanyak 27 responden (90,0%) dan kategori baik sebanyak 3 responden (10,0%).Tingkat kepuasan pasien berada pada kategori puas sebanyak 62 responden (74,7%) dan kategori sangat puassebanyak 21 responden (25,3%). Disimpulkan bahwa pelaksanaan fungsi manajemen keperawatan oleh kepalaruangan yang optimal mendukung terselenggaranya pelayanan keperawatan yang berkualitas sehinggaberkontribusi terhadap tingginya tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap.