Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sosialisasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi pada Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Stadion B.J. Habibie Parepare Firman, Risman; Mohammad Mochsen Sir; Ahmad Tamsil Yunus; Yanny Febry Fitriani Sofyan; Joey Limbonga; Munadrah; Andi Widiasari Maruddani; M. Uliah Shafar; Muhammad Rusdin Jumurdin; Inriyani; Erfin Kurniawan; Zulkifli Anshari; Ni'mah Natsir; M. Ali Taufan; Agung Nugroho AS
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.7.2.119-128

Abstract

Proyek konstruksi sering kali menjadi lingkungan kerja dengan risiko kecelakaan tinggi. Hal ini memerlukan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) yang efektif untuk melindungi tenaga kerja, memastikan kelancaran proyek, serta meminimalkan risiko kerugian material. Stadion Gelora B.J. Habibie Parepare sebagai salah satu proyek strategis membutuhkan perhatian khusus terhadap implementasi SMKK untuk memastikan keselamatan pekerja dan keberlanjutan proyek. Masalah yang dihadapi mitra saat ini yaitu kurangnya kesadaran tentang pentingnya pemahaman dan pelaksanaan SMKK sehingga perlu dilakukan sosialisasi penerapan SMKK pada seluruh pekerja maupun stakeholder. Tujuan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pekerja dan manajemen proyek tentang pentingnya penerapan SMKK; mendorong budaya kerja aman dan sehat di lingkungan proyek; serta memberikan panduan praktis dalam mengidentifikasi, mencegah, dan menangani risiko kecelakaan kerja. Untuk mencapai hal tersebut digunakan metode sosialisasi dengan 4 tahap yakni; Tahap 1, peserta diberikan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta terkait SMKK, Tahap 2, pemberian materi secara langsung, Tahap 3, sosialiasi dengan media video dan kasus, dilanjutkan dengan simulasi penggunaan APD, Tahap 4, evaluasi pengetahuan peserta melalui post test. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 29 Desember 2024. Peserta pelatihan berjumlah 32 orang yang terdiri dari tenaga kerja proyek, termasuk staf manajemen, pekerja lapangan, dan pihak terkait lainnya. Hasil pretest peserta menunjukkan rata-rata 44.55%, sementara nilai posttest meningkat menjadi 80.30%, dengan peningkatan sebesar 35.76%. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah sosialisasi merupakan pendekatan yang efektif dengan memadukan teori dan praktik, yang memungkinkan peserta memahami materi dengan baik dan menerapkannya dalam lingkup pekerjaan.
Interpreting the Placeness of Scavenger Children through Dream Houses Images Andi Karina Deapati; Mohammad Mochsen Sir; I Irfan
Architectural Research Journal Vol. 2 No. 2 (2022): ARJ: Architectural Research Journal
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/arj.2.2.2022.51-56

Abstract

Home and neighborhood are sight that are attached to the memory of every child and will provide a different experience for each of them. A child who lives in a city has a different experience of space from one who lives in a village, as well as those who live by the river and those who live on the edge of the railroad tracks. This study aims to trace the meaning of placeness for children in suburbs with weak economic conditions and still living in non-permanent homes. Placeness will be tracked through the resulting image. The method used is observation and interpretation. Observations are done by looking at the condition of the house and the surrounding environment, then giving instructions and facilities for children to draw a house according to their dreams. The drawing process is observed with minimal guidance so that children can be more free, imaginative, and creative in producing drawings. After that, the drawings were collected and asked each child to explain its meaning, the child's explanation was added with a description of the interpretation using a content analysis approach. Research showed that each child draws a dream house that is different from the house they live in, the drawing of the house is made permanent, larger and mostly multi-storey (two floors), there is a river, a swimming pool, with trees and flowers around it and a picture of the sun and clouds in the background. This phenomenon is the condition of the environment that is close to his house, rivers, various luxury two-story housing, swimming pools and the sun and clouds are common objects and are always present every day in children's lives.
Pelatihan Pembuatan Lansekap Mini untuk Restorasi Atensi Afifah - Harisah; Ria Wikantari; Abdul Mufti Radja; Mohammad Mochsen Sir; Andi Karina Deapati
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Community Development
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i1.435

Abstract

This Community Service aims to improve Human Resources (HR) skills directly related to the community. The method of implementation is to train partners to create mini landscapes for residential homes from materials found around them, either in the form of objects obtained from nature or other cheap items, so that it is hoped that this can be used as a business to be economically independent in the future, and can restore human attention. From the routine of daily life (ART: Attention Restoration Theory, according to Kaplan), especially after the end of Covid-19. In this community service, lecturers and students provide materials to make a mini landscape, such as rocks, sand, soil, cactus plants, flower pots, and equipment such as scissors and glue. The theme is rocks and cacti. This theme was taken considering that the target whose skills will be added is the younger generation (children and teenagers of the male gender with elementary and middle school education). They are Hafiz Al-Qur'an Ibnu Abbas at Pondok Jabal Hira on Antang Technology Hill, Manggala, Makassar. They are Hafiz Al-Qur'an Ibnu Abbas at Pondok Jabal Hira on Antang Technology Hill, Manggala, Makassar. The results of the service produce mini landscapes, both made individually and in groups, providing valuable educational experiences. Apart from that, the quantitative pre-test and post-test analysis showed an increase in students' understanding; initially, only an average of 25% of students understood the activity material; after the activity was carried out, it rose to 72.22%. This activity also establishes the Islamic Brotherhood.
Singkretisme Islam – ‘to manurung’ pada Rumah Panggung Tiang Tunggal di Desa Limbung Enrekang Mohammad Mochsen Sir; Zulkarnain A. S.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 9 No. 3 (2020): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32315/jlbi.v9i3.106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya informasi maupun pengetahuan mengenai fenomena rumah tradisional yang hanya memiliki satu tiang utama dan dibangun di atas tanah adat Limbuang, serta secara visual pada fasad rumah tradisional tersebut menggunakan simbol-simbol Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui singkretisme islam dengan kepercayaan To Manurung pada Rumah Tradisional Tiang Tunggal baik yang bersifat tangible maupun intangible. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif kualitatif, lokasi penelitian berada di Desa Limbuang Kecamatan Maiwa Kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan filosofi 1 (tunggal) dan 12 pada rumah ini, terletak pada tiang utama, jumlah anak tangga, kamar, jendela, atap dan bubungan rumah. Makna filosofi dari tunggal dalam pandangan Islam adalah ke-Esa-an Allah dan dalam pandangan adat dinisbatkan pada To Manurung, sedangkan angka 12 pada pandangan islam sebagai angka-angka yang terdapat dalam Alquran yang memiliki makna khusus, dan dalam pandangan adat angka 12 disimbolkan sebagai 12 jejak kaki (to manurung dengan 5 orang menterinya).