Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Korelasi antara Jumlah UMKM, Jumlah Penduduk, Tenaga Kerja dengan Pertumbuhan Ekonomi Kota Palu Tahun 2019-2023 Muliyani, Ni Kadek; Suirlan, Rita; Lutfi, Muhtar; Nurnaningsih, Nurnaningsih; Tallesang, Mukhtar
DIALEKTIKA: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial Vol 10 No 2 (2025): Dialektika: Jurnal Ekonomi dan Ilmu Sosial
Publisher : Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36636/dialektika.v10i2.7048

Abstract

Economic growth measures the progress of a region. In Palu City, economic development is influenced by various factors, including total of MSMEs, population, and workforce. MSMEs play a role as driver of the local economy, while the total of population and workforce reflects the potential of human resources that can contribute to economic growth. The purpose this study is analyze the relationship between the total of MSMEs, population and workforce with economic growth in Palu City in 2019-2023. The research method uses quantitative approach with correlational associative research type. The analysis method uses Pearson Correlation. The results of the analysis show that the total of MSMEs has positive but insignificant correlation with economic growth, with low level of closeness, the total of population has positive but insignificant correlation with economic growth, with moderate level of closeness and the workforce has a positive but insignificant correlation, with moderate level of closeness with economic growth.
Strategi Pengembangan Usaha Tani Jagung di Desa Tambu: Strategies for Developing Corn Farming in Tambu Village Risnawati; Armin Muis; Nurnaningsih; Yunus Sading; Rita Suirlan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usaha tani jagung di Desa Tambu dengan menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keberhasilannya. Pendekatan yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi petani. Metode penelitian bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara kepada tujuh responden yang terdiri dari kepala desa dan petani jagung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Tabel IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summary) untuk menetapkan bobot dan rating pada setiap faktor strategis. Hasil analisis menunjukkan bahwa usaha tani jagung di Desa Tambu memiliki kekuatan seperti tanah subur, tenaga kerja melimpah, dan permintaan pasar tinggi, serta peluang berupa dukungan pemerintah dan infrastruktur distribusi. Namun, masih terdapat kelemahan seperti keterbatasan modal, teknologi tradisional, dan akses input yang rendah, serta ancaman dari perubahan iklim dan fluktuasi harga. Strategi yang dihasilkan terdiri dari empat jenis: SO, WO, ST, dan WT, yang disesuaikan dengan kondisi lokal. Penerapan strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, ketahanan, dan keberlanjutan usaha tani jagung di Desa Tambu
Analisis Pendapatan Petani Kakao Di Kecamatan Parigi Selatan: Analysis Of Cocoa Farmers' Income in South Parigi District Anggi dela Puspita; Edhi Taqwa; Nurnaningsih; Andi Herman Jaya; Musdayanti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8379

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani kakao di Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian pedesaan dan ekspor nasional. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner kepada 30 petani kakao. Data yang dikumpulkan meliputi biaya produksi, jumlah produksi, harga jual, dan total penerimaan. Analisis dilakukan dengan menghitung total biaya tetap, biaya variabel, total penerimaan, serta pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi kakao mencapai 36.160 kg dengan harga jual rata-rata Rp 148.000/kg, menghasilkan total penerimaan sebesar Rp 5.350.880.000. Total biaya produksi tercatat sebesar Rp 918.230.700, sehingga total pendapatan bersih petani sebesar Rp 4.432.649.300 atau rata-rata Rp 147.721.643 per petani per musim tanam. Temuan ini menunjukkan bahwa usahatani kakao di wilayah ini tergolong sangat menguntungkan. Faktor harga jual yang tinggi dan produktivitas yang optimal menjadi penentu utama pendapatan petani. Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk pengembangan kebijakan dan peningkatan kesejahteraan petani kakao di daerah potensial lainnya.
Komparasi Pendapatan Usahatani Jagung Di Desa Modo: Comparison of Corn Farming Income in Modo Village Dewi sartin; Nurnaningsih; Armin Muis; Yunus Sading; Rita Suirlan
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8450

Abstract

Jalur hibrida (Zea mays L)memainkan peran penting dalam perekonomian nasional dan merupakan komoditas pertanian yang sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pendapatan petani jagung hibrida di Desa Modo, Kecamatan Bukal, yang menggunakan sistem olah tanah (OT) dan tanpa olah tanah (TOT). Metode deskriptif kualitatif digunakan, menggunakan analisis perbandingan. Data dikumpulkan melalui survei yang dilakukan terhadap 30 petani, yang terdiri dari 15 petani OT dan 15 petani TOT. Biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan dievaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani yang menggunakan sistem OT menghasilkan penerimaan sebesar Rp15.600.000 dan pendapatan bersih Rp4.751.000, sementara petani yang menggunakan sistem TOT menghasilkan penerimaan sebesar Rp11.700.000 dan pendapatan bersih Rp1.046.000. Meskipun biaya produksi sistem OT sedikit lebih tinggi, yaitu Rp10.849.000 dibandingkan dengan TOT Rp10.654.000, selisih penerimaan yang signifikan membuat sistem OT lebih menguntungkan, meskipun TOT mengalami kerugian Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem OT lebih efektif dan layak digunakan untuk meningkatkan pendapatan petani. Untuk memaksimalkan transisi ke sistem OT, diperlukan dukungan pelatihan, pendampingan teknis, dan akses ke sarana produksi.
Strategi Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Pemanfaatan Lahan Pekarangan Nurnaningsih, Nurnaningsih; Adrianton, Adrianton; Muis, Armin; Paembonan, Laendatu; Hidayat, Rahmat
Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 Tahun 2025 (Maret)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Flores Ende

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/abdika.v5i1.5011

Abstract

Pelatihan edukasi strategi ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan dilaksanakan di Desa Labean, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan masyarakat. Kegiatan ini menggunakan pendekatan edukatif dan simulasi untuk memberikan pemahaman dan keterampilan praktis kepada masyarakat dalam mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga. Pada pendekatan edukatif, peserta diberikan materi mengenai pentingnya ketahanan pangan, teknik pengelolaan pekarangan, dan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik. Sedangkan pada pendekatan simulasi, peserta dilibatkan secara langsung dalam praktik bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lokasi percontohan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memanfaatkan lahan pekarangan. Peserta mampu mengidentifikasi jenis tanaman yang sesuai, seperti sayuran, tanaman buah, dan tanaman obat, serta berhasil menerapkan teknik bercocok tanam sederhana, seperti tumpangsari dan vertikultur. Selain itu, pelatihan ini mendorong terbentuknya kelompok tani pekarangan sebagai langkah keberlanjutan program. Pelatihan ini membuktikan bahwa strategi pemanfaatan pekarangan dapat menjadi solusi efektif dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga, sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan dan perekonomian lokal.
Sustainable Development in Central Sulawesi: A Quadrant Approach and Variables that Shape Sustainability Nurnaningsih, Nurnaningsih; Yohan, Yohan; Tallesang, Mukhtar; Rafika, Ika; Suirlan, Rita; Sindika Sari, Nurfadila; Christiani , Indah; Mustika
EKUILIBRIUM : JURNAL ILMIAH BIDANG ILMU EKONOMI Vol 21 No 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/ekuilibrium.v21i1.2026.pp268-287

Abstract

Sustainable development in Central Sulawesi is demonstrated by long-term disparities between regions, which highlight the imbalance between economic, social, and environmental aspects. This study set out to examine the regional sustainability performance and explain the underlying structural factors that contribute to the existing disparities. This study uses secondary data from 2021 to 2024 to create a Sustainable Development Index (SDI) and combines it with quadrant analysis to identify patterns of regional sustainability. It also uses data regression panels to test the main economic, social, and environmental determinants. The research results show that no regency or city has achieved a completely balanced sustainability position, with areas spread across the quadrants of underutilization, overexploitation, and ecological emergency. The econometric results show that human development, unemployment dynamics, and environmental quality excert a profound impact on sustainability, while economic growth and per capita GDP do not have a significant effect. Model fixed effects confirm there is strong structural heterogeneity across regions, highlighting the importance of spatial and institutional context. This study contributes to theory by improving the understanding of sustainable development and regional development, and it shows that regional sustainability inequality is formed in a structural way and cannot be explained just by growth-based indicators.
Penguatan Kapasitas Perangkat Daerah melalui Pendampingan Penyusunan Renstra dan Renja Kabupaten Sigi Ahlis, Mohammad; Sading, Yunus; Lutfi, Muhtar; Jokolelono, Eko; Tombolotutu, Andi Darmawati; Nurnaningsih; Rafika, Ika; Nurfadilah Sindika Sari
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v7i2.17144

Abstract

Penguatan kapasitas perangkat daerah menjadi prasyarat penting untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan melalui dokumen Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja). Di Kabupaten Sigi, penyusunan dokumen perencanaan masih menghadapi kendala berupa lemahnya koordinasi lintas OPD, ego sektoral, belum terintegrasinya SIPD dan SIKD, serta rendahnya pemahaman aparatur terhadap perencanaan berbasis kinerja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat kapasitas perangkat daerah dalam penyusunan Renstra Tahun 2025–2029 dan Renja Tahun 2025 melalui pendampingan teknis yang terintegrasi dan kolaboratif. Pendampingan dilaksanakan selama enam bulan pada tahun 2024 dengan pendekatan kolaboratif, partisipatif, dan aplikatif melalui tahapan identifikasi kebutuhan, penyusunan materi, pendampingan teknis daring dan luring, serta evaluasi dan penyelarasan dokumen. Kegiatan luring berlangsung di BAPPELITBANGDA Kabupaten Sigi menggunakan metode Diskusi Kelompok Terpumpun dan melibatkan OPD strategis, termasuk BPKAD, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Lingkungan Hidup, serta OPD urusan perempuan dan kependudukan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman aparatur terhadap keterkaitan dokumen perencanaan, penguatan kemampuan merumuskan program dan indikator kinerja, serta meningkatnya koordinasi lintas OPD sehingga dokumen Renstra dan Renja lebih selaras, realistis, dan berorientasi hasil. Kata Kunci: Penguatan Kapasitas; Renstra; Renja; Pendampingan Teknis; Koordinasi OPD
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DONGGALA DALAM BUDIDAYA MANGROVE DI KELURAHAN KABONGA KECIL KECAMATAN BANAWA KABUPATEN DONGGALA Suparman, Suparman; Tallesang, Mukhtar; Yohan, Yohan; Nurnaningsih, Nurnaningsih; Suirlan, Rita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 1 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i1.66770

Abstract

This community service activity aims to empower coastal communities in Kabonga Kecil Village, Banawa District, Donggala Regency. A participatory approach (involving the community at every stage), educational efforts (providing training and outreach), and an economic-based approach (creating business opportunities from mangroves) are key to implementing this program. The method used is the Participatory Rural Appraisal (PRA) approach, combined with the concept of community-based development in coastal resource management. The results of this community service include the replanting of 500 mangrove seedlings in an abrasion-affected area of 1 hectare, with the involvement of approximately 25 people through mutual cooperation, consisting of community members, village heads, youth leaders, and the community service team, providing hope for the restoration of coastal ecosystems. In addition, an initial initiative was established in the form of a mangrove care group with 10 members, which synergizes with the Palu City Mangrovers community. In the economic aspect, it has been agreed to develop the area as a potential mangrove ecotourism destination, which is expected to become an alternative source of income for the local community.Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat pesisir di Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Pendekatan partisipatif (melibatkan masyarakat dalam setiap tahap), edukatif (memberikan pelatihan dan sosialisasi), serta berbasis ekonomi (menciptakan peluang usaha dari mangrove) menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini. Metode yang digunakan melalui pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dipadukan dengan konsep community-based development dalam pengelolaan sumber daya pesisir. Capaian hasil pengabdian adalah menghasilkan penanaman kembali mangrove sebanyak 500 bibit di kawasan abrasi seluas 1 hektar dengan melibatkan sekitar 25 orang melalui gotong royong yang terdiri dari masyarakat, lurah, tokoh pemuda, dan tim pengabdian yang memberi harapan bagi pemulihan ekosistem pesisir. Selain itu, terbentuk inisiatif awal berupa 1 kelompok peduli mangrove yang beranggotakan 10 orang, yang bersinergi dengan komunitas Mangrovers Kota Palu. Dalam aspek ekonomi, telah disepakati pengembangan kawasan sebagai calon destinasi ekowisata mangrove, yang diharapkan menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat lokal.
Fiscal Policy and Investment as Determinants of Regional Economic Resilience In Indonesia Nurnaningsih, Nurnaningsih; Tope, Patta; Suparman, Suparman; Sading, Yunus
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v7i2.199

Abstract

Economic resilience has been a major concern in economic development studies, especially when there are recurrent macroeconomic shocks and structural vulnerabilities. Although fiscal and investment policies are widely recognized as drivers of economic growth, empirical evidence linking fiscal and investment policies to regional economic resilience from an aggregate demand perspective is limited. This study examines the impact of these two variables on economic resilience in 34 provinces in Indonesia during the period 2012-2024. Regional resilience is measured using real aggregate consumption relative to counterfactual long-term trends, thereby capturing the capacity of regions to withstand shocks and recover over time. The analysis used a Fixed Effects panel model, selected based on the Chow and Hausman tests. The findings show that disaster-related spending through contingency significantly increases the region's economic resilience in the short term, while capital expenditure also has a positive short-term effect, albeit on a smaller scale. In addition, foreign direct investment and domestic investment show statistically significant and consistent positive effects on economic resilience. These results extend Keynesian aggregate demand theory by showing that fiscal and investment policy instruments not only stabilize output but also strengthen adaptive regional resilience, offering important policy insights for disaster-prone developing countries.
THE IMPACT OF DIGITAL PLATFORMS ON THE TURNOVER OF CULINARY MSMES IN THE TONDO AGGLOMERATION AREA Jumriani; Nurnaningsih; Patta Tope; Rita Yunus; Ika Rafika
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 5 No. 7 (2026): JUNE
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The low use of digital platforms by MSMEs results in limited market access and hinders revenue growth. Therefore, it is important to research the role of digitalization in increasing MSMEs' turnover. The purpose of this study is to analyze the impact of the use of digital platforms on increasing the turnover of MSMEs in the culinary sector in Tondo Village, Palu City. Using a quantitative method by collecting primary data from 95 MSME actors and analyzing it using multiple linear regression with a semi-log model through Ordinary Least Squares (OLS). The results of this study show that the use of digital platforms has a positive and significant impact on the growth of MSME turnover. On the other hand, the labor factor showed a significant negative influence, while the age of the business and initial capital did not show a significant influence. These findings show that in the era of the digital economy, the performance of MSMEs is more influenced by their ability to adapt to technology than by traditional factors. This research provides an empirical contribution by emphasizing the importance of digitalization in improving the performance of MSMEs in the context of local economic agglomeration areas.