Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : spectrum multidisciplinary journal

Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Sayur Dan Bawang Merah Umbi Di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Lubna, Lubna; Ansyar, Muh.; Novida, Sari
Spectrum: Multidisciplinary Journal Vol. 1 No. 2 (2024): Spectrum: Multidisciplinary Journal
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk membandingkan pendapatan bawang merah sayur dan bawang merah umbi di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik survei. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan pertimbangan atau kriteria tertentu. Teknik yang digunakan dalam penentuan responden penelitian ini yaitu sampling jenuh (sensus). Terdapat 30 petani bawang merah yang menanam bawang merah sayur sekaligus bawang merah umbi di Kecamatan Kediri, dimana 20 orang petani di Desa Montong Are dan 10 orang di Desa Gelogor. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data komparatif. Berdasarkan hasil analisis besar pendapatan pada usahatani bawang merah sayur sebesar Rp. 2.871.246 ,-/LLG Atau sebesar Rp. 9.895.883,-/Ha dan untuk usahatani bawang merah umbi sebesar Rp. 3.104.754,-/LLG Atau sebesar Rp. 10.701.911,-/Ha. sehingga terdapat perbedaan pendapatan usahatani bawang merah sayur dan bawang merah umbi yang disebabkan oleh perbedaan biaya produksi antara usahatani bawang merah sayur dan bawang merah umbi. Kemudian berdasarkan berdasarkan analisis statistik dengan uji t-Tes diperoleh nilai t-hitung sebesar -631 dan nilai t-tabel pada α 0.05 dan df : 58 adalah sebesar karena nilai t-hitung < t-tabel maka artinya tidak ada perbedaan signifikan pendapatan permusim tanam antara usahtani bawang merah sayur dan bawang merah umbi di Kecamatan Kediri.
Analisis Laju Usaha Home Industry Tempe Di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram Lulu Handayani; Sari Novida; Baiq Inggar Linggarweni
Spectrum: Multidisciplinary Journal Vol. 3 No. 3 (2026): Spectrum: Multidisciplinary Journal
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha home industry tempe merupakan salah satu kegiatan agroindustri yang memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta menjadi salah satu sumber pendapatan bagi rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, pendapatan, keuntungan, dan laju keuntungan usaha home industry tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling, penentuan responden dibentuk menggunakan teknik proportional random sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang pengusaha home industry tempe yang di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan meliputi analisis biaya produksi, analisis pendapatan, analisis keuntungan, dan analisis laju keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usaha home industry tempe sebesar Rp 2.373.374 per tahun, dan rata rata biaya variabel sebesar Rp304.376.096 per tahun, sehingga diperoleh rata-rata total biaya produksi sebesar Rp 306.748.270 per tahun. Rata-rata pendapatan yang diperoleh pengusaha sebesar Rp 455.000.000 per tahun, dengan rata-rata keuntungan sebesar Rp 148.251.730 per tahun. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata laju keuntungan usaha home industry tempe sebesar 48,34%. Hal ini berarti setiap pengeluaran biaya produksi sebesar Rp 100 mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp 48,34. Dengan demikian, usaha home industry tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru Kecamatan Sandubaya Kota Mataram tergolong menguntungkan dan memiliki prospek untuk terus dipertahankan serta dikembangkan.