Claim Missing Document
Check
Articles

Model Peningkatan Tourist Loyalty Melalui Product Value, Emotional Value Didorong Oleh Destination Image Evitasari, Dwi; Sudarti, Ken
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 8 No. 2 (2025): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 8 No 2 Juli 2025
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berusaha untuk menilai dampak Citra Destinasi, Nilai Produk, dan Nilai Emosional terhadap Loyalitas Turis. Berbeda dengan investigasi sebelumnya, akuisisi data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang diberikan kepada 100 peserta. Analisis menggunakan model SEM PLS untuk interpretasi data. Temuan menunjukkan bahwa Citra Destinasi berkontribusi pada penilaian yang menguntungkan dan menumbuhkan Nilai Produk dan Nilai Emosional, sehingga meningkatkan Loyalitas Wisatawan untuk mengunjungi Pasar Semawis di Semarang. Studi ini bercita-cita untuk menghasilkan keuntungan bagi Pasar dengan mengoptimalkan kemanjuran tenaga penjualan melalui pemahaman komprehensif tentang pengembangan strategis yang bertujuan untuk memperkuat Loyalitas Turis melalui Citra Destinasi, Nilai Produk, dan Nilai Emosional
Job Embeddedness: a Strategy to Reduce Voluntary Turnover Intention Ratnawati, Alifah; Sudarti, Ken; Mulyana, Mulyana; Mubarok, M Husni
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 11, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v11i2.22876

Abstract

This study examines the relationship between Job Embeddedness and Job Insecurity to voluntary turnover intention and job performance. The sample of this study were 209 respondents from permanent or contract employees who worked as secretaries, clerical or administrative personnel in government or private offices in Central Java, Indonesia. This study used Structural Equation Modelling (SEM) for hypothesis testing. Result of this job insecurity cannot be used to predict voluntary turnover intention or job performance. Job embeddedness is divided into three types, namely job embeddedness link, job embeddedness fit, and job embeddedness sacrifice. Job Embeddedness link and Job Embeddedness fit have no effect on voluntary turnover intention, but they can be used to predict job performance. In contrast, Job embeddedness sacrifice has an effect on voluntary turnover intention but cannot be used to predict job performance. Voluntary turnover intention proved able to be used to predict job performance.
Peningkatan Minat dan Keputusan Berpartisipasi Akseptor KB Sudarti, Ken; Prasetyaningtyas, Puji Prasetyaningtyas
JDM (Jurnal Dinamika Manajemen) Vol 2, No 2 (2011): September 2011
Publisher : Department of Management, Faculty of Economics and Business, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jdm.v2i2.2477

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk menemukan dampak dari kualitas layanan dan konseling yang disediakan oleh PLKB dan persepsi pengguna kontrasepsi pada budaya lingkungan yang berkontribusi terhadap ketertarikan dan keputusan para pengguna alat kotrasepsi. Populasi penelitian ini adalah 98 wanita yang melakukan program keluarga berencana dalam jangka waktu lama dengan menggunakan sample convenience. Penelitian ini menunjukkan mayoritas pengguna kontrasepsi adalah usia rawan untuk melahirkan, memiliki lebih dari dua anak, dan relatif memiliki latar belakang pendidikan rendah. Kualitas layanan program konseling dan budaya lingkungan dalam program keluarga berencana mempunyai dampak positif terhadap ketertarikan dan keputusan untuk berpartisipasi terhadap program keluarga berencana. Kualitas layanan ditemukan sebagai kontribusi terbesar terhadap peningkatan ketertarikan dan partisipasi dalam program keluarga berencana.The aim of this study was to find out the effect of the service quality and counceling provided by the family planning field workers (PLKB) and the perception of the contraception users on the environmental culture that contribute to the interest and decision of the contraception users.The population of this study was the contraception users in Demak District. The traditional statistical model of yamae was applied to recruit the 98 women who were long-term users of birth control within the government-sponsored family planning program using the convenience sampling method.The study showed that the majority of the contraception users were in the age at risk of giving birth , with more than two children and relatively had low education background. The service quality, councelling program and environmental culture had a possitive effect on the interest and the decision of participating in the family planning program . Service quality was found to give the biggest contribution for the improved interest and partisipation in the family planning program.
Pendampingan pembuatan kemasan produk dan penerapan aplikasi akuntansi pada UMKM batik di Kota Pekalongan Ifada, Luluk Muhimatul; Fachrunnisa, Olivia; Sudarti, Ken; Mutoharoh, Mutoharoh
KACANEGARA Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Agustus
Publisher : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28989/kacanegara.v7i3.2155

Abstract

Permasalahan yang dihadapi oleh umkm kain batik di pekalongan adalah kemasan masih dibuat secara sederhana, dan Penyusunan laporan keuangan masih dilakukan secara manual dan seadanya. Tujuan pendabdian Masyarakat pada UMKM batik di pekalongan adalah untuk meningkatkan omset penjualan, memberikan penyuluhan serta pendampingan mengenai kemasan atau packaging dan penyusunan laporan keuangan dengan menggunakan aplikasi Si Apik. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahapan untuk mencapai target luaran yang diharapkan, melakukan observasi dan wawancara mendalam untuk menggali informasi, Tahapan pelatihan dan pendampingan kepada pelaku UMKM batik, Dan tahapan terakhir evaluasi, Evaluasi pada akhir kegiatan ini dilakukan untuk mengukur keberhasilan dari seluruh program pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat yang telah dilaksanakan oleh Tim PKM pada UMKM Batik di Kota Pekalongan dapat disimpulkan bahwa pertama, Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan memberikan pendampingan pembuatan kemasaan atau packaging dan Membuat laporan keuangan dengan aplikasi Si Apik berlansung baik dan responsif. 
PERAN KAPABILITAS INTERAKSI DAN KREASI NILAI BERSAMA UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN Sudarti, Ken; Wardhiani, Okky
Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan Vol. 10 No. 3 (2021): Jurnal Ekonomi Bisnis dan Kewirausahaan (JEBIK)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.472 KB) | DOI: 10.26418/jebik.v10i3.45790

Abstract

ABSTRACTThis study focuses on the role of Individual and Relational Interaction Capability in increasing Emotional and Social Value Co-Creation on Market Performance in beauty salon services. Value Co-Creation is one of the service organization's strategies in utilizing external resources from customers. This strategy is crucial because the performance of service organizations is mostly determined by the ability of the frontline staff who interact with customers during service meetings. This research belongs to explanatory research with a population of beauty salon customers in Central Java. The sample consisted of 203 customers, and it was determined using the purposive sampling technique. The author collects customer data through the distribution of offline and online questionnaires analyzed using SPSS 23.0-based regression. This study has proven that Emotional and Social Value Co-Creation can mediate between Individual and Relational Capability with Market Performance. Emotional and social values that are created together will be beneficial for the parties involved. For customers, interactions during the value co-creation process will increase their satisfaction because it can fulfill their needs and desires. This study has also shown the role of individual and relational capability in increasing customer willingness to engage in mutual value creation interactions.JEL Codes: D20, L10, M20.Keywords : individual interaction capability, relational interaction capability, emotional value co-creation, social value co-creation, market performance. ABSTRAKStudi ini fokus pada peran Individual dan Relational Interaction Capability dalam meningkatkan Emotional dan Social Value Co-Creation menuju Market Performance pada jasa salon kecantikan. Value Co-Creation merupakan salah satu strategi organisasi jasa dalam memanfaatkan sumberdaya eksternal yang berasal dari pelanggan. Strategi ini sangat penting karena performa organisasi jasa sangat ditentukan oleh kemampuan frontline staff dalam berinteraksi dengan pelanggan pada saat pertemuan jasa. Jenis penelitian bersifat explanatory research dengan populasi pelanggan salon kecantikan di Jawa Tengah. Ukuran sampel yang digunakan sebanyak 203 pelanggan. Teknik pengambilan sampel menggunakan pPurposive sSampling. Peneliti mengumpulkan data pelanggan melalui penyebaran kuisioner secara offline dan online. Alat analisis data menggunakan regresi berbasis SPSS 23.0. Studi ini telah berhasil membuktikan bahwa Emotsional dan Social Value Co-Creation mampu memediasi antara Individuasl dan Relational Capability dengan Market Performance Nilai emosional dan soscial yang dikreasikan bersama akan bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat. Bagi pelanggan, interaksi selama proses value co-creation akan meningkatan kepuasannya karena kebutuhan dan keinginannya dapat terpenuhi. Studi ini juga telah membuktikan peran individual dan relational capability dalam meningkatkan keinginan pelanggan terlibat dalam interaksi penciptaan nilai bersama.
Islamic Religious Brand Community Support Practices in Encouraging Creativity Values in The Religiocentric Market of Thailand Ritto, Daee; Sudarti, Ken
JURNAL AKTA Vol 11, No 3 (2024): September 2024
Publisher : Program Magister (S2) Kenotariatan, Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/akta.v11i3.39365

Abstract

The practice of supporting the Islamic Religious Brand Community in Encouraging Creativity Values in Thailand's Religiocentric Market is one effort that is worth considering in online transactions considering that in the conditions of virtual transactions there are many product choices so that consumers will find it easy to get goods according to religious criteria, especially halal and non-halal products so that consumers can compare the type and value of products with others. Through this religious brand community, consumers create a bond based on shared values. For the religiocentric market, especially in Thailand, shared religious values become a strong glue and influence consumer purchasing decisions. Support from the religious community which can be in the form of Religious Support, Emotional Support and Informational Support is an antecedent variable that is considered to form Customer Ethical Perceptions and trust which ultimately leads to their willingness to be involved in creativity in the Thai Religious Market. The concept above is value co-creation, namely value creation that involves customers as active actors in creating the value of the goods themselves. This research uses explanatory research with a quantitative approach to analyze data and test it. The research aims to determine the relationship between two or more variables regarding Islamic Religious Brand Community Support Practices in Encouraging Creativity Values in Thailand's Religious Market. The results of this research show that there is a close relationship that is mutually sustainable and influences each other between Islamic Religious Brand Community Support Practices in Encouraging Creativity Values in the Thai Religious Market which causes an increase in the economic level and welfare of the community, both producers and consumers, especially seen from the perspective of the religious community in Thailand.
Model Peningkatan Repurchase Intention Melalui Attitude Toward Green Product, Environmental Knowledge, Subjective Norms, dan Perceived Behavioral Control Dimas Tegar Prasetya; Ken Sudarti; Nurhidayati Nurhidayati
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2962

Abstract

Studi penelitian ini berfokus pada analisis terkait elemen-elemen yang diperlukan secara spesifik dan koheren untuk meningkatkan green repurchase intention di daerah Kota Semarang terutama bagi para mahasiswa sebagai konsumen yang pernah menggunakan kantong kertas belanja (paperbag). Penelitian ini menggunakan variabel environmental knowledge, perceived behavioral control, subjective norms, dan attitude yang mempengaruhi green repurchase intention. Analisis terkait pola perilaku konsumen ini memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Karena perannya yang sangat vital untuk menjaga progresifitas status quo, dimana kesadaran akan efek positif dari penggunaan paperbag sudah mulai muncul. Dalam penelitian ini, subjek yang akan dianalisis adalah para mahasiswa di Kota Semarang yang pernah menggunakan paper bag sebanyak lebih dari 3 kali. Dengan sampel yang berjumlah 100 orang mahasiswa. Penelitian ini mengadopsi teknik purposive sampling dengan metode pengambilan sampel berupa non probability sampling. Instrumen analisis data dalam penelitian ini menggunakan Smart PLS dengan hasil studi menunjukkan bahwa environmental knowledge, subjective norms, dan perceived behavioral control memiliki pengaruh positif terhadap green repurchase intention serta attitude toward green product mampu menjadi variabel mediasi dalam studi penelitian ini.
Peran Mediasi Nilai Destinasi dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Hubungan antara Citra Destinasi dan Loyalitas Wisatawan Dina Choirun Nisa; Ken Sudarti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3011

Abstract

Studi ini menganalisis keterkaitan citra destinasi dan nilai destinasi dengan kepuasan serta loyalitas wisatawan di Kota Lama Semarang, dengan nilai destinasi dan kepuasan sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif explanatory research digunakan melalui pengumpulan data dari 138 responden memakai kuesioner daring berskala Likert lima poin, dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa citra destinasi dan nilai destinasi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kepuasan wisatawan. Kedua variabel tersebut, bersama kepuasan, juga memiliki keterkaitan signifikan dengan loyalitas wisatawan. Nilai R² sebesar 0,666 untuk kepuasan dan 0,763 untuk loyalitas merefleksikan daya jelaskan yang kuat, sedangkan nilai Q² di atas 0,65 mengisyaratkan relevansi prediktif yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan destinasi yang menitikberatkan pada pembentukan citra positif, peningkatan nilai fungsional, emosional, simbolik, dan ekonomis mampu mendorong kepuasan sekaligus memperkuat loyalitas pengunjung. Strategi yang disarankan meliputi optimalisasi pengalaman wisata, penyesuaian ekspektasi dengan realitas, serta penguatan promosi berbasis pengalaman guna memperluas word-of-mouth positif dan menjaga konsistensi kunjungan ulang.
Peran Customer Engagement dan Value Co-Creation Dalam Meningkatkan Brand Image Serta Mendorong Repurchase Intention Pada Pengguna Tiktok Shop di Semarang Anastasia Aerly Emilia; Ken Sudarti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3460

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana Customer Engagement dan Value Co-Creation membentuk Repurchase Intention dengan Brand Image sebagai perantara, menggunakan survei 200 pengguna TikTok Shop di Semarang dan pemodelan SEM-PLS untuk menilai relasi antar variabel. Customer Engagement memperkuat persepsi positif, sehingga minat beli kembali muncul secara lebih konsisten. Value Co-Creation menghasilkan respons serupa, di mana pengguna merasa terlibat dalam proses layanan dan akhirnya menilai platform dengan cara yang lebih baik. Brand Image sendiri mendorong keputusan pembelian ulang karena pengguna menilai kualitas dan keandalan platform secara lebih jelas. Analisis mediasi menunjukkan bahwa Brand Image menyalurkan sebagian efek Customer Engagement dan Value Co-Creation, menunjukkan fungsi penghubung dengan intensitas moderat. Secara praktis, keterlibatan aktif dan penciptaan nilai bersama membangun citra platform yang stabil dan dipercaya, menjadi dasar keputusan belanja ulang yang tidak sekadar didorong oleh promosi sesaat. TikTok Shop dapat memanfaatkan pola ini untuk menyusun strategi social commerce berbasis pengalaman pengguna, termasuk konten interaktif, komunikasi dua arah, dan sistem layanan yang responsif.
Pengaruh Information Quality, System Quality, Service Quality Terhadap E-Loyalty, dan E-Customer Citizenship Behavior Dengan E-Satisfaction Sebagai Mediasi Studi Pengguna Tiket.Com Yoga Restu Pratama; Ardian Adhiatma; Ken Sudarti
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengklarifikasi bagaimana information quality, system quality, dan service quality memengaruhi e-loyalty dan e-customer citizenship behavior, dengan e-satisfaction sebagai faktor mediasi. Penelitian ini berfokus pada pengguna platform Tiket.com dan menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Sebanyak 150 responden dipilih melalui purposive sampling untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui survei online dan diproses menggunakan perangkat lunak SmartPLS untuk analisis.Temuan menunjukkan bahwa information quality, system quality, dan service quality masing-masing memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap e-satisfaction. Selanjutnya, e-satisfaction terbukti secara signifikan dan positif memengaruhi e-loyalty dan e-customer citizenship behavior. Selain itu, e-loyalty sendiri secara positif memengaruhi e-customer citizenship behavior. Analisis mediasi menunjukkan bahwa e-satisfaction sepenuhnya memediasi hubungan antara kualitas layanan digital dan loyalitas elektronik serta perilaku kewarganegaraan pelanggan elektronik. Hasil ini menyoroti peran penting layanan digital berkualitas tinggi dalam menumbuhkan loyalitas pelanggan dan mendorong perilaku sukarela dan mendukung di antara pengguna dalam sektor OTA Indonesia.