Claim Missing Document
Check
Articles

Model Peningkatan Repurchase Intention Melalui Attitude Toward Green Product, Environmental Knowledge, Subjective Norms, dan Perceived Behavioral Control Dimas Tegar Prasetya; Ken Sudarti; Nurhidayati Nurhidayati
eCo-Buss Vol. 8 No. 1 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i1.2962

Abstract

Studi penelitian ini berfokus pada analisis terkait elemen-elemen yang diperlukan secara spesifik dan koheren untuk meningkatkan green repurchase intention di daerah Kota Semarang terutama bagi para mahasiswa sebagai konsumen yang pernah menggunakan kantong kertas belanja (paperbag). Penelitian ini menggunakan variabel environmental knowledge, perceived behavioral control, subjective norms, dan attitude yang mempengaruhi green repurchase intention. Analisis terkait pola perilaku konsumen ini memiliki tingkat urgensi yang tinggi. Karena perannya yang sangat vital untuk menjaga progresifitas status quo, dimana kesadaran akan efek positif dari penggunaan paperbag sudah mulai muncul. Dalam penelitian ini, subjek yang akan dianalisis adalah para mahasiswa di Kota Semarang yang pernah menggunakan paper bag sebanyak lebih dari 3 kali. Dengan sampel yang berjumlah 100 orang mahasiswa. Penelitian ini mengadopsi teknik purposive sampling dengan metode pengambilan sampel berupa non probability sampling. Instrumen analisis data dalam penelitian ini menggunakan Smart PLS dengan hasil studi menunjukkan bahwa environmental knowledge, subjective norms, dan perceived behavioral control memiliki pengaruh positif terhadap green repurchase intention serta attitude toward green product mampu menjadi variabel mediasi dalam studi penelitian ini.
Peran Mediasi Nilai Destinasi dan Kepuasan Wisatawan Terhadap Hubungan antara Citra Destinasi dan Loyalitas Wisatawan Dina Choirun Nisa; Ken Sudarti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3011

Abstract

Studi ini menganalisis keterkaitan citra destinasi dan nilai destinasi dengan kepuasan serta loyalitas wisatawan di Kota Lama Semarang, dengan nilai destinasi dan kepuasan sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif explanatory research digunakan melalui pengumpulan data dari 138 responden memakai kuesioner daring berskala Likert lima poin, dianalisis menggunakan SEM-PLS. Hasil analisis mengindikasikan bahwa citra destinasi dan nilai destinasi memiliki hubungan positif dan signifikan dengan kepuasan wisatawan. Kedua variabel tersebut, bersama kepuasan, juga memiliki keterkaitan signifikan dengan loyalitas wisatawan. Nilai R² sebesar 0,666 untuk kepuasan dan 0,763 untuk loyalitas merefleksikan daya jelaskan yang kuat, sedangkan nilai Q² di atas 0,65 mengisyaratkan relevansi prediktif yang tinggi. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan destinasi yang menitikberatkan pada pembentukan citra positif, peningkatan nilai fungsional, emosional, simbolik, dan ekonomis mampu mendorong kepuasan sekaligus memperkuat loyalitas pengunjung. Strategi yang disarankan meliputi optimalisasi pengalaman wisata, penyesuaian ekspektasi dengan realitas, serta penguatan promosi berbasis pengalaman guna memperluas word-of-mouth positif dan menjaga konsistensi kunjungan ulang.
Peran Customer Engagement dan Value Co-Creation Dalam Meningkatkan Brand Image Serta Mendorong Repurchase Intention Pada Pengguna Tiktok Shop di Semarang Anastasia Aerly Emilia; Ken Sudarti
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3460

Abstract

Studi ini mengkaji bagaimana Customer Engagement dan Value Co-Creation membentuk Repurchase Intention dengan Brand Image sebagai perantara, menggunakan survei 200 pengguna TikTok Shop di Semarang dan pemodelan SEM-PLS untuk menilai relasi antar variabel. Customer Engagement memperkuat persepsi positif, sehingga minat beli kembali muncul secara lebih konsisten. Value Co-Creation menghasilkan respons serupa, di mana pengguna merasa terlibat dalam proses layanan dan akhirnya menilai platform dengan cara yang lebih baik. Brand Image sendiri mendorong keputusan pembelian ulang karena pengguna menilai kualitas dan keandalan platform secara lebih jelas. Analisis mediasi menunjukkan bahwa Brand Image menyalurkan sebagian efek Customer Engagement dan Value Co-Creation, menunjukkan fungsi penghubung dengan intensitas moderat. Secara praktis, keterlibatan aktif dan penciptaan nilai bersama membangun citra platform yang stabil dan dipercaya, menjadi dasar keputusan belanja ulang yang tidak sekadar didorong oleh promosi sesaat. TikTok Shop dapat memanfaatkan pola ini untuk menyusun strategi social commerce berbasis pengalaman pengguna, termasuk konten interaktif, komunikasi dua arah, dan sistem layanan yang responsif.
Pengaruh Information Quality, System Quality, Service Quality Terhadap E-Loyalty, dan E-Customer Citizenship Behavior Dengan E-Satisfaction Sebagai Mediasi Studi Pengguna Tiket.Com Yoga Restu Pratama; Ardian Adhiatma; Ken Sudarti
eCo-Fin Vol. 7 No. 3 (2025): eCo-Fin
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/ef.v7i3.2977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengklarifikasi bagaimana information quality, system quality, dan service quality memengaruhi e-loyalty dan e-customer citizenship behavior, dengan e-satisfaction sebagai faktor mediasi. Penelitian ini berfokus pada pengguna platform Tiket.com dan menggunakan metodologi kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori. Sebanyak 150 responden dipilih melalui purposive sampling untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui survei online dan diproses menggunakan perangkat lunak SmartPLS untuk analisis.Temuan menunjukkan bahwa information quality, system quality, dan service quality masing-masing memberikan pengaruh yang signifikan dan positif terhadap e-satisfaction. Selanjutnya, e-satisfaction terbukti secara signifikan dan positif memengaruhi e-loyalty dan e-customer citizenship behavior. Selain itu, e-loyalty sendiri secara positif memengaruhi e-customer citizenship behavior. Analisis mediasi menunjukkan bahwa e-satisfaction sepenuhnya memediasi hubungan antara kualitas layanan digital dan loyalitas elektronik serta perilaku kewarganegaraan pelanggan elektronik. Hasil ini menyoroti peran penting layanan digital berkualitas tinggi dalam menumbuhkan loyalitas pelanggan dan mendorong perilaku sukarela dan mendukung di antara pengguna dalam sektor OTA Indonesia.