Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Determinants of stunting among children aged 6–59 months in Banten Province: A cross-sectional analysis of the 2021 Indonesian Nutrition Status Survey (INSS) Arifianti, Dian Isnaini; Sudiarti, Trini; Triyanti, Triyanti; Setiarini, Asih; Djokosujono, Kusharisupeni
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 13 ISSUE 5, 2025
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2025.13(5).365-377

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh karena kekurangan zat gizi kronik dan infeksi berulang yang berdampak jangka panjang. Data SSGI 2021 menunjukkan stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Banten karena prevalensinya masih tinggi (24,5%).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan stunting balita 6-59 bulan di Provinsi Banten.Metode: Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 1.643 balita 6-59 bulan menggunakan data SSGI 2021. Variabel independen adalah faktor anak (umur, jenis kelamin, berat lahir, panjang lahir, keragaman pangan); faktor ibu (pendidikan ibu, pekerjaan ibu); faktor kerawanan pangan; faktor kesehatan lingkungan (kepemilikan jamban), faktor penyakit infeksi (riwayat ISPA, diare, pneumonia, TBC); faktor pelayanan kesehatan (pemberian vitamin A pengobatan balita sakit di fasilitas kesehatan). Analisis menggunakan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik ganda).Hasil: Proporsi stunting sebesar 22,7%. Determinan stunting balita 6-59 bulan adalah jenis kelamin (AOR 1,351; CI 95% 1,047 – 1,744); pendidikan ibu (AOR 1,484; CI 95% 1,103 – 1,998); panjang lahir (AOR 2,094; CI 95% 1,512 – 2,899); kerawanan pangan (AOR 1,629; CI 95% 1,131 – 2,347).Kesimpulan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat di Provinsi Banten dengan faktor dominan yaitu panjang lahir pendek (AOR 2.09). Keluarga bayi dengan panjang lahir pendek, khususnya ibu perlu mendapatkan pendampingan (termasuk program gizi dan kesehatan) dan informasi pencegahan stunting sebagai upaya mengejar ketertinggalan agar bayi panjang lahir pendek dapat tumbuh dan memiliki panjang badan normal pada tahun-tahun berikutnya. Pemantauan kesehatan secara rutin bayi PBL pendek juga dianjurkan.KATA KUNCI: balita; determinan; panjang lahir; stuntingABSTRACTBackground:  Stunting is a growth failure due to chronic malnutrition and recurrent infections long-term impacts. In Banten Province, the prevalence remains high at 24.5%Objectives:  To identify determinants of stunting among toddlers aged 6-59 months in Banten.Methods :  The cross-sectional study analyzed 1.643 toddlers aged 6-59 months using INSS 2021 data. Independent variables included child factors (age, sex, birth weight, birth length, dietary diversity); maternal factors (education, occupation); food insecurity; environmental health factors (latrine ownership), infectious disease (ARI, diarrhea, pneumonia, tuberculosis); health services (vitamin A, treatment in health facilities). Data were analyzed using univariate, chi-square, and multiple logistic regression.Results: Stunting prevalence was 22.7%. Significant determinants were male gender (AOR 1.351; 95% CI 1.047 – 1.744); low maternal education (AOR 1.484; 95% CI 1.103 – 1.998); short birth length (AOR 2.094; 95% CI 1.512 – 2.899); and food insecurity (AOR 1.629; 95% CI 1.131 – 2.347).Conclusions:  Stunting remains a public health issue in Banten. The most dominant determinant is short birth length (AOR 2.09). Families of infants with Short Birth Length should receive targeted assistance through nutrition and health programs, education on stunting prevention, and monthly growth monitoring to support catch up growth.KEYWORD: birth length; determinant; stunting; toddler
Determinan Perilaku Makan Anak Gemuk dan Obesitas di Duren Sawit, DKI Jakarta: Determinants of Overweight and Obese Children Eating Behavior in Duren Sawit, DKI Jakarta Septiani, Mina; Sugiarto, Danang Wahansa; Pratomo, Hadi; Utari, Diah Mulyawati; Sudiarti, Trini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i7.2357

Abstract

Latar Belakang: Jumlah kegemukan dan obesitas anak berusia 5-19 tahun meningkat lebih dari sepuluh kali lipat secara global, dari 11 juta pada tahun 1975 menjadi 124 juta pada tahun 2016. Faktor perilaku menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kegemukan dan obesitas. Beberapa perilaku tidak sehat berkontribusi terhadap asupan dan output kalori yang tidak sama sehingga menghasilkan kegemukan dan obesitas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku makan anak gemuk dan obesitas pada di tingkat Sekolah Dasar di wilayah Kecamatan Duren Sawit, Jakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 247 responden dari Mei-Juni 2018. Penarikan sampel menggunakan teknik multistage random sampling yang terdiri dari murid tingkat SD negeri yang masuk kategori gemuk dan obesitas. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dan dianalisis secara univariat, bivariat dengan chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik ganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 55,1% anak gemuk dan obesitas memiliki perilaku makan yang buruk. Berdasarkan hasil analisis multivariat, peran keluarga merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku makan anak gemuk dan obesitas (OR = 2,942; 95% CI = 1,496-5,785), setelah dikontrol oleh pengetahuan dan sikap tentang gizi. Kesimpulan: Proporsi perilaku makan anak gemuk dan obesitas cenderung kurang baik dan peran keluarga memiliki hubungan paling kuat dengan perilaku makan anak gemuk dan obesitas.