Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Sekolah Dasar Pintu Masuk Perbaikan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Gizi Seimbang Masyarakat Achadi, Endang; Pujonarti, Siti A.; Sudiarti, Trini; Rahmawati, Rahmawati; Kusharisupeni, Kusharisupeni; Mardatillah, Mardatillah; Putra, Wahyu K. Y.
Kesmas Vol. 5, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam bidang gizi, yaitu gizi kurang dan gizi lebih. Makanan jadi “tidak sehat” yang melimpahnya dikemas secara sangat menarik, ditambah dengan pengertian salah tentang “4 Sehat 5 Sempurna” sebagai Gizi Seimbang memberikan kontribusi tidak kecil terhadap masalah gizi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pendekatan KIE (Komunikasi, Edukasi dan Informasi) di sekolah dapat merubah Pengetahuan, Sikap dan Praktek (PSP) anak sekolah tentang Gizi Seimbang. Penelitian ini dilakukan di dua Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Depok, melibatkan 132 anak kelas 4 dan 5. Desain penelitian adalah before and after, dengan metoda pengumpulan data secara kualitatif dan kuantitatif. Sebagian besar siswa dan ibunya ternyata mempunyai pendapat bahwa gizi seimbang sama dengan “4 Sehat 5 Sempurna”. Pengertian ini didapat murid dari apa yang diajarkan gurunya, sedangkan guru bersumber dari Buku Ajar Ilmu Pengetahuan Alam. Intervensi KIE telah meningkatkan pengetahuan dan sikap, serta sebagian praktek murid dan orang tua. Disimpulkan bahwa pendekatan KIE mempunyai potensi yang baik untuk merubah PSP anak sekolah. Disarankan agar buku ajar guru disesuaikan sehingga materi yang disampaikan kepada murid sekolah berisi pesan yang tepat. Indonesia is still being challenged by nutritional problems, both under and over nutrition. The availability of various “unhealthy” food with attractive packaging combined with misconception of balance diet as “4 Sehat 5 Sempurna”, might contribute to the situation. This study aims at evaluating the effectiveness of IEC strategy in changing the Knowledge, Attitude and Practice regarding balance diet among elementary school communities. The study design is a before and after, located at two public schools in Depok, with 132 students grade 4 and 5 and their mother. Qualitative approach as well as baseline and endline surveys were used. Most students and their parents considered that balance diet is “4 Sehat 5 Sempurna”. This knowledge was originated from their teachers’ teaching and media. The teachers’ knowledge was based on the school reference book. The intervention has improved students main knowledge and attitude. While some practices have improved there are others that still need to be improved. It is concluded that IEC intervention is potential to change the KAP of the students. Teachers need to be supported by correct reference book to be in line with what they are teaching.
Model Prediksi Berat Lahir Bayi Berdasarkan Berat Badan Ibu Hamil Sari, Maulia; Sudiarti, Trini
Kesmas Vol. 7, No. 8
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat lahir bayi kurang dari 3.000 gram berisiko untuk terjadinya penyakit jantung dan stroke serta kematian yang tiga belas persen lebih tinggi daripada berat lahir lebih dari 3000 gram. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan model prediksi berat lahir dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap berat lahir bayi. Desain penelitian menggunakan cohort retrospektif. Sampel melibatkan 233 ibu hamil beserta bayi yang melakukan pemeriksaan antenatal care dan melahirkan di Rumah Sakit Citra Medika dan bidan bersalin Hj. Sumartini dari bulan Januari 2010 sampai Desember 2011 di Rantauprapat. Data dikumpulkan dari data rekam medis dan kelahiran pasien. Analisis korelasi dan regresi linier ganda digunakan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara variabel independen dengan berat lahir. Hasil penelitian menemukan rata-rata berat lahir 3.337,8 ± 353,7 gram (95% CI= 3.292 – 3.383). Berat badan (BB) sebelum hamil, pertambahan berat badan ibu trimester pertama, kedua, dan ketiga mempunyai kekuatan hubungan yang sedang dan berpola positif. Model prediksi menunjukkan bahwa berat lahir = 1.764,133 + 0,023 (BB pra hamil) + 0,131 (pertambahan berat badan trimester 1) + 0,037 (per- tambahan berat badan trimester 2) + 0,037 (pertambahan berat badan trimester 3). Variabel yang paling berpengaruh adalah pertambahan berat badan trimester pertama. Birth weight less 3,000 gram have more risk to cause heart and stroke disease, 13% higher than birth weight < 3,000 gram. This study described about the correlation between prepregnancy weight, first trimester weight gain, second trimester weight gain, third trimester weight gain with birth weight. This study aimed to predict birth weight and find out the factors that most influence on birth weight. This study used a retrospective cohort design. Samples were 233 pregnant women and infants who perform antenatal care and deliver in Citra Medika Hospital and midwife maternity from January 2010 to December 2011. The data were collected through patient medical record and birth data. Correlation analysis and multiple linear regression were used to determine the strength and the relationship direction between independent variables and birth weight. The results revealed the averages of birth weight in the hospital and maternity midwife are 3,337.8 ± 353.72 grams (95% CI: 3,292 – 3,383). Prepregnancy weight, maternal weight gain in first, second, and third semester have a moderate power relationship and positive pattern. The prediction model of birth weight = 1,764.133 + 0.023 (pre-pregnancy weight) + 0.131 (first semester weight gain) + 0.037 (second semester weight gain) + 0.037 (third semester weight gain). The most variable effect is a first semester weight gain.
Determinants of the Coexistence Dual Form of Malnutrition in Pairs of Mother and Child Aged 6 – 59 Months in Bogor District 2019 Krismanita, Maulina Dwi; Triyanti, Triyanti; Syafiq, Ahmad; Sudiarti, Trini
Kesmas Vol. 17, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The dual form of malnutrition (DFM) is defined as multiple nutritional problems in the same household and time. This study aimed to determine the related factor to DFM incidence in pairs of mothers and children aged 6–59 months in Bogor District in 2019. This cross-sectional study used secondary data on the Nutrition and Health of Babakan Madang Subdistrict Toddlers in 2019 and Nutrition Intake and Stunting of Children Under-Five in Bogor District, West Java Province, involving a total sample of 274 households. The dependent variable in this study was DFM, while the independent variables were maternal age during pregnancy, maternal height, maternal breastfeeding history, parity, family income, mother's and father's education level. Bivariate analysis involving the Chi-square test and multivariate analysis with multiple logistic regression tests was used in this study. The results revealed that DFM incidence in the Babakan Madang Subdistrict in 2019 was 42%. The determinants of DFM that were significantly related were maternal height (p-value = 0.000), maternal breastfeeding history (p-value = 0.027), and parity (p-value = 0.049). The analysis results showed that the dominant factor in the prevalence of DFM was the maternal height (OR = 2.704; 95% CI = 1.615-4.528). It is recommended to improving nutrition in adolescence, especially in the case of girls in their role as future mothers.
A Stunting Prevention Risk Factors Pathway Model for Indonesian Districts/Cities with a Stunting Prevalence of ≥30% Fentiana, Nina; Achadi, Endang L; Besral, Besral; Kamiza, Abram; Sudiarti, Trini
Kesmas Vol. 17, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The prevalence of stunting in Indonesian children aged 0-23 months is a public health problem caused by direct and indirect factors. This study aimed to discover the path of the relationship between various risk factors and the stunting prevalence of ≥30% in 165 districts/cities in Indonesia. Data were obtained from the 2018 National Basic Health Research, National Socioeconomic Survey, and the Statistics Indonesia with a cross-sectional approach. The secondary data on stunting and risk factors were aggregated at the district/city level from individual data; children aged 0-23 months. The path analysis used to determine a stunting prevention model showed that antenatal care at the district/city level decreased stunting rates by at least 2.56% (b = -0.16; p-value = 0.04). A contraceptive user at the district/city level decreased stunting rates by 2.25% (b = -0.15; p-value = 0.05), and handwashing with soap at the district/city level by5.76%, (b = -0.24; p-value = 0.003). Antenatal care, contraceptive use, and handwashing with soap contributed to the reduction of stunting prevalence by18.18%. The study results suggested that districts/cities can play an important role in reducing stunting.
Status Gizi Balita Berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure Rahmadini, Nurani; Sudiarti, Trini; Utari, Diah Mulyawati
Kesmas Vol. 7, No. 12
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya menurunkan prevalensi kurang gizi pemerintah membuat program Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Cakupan Kadarzi Kota Depok tahun 2011 rendah (12,7%) dan prevalensi gizi kurang, pendek, kurus berturut-turut 7,89%, 7%, 4,75%. Penelitian bertujuan mengetahui faktor dominan terhadap status gizi balita 6 - 59 bulan berdasarkan Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF). Penelitian menggunakan data sekunder hasil survei Kadarzi 2011. Survei dilakukan di sebelas kecamatan Kota Depok menggunakan desain cross sectional. Sampel sebanyak 1.176 keluarga yang memiliki balita termuda umur 6 _ 59 bulan. Variabel yang diteliti adalah status gizi balita, perilaku Kadarzi, status Kadarzi, karakteristik balita, dan karakteristik keluarga. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi balita gagal tumbuh 31%. Terdapat dua variabel yang memberikan pengaruh status gizi balita secara bersama-sama yaitu penimbangan balita (nilai p = 0,003) dan pendidikan ibu (nilai p = 0,034). Uji regresi logistik ganda menunjukkan penimbangan balita sebagai faktor dominan terhadap status gizi balita. Balita yang ditimbang tidak teratur berisiko 1,5 kali mengalami gagal tumbuh dibandingkan yang ditimbang teratur. Indeks CIAF berguna untuk mengetahui prevalensi gizi kurang secara keseluruhan dan penanggulangannya. Diperlukan penyuluhan dan promosi yang lebih aktif kepada masyarakat mengenai pentingnya pemantauan pertumbuhan balita melalui posyandu dan melakukan pembinaan kader posyandu dalam pemantauan status pertumbuhan anak sebagai deteksi dini adanya gangguan pertumbuhan. Effort to reduce malnutrition governments make Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi). Kadarzi in Depok 2011 still low (12,7%) and the prevalence of underweight, stunting, wasting are respectively 7,89%, 7%, 4,75%. This study aimed to determine the dominant factor for nutritional status of children based on Composite Index of Anthropometric Failure (CIAF). Research using secondary data survey Kadarzi 2011. The survey was conducted using a cross sectional study in 11 districts. Samples of 1,176 families who have children youngest aged 6 - 59 months. The variables studied were the nutritional status, Kadarzi behaviors, Kadarzi status, children characteristics, and family characteristics. Results showed prevalence of growth faltering (31%). There are two variables that influence nutritional status, child’s weighing (p value = 0,003) and mother’s education (p value = 0,034). Multiple logistic regression analysis show child’s weighing as a dominant factor to the nutritional status of children. Children who are weighed not regularly are more risky 1,5 to get growth faltering then children who are weighed regularly. CIAF is useful to determine prevalence of undernutrition clearly and its solution. Counseling and promotion about child’s growth monitoring are required as early detection of growth faltering.
Energy Intake And Wasting Among Children Aged 6-59 Months Ramadhani, Ni Shafa Khalishah Salsabila; Sudiarti, Trini; Syafiq, Ahmad
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i2.18837

Abstract

Background: Wasting is a malnutrition based on low body weight to height. Children are an age group that is more susceptible to wasting compared to other age groups. Wasting can be one of the main causes of morbidity and mortality. The prevalence of children experiencing wasting in Depok City in 2016 was 6.1%.Purpose:  to determine energy intake and other factors related to wasting in Bojongsari Subdistrict, Depok City.Methods:  The research sample was taken from the research population that met the inclusion and exclusion criteria. The inclusion criteria for the study were children aged 6-59 months and children with a z-score >-3 SD - 1SD who live in Bojongsari District, Depok City. While the exclusion criteria were children aged 6-59 months who had a z-score <-3 SD. So that the number of samples obtained was 251 children taken using non-probability sampling with a total sampling method. Data that met the criteria in the study were entered into the IBM SPSS program. Data analysis used the Chi-square test to analyze the relationship between the dependent variable and the independent variable with a statistical significance test using a p value <0.05. Multivariate logistic regression analysis to obtain the dominant factor in the incidence of wasting.Results: The nutritional status was 9.6% of children experienced wasting. The results of multivariate analysis showed that energy intake was the dominant factor in wasting in children aged 6-59 months (p-value 0.035).Conclusion: Children with insufficient energy intake had a 6.2 times greater risk of wasting compared to children with sufficient energy intake.Suggestions:  The results of the study are expected to be further specific and sensitive interventions in addressing factors related to improving malnutrition in children and it is necessary to conduct educational programs for mothers of children to introduce the form of complementary foods, the frequency of feeding, and continue the program of providing additional food to children who experience wasting.
Behavioral change communication strategy options to improve under five-year children’s nutrition: a scoping review Mumtaz, Firial Afra Raisa; Sudiarti, Trini
BKM Public Health and Community Medicine Vol 40 No 07 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v40i07.14137

Abstract

Purpose: This study aims to identify some evidence-based strategies as lessons learned for Indonesia to improve behavioral change communication (BCC) nutrition-related strategies in the future of children under five years of age. Methods: A literature review was conducted using two public databases: PUBMED and PLOS ONE, and grey literature, focusing on randomized controlled studies addressing BCC related to children under five years of age nutrition. Results: BCC strategies encompass various topics, mainly focusing on child feeding and enhancing the capacities of delivery actors. These strategies aim to improve knowledge and other aspects of behavior change theory, such as perceived benefits and barriers, cues to action, and self-efficacy. Various media, with different frequencies and intensities, were used, targeting different beneficiaries and involving diverse delivery actors. Conclusion: Evidence-based strategies provide valuable lessons for future BCC implementation related to child nutrition in Indonesia. It is recommended to use multiple media channels, address various beneficiaries, and involve diverse delivery actors to enhance knowledge, attitudes, and self-efficacy in performing recommended behaviors.
Penggunaan Aplikasi WhatsApp untuk Meningkatkan Pengetahuan 1000 HPK Ibu Hamil pada Masa Pandemi COVID-19 di Kecamatan Ciomas Kabupaten Bogor : The Use of WhatsApp Application to Increase the Knowledge of the first 1000 Early Days of Life for Pregnant Women during the COVID-19 Pandemic at Ciomas District, Bogor Regency Ningrum, Ricka Ayu Virga; Sudiarti, Trini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i2.4266

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan ibu hamil perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan intervensi gizi pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan yang merupakan masa kritis dalam daur kehidupan manusia. Tujuan: Penelitian bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pentingnya peran gizi dalam proses tumbuh kembang anak pada periode 1000 HPK melalui promosi gizi. Metode: Desain Penelitian pre-eksperimental menggunakan penyuluhan secara daring dengan melihat peningkatan pengetahuan ibu melalui pre-test dan post-test. Sampel penelitian sebanyak 10 orang. Hasil: Peningkatan pengetahuan ibu hamil secara bermakna sebesar 49,28 poin, dengan rerata nilai ibu pada saat pre-test adalah 37,86 dan rerata nilai post-test adalah 87,14 poin. Kesimpulan: Promosi gizi 1000 HPK melalui aplikasi WhatsApp meningkatkan pengetahun ibu hamil secara bermakna dan menjadi alternatif penyuluhan pada masa pandemi COVID-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KERAGAMAN KONSUMSI BALITA USIA 12-59 BULAN DI PROVINSI ACEH TAHUN 2021 Zulfan, Zulfan; Sudiarti, Trini
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i2.1723

Abstract

Keragaman makanan balita merupakan salah satu upaya memenuhi asupan makanan berkualitas untuk mengatasi masalah gizi nasional termasuk di dalamnya Propinsi Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keragaman konsumsi balita usia 12-59 bulan di Provinsi Aceh Tahun 2021. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan desain cross sectional. Studi menggunakan data sekunder SSGI 2021 wilayah Provinsi Aceh. Sebagai subyek penelitian adalah balita usia 12-59 bulan yang telah dikumpulkan oleh tim SSGI 2021 wilayah Aceh dengan cara total sampling. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji chi square pada CI 95%, dan multivariat dengan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan usia balita (OR = 0,60), pendidikan ibu (OR = 1,79), kerawanan pangan (OR = 1,38) dan wilayah (OR = 1,93) berhubungan dengan keragaman konsumsi balita. Hasil analisis multivariat diperoleh wilayah perkotaan sebagai faktor dominan berhubungan dengan keanekaragaman konsumsi balita Provinsi Aceh dengan OR = 1,85. Disimpulkan keanekaragaman konsumsi balita berhubungan dengan usia balita, pendidikan ibu, kerawanan pangan dan wilayah. Wilayah tempat tinggal merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan keragaman konsumsi balita. Diharapkan kepada Puskesmas untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang keberagaman konsumsi balita.
HUBUNGAN OBESITAS SENTRAL DAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN HIPERTENSI PADA WANITA Pratiwi, Rizka; Sudiarti, Trini; Mizan, Syaiful
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 1 (2024): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i1.21760

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang paling banyak diderita dari semua penyakit tidak menular (PTM), yaitu 76,5% menurut Data Profil Kesehatan Jawa Tengah tahun 2021. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis hubungan obesitas sentral dan asupan zat gizi terhadap hipertensi pada wanita. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan obesitas sentral dan asupan zat gizi dengan hipertensi pada wanita di Posbindu PTM Sekarwangi wilayah Puskesmas Sokaraja II, Banyumas. Metode penelitian adalah cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2023. Penentuan sampel menggunakan Purposive Sampling melibatkan sebanyak 50 orang. Asupan zat gizi (energi, protein, lemak, karbohidrat, natrium, kalium) dihitung melalui metode'Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQFFQ), sementara obesitas sentral menggunakan lingkar perut. Data dianalisis melalui  pendekatan univariat'dan bivariat menggunakan uji Chi-Square'dengan tingkat signifikansi 95%. Temuan dari penelitian ini menunjukan bahwa proporsi hipertensi pada wanita di posbindu PTM Sekarwangi sebesar 52%. Hasil bivariat ada hubungan yang signifikan antara obesitas sentral (P-value=0,020), asupan protein (P-value=0,024), lemak (P-value=0,013) dan natrium (P-value=0,017) dengan kejadian hipertensi.  Hasil lainnya tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara usia (P-value=0,563), asupan energi (P-value=0,087), karbohidrat (P-value=0,501) dan kalium (P-value=0,602) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan yang didapatkan yaitu terdapat hubungan antara obesitas sentral, asupan protein, lemak dan natrium dengan kejadian hipertensi.