Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENGGUNAAN PENDEKATAN ANDRAGOGI TRAINER DENGAN MOTIVASI BELAJAR PESERTA PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DI UNIVERSITAS Sandra Ivonnie Telussa; Trisna Rukhmana; Mohammad Iskandar Dzulkurnain; Rian Novita; Djuniawan Karna Djaja; Olivia Tahalele
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.19313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi hubungan antara penggunaan pendekatan andragogi trainer dengan motivasi belajar peserta pelatihan public speaking di lingkungan universitas. Pendekatan andragogi trainer mengacu pada strategi pembelajaran yang berfokus pada karakteristik dan kebutuhan peserta dewasa, sementara motivasi belajar menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner yang disebarkan kepada peserta pelatihan public speaking di beberapa universitas. Kuesioner ini mengukur pengalaman penggunaan pendekatan andragogi trainer oleh instruktur pelatihan serta tingkat motivasi belajar peserta. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik seperti korelasi dan regresi untuk menentukan apakah terdapat hubungan signifikan antara pendekatan andragogi trainer dan motivasi belajar peserta. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana penggunaan pendekatan andragogi trainer dapat memengaruhi motivasi belajar peserta pelatihan public speaking di lingkungan universitas. Implikasi dari hasil ini dapat berkontribusi pada pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif untuk peserta dewasa, khususnya dalam konteks pelatihan berbicara di depan umum. Penelitian ini juga dapat menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut dalam menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi motivasi belajar peserta dewasa dalam konteks pendidikan tinggiTop of Form.
PERAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DALAM MENDUKUNG EFEKTIVITAS PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI Fitriah Handayani; Dadang Muhammad Hasyim; Wiwid Suryono; Sutrisno Sutrisno; Sutrisno Sutrisno; Rian Novita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.20755

Abstract

Perguruan tinggi di seluruh dunia menghadapi perubahan paradigma pendidikan yang signifikan dengan munculnya konsep Kurikulum Merdeka Belajar. Kurikulum ini memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengelola proses belajar mereka sendiri, yang memerlukan pendekatan yang inovatif dan teknologi yang canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran teknologi pendidikan dalam mendukung efektivitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan analisis dokumen sebagai metode pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi pendidikan memiliki peran kunci dalam mendukung efektivitas pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar. Teknologi pendidikan memungkinkan mahasiswa untuk mengakses materi pembelajaran secara fleksibel, berkolaborasi dengan sesama mahasiswa, dan berkomunikasi dengan dosen secara efisien. Selain itu, teknologi juga mendukung penilaian dan pemantauan kemajuan belajar mahasiswa. Meskipun teknologi pendidikan memberikan banyak manfaat, tantangan dalam penerapannya juga teridentifikasi, termasuk aksesibilitas, pelatihan dosen, dan manajemen infrastruktur. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang kuat dari lembaga perguruan tinggi dan pengembangan kompetensi dosen dalam mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran. Hasil penelitian ini memiliki implikasi penting bagi perguruan tinggi yang ingin berhasil mengadopsi Kurikulum Merdeka Belajar. Integrasi teknologi pendidikan yang baik dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, dan membantu mahasiswa dalam mencapai kompetensi yang diharapkan dalam kurikulum ini.
Pembelajaran Akidah Akhlak melalui Pendekatan Konstruktivisme untuk Mencegah Radikalisasi (Survei terhadap Pembelajaran General and Character Education di STIT Alquraniyah Manna Bengkulu Selatan) Boby Hendro Wardono; Wiwid Suryono; Sophia Rahmi; Nur Azizah; Aat Ruchiat Nugraha; Rian Novita
Journal on Education Vol 6 No 3 (2024): Volume 6 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i3.5555

Abstract

This research aims to evaluate the effectiveness of learning moral beliefs using a constructivist approach in preventing radicalization in the Islamic education environment, especially at STT Alquraniyah Manna South Bengkulu. The research method used was a survey of students who took part in General and Character Education learning with a constructivist approach. The research results show that learning with a constructivist approach is successful in increasing students' understanding, critical, analytical, and tolerance and humanity values, thus helping to prevent radicalism. The implication of this research is the importance of implementing responsive and interactive learning methods in forming an attitude of moderation and maintaining harmony in society. This research makes an important contribution in the context of preventing radicalization through a holistic and proactive educational approach.
Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Soal Serupa PISA Dian Fitra; Rian Novita; Husni Dwi Syafutri
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.193

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah kemampuan literasi siswa Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang baik semenjak awal keikutsertaannya. Nilai kemampuan literasi siswa Indonesia selalu berada di bawah rata-rata nilai negara lain. Hasil studi PISA terbaru pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa Indonesia memperoleh nilai 366. Nilai ini berada di bawah rata-rata nilai kemampuan literasi matematika siswa dunia yaitu 472. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis dan membaca siswa dengan memberikan pelatihan/workshop kepada guru-guru disekolah agar mampu membuat soal serupa PISA yang menggunakan konteks nyata yang dapat ditemukan siswa dalam kehidupan mereka. Metode pelaksanaan pengabdian ini dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi dan pelatihan cara membuat soal serupa PISA, kemudian melakukan pendampingan guru-guru dalam mengembangkan soal serupa PISA, dan tahapan terakhir adalah tahap melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan ini menghasilkan sebanyak tiga paket soal serupa PISA yang meliputi bidang literasi matematis dan membaca. Pada soal serupa PISA literasi matematis, konteks yang diangkat adalah soal serupa PISA menggunakan konteks kayu manis dan kopi. Pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini juga mampu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Soal serupa PISA yang dibuat nanti akan dapat digunakan juga ketika guru mengadakan ulangan ataupun bahkan ujian akhir semester, sehingga selain mampu melihat hasil belajar siswa selama satu periode tertentu, guru juga mampu berkontribusi dalam memperkenalkan dan mengangkat kembali cerita-cerita lokal sebagai bahan bacaan siswa. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA telah diselenggarakan dengan baik. Para peserta yang terdiri dari beberapa guru memberikan apresiasi pada kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini karena dapat menambah pengetahuan baru bagi guru dalam membuat instrumen evaluasi.