Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Kajian Psikologis Watak Tokoh Dalam Novel Korupsi Karya Pramoedya Ananta Toer Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi Husni Dwi Syafutri; Doni Rizaldi; Metra Bodi
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v4i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pandangan secara psikologi mengenai korupsi; (2) pemaknaan masyarakat mengenai korupsi; (3) bagaimana watak seorang koruptor dalam novel; (4) relevansi kajian psikologis watak tokoh dalam novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer dengan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis melakukan pengumpulan data dengan teknik studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Adapun manfaat penelitian ini untuk memperkaya pengkajian dan pengapresiasian karya sastra Indonesia, membantu pembaca memahami gambaran unsur korupsi dalam novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer, menghubungkan novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer dengan psikologi sastra, serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil analisis menerangkan bahwa: 1) psikologi mempengaruhi seseorang melakukan tindakan korupsi; 2) korupsi merupakan tindakan pencurian uang demi kepentingan pribadi maupun kelompok; 3) watak seseorang memicu suatu tindakan korupsi; dan (4) relevansi kajian psikologis watak tokoh dalam novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer dengan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Peran Media Sosial sebagai Sarana Pembinaan Bahasa Indonesia pada Mahasiswa Husni Dwi Syafutri; Mukti Anugrah Pratama; Nisa Pitria Ningsih
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v5i1.283

Abstract

Media sosial sudah tidak terdengar asing lagi untuk kita semua. Karena seluruh negara termasuk Indonesia banyak yang menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial banyak digunakan oleh beberapa kalangan baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Media sosial adalah sebuah media komunikasi yang dilakukan secara online untuk saling berkomunikasi dan membagikan konten dalam bentuk tulisan, foto, video, dan lain-lain sebagainya. Media sosial banyak digunakan untuk melakukan sebuah bisnis usaha, untuk pendidikan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial pada mahasiswa; (2) Analisa bahasa mahasiswa di media sosial sekarang; (3) Peran media sosial dalam pembinaan bahasa Indonesia pada mahasiswa. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi. Selain itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif Adapun manfaat penelitian ini, yaitu manfaat teoritis sebagai sumber informasi mengenai apa peran media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa Indonesia pada mahasiswa dan manfaat teoritis yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam berkomunikasi melalui variasi bahasa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, para mahasiswa menggunakan media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa Indonesia.
Peran Literasi Bahasa dalam Meningkatkan Minat Baca dan Menulis Peserta Didik Husni Dwi Syafutri; Muhammad Danu Saputra; Natuliyantari
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v5i1.289

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran literasi bahasa dalam meningkatkan minat baca dan menulis. Literasi merupakan aspek yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Di era sekarang budaya membaca dan menulis di kalangan remaja masih rendah, perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh dari berbagai kalangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriftif, berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa (1) kegiatan literasi berperan dalam meningkatkan minat baca dan menulis (2) adapun hambatan yang sering terjadi dalam melaksanakan kegiatan literasi adalah kurangnya sarana prasarana, metode yang di tetapkan kurang variatif serta rendahnya kedisiplinan dalam proses pembiasaan dalam proses kegiatan literasi dan (3) usaha yang dilakukan untuk mengatasi situasi tersebut adalah memberikaan sosialisasi mengenai kegiatan literasi, membuat kegiatan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) salah satu kegiatan dalam gerakan ini adalah 15 menit membacabuku nonpelajaran sebelum pelajaran dimulai agar menumbuhkan minat baca pesertadidik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat di kuasai secara lebih baik.
Analisis Gaya Bahasa Perbandingan dalam Novel The Shark Caller Karya Zillah Bethell: Analysis of Comparative Language Style in The Shark Caller Novel by Zillah Bethell Husni Dwi Syafutri; Siti Arnisyah
Pedagogik: Jurnal Pendidikan Vol. 18 No. 1 (2023): Pedagogik: Jurnal Pendidikan
Publisher : Institute For Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pedagogik.v18i1.4888

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gaya bahasa perbandingan yang digunakan oleh Zillah Bethel dalam novel The Shark Caller. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif. Adapun metode yang digunakan adalah metode content analysis. Sumber data adalah novel The Shark Caller. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan dalam novel The Shark Caller digunakan beberapa gaya bahasa perbandingan. Gaya bahasa perbandingan tersebut yaitu hiperbola, metonimia, personifikasi, perumpamaan, dan pleonasme. Gaya bahasa yang paling dominan dipakai dalam novel The Shark Caller adalah perumpamaan. Hal tersebut disebabkan karena perumpamaan sangat dibutuhkan dalam membangun cerita di dalam novel The Shark Caller yang dipenuhi dengan aksi petualangan Blue Wing dan Maple. Sehingga cerita menjadi lebih hidup dan menambah variasi serta menghindari hal-hal yang bersifat monoton yang dapat membuat pembaca bosan. Selain itu, menggunakan perumpamaan juga dapat membuat pembaca lebih mengerti tentang situasi yang terjadi di dalam cerita.
Penyimpangan Prinsip Kesantunan Berbahasa di Kalangan Remaja Suku Dayak Kanayan Dialek Ahe Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat Husni Dwi Syafutri; Siti Arnisyah; Rian Novita; Ester Ester; Ernawati Ernawati
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i1.413

Abstract

This study aims to describe the deviation of politeness among adolescents in Kanayan Dayak Ahe. The method used in this research is a qualitative method to reveal the types of deviations. The focus of this research is Language Politeness among Adolescents of the Dayak Kanayan Tribe of Ahe Dialect using sociopragmatic studies. The results of this study indicate that there are types of deviation from the principle of language politeness used in the interaction of the youth of the Kanayan ethnic group. Ahe dialect consists of: (1) wisdom maxim, (1) maxim of generosity, (3) maxim of charity, (4) maxim of humility, (5) maxim of compatibility, and (6) maxim of sympathy. The politeness scale of a speech is held as a measure or indicator of the politeness of a speech act in both formal and informal situations
Kajian Psikologis Watak Tokoh Dalam Novel Korupsi Karya Pramoedya Ananta Toer Serta Relevansinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Perguruan Tinggi Husni Dwi Syafutri; Doni Rizaldi; Metra Bodi
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 4 No. 2 (2021): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v4i2.86

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pandangan secara psikologi mengenai korupsi; (2) pemaknaan masyarakat mengenai korupsi; (3) bagaimana watak seorang koruptor dalam novel; (4) relevansi kajian psikologis watak tokoh dalam novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer dengan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis melakukan pengumpulan data dengan teknik studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Adapun manfaat penelitian ini untuk memperkaya pengkajian dan pengapresiasian karya sastra Indonesia, membantu pembaca memahami gambaran unsur korupsi dalam novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer, menghubungkan novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer dengan psikologi sastra, serta relevansinya dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Hasil analisis menerangkan bahwa: 1) psikologi mempengaruhi seseorang melakukan tindakan korupsi; 2) korupsi merupakan tindakan pencurian uang demi kepentingan pribadi maupun kelompok; 3) watak seseorang memicu suatu tindakan korupsi; dan (4) relevansi kajian psikologis watak tokoh dalam novel korupsi karya Pramoedya Ananta Toer dengan pembelajaran bahasa Indonesia di perguruan tinggi.
Peran Media Sosial sebagai Sarana Pembinaan Bahasa Indonesia pada Mahasiswa Husni Dwi Syafutri; Mukti Anugrah Pratama; Nisa Pitria Ningsih
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v5i1.283

Abstract

Media sosial sudah tidak terdengar asing lagi untuk kita semua. Karena seluruh negara termasuk Indonesia banyak yang menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial banyak digunakan oleh beberapa kalangan baik itu anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Media sosial adalah sebuah media komunikasi yang dilakukan secara online untuk saling berkomunikasi dan membagikan konten dalam bentuk tulisan, foto, video, dan lain-lain sebagainya. Media sosial banyak digunakan untuk melakukan sebuah bisnis usaha, untuk pendidikan, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di media sosial pada mahasiswa; (2) Analisa bahasa mahasiswa di media sosial sekarang; (3) Peran media sosial dalam pembinaan bahasa Indonesia pada mahasiswa. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi. Selain itu, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif Adapun manfaat penelitian ini, yaitu manfaat teoritis sebagai sumber informasi mengenai apa peran media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa Indonesia pada mahasiswa dan manfaat teoritis yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam berkomunikasi melalui variasi bahasa. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, para mahasiswa menggunakan media sosial sebagai sarana pembinaan bahasa Indonesia.
Peran Literasi Bahasa dalam Meningkatkan Minat Baca dan Menulis Peserta Didik Husni Dwi Syafutri; Muhammad Danu Saputra; Natuliyantari
JURNAL INOVASI EDUKASI Vol. 5 No. 1 (2022): JURNAL INOVASI EDUKASI
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35141/jie.v5i1.289

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran literasi bahasa dalam meningkatkan minat baca dan menulis. Literasi merupakan aspek yang sangat penting bagi kemajuan suatu bangsa. Di era sekarang budaya membaca dan menulis di kalangan remaja masih rendah, perlu adanya upaya yang sungguh-sungguh dari berbagai kalangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriftif, berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa (1) kegiatan literasi berperan dalam meningkatkan minat baca dan menulis (2) adapun hambatan yang sering terjadi dalam melaksanakan kegiatan literasi adalah kurangnya sarana prasarana, metode yang di tetapkan kurang variatif serta rendahnya kedisiplinan dalam proses pembiasaan dalam proses kegiatan literasi dan (3) usaha yang dilakukan untuk mengatasi situasi tersebut adalah memberikaan sosialisasi mengenai kegiatan literasi, membuat kegiatan seperti Gerakan Literasi Sekolah (GLS) salah satu kegiatan dalam gerakan ini adalah 15 menit membacabuku nonpelajaran sebelum pelajaran dimulai agar menumbuhkan minat baca pesertadidik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat di kuasai secara lebih baik.
Pecutan as Myth in Abdul Muluk’s Traditional Theatre Perfomance Wulandari, Iis; Syafutri, Husni Dwi
Proceeding International Conference on Malay Identity The 2nd International Seminar on Language, Literature, Education, Arts and Culture
Publisher : Jurusan Sejarah, Seni, dan Arkeologi, FKIP, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pecutan is part of the property used in the Abdul Muluk Tradition Theater performance. The Pecutan are made of wood or bamboo, the length of which is adjusted as desired. Abdul Muluk is a traditional theater that developed around the 1930s in Jambi Province, Indonesia. It tells the story of King Abdul Muluk who is wise in leading his kingdom. The story of Abdul Muluk comes from the poem Sultan Abdul Muluk written by King Ali Haji during the Malay Empire. This research aims to analyze Pecutan as a myth in Abdul Muluk's traditional theater performance. This research uses a qualitative method with an ethnographic approach that aims to understand the perspectives of actors and audiences of Abdul Muluk's traditional theater regarding Pecutan. Data was obtained through observation of video documentation of Abdul Muluk's traditional theater performances which focused on the myth and the use of Pecutan. Data was also obtained through in-depth interviews with actors, audiences, and theater artists in Jambi. Data analysis used the Miles and Huberman Model through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research results of the Pecutan myth show the meaning of masculinity seen in the King Figure in the story—cultural representation of the people of Jambi Province regarding Pecutan as a marker of an order. Pecutan has an important role in the performance, namely as a marker for the entry of music, the start of dialog, and the transition of dialog. These findings provide a deep understanding of how Pecutan can reflect the culture of the people of Jambi Province only through Abdul Muluk's traditional theater performances. With a better understanding of this, the government, culturists, artists, and traditional actors can maintain and preserve Pecutan, which will become a valuable art asset in the future.
Pelatihan dan Pendampingan Pengembangan Soal Serupa PISA Dian Fitra; Rian Novita; Husni Dwi Syafutri
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.193

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Indonesia adalah kemampuan literasi siswa Indonesia masih belum menunjukkan hasil yang baik semenjak awal keikutsertaannya. Nilai kemampuan literasi siswa Indonesia selalu berada di bawah rata-rata nilai negara lain. Hasil studi PISA terbaru pada tahun 2022 menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematika siswa Indonesia memperoleh nilai 366. Nilai ini berada di bawah rata-rata nilai kemampuan literasi matematika siswa dunia yaitu 472. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis dan membaca siswa dengan memberikan pelatihan/workshop kepada guru-guru disekolah agar mampu membuat soal serupa PISA yang menggunakan konteks nyata yang dapat ditemukan siswa dalam kehidupan mereka. Metode pelaksanaan pengabdian ini dimulai dengan tahap persiapan, sosialisasi dan pelatihan cara membuat soal serupa PISA, kemudian melakukan pendampingan guru-guru dalam mengembangkan soal serupa PISA, dan tahapan terakhir adalah tahap melakukan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Kegiatan pelatihan ini menghasilkan sebanyak tiga paket soal serupa PISA yang meliputi bidang literasi matematis dan membaca. Pada soal serupa PISA literasi matematis, konteks yang diangkat adalah soal serupa PISA menggunakan konteks kayu manis dan kopi. Pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini juga mampu meningkatkan pengetahuan dan kompetensi guru dalam menyusun instrumen evaluasi proses dan hasil pembelajaran. Soal serupa PISA yang dibuat nanti akan dapat digunakan juga ketika guru mengadakan ulangan ataupun bahkan ujian akhir semester, sehingga selain mampu melihat hasil belajar siswa selama satu periode tertentu, guru juga mampu berkontribusi dalam memperkenalkan dan mengangkat kembali cerita-cerita lokal sebagai bahan bacaan siswa. Kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA telah diselenggarakan dengan baik. Para peserta yang terdiri dari beberapa guru memberikan apresiasi pada kegiatan pelatihan dan pendampingan dalam mengembangkan soal serupa PISA ini karena dapat menambah pengetahuan baru bagi guru dalam membuat instrumen evaluasi.