Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : AGROSCIENCE

RESPON MULTIPLIKASI ANGGREK BULAN (Phalaenopsis sp.) TERHADAP PENAMBAHAN BEBERAPA KONSENTRASI BAP (Benzyl Amino Purine) PADA MEDIA IN VITRO Melissa Syamsiah; Angga Adriana Imansyah; Hana Khoerunisa Suprapti; Dedeh Siti Badriah
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 10, No 2 (2020): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v10i2.1157

Abstract

Jenis anggrek yang paling banyak diminati dan dibudidayakan adalah anggrek bulan (Phalaenopsis sp.). Perbanyakan anggrek bulan dapat dilakukan dengan metode alternatif yang lebih efektif yaitu dengan melalui kultur in vitro. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan beberapa konsentrasi BAP (Benzyl Amino Purine) terhadap multiplikasi, waktu muncul tunas (HST), jumlah tunas, waktu muncul daun (MST), dan jumlah daun anggrek bulan (Phalaenopsis sp.). Penelitian dilakukan di Laboratorium Pemuliaan Kebun Percobaan Tanaman Hias Cipanas Balai Penellitian Tanaman Hias (BALITHI) dari bulan Februari – Mei 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan beberapa konsentrasi BAP : B0 (0 mg/Liter), B1 (0,50 mg/Liter), B2 (1,00 mg/Liter), B3 (1,50 mg/Liter), B4 (2,00 mg/Liter). Hasil penelitian penambahan BAP berpengaruh positif terhadap waktu muncul tunas, waktu muncul daun dan jumlah daun tanaman anggrek. Penambahan BAP dengan konsentrasi 2,00 mg/L merupakan perlakuan paling baik. Sedangkan pengaruh terhadap parameter jumlah tunas tanaman anggrek bulan ditunjukkan oleh perlakuan penambahan BAP dengan konsentrasi 1,50 mg/L.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP APLIKASI BIOKOMPLEK DAN MEDIA TANAM Angga Adriana Imansyah; Melissa Syamsiah; Yuliani Yuliani; Riza Trihaditia; Widya Sari
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 12, No 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v12i2.2755

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamp.) merupakan satu jenis tanaman yang bermanfaat dan layak untuk dikembangkan sebagai sumber bahan tambahan pangan sehat. Sampai saat ini secara umum teknik budidaya tanaman kelor belum banyak diketahui secara pasti, karena kurangnya pemahaman tentang khasiat dan nilai ekonominya. Teknik budidaya tanaman kelor bisa dilakukan menggunakan stek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G) dan media tanam terhadap pertumbuhan stek tanaman kelor. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Nopember 2022 bertempat di Desa Padaluyu Kecamatan Cugenang. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok pola Faktorial. Faktor pertama yaitu aplikasi penambahan biokomplek (Tricho G)  dengan 4 Taraf : 0g, 25 g, 50 g, dan 75 g per polybag. Faktor kedua dengan 4 taraf yaitu media tanam yang digunakan dengan penambahan pupuk kandang sapi, pupuk kandang domba, urine kelinci dan bokashi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa perlakuan Biokomplek berpengaruh terhadap jumlah tunas dan panjang cabang tetapi tidak berpengaruh terhadap jumlah daun stek kelor.  Jenis Media tidak berpengaruh terhadap jumlah tunas, tetapi berpengaruh terhadap jumlah daun dan panjang cabang stek kelor. Interaksi perlakuan yang paling baik adalah T3M1 (Biokomplek 50 g/polybag dan Pupuk Kandang Sapi).
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN SELADA ROMAINE (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR PADA SISTEM HIDROPONIK NFT Nunung Nurjanah; Melissa Syamsiah; Riza Trihaditia
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i1.3162

Abstract

Tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) merupakan tanaman yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Untuk meningkatkan produksi tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia) dapat menggunakan aplikasi pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi pemberian pupuk organik yang tepat terhadap pertumbuhan tanaman selada romaine (Lactuca sativa L. Var. Longifolia). Penelitian dilaksanakan mulai bulan Februari sampai Mei 2022 di Kp. Bebedahan RT/RW. 003/001 Desa Cibodas Kec. Pacet Kab. Cianjur, Jawa Barat. Penelitian disusun dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 4 perlakuan dan 6 kelompok, dengan perlakuan pemberian Pupuk Organik Cair (POC) Nasa dan AB Mix. Perlakuan terdiri dari 4 taraf yaitu : P0 = Tanpa perlakuan, P1 = POC Nasa 3 mL/L air, P2 = POC Nasa 6 mL/L air dan P3 = POC Nasa 9 mL/L air. Pemberian pupuk organik cair dilakukan pada umur 7 HST sebanyak 40% dan 21 HST sebanyak 60%, dengan cara menyemprot bagian bawah daun tanaman selada romaine pada pagi hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian POC Nasa berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, parameter jumlah daun dan parameter bobot segar, tetapi menunjukkan pengaruh yang tidak nyata terhadap parameter panjang akar. Dosis terbaik yang diperoleh selada romaine terdapat pada perlakuan P1 ( 3 mL/L air POC Nasa).
EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DENGAN CANGKANG TELUR TERHADAP PERTUMBUHAN KACANG EDAMAME (Glycine max (L.) Merrill) Imansyah, Angga Adriana; Hafsyah, Siti Eni; Syamsiah, Melissa; Rahmah, Siti Yiyis
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 14, No 2 (2024): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v14i2.4734

Abstract

Kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill) adalah salah satu sumber pangan dengan memiliki prospek pertumbuhan yang baik di Indonesia, namun saat ini mengalami penurunan akibat penggunaan pupuk sintetis secara berlebihan dan terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes), cangkang telur dan kombinasi pupuk organik eceng gondok (Eichhornia crassipes) dengan cangkang telur terhadap pertumbuhan kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Metode penelitian ini dilakukan secara rancangan acak kelompok pola faktorial dengan empat taraf konsentrasi faktor pupuk organik/polybag C (Cangkang telur) yaitu C0 (Tanpa cangkang telur), C1 (15 gram), C2 (20 gram) dan C3 (25 gram), dan faktor E (Eceng gondok (Eichhornia crassipes)) yaitu E0 (Tanpa eceng gondok (Eichhornia crassipes), E1 (200 gram), E2 (240 gram) dan E3 (280 gram) dengan total 48 unit percobaan. Penelitian ini bertempat di Kp. Sindanggalih, Ds. Cibadak, Kec. Sukaresmi, Kab. Cianjur dan dilakukan pada bulan Desember 2023-April 2024. Hasil penelitian tersebut, bahwa eceng gondok (Eichhornia crassipes) tidak berpengaruh signifikan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan berat buah kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Sedangkan pemberian cangkang telur berpengaruh positif terhadap tinggi tanaman dan berat buah keseluruhan. Pada interaksi antara eceng gondok (Eichhornia crassipes) dan cangkang telur berpengaruh signifikan secara keseluruhan baik tinggi maupun berat buah kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill). Oleh karena itu, penggunaan cangkang telur dapat dijadikan alternatif pupuk organik yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan kacang edamame (Glycine max (L.) Merrill) secara pertanian berkelanjutan.
RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata sturt .L) TERHADAP PEMBERIAN PHOTOSYNTETHETIC BACTERIA (PSB) DAN JADAM MICROBIAL SOLUTION (JMS) Ardiansyah, Ferdy; Syamsiah, Melissa; Imansyah, Angga Adriana; Muli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i1.5337

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharate Sturt) atau sering disebut sweet corn merupakan komoditas yang banyak dibutuhkan oleh Masyarakat Indonesia sebagai sumber pangan selain beras. Permintaan jagung manis semakin hari semakin meningkat, akan tetapi tidak diikuti dengan peningkatan produksinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Photosynthetic Bacteria dan Jadam Microbial Solution serta kombinasi perlakuan dari keduanya. Penelitian ini dilakukan di Desa Bojong Kecamatan Karang Tengah Kabupaten Cianjur yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial masing-masing 4 taraf perlakuan. Perlakuan P (Photosynthetic Bacteria): P0 (kontrol), P1 (Photosynthetic Bacteria 5 ml/l), P2 (Photosynthetic Bacteria 10 ml/l), P3 (Photosynthetic Bacteria 15 ml/l), dan perlakuan J (Jadam Microbial Solution): J0 (Kontrol), J1 (Jadam Microbial Solution 1:4 air), J2 (Jadam Microbial Solution 1:9 air), J3 (Jadam Microbial Solution 1:14 air). Hasil penelitian menunjukan perlakuan kombinasi perlakuan P0J1 (PSB kontrol/tanpa perlakuan dan JMS 1:4 air) berpengaruh terhadap tinggi tanaman dengan rata-rata tinggi tanaman 22.91cm, dan untuk parameter bobot basah tongkol kombinasi perlakuan P3J1 (PSB 15 ml/l dan JMS 1:4) berpengaruh menunjukan hasil terbaik dengan nilai rata-rata 324 gram.
PEMANFAATAN BONGGOL PISANG DALAM BENTUK APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR DAN TRICHODERMA TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Syamsiah, Melissa; Rifa'i, Khaerul Ilham; Ramli, Ramli
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 13, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v13i2.3645

Abstract

Tomat (Lycopesicum esculentum Mill) merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat. Usaha budidaya perlu dikembangkan untuk meningkatkan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan Trichoderma sp. dan Pupuk Organik Cair (POC) bonggol pisang terhadap pertumbuhan tanaman tomat. Metode percobaan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dan 3 ulangan dimana faktor A terdiri dari 4 level yaitu Kontrol, Trichoderma sp. 10 g; 20 g; 30 g dan faktor B terdiri dari 2 level yaitu Kontrol dan POC bonggol Pisang 80 ml/L. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan faktor A Trichoderma sp. tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, dan jumlah daun. Namun pemberian perlakuan A1 konsentrasi Trichoderma sp. 10g memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah bunga pada 60 HST sampai 63 HST. Pada bobot segar buah memberikan pengaruh nyata dengan rata-rata paling baik adalah 4.95 g. Perlakuan faktor B yaitu pemberian POC Bonggol pisang memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga dan berat buah. Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh paling baik terhadap tinggi tanaman pada 12 HST, 15 HST, 36 HST dan 54 HST. Pengaruh Perlakuan B1 (POC 80 ml/L) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun pada 42 HST, 48 HST dan 51 HST. Sedangkan pengaruh nyata terhadap jumlah bunga terjadi  pada 39 HST dan 42 HST, dan terhadap bobot segar buah memberikan hasil rata-rata terbaik 4.63 g. Namun kombinasi perlakuan faktor A (Trichoderma sp.) dan faktor B (POC bonggol pisang) tidak menunjukkan adanya pengaruh dan interaksi terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, dan bobot segar buah.
PENGARUH BOKASHI KOTORAN SAPI DAN ASAM HUMAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELADA (LACTUCA SATIVA L.) Alfin, Karen Dastian; Syamsiah, Melissa; Imansyah, Angga Adriana
AGROSCIENCE (AGSCI) Vol 15, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan, Universitas Suryakancana Cianjur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/agsci.v15i2.5877

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang permintaannya terus meningkat. Peningkatan permintaan ini perlu diimbangi dengan teknologi budidaya yang mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil selada, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bokashi kotoran sapi, asam humat, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis bokashi kotoran sapi (A) yang terdiri atas empat taraf: A0 (0 g/abdillahpolybag), A1 (90 g/polybag), A2 (180 g/polybag), dan A3 (270 g/polybag). Faktor kedua adalah asam humat (B) dengan lima taraf: B0 (0 g/L), B1 (0,25 g/L), B2 (0,5 g/L), B3 (0,75 g/L), dan B4 (1 g/L), yang diberikan melalui penyiraman (200 mL larutan per polybag). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bokashi kotoran sapi berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah, dan lebar daun selada. Dosis 180 g/polybag (A2) memberikan hasil terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 22,92 cm dan lebar daun 16,89 cm pada umur 35 HST, serta bobot basah 82,47 g per tanaman. Asam humat berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun dengan hasil terbaik pada dosis 0,25 g/L (B1), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun. Kombinasi bokashi dan asam humat menunjukkan interaksi positif terhadap tinggi tanaman, dengan kombinasi A2B2 (180 g bokashi + 0,5 g/L asam humat) menghasilkan tinggi tanaman terbaik pada awal fase pertumbuhan, namun tidak memberikan interaksi nyata terhadap bobot basah, panjang akar, dan lebar daun.