Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search
Journal : Pro-Stek

RESPON PERTUMBUHAN TANAMAN HERBAL JAHE MERAH (Zingiber officinale var. Rubrum) TERHADAP KOMBINASI DOSIS KOMPOS ECENG GONDOK DAN KULIT KOPI Sari, Widya; Syamsiah, Melissa; Mujahidah, Ihviaty Aklamah
Pro-STek Vol 7, No 1 (2025): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i1.5296

Abstract

Tanaman Jahe Merah (Zingiber officinale var. Rubrum) termasuk ke dalam famili Zingiberaceae dan merupakan salah satu tanaman obat komersial sehingga digolongkan sebagai tanaman obat atau biofarmaka. Penurunan produktivitas jahe disebabkan oleh kualitas benih yang kurang baik, teknologi budidaya yang kurang tepat, hama dan penyakit, serta kurangnya nutrisi tanah. Upaya peningkatan produksi jahe salah satunya dengan penyediaan bibit yang berkualitas, sehingga dibutuhkan adanya input teknologi dalam pembibitan seperti penggunaan kompos yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman herbal jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pemberian kombinasi dosis kompos eceng gondok dan kompos kulit kopi. Penelitian ini dilakukan di Kp. Sukawargi yang beralamat di Desa Babakan Karet, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Terhitung dari bulan Maret 2024 sampai bulan Mei 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dan 4 taraf, Faktor pertama yaitu E (dosis kompos eceng gondok): E0 (Kontrol /0g), E1 (75g), E2 (100g), E3 (125g) dan Faktor ke dua yaitu K (kompos kulit kopi): K0 (kontrol/0g), K1 (30g), K2 (60g), K3 (90g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan kompos eceng gondok tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman jahe merah pada 21-56 HST namun berpengaruh nyata pada parameter panjang daun 28 HST dan 35 HST dengan nilai rata-rata 11,9 cm. Perlakuan kompos kulit kopi tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah daun tanaman jahe merah pada 21 HST-56 HST namun berpengaruh nyata pada panjang daun 42 HST dan 56 HST dengan nilai rata-rata 13.1 cm dan 15,2 cm. Perlakuan kombinasi kompos eceng gondok dan kulit kopi tidak berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman dan jumlah daun, namun berpengaruh nyata pada parameter panjang daun. Perlakuan E3K0 (125g Kompos Eceng Gondok dan tanpa Kompos Kulit Kopi) merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata panjang daun15,958 cm, dan E1K2 (75g Kompos eceng gondok dan 60g Kompos kulit kopi merupakan perlakuan terbaik dengan nilai rata-rata panjang daun 19.12 cm.
POTENSI PEMBERIAN AGENS HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KEJADIAN PENYAKIT MOLER TANAMAN BAWANG MERAH (Allium cepa L.)VARIETAS TRISULA Sari, Widya; Syamsiah, Melissa; Wahyudin, Dedi
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4135

Abstract

Bakteri Paenibacillus polymyxa merupakan agens hayati yang dapat bertahan, berasosiasi, dan terus berkembang pada perakaran tanaman. Jamur Trichoderma sp. merupakan agens hayati yang telah terbukti efektif untuk mengendalikan jamur dan bakteri perusak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian agen hayati terhadap pertumbuhan dan kejadian penyakit moler tanaman bawang merah varietas Trisula. Penelitian ini dilaksanakan di Kp. Senen RT/RW.02/02, Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, bulan Maret – Mei 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 4 kali.Taraf perlakuannya yaitu A= Kontrol (Tanpa Perlakuan), B= Trichoderma sp dengan jumlah 50 gram/Polybag, C= Paenibacillus polymyxa dengan konsentrasi larutan 10 ml/l air, dan D= Trichoderma sp 50 gram/polybag + Paenibacillus polymyxa 10 ml/l air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per plot, berat basah umbi per plot, dan kejadian penyakit Moler. Hasil penelitian perlakuan terbaik adalah pemberian konsentrasi agen hayati Paenibacillus polymyxa 10 ml/l (C)  memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per plot, berat basah umbi per plot, dan kejadian penyakit Moler.
RESPON PERTUMBUHAN STEK TANAMAN MURBEI (Morus alba L.) TERHADAP ZPT ALAMI EKSTRAK TAUGE DAN EKSTRAK BAWANG MERAH Syamsiah, Melissa; Marlina, Selly; ,, Yuliani
Pro-STek Vol 6, No 1 (2024): June
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v6i1.4276

Abstract

Tanaman murbei merupakan suatu tanaman yang berasal dari alam yang tumbuh secara liar. Tanaman ini biasanya dimanfaatkan sebagai obat-obatan serta makanan dan minuman yang sehat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian ZPT alami ekstrak tauge terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L), mengetahui respon pemberian ZPT alami ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L), dan mengetahui interaksi kombinasi perlakuan pemberian ZPT alami ekstrak tauge dan ekstrak bawang merah terhadap pertumbuhan stek tanaman murbei (Morus alba L).  Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan yang berlokasi di Kp. Beber, Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43283. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga bulan Juli 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah Ekstrak tauge (A), A1 = 0 g/L, A2 = 100 g/L, A3 = 150 g/L, dan A4 = 200 g/L. Faktor kedua yaitu Ekstrak bawang merah (B), B1 = 0 g/L, B2 = 100 g/L, B3 = 150 g/L, dan B4 = 200 g/L.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan A3B3 (Ekstrak tauge 150 g/L dan Ekstrak bawang merah 150 g/L) merupakan hasil yang memberikan pengaruh paling baik terhadap jumlah daun (6 helai), tinggi tanaman (16,10 cm), dan jumlah buah (1,67).
UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN SERBUK CANGKANG TELUR AYAM DENGAN BERBAGAI MACAM MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN MICROGREENS PAKCOY (Brassica rapa L.) ,, Yuliani; Syamsiah, Melissa; Arjati, Shinta Amelia
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3826

Abstract

Microgreens merupakan sayuran yang sudah dapat dipanen pada saat pembibitan. Microgreens dapat dijadikan solusi pertanian di era modern ini karena tidak menggunakan lahan yang luas. Salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan dalam bentuk microgreens yaitu pakcoy (Brassica rapa L.) dengan kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Untuk mendukung pertumbuhan tanaman microgreens yang baik, tentunya hal yang perlu diperhatikan adalah media tanam yang digunakan. Penambahan nutrisi perlu dilakukan agar tumbuh optimal, seperti penambahan serbuk cangkang telur yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pada microgreens. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penambahan serbuk cangkang telur ayam dengan berbagai macam media tanam terhadap pertumbuhan microgreen pakcoy. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah penambahan serbuk cangkang telur yang terdiri dari : C1 (0 g /kontrol), C2  (5 g), C3 (10 g), dan C4 (15 g). Faktor kedua adalah media tanam yang terdiri dari M1: campuran tanah dan kompos, M2 : cocopeat serta M3 : zeolit. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara penambahan serbuk cangkang telur dengan penggunaan beberapa macam media tanam terhadap tinggi tanaman pakcoy. Kombinasi perlakuan terbaik ada di M3C4 (zeolit + cangkang telur 15 g)
PENGARUH PRNAMBAHAN BAHAN SUBSTITUSI TEPUNG DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK DAN KANDUNGAN PROKSIMAT KUE MOCHI Malisa, Malisa; Syamsiah, Melissa; Ramli, Ramli
Pro-STek Vol 5, No 2 (2023): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v5i2.3746

Abstract

Kue mochi merupakan makanan yang terbuat dari tepung ketan dengan isian kacang tanah dan gula aren, serta memiliki tekstur kenyal dan lembut. Pada zaman modern, mochi dapat dikreasikan dengan bahan tambahan untuk adonan kulit ataupun isian mochi sehingga nilai gizi yang terkandung pada mochi lebih meningkat. Salah satunya dengan penambahan bahan subtitusi tepung daun kelor yang akan meningkatkan karakteristik organoleptik dan kandungan proksimatnya. Penelitian ini difokuskan untuk mengetahui pengaruh formulasi tepung daun kelor terhadap mutu organoleptik kue mochi kelor dan mengetahui respon optimum uji organoleptik mochi kelor sebagai produk diversifikasi pangan serta mengetahui kandungan proksimat kue mochi kelor. Data diolah menggunakan metode RSM (Response Surface Method) dengan 28 panelis biasa dan 2 orang panelis ahli dengan parameter uji yang dilakukan yakni meliputi tekstur, warna, aroma dan rasa. Masing-masing panelis diberikan 4 sampel berbeda yaitu F1 (Substitusi tepung daun kelor 1%), F2 (Substitusi tepung daun kelor 2 %), F3 (Substitusi tepung daun kelor 3%) dan F4 (Substitusi tepung daun kelor 4%) pada setiap formulasinya. Karakteristik untuk warna dan aroma yang diminati oleh panelis yaitu sampel F3 (Tepung Ketan 97% + Tepung Daun Kelor 3%) dengan nilai optimasi warna, rasa , aroma dan tekstur berada pada wilayah optimasi 2. Serta hasil uji proksimat diketahui bahwa kandungan proksimat kue mochi F3 dengan hasil kadar air (33,2%), kadar abu (0,63%), protein (8,15%), lemak (11,6%), karbohidrat (46,4%).
PENGARUH CARA PENYIMPANAN DAN JENIS PENGEMASAN TERHADAP KUALITAS FISIK DAN ORGANOLEPTIK UMBI KENTANG GRANOLA KITA AKARI (?????) Nurwardani, Paristiyanti; Utami, Neng Sindi Mega; Syamsiah, Melissa
Pro-STek Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Fakultas Sains Terapan Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/prs.v7i2.5954

Abstract

Kentang (Solanum tuberosum Linn) adalah tanaman hortikultura yang diproduksi sekali dalam satu musim sebagai sumber karbohidrat pengganti nasi serta berperan penting dalam memenuhi kebutuhan pangan Indonesia. Panjangnya rantai distribusi dari petani ke konsumen dan penyimpanan dan jenis pengemasan yang dapat merusak fisik dan rasa umbi kentang. Sehingga penulis membuat penelitian dengan tujuan melihat pengaruh jenis pengemasan dan cara penyimpanan serta interaksinya terhadap kualitas fisik dan organoleptik umbi kentang Granola kita akari untuk mempertahankan kualitas umbi dan memperpanjang masa simpan yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023 sampai dengan Juni 2024 di Pengalengan dan Cianjur. Metode penelitian menggunakan RAL dengan pola faktorial, dimana Faktor A adalah cara penyimpanan yaitu A1=Wadah terbuka, A2=Wadah tertutup. Faktor B adalah Jenis Pengemasan dengan 5 taraf perlakuan, yaitu B0=Karung jala, B1=Plastik Polypropylene, B2= Plastik Polypropylene + gas N2, B3= Plastik Polypropylene + kardus coklat + gas N2 dan B4=Plastik Polypropylene + kardus coklat sehingga terdapat 10 kombinasi perlakuan. Data diolah secara fisik dilanjutkan dengan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan secara mandiri, cara penyimpanan tidak memberikanan pengaruh nyata pada susut bobot dan berpengaruh nyata terhadap umbi busuk. sedangkan jenis pengemasan memberikan pengaruh nyata dengan perlakuan terbaik B2(Plastik Polypropylene + gas N2). pada perlakuan kombinasi tidak terdapat interaksi antara cara penyimpanan jenis pengemasan terhadap parameter susut bobot, umbi busuk. Berdasarkan hasil uji organoleptik hasil terbaik yaitu nilai rata-rata pada parameter aroma (6,00), warna (3,08), tekstur (5,00), rasa (5,32) diperoleh pada Formulasi A1B2 (Wadah terbuka + Plastik Polypropylene + gas N2)