Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PROSEDUR PERENCANAAN UNTUK KAPAL-KAPAL IKAN BERUKURAN KECIL Sugeng, Sunarso
TEKNIK Volume 30, Nomor 3, Tahun 2009
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.52 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v30i3.1894

Abstract

Design procedure of small fishing vesels, to develop a fishing boat was required the specification datas. Thespecification datas consist of compile planning stages, steps start from picture planning, fabrication,assembling, erection. Specificaton of picture planning process and ship have to be adapted for generalconditions of the ship type to be woke up. To get result of good planning to be required by detailed data fromship to be made by considering: how big wanted of the ship size measure,or which is the value of Vfh/â–¼ ( m3 /ton),where is the ship will be operated, what the the kind of fishing gear will be supported to the ship how longtime will be needed,is required in once operate for, and others. This matter is meant to get result of planningmatching with wanted ship type, is later;then conducted by calculation and result is poured in the form of shipplanning pictures
PEMELIHARAAN ALUR PELAYARAN DI SUNGAI BARITO Sugeng, Sunarso
Kapal: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan Vol 6, No 2 (2009): Juni
Publisher : Department of Naval Architecture - Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.766 KB) | DOI: 10.14710/kpl.v6i2.2727

Abstract

Study this paper is to analyse to dimension groove Barito River navigation , existing plan this time to get dimension groove appropriate sea transport of technical conditions for the shake of safety, security and fluency accomodated by ship dimension - ship getting through it especially for the merchantman of big ship and, most ideal dredging volume is 1,537,261.48m3 that way there is addition of deepness groove from 5m becoming 5,4m LWS and wide reduction of path sea transport of external sill River Barito from 100m becoming 96m, so that can be supporting productivity of Port Trisakti because ship loadedly 5m can enter path during 24 hours in day without depended ebb .
DAMPAK PELAYARAN KAPAL LAUT DI ALUR SUNGAI MUSI Sugeng, Sunarso
Gema Teknologi Vol 16, No 1 (2010): April 2010 - October 2010
Publisher : Vocational School Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.117 KB) | DOI: 10.14710/gt.v16i1.366

Abstract

Sunarso Sugeng, in this paper explain that the effect of movement of ship in Musi River cause environmental damage in the form of path exterior erosion / wall step aside river,effect from this material erosion result the happening of accelerateing sedimentation which enough quickly so that degrade energy support sea transport path and for the conservancy of groove this sea transport require dredging fund which do not lessen fastly of this sedimentation one of the way of is to make regulation demarcation speed of sea transport to ship have certain dimension .. To lessen erosion effect movement of other causes and boat, earn is also considered to regarding strong effort of bank groove by protecting it with bagwark, revetment etcetera as according to principle engineer river Key word Sungai musi
Aplikasi Drum Terbuka dan Pipa Galvanis Untuk Meningkatkan Kinerja Distilator Darmanto, Seno; Sugeng, Sunarso; Nugroho, Adi
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 1 (2020): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/j-dinamika.v5i1.1236

Abstract

Revitalisasi instalasi distribusi air dan kondensasi melalui kegiatan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan kinerja penyulingan minyak atsiri sirih dan sejenisnya. Skala prioritas pengembangan kelengkapan sarana anggota kelompok usaha bersama pada saat ini adalah menyempurnakan peralatan distribusi air dan instalasi distilasi (kondensasi). Dan untuk penyempurnaan penyulingan minyak adsiri, tim pelaksanan pengabdian menyusun langkah kerja atau kegiatan meliputi pemahaman dan pendalaman minyak atsiri, pengolahan dan perlakuan minyak atsiri, rancang bangun instalasi distribusi air untuk mendukung mekanisme kondensasi minyak adsiri, rancang bangun peralatan penukar kalor dan perlakuan (difokuskan pada mekanisme distilator), pelaksanaan di KUB Sumber Rejeki dan monitoring/evaluasi. Unit kondensor pada prinsipnya terdiri dari pipa minyak adsiri, bak penampung air dan instalasi distribusi air. Instalasi pendingin air pada prinsipnya terdiri dari bak sumur, pompa, pipa dan sambungan, tower penampung air. Modifikasi tungku permanen  dengan kontruksi bangunan (bata, pasir, semen dan bahan penguat lain) akan meningkatkan efisiensi pembakaran bahan bakar
Analisis Perbaikan Stern Tube Poros Propeller Single Screw pada Kapal General Cargo 4192 GT Sulaiman, Sulaiman; Sugeng, Sunarso; Ridwan, Mohammad
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 16, No 3 (2021): Volume 16, Nomor 3, Desember 2021
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v16i3.2871

Abstract

Dalam proses perencanaan kapal, pada tahap pemasangan poros propulsi di kapal, tentu saja diperlukan penyelarasan yang benar. Kesalahan dapat menyebabkan distribusi beban yang tidak merata pada bantalan, akibatnya menyebabkan abrasi yang tidak normal, kondisi kelebihan beban, kelebihan beban dan kerusakan pada bagian bantalan tertentu, hal tersebut berlaku juga kepada struktur yang mendapat beban statis sebagai tumpuannya. perlunya uji numerik untuk proses analisa terjadinya beban berlebih dalam persiapan reparasi bantalan poros propeller sehingga menunjukan  karakter hidrodinamik dan beban yang terjadi ketika bantalan dan poros propeller mulai kontak. Tujuan penelitian ini,menganalisis desain bantalan poros propeller untuk direparasi dan untuk mendapatkan performa terbaik dari sistem kontak antara bantalan dengan poros propeller sehingga merepresentasikan perbandingan kinerja dari propeller sebelum dan sesudah perbaikan. Metode perhitungan dengan metode finite elemen berbasis persamaan matematik merepresentasikan tegangan yang terjadi sesuai karakter material bronze ( AlBr dan CuSn)  yang diaplikasikan pada performa bantalan proros propeller kapal tipe general cargo seberat 4192 GT. Hasil analisa menunjukan saat putaran propeller pada rpm mesin yang optimum, tegangan maksimum juga terjadi sesuai dengan hasil percobaan temperatur yang terjadi juga semakin tinggi. Pada beban rpm 525 maka shear stress untuk stern tube material AlBr bernilai 978 Mpa dan pada material SnCu bernilai 948 Mpa. Nilai deflect atau cleareance pada setiap posisi setelah dilakukan perbaikan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 24,4 % dari pengukuran awal sebelum dilakukan reparasi. Proses reparasi menunjukan performa yang cukup baik, rata-rata temperatur kerja yang dihasilkan ketika dilakukan pengujian sea trial menurun dari sebelumnya sebesar 7,5%.
Analisa Proses Penyambungan Hull Construction Dengan Superstructure Kapal Dari Material Yang Berbeda Sunarso Sugeng; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 14, No 2 (2019): Volume 14, Nomor 2, Agustus 2019
Publisher : Jurusan Teknik Mesin - Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.447 KB) | DOI: 10.32497/rm.v14i2.1515

Abstract

Pengelasan saat ini diperlukan terutama di era kemajuan teknologi modern yang berkembang pesat, sehingga dapat diterapkan poda dunia indrustri produksi kapal. Dalam pembuatan kapal patroli polisi harus memiliki kecepatan yang baik tanpa mengesampingkan kekuatan dari kapal tersebut. Maka dari itu dikembangkan teknologi pembuatan kapal material aluminium dan baja .Pada Kapal Patroli Polisi - Kelas A1 63 meter digunakan antara baja dan aluminium menggunakan proses pengelasan GTAW pada pengelasan aluminium dengan bimetal dan FCAW, SMAW pada pengelasan baja dengan bimetal karena setiap bahan memiliki komponen yang berbeda sehingga pengelasan yang berbeda digunakan. Bimetal merupakan alat yang terdiri dari dua logam yang berbeda nilai koefisien muai panjang atau yang berbeda kecepatan pemuaiannya, direkatkan menjadi satu. Kebutuhan bimetal untuk proses penyambungan Kapal Patroli Polisi - Kelas A1 63 meter adalah 55 batang.
Pengaruh Anoda Magnesium Alloy AZ91D Terhadap Pola Korosi Galvanis Pada Logam Yang Tecelup Air Laut Mohammad Ridwan; Sulaiman Sulaiman; Sunarso Sugeng
INOVTEK POLBENG Vol 11, No 2 (2021): INOVTEK VOL.11 NO.2 2021
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v11i2.1966

Abstract

Air laut atau garam merupakan elektrolit yang sangat agresif dan korosif bila terkena logam, yang menjelaskan bahwa korosi pada struktur laut / lepas pantai pada berbagai jenis logam dan paduan baja, berbicara sangat berbahaya, tidak hanya untuk struktur terendam, tetapi juga karena keadaan presentasi. Tujuan dari makalah ini adalah untuk menganalisis pengaruh anoda magnesium alloy AZ91D terhadap pola korosi galvanis pada logam yang terpapar air laut.Penelitian ini tentang penerapan struktur pengorbanan magnesium dan dapat diterapkan pada struktur bawah air yang terpapar air laut yang diperoleh dari penelitian sebelumnya. . Dalam hal ini kinerja kedua paduan akan dinilai dengan meliputi potensi proteksi dan arus galvanik yang dapat dihasilkan, kapasitas, efisiensi, tingkat konsumsi, waktu induksi, dan jalur korosi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa faktor dan desain lingkungan, seperti konsentrasi garam terlarut dan variasi luas yang didukung, juga telah diuji pengaruhnya terhadap kemampuan bahan paduan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa material magnesium alloy AZ91D dapat diaplikasikan pada logam yang terpapar air laut seperti kapal dan struktur bawah laut, karena ketahanannya yang lebih tinggi terhadap korosi galvanik. Magnesium AZ91D juga memiliki ketahanan terhadap banyak waktu di laut. Sehingga upaya peningkatan ketahanan magnesium terhadap logam yang berhubungan dengan air laut seperti kapal dan struktur bawah laut, spesimen AZ91D akan lebih baik dengan logam aluminium untuk meningkatkan ketahanan korosi dan lebih sulit daripada tidak terikat
APLIKASI TEKNIK PEMBERSIHAN PLAT BAJA KARBON PADA LAMBUNG KAPAL DENGAN METODE SANDBLASTING Budi Utomo; Sunarso Sugeng; Sulaiman Sulaiman; Aulia Windyandari
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 2 (2019): Nopember 2019
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.974 KB)

Abstract

Material yang paling dominan pada galangan kapal adalah plat baja. Setiap logam yang teraliri oleh arus listrik maka secara terus menerus akan mengalami terlepasnya struktur elektron yang terkandung, ini lah yang disebut dengan korosi yaitu proses kembalinya ke alam senyawa elektron yang  terkandung dalam sebuah logam. Proses Sandblasting ini memiliki tujuan untuk menghilangkan karat-karat yang menempel pada lambung kapal sehingga kotoran tersebut hilang dan menghilangakan lapisan cat pada plat lama / yang akan di replating. Sehingga cara untuk pengerjaannya adalah dengan memindahkan pasir sandblast kedalam tempat penampungan , penyaringan pasir, pemberian tekana udara kepada tangki yang telah berisi pasir, penembakan / penyemprotan pasir dengan menggunakan nozel sandblast. Adapun proses dan metode pemblastingan yaitu : Pre inspection , Surface preparation. Hasil dari metode pembersihan / sandblasting tergantung dari penggunaan jenis material pasirnya, tekanan udara dan sudut aplikasinya. 
PENYULUHAN TEKNIK PENGELASAN DASAR UNTUK KARANG TARUNA DI DESA KANGKUNG DEMAK Adi Kurniawan Yusim; Bambang Sri Waluyo; Eko Julianto Sasono; Sarwoko Sarwoko; Mohd. Ridwan; Sunarso Sugeng; Sulaiman Sulaiman; Solichin Djazuli Said; Budi Utomo; Aulia Windyandari; Muhammad Sawal Baital; Samuel Febriary Khristyson
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 4 (2020): Nopember 2020
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.552 KB) | DOI: 10.14710/jpv.2020.9195

Abstract

Desa Kangkung merupakan salah satu Desa yang berada di Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak. Desa ini termasuk desa dengan penghasilan masyarakat dibawah sejahtera. Keterbatasan masyarakat dalam produksi sangkar burung dan memasarkan hasil produksinya menjadi isu yang diangkat oleh tim pengabdian program studi Teknologi Rekayasa Konstruksi Perkapalan Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membekali keterampilan pengelasan sehingga bisa membuka lapangan usaha yang lebih luas. Hasil yang dicapai dari pengabdian ini adalah pengenalan alat las yang lebih modern dan praktis untuk bengkel las listrik di Desa Kangkung.
MODUL DESAIN ALAT APUNG UNTUK KEGIATAN PENANGKAPAN IKAN DENGAN ALAT TANGKAP ANCO Sunarso Sugeng; Sulaiman sulaiman; Samuel Febriary Khristyson; Adi Kurniawan Yusim
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 1, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (966.371 KB)

Abstract

Sejauh ini penggunaan anco sering menggunakan bahan bambu sebagai rangkanya. Pemanfaatan material bambu untuk berbagai keperluan sudah sejak lama dilakukan. Mulai dari bahan konstruksi, bahan bangunan, furnitur, alat musik hingga bahan baku kerajinantangan. Mendesain alat apung merupakan proses interaktif terutama pada tahap awal, dimana dibutuhkan informasi mengenai kondisi lingkungan sebagai wilayah operasionalnya. Perkembangan teknologi alat apung sering kali mengabaikan pengaruh ukuran dan bentuknya. Belum terlalu banyaknya penelitian mengenai interaksi gaya-gaya luar terhadap struktur bangunan apung. Modul alat apung yang dimaksud adalah alat apung sebagai sarana untuk pernunjang penangkapan ikan. Modul desain alat apung untuk kegiatan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap anco dapat mengoptimalkan hasil tangkapan masyarakat nelayan sehingga mempengaruhi hasil tangkapan warga. Modul desain alat apung ini diharapkan proses pembuatan dan penangkapan ikan menjadi standar sehingga hasil tangkapan ikan menjadi lebih baik dan stabil. Berdasarkan perencanaan denga nmenggunakan software didapatkan ukuran kapal dengan panjang loa 8 m, lebar 5 m dan tinggi sarat 1,5 m, serta perhitungan stabilitas nilai GZ maksimum memenuhi kriteria standart IMO sehingga modul alat apung yang direncanakan  aman dalam pengoperasiannya.