Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DATA MINING PENYAKIT TERBANYAK BERDASARKAN DECISION TREE ALGORITMA C4.5 DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Al Mubarok, Hafiddhudin; Sutrisno, Trismianto Asmo; Sugiarsi, Sri
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v10i1.1512

Abstract

Top 10 disease data is data on diseases that often appear and occur most often. Data collection of the top 10 diseases is used to determine disease patterns in the community. Decision tree classification method is a model that maps observations of an item so that a conclusion is obtained about the target value of an item described in the form of a tree model. The C4.5 algorithm is method for creating a decision tree based on the training data that has been provided. The purpose of this research is to result in the classification of the most diseases based on the C4.5 decision tree algorithm of Pandan Arang Boyolali Hospital using excel and RapidMiner. This research design is descriptive observational. The data collection technique in this study was observation, with a total net data of 3449 data. The results of this research, there are no differences in results between excel and RapidMiner which results in the classification of the most diseases, which are blocks A00-B99, Z00-Z99, I00-I99, O00-O99, J00-J99, and E00-E90, and 18 rules are obtained. Evaluation of the performance of the C4.5 algorithm decision tree classification model using confusion matrix produces an accuracy value of 25.14%.
Analisis Hubungan Waktu Tunggu dan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan RSUD dr. R. Soetijono Blora Sri puji lestari; Sugiarsi, Sri
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.195

Abstract

Pendahuluan: Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan dari pasien di beberapa fasilitas kesehatan. Waktu tunggu yang panjang secara konsisten dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Lama waktu tunggu memberikan pengaruh yang besar kepada pasien terhadap tingkat kepuasan mereka karena berhubungan dengan mutu pelayanan atau pengobatan sehingga harus diperhatikan oleh penentu kebijakan. Berdasarkan studi pendahuluan 80 % mengeluhkan tentang ketidakpuasan pelayanan di loket pendaftaran karena lamanya menunggu panggilan petugas pendaftaran. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 20 pasien rawat jalan yang melakukan pendaftaran di TPPRJ RSUD Dr. R. Soetijono Blora diperoleh rata – rata waktu tunggu pasien adalah 75 menit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan waktu tunggu dengan Kepuasan pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik. Menggunakan rancangan Cross Sectional dengan jumlah sampel 97 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan lembar observasi, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai p-value sebesar 0.001 lebih kecil dari nilai α (alpha) = 0.05, Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Saran : RSUD Dr. R. Soetijono disarankan untuk penambahan jumlah loket pendaftaran pasien dan pengadaan fasilitas anjungan pendaftaran pasien secara mandiri serta lebih giat melakukan promosi kesehatan untuk mengedukasi pasien akan manfaat dan kelebihan daripada pendaftarakan online dari pada pendaftaran onsite untuk upaya mengingkatkan kepuasan serta memperpendek waktu tunggu di tempat pendaftaran RSUD Dr. R. Soetijono Blora
Factors Influencing User Behavior in Hospital Management Information System at the Emergency Department of Dr. Moewardi Regional Hospital Yuniati, Putri Utami; Sugiarsi, Sri; Rohmadi; Harjanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.200

Abstract

AbstractAccording to Minister of Health Regulation Number 82 Year 2013, Hospital Management Information System (HMIS) is a communication technology information system that processes and integrates the entire hospital service process flow in the form of coordination networks, reporting, and administrative procedures to obtain precise and accurate information, and it is part of the Health Information System. Behavior is closely related to a system; a system is considered successful if users do not reject it. To prevent users from rejecting a system, it is necessary to establish good technical quality of information technology systems (Jogiyanto, 2007). To assess the quality of HMIS, research and evaluation related to user behavior of HMIS are necessary. Research on information technology user behavior includes several models, one of which is The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Dr. Moewardi Regional General Hospital has long implemented web-based HMIS. HMIS at Dr. Moewardi Regional Hospital has been operational since 2018 in the Outpatient, Inpatient, and Emergency units, hence the need for HMIS evaluation. The objective of this study is to determine the factors influencing user behavior in hospital management information systems at the Emergency Installation of Dr. Moewardi Regional Hospital. The study population consists of HMISusers in the Emergency Department. Data analysis was conducted using multiple linear regression method, yielding the following results: variabels that partially positively influence HMIS user behavior are performance expectancy with sig T-test value 0.024 < 0.05; effort expectancy with sig T�test value 0.008 < 0.05; facilitating conditions with sig T-test value 0.021 < 0.05. The variabel of Social Influence does not partially influence HMIS user behavior with sig T-test value 0.088 > 0.05. Simultaneously, the variabels of performance expectancy, effort expectancy, Social Influence, and facilitating conditions positively influence HMIS user behavior with sig F-test value 0.000 < 0.05.Keywords: HMIS, UTAUT model
Analisis Perbedaan Tarif Riil dengan Tarif INA-CBGs Pasien Rawat Inap Pada Kasus Odontectomy Di RSUD Dr Moewardi Surakarta Wanandi, Riyanti Tyas; Sugiarsi, Sri; Kusumawati, Erna Adita
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.206

Abstract

Dalam pelaksanaan pengklaiman rawat inap di RSUD Dr. Moewardi masih terdapat kesenjangan tarif antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs. Pasien rawat inap pada kasus odontectomy juga termasuk dalam sepuluh besar tindakan rawat inap tahun 2022 dan semester 1 tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah lembar klaim individual pasien keluaran E-klaim pasien rawat inap pada kasus odontectomy bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2023 sejumlah 310 dokumen. Sampel yang diambil adalah sampel jenuh artinya seluruh populasi digunakan untuk sampel yaitu 310 dokumen. Pengumpulan data dengan menggunakan Check list. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan secara menyeluruh terdapat 274 kasus memiliki selisih negatif dan 36 kasus memiliki selisih positif. Rata-rata tarif riil pasien rawat inap kasus odontectomy sebesar Rp. 10.229.267,93, sedangkan rata-rata tarif INA-CBGs pasien kasus odontectomy sebesar Rp. 833.7291,94. Jika diperhitungkan secara keseluruhan maka total tarif riil rumah sakit lebih besar dari total tarif INA-CBGs dengan selisih negatif Rp 552.412.559 maka rumah sakit bisa dikatakan mengalami kerugian. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy di RSUD Dr. Moewardi Surakarta sehingga disarankan pihak manajemen rumah sakit melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap klaim pasien kasus odontectomy