Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

DATA MINING PENYAKIT TERBANYAK BERDASARKAN DECISION TREE ALGORITMA C4.5 DI RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI Al Mubarok, Hafiddhudin; Sutrisno, Trismianto Asmo; Sugiarsi, Sri
Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda (JIPIKI) Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda Edisi Februari
Publisher : Akademi Perekam dan Informasi Kesehatan Imelda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jipiki.v10i1.1512

Abstract

Top 10 disease data is data on diseases that often appear and occur most often. Data collection of the top 10 diseases is used to determine disease patterns in the community. Decision tree classification method is a model that maps observations of an item so that a conclusion is obtained about the target value of an item described in the form of a tree model. The C4.5 algorithm is method for creating a decision tree based on the training data that has been provided. The purpose of this research is to result in the classification of the most diseases based on the C4.5 decision tree algorithm of Pandan Arang Boyolali Hospital using excel and RapidMiner. This research design is descriptive observational. The data collection technique in this study was observation, with a total net data of 3449 data. The results of this research, there are no differences in results between excel and RapidMiner which results in the classification of the most diseases, which are blocks A00-B99, Z00-Z99, I00-I99, O00-O99, J00-J99, and E00-E90, and 18 rules are obtained. Evaluation of the performance of the C4.5 algorithm decision tree classification model using confusion matrix produces an accuracy value of 25.14%.
Analisis Hubungan Waktu Tunggu dan Kepuasan Pasien di Tempat Pendaftaran Rawat Jalan RSUD dr. R. Soetijono Blora Sri puji lestari; Sugiarsi, Sri
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.195

Abstract

Pendahuluan: Waktu tunggu merupakan masalah yang sering menimbulkan keluhan dari pasien di beberapa fasilitas kesehatan. Waktu tunggu yang panjang secara konsisten dapat menyebabkan ketidakpuasan pasien. Lama waktu tunggu memberikan pengaruh yang besar kepada pasien terhadap tingkat kepuasan mereka karena berhubungan dengan mutu pelayanan atau pengobatan sehingga harus diperhatikan oleh penentu kebijakan. Berdasarkan studi pendahuluan 80 % mengeluhkan tentang ketidakpuasan pelayanan di loket pendaftaran karena lamanya menunggu panggilan petugas pendaftaran. Berdasarkan studi pendahuluan terhadap 20 pasien rawat jalan yang melakukan pendaftaran di TPPRJ RSUD Dr. R. Soetijono Blora diperoleh rata – rata waktu tunggu pasien adalah 75 menit. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan waktu tunggu dengan Kepuasan pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif melalui pendekatan observasional analitik. Menggunakan rancangan Cross Sectional dengan jumlah sampel 97 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian kuesioner dan lembar observasi, sedangkan penyajian data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, untuk mengetahui hubungan waktu tunggu dengan kepuasan pasien dilakukan dengan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukan nilai p-value sebesar 0.001 lebih kecil dari nilai α (alpha) = 0.05, Maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara waktu tunggu dengan kepuasan pasien pasien di RSUD Dr. R. Soetijono Blora. Saran : RSUD Dr. R. Soetijono disarankan untuk penambahan jumlah loket pendaftaran pasien dan pengadaan fasilitas anjungan pendaftaran pasien secara mandiri serta lebih giat melakukan promosi kesehatan untuk mengedukasi pasien akan manfaat dan kelebihan daripada pendaftarakan online dari pada pendaftaran onsite untuk upaya mengingkatkan kepuasan serta memperpendek waktu tunggu di tempat pendaftaran RSUD Dr. R. Soetijono Blora
Factors Influencing User Behavior in Hospital Management Information System at the Emergency Department of Dr. Moewardi Regional Hospital Yuniati, Putri Utami; Sugiarsi, Sri; Rohmadi; Harjanti
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.200

Abstract

AbstractAccording to Minister of Health Regulation Number 82 Year 2013, Hospital Management Information System (HMIS) is a communication technology information system that processes and integrates the entire hospital service process flow in the form of coordination networks, reporting, and administrative procedures to obtain precise and accurate information, and it is part of the Health Information System. Behavior is closely related to a system; a system is considered successful if users do not reject it. To prevent users from rejecting a system, it is necessary to establish good technical quality of information technology systems (Jogiyanto, 2007). To assess the quality of HMIS, research and evaluation related to user behavior of HMIS are necessary. Research on information technology user behavior includes several models, one of which is The Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT). Dr. Moewardi Regional General Hospital has long implemented web-based HMIS. HMIS at Dr. Moewardi Regional Hospital has been operational since 2018 in the Outpatient, Inpatient, and Emergency units, hence the need for HMIS evaluation. The objective of this study is to determine the factors influencing user behavior in hospital management information systems at the Emergency Installation of Dr. Moewardi Regional Hospital. The study population consists of HMISusers in the Emergency Department. Data analysis was conducted using multiple linear regression method, yielding the following results: variabels that partially positively influence HMIS user behavior are performance expectancy with sig T-test value 0.024 < 0.05; effort expectancy with sig T�test value 0.008 < 0.05; facilitating conditions with sig T-test value 0.021 < 0.05. The variabel of Social Influence does not partially influence HMIS user behavior with sig T-test value 0.088 > 0.05. Simultaneously, the variabels of performance expectancy, effort expectancy, Social Influence, and facilitating conditions positively influence HMIS user behavior with sig F-test value 0.000 < 0.05.Keywords: HMIS, UTAUT model
Analisis Perbedaan Tarif Riil dengan Tarif INA-CBGs Pasien Rawat Inap Pada Kasus Odontectomy Di RSUD Dr Moewardi Surakarta Wanandi, Riyanti Tyas; Sugiarsi, Sri; Kusumawati, Erna Adita
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.206

Abstract

Dalam pelaksanaan pengklaiman rawat inap di RSUD Dr. Moewardi masih terdapat kesenjangan tarif antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs. Pasien rawat inap pada kasus odontectomy juga termasuk dalam sepuluh besar tindakan rawat inap tahun 2022 dan semester 1 tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah lembar klaim individual pasien keluaran E-klaim pasien rawat inap pada kasus odontectomy bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2023 sejumlah 310 dokumen. Sampel yang diambil adalah sampel jenuh artinya seluruh populasi digunakan untuk sampel yaitu 310 dokumen. Pengumpulan data dengan menggunakan Check list. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan secara menyeluruh terdapat 274 kasus memiliki selisih negatif dan 36 kasus memiliki selisih positif. Rata-rata tarif riil pasien rawat inap kasus odontectomy sebesar Rp. 10.229.267,93, sedangkan rata-rata tarif INA-CBGs pasien kasus odontectomy sebesar Rp. 833.7291,94. Jika diperhitungkan secara keseluruhan maka total tarif riil rumah sakit lebih besar dari total tarif INA-CBGs dengan selisih negatif Rp 552.412.559 maka rumah sakit bisa dikatakan mengalami kerugian. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy di RSUD Dr. Moewardi Surakarta sehingga disarankan pihak manajemen rumah sakit melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap klaim pasien kasus odontectomy
A HUBUNGAN TEKNOLOGI DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI RSUD PANDAN ARANG KABUPATEN BOYOLALI Rahma, Wilda Rafika; Sugiarsi, Sri; Mulyono, Sri
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i1.128

Abstract

The Hospital Management Information System (SIMRS) is a computer-based application designed tomanage all medical record data. The purpose of this study was to determine the relationship betweentechnology (system quality, information quality, and service quality) with SIMRS user satisfactionusing the HOT-Fit method. The research design used analytic observational research with a cross-sectional approach and product moment correlation test to determine the relationship between eachvariable. The results showed that there was a significant relationship between system quality technologyand user satisfaction (P-Value 0.00) which had a positive meaning and was strong with a value of 0.665.There is a relationship between technology and information quality with significant user satisfaction (P-Value 0.00) which has a positive meaning and is strong with a value of 0.732. And there is a significantrelationship between service quality technology and user satisfaction (P-Value 0.00) which is positiveand strong with a value of 0.0836.
HUBUNGAN UNSUR-UNSUR EUCS DENGAN KEPUASAN PENGGUNA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT (SIMRS) DI RSU ADELLA SLAWI Adi Prayoga, Lambang; Sugiarsi, Sri; Asmo Sutrisno, Trismianto
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i1.193

Abstract

Abstrak Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan aplikasi berbasis komputer yang dirancang untuk memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan rumah sakit. SIMRS di RSU Adella Slawi masih memiliki masalah terkait data yang dihasilkan oleh SIMRS belum akurat dalam menampilkan laporan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan unsur-unsur EUCS dengan kepuasan pengguna. Rancangan penelitian ini menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini merupakan seluruh pengguna SIMRS yang berjumlah 150 orang dengan sampel 60 orang yang ditentukan dengan tekniksimple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai signifikansi pada variabel content, accuracy, timeliness dengan nilai sig. < 0,05 , sehingga terdapat hubungan yang signifikan pada variabel content, accuracy, timeliness dengan kepuasan pengguna. Serta nilai signifikansi pada variabel format dan ease of use dengan nilai sig. > 0,05 , sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan pada variabel format dan ease of use dengan kepuasan pengguna. Saran peneliti bagi rumah sakit perlu menambahakan laporan-laporan yang dibutuhkan oleh pengguna, serta menu tersebut dapat terupdate secara otomatis, menambahkan validasi data pada sistem, dan menambahkan menu bantuan (help menu) yang didalamnya terdapat petunjuk penggunaan bagi pengguna baru. Kata kunci: Rumah Sakit, SIMRS, Kepuasan
ANALISIS HUBUNGAN KELENGKAPAN REKAM MEDIS DENGAN KETEPATAN WAKTU PELEPASAN VISUME ET REPERTUM DI RSUD dr. SOEHADI PRIJONEGORO SRAGEN Sholihah, Nafilatus; Sugiarsi, Sri
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i1.201

Abstract

Visume et Repertum (VeR) merupakan surat keterangan medis yang sifatnya diperuntukkan untuk kebutuhan peradilan berupa laporan tertulis yg dibuat oleh dokter yang memuat hasil pemeriksaan. Barang bukti medis, atas permintaan tertulis dari penyidik untuk kepentingan peradilan, dan dibuat atas dasar sumpah jabatan. Pembuatan VeR yang tidak sesuai Standar Prosedur Operasional (SPO) dapat mengakibatkan tertundanya persidangan. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kelengkapan rekam medis dengan ketepatan waktu pelepasan VeR di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan korelatif, dengan jumlah populasi dan sampel sama, yaitu pemintaan VeR pasien Rawat Jalan pada bulan Februari sampai November 2023 sebanyak 50 kasus. Cara pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Analisa data menggunakan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian diketahui rekam medis lengkap dengan penyelesaian VeR tepat waktu 22%, rekam medis tidak lengkap namun penyelesaian VeR tepat waktu 40% dan rekam medis tidak lengkap dengan penyelesaian VeR tidak tepat waktu 38%, sedangkan rata- rata waktu penyelesaian VeR adalah 9 hari kerja, hal ini tidak sesuai dengan SPO yaitu 7 hari kerja. Berdasarkan uji Fisher’s Excatc Tets didapatkan nilai p value 0.003, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan rekam medis dan ketepatan waktu pelepasan VeR di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Visume et Repertum (VeR) is a medical certificate that is intended for judicial purposes in the form of a written report made by a doctor containing the results of an examination. Medical evidence, at the instance of written request from the investigator for the benefit of justice, and made on the basis of an oath of office. Making a VeR that is not in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) can result in delays in the trial. The purpose of the study was to determine the relationship between the completeness of medical records and the timeliness of VeR release at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. The type of research is quantitative with a correlative approach, with the same population and sample, namely with the request for VeR out patients from February to November 2023 as many as 50 cases. Data collection methods using observation and documentation. Data analysis using Univariate and Bivariate analysis. The results showed that complete medical records with timely completion of VeR were 22%, incomplete medical records but timely completion of VeR were 40% and incomplete medical records with untimely completion of VeR were 38%, while the average completion time of VeR was 9 working days, this was not in accordance with the SOP which was 7 working days. Based on Fisher's Excatc Tets test, the p value is 0.003, it can be concluded that there is a significant relationship between the completeness of medical records and the timeliness of VeR release at RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.
Hubungan Karakteristik Pasien Dengan Lama Dirawat Pada Dokumen Rekam Medis Kasus Typhoid Fever di RSUD Pandan Arang Boyolali Marcellin, Navida Dinda; Sugiarsi, Sri; Sutrisno, Trismianto Asmo
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 14 No 01 (2026)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v14i01.629

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan typhoid fever merupakan 10 besar penyakit di RSUD Pandan Arang Boyolali dengan penderita pada tahun 2022 adalah 223 pasien. Diketahui lama dirawat pada pasien typhoid fever adalah 2 - 9 hari. Penyakit ini didominasi oleh pasien dengan usia 15-64 tahun sebanyak 13 pasien (65 %) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 15 pasien (75 %). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan karakteristik pasien dengan lama dirawat pada dokumen rekam medis di RSUD Pandan Arang Boyolali. Metode penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini didapat karakteristik umur tertinggi pada usia ? 15 tahun (73,1%), karakteristik jenis kelamin tertinggi pada laki-laki (61,5%), lama dirawat ? 4 hari (53,8%). Hasil uji chi-square karakteristik umur dengan lama dirawat menunjukan nilai P = 0,002 (? 0,05), karakteristik jenis kelamin dengan lama dirawat dengan nilai P = 0,315 (>0,05). Hal ini berarti ada hubungan karakteristik pasien berdasarkan umur dengan lama di rawat kasus typhoid fever dan tidak ada hubungan karakteristik pasien berdasarkan jenis kelamin dengan lama di rawat kasus typhoid fever di RSUD Pandan Arang Boyolali. Saran: sebaiknya segera dilakukan penyusunan SPO tentang efisien rawat inap dengan menggunakan standar Depkes RI.