Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Solah

PROSES KREATIVITAS JANGGRUNG ARENA MENJADI PERTUNJUKAN PROSENIUM MELALUI KARYA TARI “TANDHAK JANGGRUNG” FRANLAILI SEDYO UTAMI, RISZKA; SUGITO, BAMBANG
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Janggrung berawal dari Kesenian Tayub yang mengalami pergeseran.Pada Karya Tari Tandhak Janggrung penulis yang sekaligus sebagai koreografer terinspirasi dengan keberadaan Janggrung yang semakin punah. Proses kreativitas nantinya akan melahirkan sebuah bentuk penyajian baru yang dikemas dalam Karya Tari Tandhak Janggrung .Karya Tari Tandhak Janggrung memiliki tujuan komunikatif yakni meyampaikan cerita hidup Pupon dan sebagai upaya mempertahankan Janggrung dari kepunahan. Koreografer berupaya menampilkan wujud baru kepada penonton, Janggrung yang disajikan menjadi sebuah pertunjukan dengan mengusung konsep panggung prosenium. Proses kreatif yang dilakukan oleh koreografer adalah sebuah perwujudan bentuk tari baru dengan objek Janggrung arena menjadi sebuah pertunjukan yang disajikan melalui konsep prosenium. Proses kreativitas Janggrung menjadi sebuah Karya Tari Tandhak Janggrung merupakan sebuah wujud perubahan Janggrung dari pentas arena menjadi pertunjukan prosenium.Proses kreativitas dilakukan melalui rangsang awal, eksplorasi, improvisasi, evaluasi, komposisi (pembentukan). Proses kreativitas yang dilakukan pada Karya Tari Tandhak Janggrung menimbulkan perubahan bentuk penyajian meliputi gerak, iringan, tata cahaya, tata busana, dan tata panggung.Bentangan jarak antara panggung dan penonton pada prosenium dapat menciptakan bayangan arstistik mampu menghadirkan kesan yang diolah koregrafer untuk mewujudkan kreasinya di atas panggung prosenium. Karya tari berjudul Tandhak Janggrung yang berdurasi kurang lebih -14 menit merupakan proses kreativitas koreografer dalam merepresentasikan suka dan duka Pupon sebagai Tandhak Janggrung di Desa Kapas Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri. Media ungkap yang digunakan karya tari Tandhak Janggrung yakni mengusung gaya Jawa Timuran. Elemen pendukung karya tari Tandhak Janggrung antaralain tata rias dan busana yang menunjang mengenai penampilan seorang tandhak, tata teknik pentas, properti yang digunakan baik dingklik, trap dan siluet. Kata Kunci: Kreativitas, Karya Tari Tandhak Janggrung , Janggrung arena, prosenium
KARYA TARI “PANGGIHING LAMBANGASIH” AULIA AGAMI, NIMAS; SUGITO, BAMBANG
Solah Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya tari ini mengangkat cerita Panji Semirang yaitu kisah cinta segitiga Dewi Galuh Ajeng, Dewi Candra Kirana dan Inu Kertapati. Karya tari ini disajiakan dalam bentuk dramatari dan mengambil tema tentang kisah cinta segitiga. Karya tari ini mengambil judul Panggihing Lambangasih. Kata Panggihing memiliki arti bertemu, sedangkan Lambangasih memiliki arti belahan jiwa. Dewi Candra Kirana yang menjalin asmara dengan Inu Kertapati membuat Dewi Galuh marah dan memberikan ilmu hitam agar Inu Kertapati bersama Dewi Galuh Ajeng. Tetapi dengan ketulusan cinta Inu Kertapatri terhadap Dewi Candra Kirana mantra dari Dewi Galuh tidak berhasil. Koreografer mempunyai gagasan bahwa sesuatu yang dilakukan dengan ketidakadilan atau kejahatan akan tetap kalah dengan sebuah ketulusan. Koreografer menggunakan metode perpaduan antara Jacquiline Smith, Alma M. Hawkins, dan Soedarsono mulai dari penemuan ide, konsep, proses, penyampaian karya, hasil dan elemen-elemen dalam komposisi tari. Elemen-elemen pendukung terwujudnya suatu karya seni tari meliputi: gerak, pola lantai, musik/ iringan, tata busana, tata rias, tempat pertunjukan, perlengkapan atau property.Kata Kunci: bentuk penyajian, tari, Panggihing Lambangasih.
KREASI KARYA TARI JARANAN SANJOYO PUTRO DESA BANDAR KIDUL KOTA KEDIRI CAHYANI, ALISA; SUGITO, BAMBANG
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kediri merupakan salah satu wilayah di Jawa Timur yang kental dengan kesenian jaranannya. Pada umumnya jenis jaranan yang ada di Kediri adalah jaranan pegon. Salah satu paguyuban jaranan yang berkembang di Kediri adalah Jaranan Sanjoyo Putro yang didirikan pada tahun 1996. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui bentuk dan gaya tari jaranan Sanjoyo Putro karena selama ini masih belum ada penelitian yang membahas serta sebagai tambahan wawasan mengenai gerak tari jaranan yang ada di Kediri pada umumnya. Masalah yang diangkat oleh peneliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana bentuk tari Jaranan Sanjoyo Putro, 2) Bagaimana gaya tari Jaranan Sanjoyo Putro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk gerak tari jaranan Sanjoyo Putro dan Gaya Tari Jaranan Sanjoyo Putro.Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data trianggulasi metode yang berarti membandingkan dan mengecek balik suatu informasi yang diperoleh dengan cara menggunakan beberapa teknik pengumpulan data pada setiap sumber data. Hasil dari penelitian ini adalah bentuk dan gaya tari jaranan Sanjoyo Putro tidak pernah berubah sejak diciptakan. Bentuk gerak yang mendominasi dalam tari jaranan adalah singget, gedhegan, junjungan, entrogan, ngglebag dan srisig yang selalu diulang. Ciri khas yang terdapat pada jaranan Sanjoyo Putro adalah terdapat 2 model masuknya penari ke arena pentas, mempertahankan tradisi dan senggakan ?Saya Kawak Saya Penak?. Selain itu terdapat berbagai hal yang mendukung penyajian jaranan, yaitu tata rias, tata busana, property, pola lantai, tata pentas dan cahaya serta iringan music pendukung dalam tarian.Kata kunci: bentuk tari, gaya tari, jaranan Sanjoyo Putro.
KREASI BENTUK JARANAN BRENG DESA GLEDUG KECAMATAN SANANKULON KABUPATEN BLITAR AGUSTINA, SINDA; SUGITO, BAMBANG
Solah Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Solah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaranan Breng merupakan kesenian yang menjadi ciri dan cikal bakal kesenian Desa Gledug Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Ketertarikan peneliti pada Jaranan Breng karena memiliki keunikan, yaitu: 1) dianggap sebagai cikal bakal kesenian pertama di Desa Gledug, 2) menggunakan properti berang dari bambu, 3) mempunyai gerakan masih pakem, 4) memiliki fungsi sebagai memeriahkan ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana isi bentuk penyajian dalam pertunjukan Jaranan Breng Desa Gledug Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Penelitian ini berlokasi di Desa Gledug Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif diskriptif sehingga menghasilkan data berupa deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan analisis sebelum di lapangan dan analisis data di lapangan model Miles and Huberman, reduksi data, data display dan verification. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa kreasi bentuk penyajian dalam pertunjukan Jaranan Breng Desa Gledug Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar terdapat beberapa elemen pendukung, antara lain: gerak; pola lantai; musik/iringan; tata rias dan busana; tempat pertunjukan dan perlengkapan/property. Simpulan pada penelitian ini menunjukan bahwa, kreasi bentuk penyajian dalam pertunjukan Jaranan Breng Desa Gledug Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar hingga sekarang dapat terus hidup, dinikmati dan diminati oleh masyarakat.Kata kunci: Kreasi, Bentuk, Jaranan