Claim Missing Document
Check
Articles

UTILIZATION OF YOGURT AS A NATURAL ANTIMICROBIAL AGENT TO INHIBIT THE GROWTH OF PATHOGENS IN AVOCADO JUICE Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik; Angraini Mariam Saraswati; Beti Cahyaning Astuti; Eko Yuliastuti
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2020: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Avocado juice consider as perishable food and easily contaminated to pathogenic bacteria. Previous research showed that avocado juice sold in Surakarta city was contaminated with coliform, Salmonella-Shigella sp, and also high in aerobic plate count. Yoghurt was fermented milk which contain lactic acid and have an antimicrobial activity. The aims of the research was to determine the ability of yoghurt to inhibit the growth of contaminant in avocado juice. Completely randomized design with 2 factors were applied. The factor was yoghurt concentration and the second factor was incubation time. The results showed that the lowest number of TPC microbes was found in avocado juice with the addition of 10% yogurt, namely 6.16 ± 0.19 log CFU/ml, the lowest amount of Yeast/Mold was found in avocado juice with the addition of 10% yogurt, namely 4.97 ± 0, 35 log CFU/ml, the lowest amount of coliform was found in avocado juice with 15% of yogurt (2.83 ± 0.00 log CFU/ml), the lowest amount of total Salmonella-Shigella was found in avocado juice with the addition of 20% yoghurt (2.70 ± 0.17 log CFU/ml) and the lowest amount of Total Staphylococci was found in avocado juice with the addition of 15% yogurt (4.00 ± 0.00 log CFU / ml). Yoghurt were not able to inhibit the growth of contaminant in avocado juice. Another natural antimicrobial agent should be explored to maintain food safety, especially for minimally processed food. Keyword: Avocado Fruit Juice, Microbiological Contamination, Yogurt
NUTRITION EDUCATION IN TARAKANITA ELEMENTARY SCHOOLIN MAGELANG AND ITS EFFECTS ON THE CHANGES IN KNOWLEDGE, BEHAVIOR, AND ATTITUDE Nanik Suhartatik; Sri Handayani; Kirana Swasti Ningrum; Akhmad Mustofa; Yustina Wuri Wulandari
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2020: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wrong eating behavior in school-age children may end up in serious nutrition problems. During the periods of growth of elementary-school-age children, attention should be paid to their nutrition fulfilment. Inadequate knowledge of nutrition education may lead them to unhealthy food consumption. Healthy food itself is one which contains balanced nutritions. The introduction of fast food into the food health sector in Indonesia can also influence public diets. In order to evade future nutrition problems, nutrition education is thus necessary for elementary-school-age children, especially for the purpose of enhancing knowledge, attitude, and selection practice healthy foods and snacks. The menus for school-age children must have nutrition contents which are balanced and needed by the body. This research determines the effect of nutrition education on SD Tarakanita Magelang fifth graders’ knowledge of healthy and nutritious food consumption. The 64 respondents enrolled in this research were divided into two classes: education and non-education classes. The respondents consisted of 10–13-year-old fifth graders. This research used a questionnaire for data collection. Pre-test was first conducted to both education and non-education classes. Then, to the education class four nutrition education materials were delivered. Two months afterward the final data were derived through post-test. The research results showed that the provision of nutrition education for the fifth graders of SD Tarakanita Magelang affected their food consumption knowledge, attitudes, and behaviors. Keywords: elementary school, nutrition education, behavior, attitude
Potensi Antimikroba Kunyit Putih (Curcuma ceasia) pada Edible Film Pati Sukun (Artocarpus altilis) Nanik Suhartatik; Merkuria Karyantina; Crisdyana Eko Setyaningsih
Food Scientia : Journal of Food Science and Technology Vol 2 No 1 (2022): Januari - Juni
Publisher : LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/fsj.v2i1.2948.2022

Abstract

Breadfruit starch contains a relatively high number of amylose which has potency to be develop as edible film. It is also necessary to develop packaging materials which also contain natural antimicrobial compounds. White turmeric contains phytochemical compounds that have antimicrobial activity. This study aimed to determine the optimal concentration of breadfruit starch in edible films and to study the effect of white turmeric extract addition to inhibit the growth of Eschericia coli and Staphylococcus aureus. The study used factorial completely randomized design which consist of 2 factors and two fold replication, namely the concentration of breadfruit starch and the concentration of white turmeric extract. The results showed that breadfruit starch at 8% concentration produce good edible film with a tensile strength reach up to 4.57 ± 0.135 MPa. Meanwhile the addition of 2.5% white turmeric could inhibit the growth of tested bacteria. Inhibition zone reached 1.38 cm for E. coli and 1.40 cm for S. aureus. White turmeric has the potency to be developed as a natural antimicrobial compound in breadfruit starch edible films.
TOTAL BAKTERI PEMBENTUK ASAM YOGHURT TEMPE DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KOPI (Coffea sp.) Endang Srijuliani; Nanik Suhartatik; Yustina Wuri Wulandari
JITIPARI Vol 6 No 2 (2021): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.861 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v6i2.5342

Abstract

Yoghurt merupakan produk hasil fermentasi yang diolah dari susu dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermopillus. Tempe merupakan bahan makanan yang kaya akan kandungan gizi. Kandungan yang terdapat pada tempe seperti protein, kandungan serat pangan, kalsium, vitamin B, dan zat besi. Penelitian ini bertujuan menentukan pola pertumbuhan bakteri pembentuk asam yoghurt tempe dengan penambahan kopi, dan melihat perubahan kimiawi pada fermentasi yoghurt tempe dengan penambahan kopi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama jenis kopi (arabika, robusta dan liberika), sedangkan faktor yang kedua lama fermentasi (8, 10, dan 12 jam). Penelitian ini dimulai dari pembuatan susu tempe, pembuatan ekstrak kopi, dan pembuatan yoghurt tempe ditambah ekstrak kopi. Yoghurt yang dihasilkan kemudian dianalisis meliputi: total bakteri pembentuk asam. Analisis kimia kadar protein, kadar gula total, dan pengukuran pH menggunakan pH meter. Hasil penelitian uji pertumbuhan mikrobia kisaran 7,47-8,66 log CFU/ml. Pada pengujian kadar protein hasilnya berkisar antara 6,33-8,60 %, untuk pengujian kadar gula total berkisar antara 10,66- 11,89 % dan pengujian pH berkisar 4,35-5,20. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa penambahan ekstrak kopi terhadap yoghurt tempe mempengaruhi pertumbuhan BAL, kadar protein, kadar gula total dan pH.
Aktivitas Antioksidan Nori Rumput Laut Hijau (Ulva lactuca) dengan Substitusi Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Variasi Suhu Pengeringan Dewi Ayu Wulandari Setyobudi; Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.004 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7146

Abstract

Nori merupakan olahan rumput laut jenis Phorphyra yang dibuat dengan cara dihaluskan, dibumbui dan dikeringkan sehingga menghasilkan bentuk lembaran tipis. Penelitian ini menggunakan penambahan daun kelor untuk meningkatkan aktivitas antioksidan dari nori rumput laut hijau yang dibuat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formulasi yang tepat dalam pembuatan nori dari rumput laut hijau dan daun kelor sehingga diperoleh produk nori yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan disukai konsumen. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor dengan variasi suhu pengeringan. Faktor pertama perbandingan rumput laut hijau dan daun kelor (10:90, 20:80, dan 30:70), sedangkan faktor kedua variasi suhu pengeringan nori (45, 55 dan 65˚C). Hasil uji kimia dan sensorik terbaik berdasarkan aktivitas antioksidan adalah substitusi daun kelor dan rumput laut hijau (30:70) dengan variasi suhu pengeringan 45˚C dengan hasil kadar air 13,38%, kadar abu 8,82%, aktivitas antioksidan 69,73% dan kuat tarik 0,86. Hasil uji warna hijau kehitaman pada skor 4,06, flavor daun kelor agak langu pada skor 2,65, kerenyahan nori tidak terlalu renyah pada skor 2,96, kelaotan nori tidak alot pada skor 2,76 dan kesukaan keseluruhan 2,68.
Karakteristik Fisikokimia Tempe Ampas Tahu-Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L) Amin Syahadi; Nanik Suhartatik; Yannie Asrie Widanti
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.126 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7148

Abstract

Tempe ampas tahu merupakan tempe yang terbuat dari limbah padat atau ampas dalam pengolahan tahu. Tempe ampas tahu mengandung komposisi gizi yang cukup baik (karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin B12 dan mineral), akan tetapi keberadaan tempe ampas tahu di Indonesia masih terbebani dengan predikat makanan murah. Penambahan kacang merah pada tempe ampas tahu bertujuan untuk mendapatkan nilai tambah dari segi nilai gizi terutama serat. Kacang merah merupakan sumber serat yang baik. Setiap 100 gram kacang merah kering menyediakan serat sekitar 24 gram, yang terdiri dari campuran serat larut dan tidak larut air. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu lama fermentasi dengan waktu 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Faktor kedua yaitu penambahan kacang merah yaitu sebanyak 10%, 30% dan 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kacang merah berpengaruh nyata seiring dengan lamanya fermentasi pada kadar air, kadar protein, kadar serat kasar, tekstur dan kekompakan, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu. Produk terbaik dari beberapa formulasi tempe ampas tahu kacang merah secara kimia maupun fisik adalah tempe ampas tahu dengan penambahan kacang merah pada konsentrasi 30% dan lama fermentasi 36 jam dengan kadar air 73,24%, kadar abu 0,42%, kadar protein 5,21%, dan kadar serat kasar 7,91%, dengan tekstur 4,17 (padat) dan kekompakan 4,09 (kompak).
Aktivitas Antioksidan Minuman Beralkohol Berbasis Dami Nangka dengan Variasi Kadar Gula dan Jenis Teh Rama Bagaskara Yulianto; Akhmad Mustofa; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.104 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7207

Abstract

Penelitian ini menggunakan bahan baku dami nangka. Dami nangka merupakan bagian terbesar kedua setelah daging buah yang jumlahnya cukup banyak. Namun pada saat buah matang, dami sering kali dibuang karena rasanya yang tidak manis. Teh memiliki kandungan senyawa polifenol yang cukup tinggi, seperti flavonoid, fenol dan antioksidan. Minuman beralkohol yang digabungkan dengan teh dapat membantu mengurangi efek negatif terhadap kesehatan seperti berkurangnya antioksidan dalam darah, meningkatnya berat badan, dan timbulnya penyakit sirosis hati. Manfaat penambahan gula pada proses fermentasi bertujuan untuk memperoleh kadar alkohol yang lebih tinggi, tetapi bila kadar gula terlalu tinggi aktivitas khamir dapat terhambat. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan pengaruh kadar gula dan jenis teh agar dihasilkan minuman alkohol yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi dan menentukan minuman alkohol yang disukai panelis. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor pertama yaitu penambahan gula 75, 125, dan 175 gram. Faktor kedua yaitu penambahan jenis teh hitam, teh hijau, teh oolong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gula dan teh berpengaruh nyata terhadap sifat kimia pada minuman beralkohol dami nangka. Formulasi minuman beralkohol dami nangka yang tinggi antioksidan adalah penambahan gula 75 gram dan teh hijau dengan aktivitas antioksidan paling tinggi yaitu 85.90%.
Aktivitas Antioksidan Permen Jelly Daun Ungu (Graptophyllum pictum (L.) Griff) Dan Rosella (Hisbiscus Sabdariffa) Dengan Penambahan Jahe (Zingiber officinale) Asa Pratita Aninditya; Yannie Asrie Widanti; Nanik Suhartatik
JITIPARI Vol 7 No 2 (2022): JITIPARI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.393 KB) | DOI: 10.33061/jitipari.v7i2.7236

Abstract

Permen jelly adalah permen dengan bahan dasar gelatin yang mengakibatkan bertekstur kenyal. Pada penelitian ini dibuat permen jelly yang berbahan dasar daun ungu, rosella dan jahe sehingga akan menghasilkan produk permen jelly yang kaya akan antioksidan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan formulasi optimal pada pembuatan permen jelly daun ungu dan rosella dengan penambahan jahe yang menghasilkan permen jelly yang tinggi aktivitas antioksidan dan mempunyai sifat sensoris yang disukai serta menentukan karakteristik sifat fisikokimia dan sensoris permen jelly. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perbandingan ekstrak jahe, ekstrak daun ungu dan ekstrak bunga rosella. Formulasi yang dihasilkan ada sembilan antara lain F1 (5%; 71,25%; 23,75%), F2 (5%; 47,5%; 47,5%), F3 (5%; 23,75%; 71,25%), F4 (10%; 67,50%; 22,50%), F5 (10%; 47,00%; 47,00%), F6 (10%; 22,50%; 67,50%), F7 (15%; 63,75%; 21,25%), F8 (15%; 42,50%; 42,50%) dan F9 (15%; 21,25%; 63,75%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi terbaik permen jelly daun ungu dan rosella dengan penambahan jahe berdasarkan nilai kimia dan organoleptik adalah ekstrak jahe 15%, daun ungu 63,75% dan rosella 21,25% dengan kadar air sebesar 17,64%, kadar abu sebesar 0,23%, kadar gula reduksi 19,25%, total fenol sebesar 1,32 mg GAE/ml serta aktivitas antioksidan DPPH 7,29%.
THE EFFECT OF NUTRITION EDUCATION ON THE ENHANCEMENT OF HEALTHY FOOD KNOWLEDGE OF SCHOOL AGE CHILDREN Nanik Suhartatik; Akhmad Mustofa; Isnaini Elok Nur Azizah; Merkuria Karyantina; Sri Handayani; Riyani
PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences) 2022: PROCEEDINGS ICTESS
Publisher : PROCEEDING ICTESS (Internasional Conference on Technology, Education and Social Sciences)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nutrition education is an educational program to increase knowledge and attitudes toward nutrition.Higher nutritional knowledge will affect food consumption attitudes and behaviors. Nutrition educationincludes several activities as part of a two-way communication process for knowledge improvementwhich can help one understand and overcome nutrition problems. This study aims to determine theeffect of nutritional education provision on the enhancement of children's healthy food knowledge andprovide information on the proper and correct consumption of healthy foods in the case of publicelementary school of 16 Purwodadi, Grobogan. In this study, 66 fifth graders were involved asrespondents. The respondents were divided into 2 classes, namely, the education class and the noneducationclass. This research began with a pre-test to collect initial data, followed by provision ofeducation four times over a period of three days for the education class. After 2 months, a post-testwas conducted to collect the final data using online questionnaire. The results showed that theprovision of education did not significantly affect the respondents’ knowledge about healthy food butcould change the consumption behavior for some food. However there was a differences in meanvalue of knowledge after education for some questions. In the true/false questions about junk foods,two results were found to change after giving a nutrition education. Such efforts need to be done toimprove food consumption and consumer behavior along food.Keywords: Nutrition education, fast food, healthy food
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BOLU KUKUS UBI JALAR UNGU DENGAN VARIASI SUBSTITUSI UBI JALAR UNGU DAN LAMA FERMENTASI Handayani, Anna Mardiana; Suhartatik, Nanik; Rahayu, Kapti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.595 KB)

Abstract

Pemanfaatan ubi jalar ungu masih terbatas untuk bahan pangan. Kandungan antosianin pada ubi jalar ungu memiliki sifat fungsional. Salah satu penganekaragaman produk olahan ubi jalar ungu adalah pembuatan bolu kukus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar ungu terhadap karakteristik dan sifat antioksidatif bolu kukus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu variasi substitusi ubi jalar ungu (25% b/b, 50% b/b, dan 75% b/b) dan faktor kedua yaitu variasi lama fermentasi (1,5 jam, 2 jam, dan 2,5 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh dengan pertimbangan berdasarkan aktivitas antioksidan dan karakteristik bolu kukus yaitu variasi substitusi ubi jalar ungu 50 % dan lama fermentasi 1,5 jam memiliki kadar air 39,02 %, kadar lemak 1,78 %, kadar protein 12,74 %, kadar senyawa antioksidan 49,10 %, total antosianin 41,96 mg/kg, total fenol 150,15 mg asam galat/100g, nilai FRAP 0,960 %. Uji organoleptik terhadap bolu kukus ubi jalar ungu diperoleh sesuai dengan standart bolu yaitu warna bolu kukus ungu, rasa bolu terasa ubi jalar ungu, tekstur bolu lembut, kesukaan keseluruhan panelis menilai suka terhadap bolu kukus. Kata Kunci: Ubi jalar Ungu, Bolu Kukus, Antosianin, Antioksidan
Co-Authors Ainun Mardiyah Akhmad Mustofa Alfinda Taju Ulya Ali Djamhuri Amin Syahadi Angraini Mariam Saraswati Anna Mardiana Handayani Artha, Bareta Agdia Pury Arvita Fajar Sholeca Asa Pratita Aninditya Astutiningsih, Fitri Ayu Krisna Hadi, Kesia Uma Bareta Agdia Pury Artha Bernadetha Eden Krisdita Beti Cahyaning Astuti Christiningrum, Yulia Agnes Crisdyana Eko Setyaningsih Dara Chandra Pustika Desy Lustiyani Dewi Ayu Wulandari Setyobudi Diyah Ayu Eka Patmasari Dwi Nurcahyani Dwi Yulia Vina Pratiwi Edi Wibowo Einstivina Nuryandani Eko Yuliastuti E.S Endang S. Rahayu Endang Srijuliani Endang Sutriswati Rahayu Endang Sutriswati Rahayu Erma Ayu Nurcahyani Fadilah Husnun Fadilah Husnun Fajar Eko Prastomo Fajariyah, Anna Firdhauzi, Amila Fitriyanto, Akbar Guntur Satrio Bhakti Harto Widodo, Harto Hasanah, Amalia L Haztien Silmi Triyani Hida Arum Sakura Hidayati, Laras Annisa Husnun, Fadilah Ihfan Bagas Aditya Indrias Tri Purwanti Irvia Resti Puyanda Isnaini Elok Nur Azizah Istiqomah Setyorini Junianto, Faizal Kapti Rahayu Kapti Rahayu Kuswanto Kesia Uma Ayu Krisna Hadi Khabibulloh, Mohammad J M Kirana Swasti Ningrum kurnianti kumala setyaningrum Kurniawan, Yanuar Aldy Lestari, Wida Novia Linda Ristiana Linda Ristiana, Linda Maria, Agnes Merkuria Karyantina Mimin Nurjanah Mita Krisna Murti Muhammad Nur Cahyanto Mustofa, Ecio Mutiara Krisna Putri Nanda Pratiwi Ningrum, Ega Sulistiyo Ningrum, Kirana Swasti Nirwesthi, Kartika K Nugraheni, Ratna Dewi Nugroho, Wahyuningtyas Puji Nur'aini, Vivi Nuraini, Vivi Nurcahyani, Dwi Nurcahyani, Erma Ayu Nurhidayanti Nurhidayanti Nurlisa, Devi Nur’Aini, Vivi Oktavia Permatasari Permatasari, Oktavia Pertiwi, Ria Ponco Mursito Pradana, Ridofan Aji Pranata, Gigih Pundhi Ludiani Hartiwi Rachel Erdha Christyanna Rama Bagaskara Yulianto Renhard Sirumapea Risky mawardi Riyani Saputri, Wikiyas L Saraswati, Angraini Mariam SHAHERTIAN PUTRI, AYUK FEBRIANA Sholihah, Efi N Sirumapea, Renhard Sokhif Saiful Anwar Soraya Habibi Sri . Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Handayani Sri Raharjo Sri Raharjo Sri Raharjo Srijuliani, Endang Titiek F Djaafar Tri Marwati Triyani, Haztien Silmi Triyono, Kharis Vivi Nuraini Wahyuningtyas Puji Nugroho Wanda Nurwidyana Utami Warjito, W Widya Anggraini Pamungkas Wijaya, Danastri Wulandari, Yustina Wuri Yannie Asrie Widanti Yudha Dwi Haryo Bintoro Yudha Dwi haryo Bintoro Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari Yustina Wuri Wulandari