Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENERAPAN TERAPI NON-FARMAKOLOGI MASSAGE UNTUK MENURUNKAN NYERI TERHADAP PENDERITA ARTHRITIS GOUT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MACCINI SAWAH Ana Jurhana; Rahmawati Ramli; Akbar Asfar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Arthritis Gout adalah penyakit degeneratif yang disebabkan oleh metabolisme purin yang abnormal, mengakibatkan peningkatan kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia) dan penimbunan kristal garam urat pada sendi, yang menyebabkan peradangan pada persendian. Penatalaksanaan asam urat mencakup farmakologi dan non-farmakologi, salah satunya melalui terapi massage yang dapat meredakan nyeri dan meningkatkan sirkulasi darah. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit asam urat di Indonesia meningkat, termasuk di Makassar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi massage non-farmakologi dalam menurunkan nyeri pada penderita arthritis gout di Puskesmas Maccini Sawah. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan satu pasien lansia yang mengalami nyeri pada persendian. Setelah tiga hari terapi massage, pasien melaporkan penurunan skala nyeri dari 4 (nyeri sedang) menjadi 1 (nyeri ringan). Selain itu, pasien juga melaporkan peningkatan kualitas tidur. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terapi massage efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan kualitas tidur pada penderita arthritis gout, sehingga dapat menjadi alternatif penanganan non-farmakologi yang bermanfaat untuk pasien lansia.
PENERAPAN KOMBINASI MUROTTAL DAN HIDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP NYERI KEPALA PASIEN HIPERTENSI Nadia Jesica Aprilia; Rahmawati Ramli; Akbar Asfar
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang sering disertai nyeri kepala, gangguan tidur, dan ansietas. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 29,2%, dengan banyak kasus tidak terdeteksi secara dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kombinasi terapi murottal Al-Qur’an dan hidroterapi rendam kaki air hangat terhadap penurunan nyeri kepala pada penderita hipertensi. Metode yang digunakan adalah studi kasus asuhan keperawatan pada Ny. D (52 tahun) selama tiga hari, meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi (kombinasi murottal dan hidroterapi), implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan penurunan skala nyeri dari 5 menjadi 3, tekanan darah menurun dari 169/103 mmHg menjadi 130/85 mmHg, serta perbaikan pola tidur dan penurunan ansietas hingga semua masalah keperawatan dinyatakan teratasi pada hari ketiga. Kesimpulannya, kombinasi terapi nonfarmakologis ini efektif dalam mengatasi nyeri kepala dan gejala terkait pada pasien hipertensi melalui pendekatan holistik yang memadukan aspek fisik, psikologis, dan spiritual.
PENERAPAN OTOT PROGRESIF DALAM MENURUNKAN NYERI KEPALA PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PAMPANG Agusrianti Agusrianti; Rahmawati Ramli; Sudarman Sudarman; Suhermi Suhermi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi masalah utama di dunia, baik di negara maju maupun negara negara berkembang, termasuk Indonesia. Hipertensi dijuluki Silent killer karena tidak menunjukkan gejala, sehingga perlu dilaksanakan penanganan untuk pengendalian hipertensi dan mencegah terjadinya komplikasi secara dini. Tujuan karya tulis ilimiah ini adalah untuk mlelngetahui efektivitas penerapan relaksasi otot progresif dalam menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi di Puskesmas Pampang. Metode penelitian ini merupakan studi kasus terhadap Ny.J sebagai subjek yang menderita nyeri kepala. Nyeri kepala digunakan untuk menilai subjek sesudah intervensi. Selain itu, data demografis dan karakteristik nyeri kronis, ansietas dan defisit Pengetahuan juga dikumpulkan. Hasil analisis menunjukkan bahwa teknik relaksasi otot progresif secara signifikan menurunkan nyeri kepala. Subjek yang menerima Teknik relaksasi otot progresif juga melaporkan Ansietas, Defisit Pengetahuan klien terkait dengan penyakitnya berkurang dan penurunan frekuensi nyeri kepala menurun. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan relaksasi otot progresif pada pasien hipertensi bermanfaat dalam menurunkan nyeri kepala. hasil ini memberikan dasar yang kuat untuk merekomendasikan penerapan relaksasi otot progresif sebagai bagian dari strategi pengobatan yang komprehensif untuk menurunkan nyeri kepala pada pasien hipertensi.
Penerapan Latihan Jalan Tandem Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Dengan Stroke Di Puskesmas Pampang Airmawati Febrilia Hassiddiq; Rahmawati Ramli; Titik Agustini; Samsualam
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2070

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak. Pada lansia, stroke sering kali disertai dengan penurunan fungsi neurologis, sensoris, dan sistem muskuloskeletal yang menyebabkan berkurangnya keseimbangan tubuh, melemahnya koordinasi otot, serta berkurangnya kemampuan motorik, yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia menjadi perhatian utama karena dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti patah tulang, imobilisasi berkepanjangan. Untuk mengurangi risiko jatuh, diperlukan intervensi yang tepat. Salah satu latihan yang terbukti efektif adalah latihan tandem walking, yaitu berjalan lurus dengan menyusun tumit kaki yang satu tepat di depan ujung jari kaki yang lain secara bergantian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan tandem walking dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia pasca-stroke. Instrumen yang digunakan dalam evaluasi adalah Timed Up and Go (TuG) dan Morse Fall Scale (MFS), yang keduanya merupakan alat ukur standar untuk menilai risiko jatuh dan performa mobilitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kemampuan menjaga keseimbangan klien setelah diberikan intervensi berupa latihan berjalan tandem. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian edukasi kesehatan kepada klien mengenai kondisi stroke yang dialami, serta cara-cara pencegahan jatuh yang sederhana namun efektif. Kesimpulannya latihan tandem walking merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia, khususnya mereka yang memiliki riwayat stroke.
Penerapan Intervensi Massage Punggung terhadap Penurunan Nyeri Kepala pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pampang Aprilia Damayanti; Rahmawati Ramli; Tutik Agustini
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2328

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang terjadi pada seseorang yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara tetap. Gejala yang paling sering menyertai hipertensi adalah nyeri kepala serta kelelahan. Secara umum penatalaksanaan nyeri kepala terdiri atas 2 kategori yakni secara farmakologis serta non-farmakologis. Salah satu cara sederhana dalam rangka menurunkan nyeri kepala yakni dengan massage punggung. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) bertujuan untuk menganalisis intervensi massage punggung terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode : Karya ilmiah ini bertujuan untuk menggunakan metode observasi NRS (numeric rating scale) serta pendekatan dekskriptif menggunakan SOP. Hasil menunjukkan adanya perubahan dalam penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi dan memberikan informasi serta pendidikan kesehatan mengenai pemberian massage punggung. Maka dapat disimpulkan bahwa massage punggung dapat menurunkan nyeri kepala terhadap pasien hipertensi.
Penerapan Terapi Massage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Rheumatoid Artritis Di Rumah Sehat Zein Holistik Theraphy Kota Makassar Indah; Sunarti; Mardiah; Rahmawati Ramli
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2391

Abstract

Rhuematoid artritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan sendi kronis dan menyebabkan nyeri berkepanjangan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak. Nyeri merupakan salah satu gejala utama yang sangat memengaruhi kualitas hidup penderita RA. Terapi non-farmakologis seperti terapi massage dapat menjadi alternatif dalam mengurangi nyeri. Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi massage terhadap penurunan skala nyeri pada Ny. R yang menderita rematoid artritis di Rumah Sehat Zein Holistik. Metode penelitian ini adalah Studi kasus yang menjelajahi suatu masalah. Studi ini dilakukan pada 1 pasien yaitu Ny.R. dengan rhematoid Artritis. Hasil penerapan intervensi terapi message terhadap penurunan nyeri rhematoid artritis pada Ny. R di Rumah Sehat Zein Holistic Therapy bahwa didapatkan tingkat nyeri mengalami penurunan dari nyeri sedang (Skala 5) ke nyeri ringan (Skala 2). Intervensi dilakukan dalam 1 kali pemberian terapi message selama 40 menit. Hal ini menunjukkan bahwa terapi massage efektif dalam menurunkan nyeri pada penderita rematoid artritis. Terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan intervensi keperawatan komplementer dalam manajemen nyeri kronis.