Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Penerapan Latihan Jalan Tandem Terhadap Penurunan Resiko Jatuh Pada Lansia Dengan Stroke Di Puskesmas Pampang Airmawati Febrilia Hassiddiq; Rahmawati Ramli; Titik Agustini; Samsualam
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2070

Abstract

Stroke merupakan gangguan fungsi saraf yang terjadi akibat terganggunya aliran darah ke otak. Pada lansia, stroke sering kali disertai dengan penurunan fungsi neurologis, sensoris, dan sistem muskuloskeletal yang menyebabkan berkurangnya keseimbangan tubuh, melemahnya koordinasi otot, serta berkurangnya kemampuan motorik, yang dapat meningkatkan risiko jatuh. Risiko jatuh pada lansia menjadi perhatian utama karena dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti patah tulang, imobilisasi berkepanjangan. Untuk mengurangi risiko jatuh, diperlukan intervensi yang tepat. Salah satu latihan yang terbukti efektif adalah latihan tandem walking, yaitu berjalan lurus dengan menyusun tumit kaki yang satu tepat di depan ujung jari kaki yang lain secara bergantian. Studi ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas latihan tandem walking dalam menurunkan risiko jatuh pada lansia pasca-stroke. Instrumen yang digunakan dalam evaluasi adalah Timed Up and Go (TuG) dan Morse Fall Scale (MFS), yang keduanya merupakan alat ukur standar untuk menilai risiko jatuh dan performa mobilitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif dalam kemampuan menjaga keseimbangan klien setelah diberikan intervensi berupa latihan berjalan tandem. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan pemberian edukasi kesehatan kepada klien mengenai kondisi stroke yang dialami, serta cara-cara pencegahan jatuh yang sederhana namun efektif. Kesimpulannya latihan tandem walking merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan keseimbangan dan menurunkan risiko jatuh pada lansia, khususnya mereka yang memiliki riwayat stroke.
Penerapan Intervensi Massage Punggung terhadap Penurunan Nyeri Kepala pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Pampang Aprilia Damayanti; Rahmawati Ramli; Tutik Agustini
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2328

Abstract

Hipertensi merupakan suatu penyakit yang terjadi pada seseorang yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah secara tetap. Gejala yang paling sering menyertai hipertensi adalah nyeri kepala serta kelelahan. Secara umum penatalaksanaan nyeri kepala terdiri atas 2 kategori yakni secara farmakologis serta non-farmakologis. Salah satu cara sederhana dalam rangka menurunkan nyeri kepala yakni dengan massage punggung. Karya Ilmiah Akhir Ners (KIAN) bertujuan untuk menganalisis intervensi massage punggung terhadap penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi. Metode : Karya ilmiah ini bertujuan untuk menggunakan metode observasi NRS (numeric rating scale) serta pendekatan dekskriptif menggunakan SOP. Hasil menunjukkan adanya perubahan dalam penurunan nyeri kepala pada pasien hipertensi dan memberikan informasi serta pendidikan kesehatan mengenai pemberian massage punggung. Maka dapat disimpulkan bahwa massage punggung dapat menurunkan nyeri kepala terhadap pasien hipertensi.
Penerapan Terapi Massage Terhadap Penurunan Skala Nyeri Pada Pasien Rheumatoid Artritis Di Rumah Sehat Zein Holistik Theraphy Kota Makassar Indah; Sunarti; Mardiah; Rahmawati Ramli
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2391

Abstract

Rhuematoid artritis (RA) merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan peradangan sendi kronis dan menyebabkan nyeri berkepanjangan, pembengkakan, dan keterbatasan gerak. Nyeri merupakan salah satu gejala utama yang sangat memengaruhi kualitas hidup penderita RA. Terapi non-farmakologis seperti terapi massage dapat menjadi alternatif dalam mengurangi nyeri. Massage adalah salah satu perawatan tubuh dengan menggunakan kedua tangan pada bagian telapak tangan maupun jari-jari tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan terapi massage terhadap penurunan skala nyeri pada Ny. R yang menderita rematoid artritis di Rumah Sehat Zein Holistik. Metode penelitian ini adalah Studi kasus yang menjelajahi suatu masalah. Studi ini dilakukan pada 1 pasien yaitu Ny.R. dengan rhematoid Artritis. Hasil penerapan intervensi terapi message terhadap penurunan nyeri rhematoid artritis pada Ny. R di Rumah Sehat Zein Holistic Therapy bahwa didapatkan tingkat nyeri mengalami penurunan dari nyeri sedang (Skala 5) ke nyeri ringan (Skala 2). Intervensi dilakukan dalam 1 kali pemberian terapi message selama 40 menit. Hal ini menunjukkan bahwa terapi massage efektif dalam menurunkan nyeri pada penderita rematoid artritis. Terapi ini dapat menjadi salah satu pilihan intervensi keperawatan komplementer dalam manajemen nyeri kronis.
Pengaruh Pembalut Hidrogel terhadap Penyembuhan Luka Bakar Derajat Dua di Klinik Griya Afiat Gowa Makassar Wandalia Safitri La Ada; Wa Ode Sri Asnaniar; Rahmawati Ramli; Nur Erna Marinir
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3698

Abstract

Luka bakar dapat menyebabkan kerusakan jaringan pada kulit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan api, panas, kimia, elektrik dan radiasi. Terdapat beberapa alternatif yang dapat digunakan diantaranya menggunakan Hidrogel, Hydrogel mengandung struktur polimer yang mengikat air dalam jumlah besar, menjaga luka tetap lembab dan memberikan efek dingin yang meningkatkan kenyamanan pasien dan mempercepat proses penyembuhan luka bakar terutama luka bakarderajat II. Tujuan Penelitian:Pada penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dressing hidrogel pada proses penyembuhan luka bakar. Metode : studi kasus yang menjelajahi suatu masalah atau temuan yang terperinci studi ini dilakukan pada 1 klien yaitu Tn. A dengan masalah keperawatan yaitu nyeri akut dan integritas kulit. Hasil Asuhan Keperawatan : Setelah diberikan asuhan keperawatan dengan pemberian Dressing Hidrogel selama 1x2 jam selama 2 kalipertemuan pada klien, efektif untuk penyembuhan luka bakar derajat II. Kesimpulan : Bahwa perawatan luka denganmenggunakan Dressing Hidrogel efektif untuk penyebuhan Luka Bakar Derajat II.