Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Edukasi Tanda dan Bahaya pada Kehamilan di Klinik Hj. Titiek Kota Makassa taqiyah, yusrah; Fatma Jama; Rahmawati Ramli; Wan Sulastri Emin; Suhermi
Window of Community Dedication Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v4i1.1650

Abstract

Maternal mortality rate (MMR) is an important indicator to see the importance of a nation's health status and is one of the components of the development index and quality of life index. Pregnancy danger signs are signs or symptoms that indicate the mother is in danger, based on the initial survey of the service team, getting data on the lack of knowledge of mothers about signs in pregnancy at the titiek Makassar field clinic. The purpose of this service is to provide education about danger signs in pregnant women. The method of service is by lecture / counseling, discussion and question and answer. The target respondents of the service were pregnant women who were in trimesters I, II, and III totaling 15 respondents. The results obtained after being given the material of the danger signs of pregnancy obtained the number of pregnant women who have good knowledge as many as 14 people (93.5%), and sufficient knowledge 1 person (6.5%). The conclusion of this service is that there is a good effect of counseling on pregnancy danger signs on pregnant women.
Pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Dismenore pada Remaja Kasan, Hastri Arifin; Yusrah Taqiyah; Suhermi; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 4 No. 1 (Juni, 2023)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v4i1.635

Abstract

Dismenore merupakan salah satu gangguan mestruasi yang sering di alami oleh remaja putri. Untuk penanganan dismenore bisa dilakukan dengan terapi non-farmakologi salah satunya adalah teknik relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan dismenore pada remaja di Ma Al-Ishlah Gale-gale Kabupaten Maluku Tengah. Desain penelitian yang digunakan adalah Pre experiment dengan rancangan one group pretest posttest. Penelitian ini di laksanakan di Ma Al-Ishlah gale-gale sejak 14 Mei/14 Juli 2022 dengan jumlah populasi 60 remaja. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Pengolahan data menggunakan uji statistic Wilcoxon dengan tingkat signifikn α < 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan, sebelum diberi perlakuan teknik relaksasi otot progresif tingkat dismenore pada remaja berada pada nyeri ringan 58,8% hingga nyeri sedang 40% dan nyeri berat 1,7%. Tetapi setelah di beri perlakukan teknik relaksasi otot progresif tingkat dismenore pada remaja berada pada tidak nyeri 55% hingga nyeri ringan 43,3% dan nyeri sedang 1,7%. Uji Wilcoxon menunjukkan p Value = 0,000. Sehingga Ha diterima artinya terdapat pengaruh pemberian teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan dismenore. Kesimpulan dari penelitian bahwa relaksasi otot progresif dapat menurunkan dismenorea pada Remaja di Ma al-Ishlah Gale-gale Kabupaten Maluku Tengah. Oleh karena itu teknik relaksasi otot progresif dapat di jadikan sebagai terapi non-farmakologi yang bisa dilakukan secara mandiri dalam mengatasi tingkat dismenore.
Optimalisasi Self Efficacy Pasien Chronic Kidney Disease (CKD)melalui Edukasi Pembatasan Caira Akbar, Akbar Asfar; sudarman; Wan Sulastri Emin; Brajakson Siokal; Wa Ode Sri Asnaniar; Yusrah Taqyiah; Fatma Jama; Suhermi; Samsualam
Window of Community Dedication Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/wocd.v3i2.1076

Abstract

Chronic kidney disease is a clinical condition characterized by a progressive and irreversible decline in kidney function, requiring appropriate renal replacement therapy in the form of kidney transplantation or dialysis. The prevalence of chronic kidney disease (CKD) is increasing, as is the case with chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis therapy. Self-efficacy is a belief that determines how a person thinks, motivates himself and decides to perform a behavior to achieve the desired goal. Self efficacy affects the quality of life of CKD patients undergoing hemodialysis. Regulation of fluid intake is very important and can affect the increase in Interdialytic Waight Gain (IDWG). Weight gain is a major problem in patients undergoing hemodialysis therapy of more than 4 kg. During interviews with patients undergoing therapy, it turned out that there were still many who had not done fluid restriction as recommended. The method used in community service activities is by lectures/counseling, discussion and question and answer. The results of the dedication showed that the education participants listened well and understood the importance of fluid restriction in patients with CKD. The results of this activity increase the patient's understanding or self-efficacy based on the results of pre-test and post-test evaluations regarding fluid restriction. Keywords: Chronic Kidney Disease, Hemodialysis, Self Efficacy
PENGARUH SUCTION ETT TERHADAP PENINGKATAN OKSIGEN PADA PASIEN STROKE HEMORAGIC DI RSOJ PERTAMINA ROYAL BIRINGKANAYA MAKASSAR Ikbar Ibrahim; Sudarman Sudarman; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian ketiga di dunia pada negara maju ataupun negara berkembang. Stroke perdarahan intraserebral (Intracerebral Hemorrhage, ICH) atau yang biasa dikenal sebagai stroke hemoragik, yang diakibatkan pecahnya pembuluh intraserebral. Kondisi tersebut menimbulkan gejala neurologis yang berlaku secara mendadak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan suction ETT terhadap peningkatan saturasi oksigen (SPO2) pasien Stroke Haemoragik. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan membuat kesimpulan berdasarkan pemberian tindakan suction ETT. Teknik suction yang digunakan adalah metode open suction system. Suction dilakukan kurang dari 15 detik dilanjutkan dengan pemberian oksigen dengan cara Ventilasi BVM setiap setelah penghisapan. Hasil pengkajian ditemukan keluhan utama penurunan kesadaran GCS 3 dan sulit bernafas. didapatkan masalah keperawatan utama bersihan jalan nafas tidak efektif, Intervensi keperawatan utama adalah manajemen jalan nafas buatan. Implementasi dilakukan sekitar 10-20 menit. Evaluasi didapatkan Kadar saturasi oksigen sebelum Suction ETT adalah 87%. Dan menjadi 98% setelah di lakukan Suction ETT Dari evaluasi tersebut disimpulkan bahwa Suction ETT Efektif untuk meningkatkan SPO2 pasien stroke haemoragik. Diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pelayanan kesehatan untuk meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya pada pasien Stroke Haemoragik dan dapat menerapkan evidenbase terapi Suction ETT untuk meningkatkan SPO2 pasien dengan masalah bersihan jalan nafas pada pasien terintubasi.
Penerapan Posisi Semi-Fowler dan Terapi Oksigen untuk Mencegah Peningkatan Tekanan Intra Kranial pada Pasien Stroke Non Hemoragik di IGD RSOJ Pertamina Makassar Sastriyadi Kuswanto Thamrin; Sudarman Sudarman; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 8 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke non hemoragik merupakan kegawatdaruratan neurologis yang sering menyebabkan peningkatan tekanan intrakranial (TIK). Peningkatan TIK memperburuk prognosis pasien dan meningkatkan risiko kematian. Penatalaksanaan awal yang tepat, termasuk posisi semi-Fowler dan terapi oksigen, dapat membantu menurunkan risiko peningkatan TIK, mengetahui efektivitas penerapan posisi semi-Fowler dan terapi oksigen terhadap pencegahan peningkatan TIK pada pasien stroke non hemoragik di IGD RSOJ Pertamina Makassar, studi kasus deskriptif observasional pada seorang pasien stroke non hemoragik yang mengalami sesak napas dan kelemahan ekstremitas, intervensi yang diberikan berupa posisi semi-Fowler (30–45°) dan terapi oksigen 2–3 L/menit melalui kanul nasal. Data dikumpulkan melalui observasi tanda vital, frekuensi napas, saturasi oksigen, dan kondisi neurologis pasien, sebelum intervensi, pasien menunjukkan frekuensi napas 34x/menit dengan saturasi oksigen 96%. Setelah intervensi posisi semi-Fowler dan terapi oksigen selama 30 menit, saturasi oksigen meningkat menjadi 98% dan frekuensi napas menurun menjadi 29x/menit. Kondisi ini menunjukkan stabilisasi respirasi dan menurunnya risiko peningkatan TIK, kesimpulannya Penerapan posisi semi-Fowler dan terapi oksigen terbukti efektif membantu mencegah peningkatan TIK pada pasien stroke non hemoragik. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan non-farmakologis di instalasi gawat darurat.
EFEKTIFITAS PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI DISTRAKSI DALAM MENGURANGI NYERI PADA VULNUS LACERATUM DI RS TK II PELAMONIA MAKASSAR Darmawati Darmawati; Akbar Asfar; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulnus laceratum merupakan salah satu jenis luka robek yang banyak ditemukan di instalasi gawat darurat (IGD), terutama akibat kecelakaan lalu lintas. Luka ini sering menimbulkan nyeri hebat, risiko infeksi, serta gangguan integritas kulit yang dapat memperburuk kualitas hidup pasien.Penanganan nyeri pada pasien dengan luka robek menjadi salah satu fokus utama dalam pelayanan keperawatan. Teknik distraksi merupakan intervensi nonfarmakologis yang digunakan untuk membantu menurunkan persepsi nyeri secara efektif. Metode:Studi ini merupakan laporan kasus yang dilakukan di IGD RS Tk II Pelamonia Makassar pada pasien laki-laki usia 45 tahun dengan diagnosis vulnus laceratum pada ekstremitas atas dan bawah kiri. Asuhan keperawatan diberikan dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian primer dan sekunder, penetapan tiga diagnosa keperawatan utama (nyeri akut, gangguan integritas kulit, dan risiko tinggi infeksi), perencanaan, implementasi intervensi termasuk teknik distraksi, dan evaluasi hasil.Hasil Asuhan Keperawatan: Pasien menunjukkan penurunan skala nyeri dari 7-8 (berat) menjadi 4-5 (sedang) setelah dilakukan teknik distraksi berupa pemberian audio musik dan relaksasi napas. Luka dibersihkan secara steril dan dilakukan penjahitan. Risiko infeksi berhasil dicegah melalui kontrol aseptik dan edukasi kepada pasien. Evaluasi akhir menunjukkan perbaikan signifikan pada integritas kulit dan penurunan keluhan nyeri.Kesimpulan:Penerapan teknik distraksi terbukti efektif dalam mengurangi intensitas nyeri pada pasien dengan vulnus laceratum. Intervensi keperawatan yang menyeluruh dan berbasis bukti dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan meningkatkan kenyamanan pasien di IGD. Teknik ini layak menjadi bagian dari intervensi standar nonfarmakologis dalam manajemen nyeri akut.
PENERAPAN GUIDED IMEGERY TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN DENGAN CEDERA KAPITIS RINGAN DI INSTALASI GAWAT DARURAT RS TK.II PELAMONIA MAKASSAR Resky Yani; Akbar Asfar; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 10 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kapitis ringan merupakan jenis trauma kepala yang sering dijumpai di instalasi gawat darurat. Meskipun bersifat ringan, kondisi ini tetap menimbulkan keluhan nyeri yang signifikan dan mengganggu kenyamanan pasien. Penanganan nyeri yang cepat dan tepat sangat penting dalam mempercepat pemulihan. Selain intervensi farmakologis, pendekatan nonfarmakologis seperti teknik guided imagery terbukti dapat menurunkan intensitas nyeri melalui relaksasi mental dan visualisasi positif. Metode: Penelitian ini merupakan studi kasus terhadap pasien dengan cedera kapitis ringan yang dirawat di IGD RS Tk.II Pelamonia Makassar. Pengkajian dilakukan secara menyeluruh menggunakan pendekatan ABCDE. Intervensi keperawatan difokuskan pada penerapan teknik guided imagery untuk mengurangi nyeri, yang dilakukan selama sesi 15–20 menit dengan panduan visualisasi terstruktur. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan skala nyeri sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6 (sedang) menjadi skala 3 (ringan) setelah dilakukan intervensi guided imagery. Pasien menunjukkan respon positif berupa ekspresi wajah lebih rileks, penurunan ketegangan otot, serta peningkatan kenyamanan selama perawatan di IGD.Asuhan Keperawatan: Diagnosa keperawatan utama adalah nyeri akut berhubungan dengan cedera fisik. Intervensi yang diberikan meliputi observasi skala nyeri, edukasi teknik relaksasi, penerapan guided imagery, serta kolaborasi pemberian analgetik bila diperlukan. Evaluasi menunjukkan bahwa teknik ini efektif sebagai pelengkap manajemen nyeri komprehensif. Kesimpulan: Guided imagery efektif digunakan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan nyeri pada pasien dengan cedera kapitis ringan. Intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan gawat darurat yang berfokus pada kenyamanan pasien.
PENERAPAN TERAPI GENGGAM JARI PADA NY. M TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI IGD RS PELAMONIA MAKASSAR Marwah Majid; Akbar Asfar; Muhajirin Muhajirin; Wan Sulastri Emin
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 5 (2025): Oktober - November 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak di derita di dunia yang tiap tahunya mengalami peningkatan sehingga sampai saat ini masih menjadi masalah utama di dunia, berdasarkan data perkiraan kesehatan global World Health Organization (WHO) tahun 2021 menyebutkan bahwa penderita hipertensi tercatat sebanyak 1,13 milyar (WHO, 2021). Kegawat daruratan medis kondisi hipertensi yang  tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan masalah kesehatan lainnya seperti kerusakan ginjal, penyakit jantung, penyakit stroke dan aterosklerosis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yang dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita Hipertensi untuk menurunkan tekanan darah adalah Terapi genggam jari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Terapi relaksasi genggam jari terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di IGD Rs. Pelamonia Makassar. Metode Penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deskriptif, dimana data dikumpulkan melalui observasional terhadap pasien yang mengalami masalah Hipertensi dan mendapatkan Intervensi Terapi genggam jari dan relaksasi nafas dalam. Hasil Studi kasus menunjukkan bahwa Terapi genggam jari dan relaksasi nafas dalam terbukti efektif untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi di tandai dengan terjadi penurunan tekanan darah. Nilai tekanan darah pasien hipertensi sebelum dilakukan intervensi adalah 190/115 mmHg dan setelah dilakukan terapi mengalami penurunan nilai tekanan darah menjadi 163/93 mmHg. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait validasi temuan ini dengan metode berbeda sehingga mampu meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Terapi alternatif yang dapat digunakan dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Hubungan Body Image dengan Perilaku Self Esteem pada Remaja Putri Idris, Indrayani; Suhermi; Alam, Rizqy Iftitah; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.853

Abstract

Adolescents will go through various changes in themselves both physically, emotionally and psychologically. Associated with the physical changes that occur, adolescents must be able to accept their physical condition and use their bodies effectively. Physical changes that occur in adolescents are related to body image. A teenager is said to have a positive body image if he is satisfied with his current physical condition. This study aims to determine the relationship between body image and self-esteem behavior in young women in Punranga Village. This type of research is quantitative with a cross sectional study approach. The sampling technique used purposive sampling technique as many as 66 people from a total population of 80 people and used an instrument in the form of a questionnaire to retrieve information. The analysis uses the Chi-Square test as a tool to test the relationship between variables with a significance level of = 0.05. The results obtained 23 respondents who have a negative body image, of which there are 3 respondents (13.0%) who have low self-esteem and 20 respondents (87.0%) who have high self-esteem behavior. As for the positive body image, there are 43 respondents, of which 17 respondents (39.5%) have low self-esteem behavior and 26 respondents (60.5%) have high self-esteem behavior. The results of statistical tests with Chi-Square obtained p = 0.026 (<0.05). The conclusion in this study is that there is a relationship between body image and self-esteem in young women in Punranga Village. For this reason, it is hoped that adolescents will always increase their self-confidence and respect themselves, both in appearance and physically.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri tentang Kebersihan Alat Genetalia Fera Nur Ramadhani; Tutik Agustini; Jama, Fatma; Yusrah Taqiyah; Wan Sulastri Emin
Window of Nursing Journal Vol. 5 No. 2 (Desember, 2024)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/won.v5i2.1121

Abstract

Genital infection is a health problem that is often experienced by women. Every year, around 100 million women worldwide are exposed to genital infections which can cause vaginitis, cervicitis and urethritis, and trichomoniasis which can affect pregnancy. Adolescents' lack of knowledge and access to reproductive health services is important for their physical and psychosocial well-being. This study used a Pre-experimental Design with the type of design used One Group Pretest-Postest Design. The samples were taken by simple random sampling technique with a sample size of 59 young women. Data collection used an instrument in the form of a questionnaire on the knowledge of young women about genital hygiene before and after health education. The analysis uses the Wilcoxon test as a test tool with a significance level of α=0.05. The results of this study indicate that of the 59 people before being given health education, it was found that 28.0% had good knowledge, 45.8% had sufficient knowledge, and 25.4% had less knowledge, while after being given health education all female adolescents have good knowledge. The Wilcoxon test results obtained a value of p = 0.000, which means that the p value is smaller than the value (α) of 0.05. The conclusion in this study is that there is an effect of health education on increasing knowledge of young women about genital hygiene at SMA Negeri 09 Makassar, where the more often adolescents get health education about genital hygiene, the more knowledge students have about genital hygiene. For this reason, it is hoped that the school, especially the Guidance and Counseling teacher, is expected to motivate female students to improve their personal health, especially genital hygiene with a health education approach.