Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Pencegahan Komplikasi Diabetik Terhadap Peningkatan Pengetahuan: Kajian Pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Kassi-Kassi, Makassar Aisyah, Sitti; Mikawati; Malik, Muh. Zukri; Makkasau; Pratiwi, Rizky
Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan Vol. 3 No. 03 (2024): Buletin Ilmu Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bikk.v3i03.613

Abstract

Berbagai masalah kesehatan yang muncul akibat komplikasi DM seperti infeksi kaki yang berisiko amputasi, upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian edukasi kesehatan berbasis health promotion yang dapat meningkatkan pengetahuan dalam manajemen DM. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis health promotion tentang pencegahan komplikasi diabetik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes melitus. Metode Penelitian : Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode quasi experiment dengan pendekatan one group dengan pretest – posttest design. Sampel yang digunakan sebanyak 48 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan sikap penderita DM setelah dilakukan edukasi kesehatan dengan nilai pengetahuan baik 40 responden (83,3%) dan sikap positif sebanyak 43 responden (89,6%). Hasil uji-wilcoxon test untuk pengetahuan diperoleh nilai ρ=0,000, sedangkan sikap diperoleh nilai ρ=0,000. Kesimpulan dan saran : Terdapat pengaruh edukasi kesehatan berbasis health promotion tentang pencegahan komplikasi diabetik terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien diabetes melitus. Saran penderita diabetes melitus sebaiknya mencegah terjadinya komplikasi berlanjut dengan mengikuti secara aktif edukasi kesehatan yang telah disiapkan oleh instansi kesehatan maupun melalui media edukasi lainnya.
Pendampingan Komunitas dalam Modifkasi Gaya Hidup untuk Menurunkan Kadar Gula darah pada Pasien Pradiabetes di Desa Bontolanra Malik, Muh. Zukri; Taslim, Muh; Srifitayanti, Nur Rahma; Rozi, Fahru; Ashari, Nur Ramadhan A
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 01 (2025)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v5i01.378

Abstract

Pradiabetes merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan kadar gula darah namun belum berada pada kategori diabetes melitus. Modifikasi gaya hidup khususnya diet dan aktfitas fisik dapat membantu dalam mengontrol gula darah. Desa bontolanra merupakan salah satu desa di kabupaten Takalar yang memiliki pasien pradiabetes, Kondisi ini membutuhkan intervensi sehingga dapat mengendalikan kasus diabetes melitus. Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan dalam berbagai tahapan diantaranya tahapan sosialiasi, penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan juli sampai November 2024 bertempat di Desa Bontolara dengan melibatkan mitra yang ditunjuk yaitu kader kesehatan sejumlah 25 Orang, selain itu juga melibatkan mahasiswa dan dosen. Hasil kegiatan didapatkan bahwa masyarakat menyadari bahaya dari pradiabetes melitus dan pentingnya modifikasi gaya hidup.
Asuhan Keperawatan Gawat Darurat dengan Diagnosis Leukemia Di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Awalia, Reski; Malik, Muhammad Zukri
Journal Nursing Care Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Gorontalo Vol 11, No 1 (2025): Journal Nursing Care
Publisher : Poltekkes Kemenkes Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52365/jnc.v11i1.1382

Abstract

Latar Belakang: Leukemia (kanker darah) merupakan jenis kanker yang menyerang sel darah putih yang diproduksi oleh sumsum tulang. Sekitar 31% leukemia merupakan jenis kanker yang sering terjadi pada anak yang terjadi pada usia di bawah 15 tahun. Perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan mempunyai peran dan fungsi sebagai pemberi asuhan keperawatan, sebagai advokat keluarga, pencegahan penyakit, pendidikan, konseling, kolaborasi dalam kasus ini perawat dituntut dalam memenuhi kebutuhan dasar pasien leukemia.Tujuan: Untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada pasien anak dengan leukemia.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan. Teknik Pengambilan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan studi dokumentasi.Hasil: Berdasarkan analisa data diperoleh kesimpulan terdapat persamaan diagnosa yang muncul antara kedua anak yaitu diagnosa perfusi perifer tidak efektif dan hipovolemia, serta terdapat diagnosa lain yang muncul pada kedua anak diantaranya nyeri akut dan hipertermia.Kesimpulan dan saran: Pada klien 1 dan klien 2 didapatkan bahwa belum terdapat masalah keperawatan yang teratasi, dalam tahap evaluasi keperawatan terdapat intervensi yang harus dilanjutkan dan dipertahankan untuk mencapai hasil yang maksimal. Diharapkan agar mahasiswa mampu meningkatkan asuhan keperawatan dan pengetahuan tentang penyakit gangguan sistem hematologi terkhususnya tentang Leukimia.
Electrolysis Water Berhasil Menurunkan Skor Edmenton Symptom Assessment Scale (Efek Samping Kemoterapi) pada Pasien Kanker Amir, Nirmala; Rerung, Selviani Ice; Wahyuni, Rezki; Malik, Muh Zukri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16120

Abstract

Cancer is the leading cause of death worldwide, reaching almost 10 million deaths and the number of new cancer cases reaching 19.3 million in 2020. One of the modalities of cancer therapy that is currently widely used is chemotherapy which can cause psychological and physical side effects. The side effects of chemotherapy felt by cancer patients need attention from oncologist health care providers. The side effects of chemotherapy felt by patients can affect patient compliance in undergoing their treatment, limitations in meeting daily needs due to weakness. Handling the side effects of chemotherapy can be done non-pharmacologically, including by consuming sufficient and quality water. Electrolysis water is one of the water products that has better quality and content than mineral water in general because it is alkaline (PH 8-10), lower ORP, microcluster, and rich in hydrogen (H2) so it is very useful in health therapy. This study aimed to determine the effect of electrolysis water on reducing ESAS scores on side effects due to chemotherapy in cancer patients at the Unhas Teaching Hospital. This study was a quasi-experimental study. The respondents in this study were 45 cancer patients undergoing chemotherapy therapy cycle 2 to cycle 6 without any comorbidities. A total of 22 respondents were included in the intervention group and 23 respondents were included in the control group. Primary data were obtained through observation using the ESAS assessment and secondary data were obtained from patient medical records. The results of the statistical analysis showed that the p value was below 0.05, so it was concluded that there was a difference in the side effects of chemotherapy between the intervention group and the control group. Thus, it could be concluded that the administration of electrolysis water has an effect on reducing the side effects of chemotherapy.Keywords: cancer; chemotherapy; side effects; electrolysis water ABSTRAK Kanker merupakan penyebab kematian terbesar di seluruh dunia, yang mencapai hampir 10  juta kematian dan jumlah kasus baru kanker mencapai 19.3 juta pada tahun 2020. Salah satu terapi         modalitas untuk kanker yang banyak dilakukan saat ini adalah kemoterapi yang dapat menimbulkan efek samping secara psikologis dan fisik. Efek samping kemoterapi yang dirasakan pasien kanker perlu mendapat perhatian dari penyedia layanan kesehatan onkolog. Efek samping kemoterapi yang dirasakan pasien dapat mempengaruhi kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatannya keterbatasan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari karena adanya kelemahan. Penanganan efek samping kemoterapi dapat dilakukan secara nonfarmakologi di antaranya dengan mengkomsumsi air yang cukup serta berkualitas. Electrolysis water merupakan  salah satu produk air          yang memiliki kualitas dan kandungan yang lebih baik dibandingkan air mineral pada umumnya hal ini karena bersifat alkali (PH 8-10), ORP lebih rendah, microcluster, dan kaya akan hydrogen (H2) sehingga sangat bermanfaat dalam terapi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh electrolysis water terhadap penurunan skor ESAS pada efek samping akibat kemoterapi pada pasien kanker di Rumah Sakit Pendidikan Unhas. Penelitian ini merupakan studi quasy experimental. Responden dalam penelitian ini adalah 45 pasien kanker yang menjalani terapi kemoterapi  siklus 2 sampai siklus 6 tanpa disertai penyakit penyerta. Sejumlah 22 responden masuk dalam kelompok intervensi dan 23 responden masuk dalam kelompok kontrol. Data primer diperoleh melalui observasi dengan menggunakan pengkajian ESAS dan data sekunder didapatkan dari rekam medis pasien. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai p adalah di bawah 0,05, sehingga disimpulkan bahwa ada perbedaan efek samping kemoterapi antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pemberian electrolysis water berpengaruh terhadap penurunan efek samping kemoterapi.Kata kunci: kanker; kemoterapi; efek samping; electrolysis water
Analisis Faktor Risiko Prediabetes Pada Remaja di STIKES Panakkukang Makassar Malik, Muh Zukri; Atikah Asri Putri; Syamsuddin; Muh Yusuf Tahir; I Kade Wijaya
Caring : Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 1 (2025): 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29238/caring.v14i1.2761

Abstract

Prediabetes occurs when someone has an excess glucose in their blood but not high enough to be called diabetes mellius. It is categorized as prediabetes when the impaired fasting glucose (IFG) and impaired glucose tolerance (IGT) are defined. The aim of the research is to analyze the correlation between consuming sugar-sweetened beverages (SSBs), obesity, and physical activity with the occurrence of prediabetes in young adults at STIKes Panakkukang Makassar. The study employs the quantitative approach and the analytical survey method by using the cross-sectional design. The research subjects are 75 students of the second year (2022), who were selected by using proportional stratified random sampling. The prediabetes prevalence is measured based on the FBS measurement with glucometer. The consumption of SSBs is measured based on the additional sugar consumption per day. The obesity is measured by using body mass index. The physical activity refers to the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). The data were analyzed by using Chi Square. The prediabetes prevalence was found 33.3%, consumed high SSBs was 61.3%, obesity was 84%, and lack of physical activity was 30.7%. The bivariate analysis of consuming SSBs (p=0.036) and physical activity (p=0.042) have shown the prevalence of prediabetes, whereas the obesity and the prediabetes prevalence had no correlation (p=0.519). Consuming the SSBs and physical activity have significant impact on the prediabetes prevalence, but there is no correlation with the obesity. It is important for the teenagers not to compromise their life style and perform more physical activities to control their blood sugar.