Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Lembar Kerja pada Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal Siswa Sekolah Dasar Fransiska Anggraini; Aren Frima; Andri Valen
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS tematik berbasis kearifan lokal kelas IV yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini yaitu research and development (R & D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: tahap analisis, tahap desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian LKS tematik berbasis kearifan lokal adalah angket penilaian ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media. Sedangkan untuk kepraktisan LKS tematik berbasis kearifan lokal menggunakan angket respon siswa dan guru. Berdasarkan hasil analisis penilaian oleh tiga ahli menunjukkan bahwa LKS tematik berbasis kearifan lokal kelas IV termasuk kedalam kategori sangat valid dengan diperoleh jumlah skor rata-rata 3,50. Sedangkan hasil analisis penilaian angket kepraktisan LKS tematik berbasis kearifan lokal kelas IV memenuhi kriteria praktis dengan diperoleh jumlah skor rata-rata 4,18. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS tematik berbasis kearifan lokal memenuhi kriteria valid dan praktis, serta dapat digunakan dalam pembelajaran.
Pengembangan Lembar Kerja pada Pembelajaran Tematik Berbasis Kearifan Lokal Siswa Sekolah Dasar Fransiska Anggraini; Aren Frima; Andri Valen
Jurnal Basicedu Vol 6, No 2 (2022): April Pages 1500- 3199
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i2.2515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS tematik berbasis kearifan lokal kelas IV yang valid dan praktis. Jenis penelitian ini yaitu research and development (R & D) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan yaitu: tahap analisis, tahap desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Instrumen yang digunakan dalam penelitian LKS tematik berbasis kearifan lokal adalah angket penilaian ahli bahasa, ahli materi, dan ahli media. Sedangkan untuk kepraktisan LKS tematik berbasis kearifan lokal menggunakan angket respon siswa dan guru. Berdasarkan hasil analisis penilaian oleh tiga ahli menunjukkan bahwa LKS tematik berbasis kearifan lokal kelas IV termasuk kedalam kategori sangat valid dengan diperoleh jumlah skor rata-rata 3,50. Sedangkan hasil analisis penilaian angket kepraktisan LKS tematik berbasis kearifan lokal kelas IV memenuhi kriteria praktis dengan diperoleh jumlah skor rata-rata 4,18. Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS tematik berbasis kearifan lokal memenuhi kriteria valid dan praktis, serta dapat digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK KELAS V TEMA 8 LINGKUNGAN SAHABAT KITA BERBANTU QR CODE DI SD NEGERI 53 LUBUKLINGGAUTERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SEKOLAH DASAR Eriska Gustiana; Dodik Mulyono; Andri Valen
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.321 KB) | DOI: 10.36987/jes.v9i2.2581

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar tematik kelas V tema lingkungan sahabat kita berbantu Qr Code di SD Negeri 53 Lubuklinggau yang valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini yaitu Research and Development dengan model pengembangkan 4-D. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 53 Lubuklinggau yang berjumlah 27 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan validasi ahli bahasa, ahli materi dan ahli media secara keseluruhan memiliki nilai dengan rata-rata 0,85 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi. Sementara hasil uji kepraktisan yang diperoleh dari uji kelompok kecil, uji kelompok besar dan uji kepraktisan guru diperoleh nilai dengan rata-rata 94,04% dan termasuk dalam kategori sangat praktis. Sedangkan untuk uji efektifitas dari hasil rata-rata pretest dan posttest diperoleh nilai N-gain sebesar 0,78 yang termasuk kedalam kategori tinggi. Berdasarkan data yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa bahan ajar tematik berbantu Qr Code untuk siswa kelas V sekolah dasar dapat dikatakan valid, praktis dan juga efektif sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, Tematik, Qr Code, Sekolah Dasar.
WORKSHOP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR PADA GURU SEKOLAH DASAR GUGUS I KECAMATAN SUMBER HARTA Andri Valen; Aren Frima; Cahyo Dwi Andita; Tidi Maharani
Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Vol 4 No 1 (2023): Jurnal Pengabdian Pendidikan Masyarakat (JPPM) Volume 4, No 1 Maret 2023
Publisher : LP3M STKIP MUHAMMADIYAH MUARA BUNGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jppm.v4i1.1075

Abstract

PKM was motivated by the results of observations that elementary school teachers in Sumber Harta sub-district had not received socialization and training on designing learning tools and independent learning curriculum evaluation tools so that socialization and training were needed to prepare learning tools and independent learning curriculum evaluation tools. The main goal of PKM is to make teachers more professional and improve teacher pedagogic competence with regard to the ability to manage, design learning tools, and carry out learning and evaluate learning outcomes. The method applied is through a scheme of providing materials, training, and mentoring. The PKM was held at Sumber Harta 1 Public Elementary School, which was attended by 23 participants from the teachers of the Gugus I Elementary School, Sumber Harta District, Musi Rawas Regency. The results of the PKM were the implementation of socialization activities and training in the preparation of independent learning curriculum learning tools. Elementary School teachers at Cluster 1 Sumber Harta District have knowledge and skills regarding the Implementation of the Free Learning Curriculum. Teachers can also develop skills in making Learning Toolkits, Modules, LKPD, and Independent Curriculum Evaluation Instruments properly and professionally and increase capacity/expertise up to recognized competencies.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTU MIND MAPPING PADA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS V SD NEGERI 15 LUBUKLINGGAU Cahya Madrani; Ahmad Gawdy Prananosa; Andri Valen
Primary Education Journal Silampari (PEJS) Vol 4 No 2 (2022): Primary Education Journal Silampari (PEJS)
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/pejs.v4i2.2420

Abstract

This study aims to determine the completeness of student learning outcomes after the Application of the Mind Mapping Assisted Problem Based Learning Model in Social Studies Learning for Class V SD Negeri 15 Lubuklinggau Significant Complete. This type of research is quantitative research and the research method used is quasi-experiment using pre-test and post-test research designs. Using multiple choice questions of 16 questions. The research sample was VB class consisting of 23 students and data analysis techniques with the following steps: Normality Test, T-Test. Based on the results of the T-Test analysis, the value of tcount (1.75) and ttable (1.73) when compared means tcount > ttable, after applying Problem Based Learning Assisted Mind Mapping it is significantly complete with a significant level of 0.05 so it can be concluded that the results studying social studies for fifth grade students at SD Negeri 15 Lubuklinggau after applying the Mind Mapping Assisted Problem Based Learning Model significantly completed. Keywords: Application, Learning Outcomes, Problem Based Learning, Mind Mapping
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DALAM PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI NAWANGSASI Krisma Dwi Sagita; Elya Rosalina; Andri Valen
Primary Education Journal Silampari (PEJS) Vol 4 No 2 (2022): Primary Education Journal Silampari (PEJS)
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/pejs.v4i2.2421

Abstract

This study aims to determine the completeness of social studies learning outcomes for fourth grade students of SD Negeri Nawangsasi for the 2020/2021 academic year after the application of the Cooperative Script learning model. The method used in this research is an experimental method with a pre-experimental research design. The population in this study were all fourth grade students of SD Negeri Nawangsasi and the sample in this study amounted to 28 students who were determined by saturated sampling. The data collected were analyzed using the z-test at the significant level α = 0.05, the zcount was 2.52 and> ztable was (1.64), so it could be concluded that the social studies learning outcomes of the fourth grade students of SD Negeri Nawangsasi used the Cooperative Script learning model. significantly complete. Keywords: Cooperative Script Model, Social Studies Learning, Learning Outcomes, Elementary School
PENERAPAN MODEL STUDENT TEAMS ACHIEVIEMENT DIVISIONS (STAD) PADA PEMBELAJARAN IPS SISWA KELAS IV SD NEGERI 2 PETUNANG Miko Yensi; Andriana Sofiarini; Andri Valen
Primary Education Journal Silampari (PEJS) Vol 4 No 2 (2022): Primary Education Journal Silampari (PEJS)
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/pejs.v4i2.2424

Abstract

The research objective was to find out using the Student Teams Achieviement Divisions model in social studies learning for grade IV Elementary School 2 Petunang students significantly complete. The research method used was quasi-experimental, the research design was pretest-posttest group design. The population was all students in grade IV Elementary School 2 Petunang and a sample of 22 students in grade IV which was determined by simple random sampling. The data collection technique used a test technique in the form of 7 essay questions. The average final test score of students was 76.62 with the percentage of the number of students who completed 59.09%. The collected data were analyzed using the t test. based on the results of t-test analysis at a significant level α = 0.05, the value obtained is tcount (1.93) ≥ t_ (table) (1.72), because tcount ≥ t_ (table), it can be concluded that the social studies learning outcomes of students use The Students Teams Achieviement Divisions' learning model was significantly complete. Keywords: Model Student Teams Achieviement Divisions, Social Studies Learning, Learning Outcomes.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Ecobrick Sebagai Upaya Pemanfaatan Limbah Sampah Plastik di SD Negeri Kertosari Cahyo Dwi Andita; Dea Widaswari; Andri Valen
Madaniya Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.741

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh permasalahan mitra yakni SD Negeri Kertosari yang mengalamai problematika dengan tumpukan sampah plastik yang semakin meningkat. Tujuan dilakukannya PKM ini yakni memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi mitra dengan cara mensosialisasikan dan memberi latihan pembuatan ecobrik sebagai bentuk penanggulangan dan upaya memanfaatkan sampah plastik. Siswa-siswi kelas IV SD Negeri Kertosari merupakan sasaran utama dalam kegiatan ini. Metode yang digunakan yakni dengan cara sosialisasi pemberian materi secara langsung, kemudian diberikan pelatihan dan pendampingan. Hasil Kegiatan PKM menunjukkan bahwa penanggulangan sampah plastik yang terus meningkat di SD Negeri Kertosari dapat dilakukan dengan memanfaatkan sampah plastik menjadi ecobrik yang kemudian dikembangkan menjadi kursi dan menjadi taman sekolah. Selain itu, dampak positif kegiatan PKM ini siswa-siswi kelas IV SD Negeri Kertosari memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah dan memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang lebih visioner.
In House Training Kurikulum Merdeka Menumbuhkan Budaya Demokrasi, Kreatif, dan Inovatif Guru dan Siswa Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau Akmal Rijal; Andri Valen
Madaniya Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/27214834.798

Abstract

Sejak Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengumumkan penerapan kurikulum merdeka, ini telah menarik perhatian guru dan kepala sekolah untuk menyambut kebijakan baru tersebut. Implementasi kurikulum merdeka tersebut masih belum terlalu dipahami sekolah karena minimnya pelatihan yang diterima dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka sekolah menengah atas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mereka tentang kurikulum merdeka. In House Training Kurikulum merdeka ini diadakan di Madrasah Aliyah Negeri 2 Lubuklinggau dengan diikuti 73 guru yang berlokasi di kelurahan Tabah Jemekeh Lubuklinggau. Kegiatan ini menggunakan skema pemberian materi, pelatihan, dan pendampingan. Penyajian materi melalui metode ceramah, tanya jawab, diskusi, dan penugasan. Dalam kegiatan PKM ini, adapaun hasil yang dicapai para guru peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai Implementasi kurikulum merdeka. Guru juga mendapatkan pengetahuan baru tentang kurikulum merdeka sehingga guru dapat mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proyek pelajar Pancasila, implementasi pembelajaran dan proyek pelajar Pancasila dan penilaian kurikulum merdeka dengan baik dan professional. Hal ini dapat dibuktikan dari nilai produk (RPP, modul ajar, modul proyek, dan instrumen evaluasi) yang dihasilkan oleh peserta. Guru sangat antusias dalam mengikuti dan mengajukan pertanyaan selama pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyrakat. Kegiatan ini memiliki manfaat karena mendukung kebijakan pemerintah dalam percepatan implementasi kurikulum merdeka dan membantu sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum sekolah sesuai dengan kondisi yang ada di lingkungan sekolah tersebut. Kegiatan ini juga memberikan rujukan teori terkait kurikulum merdeka dan implementasinya di sekolah yang ada di Indonesia.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMA V EKOSISTEM BERORIENTASI HOTS PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Andri Valen; Cahyo Dwi Andita; Titi Maharani
Jurnal Muara Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal Muara Pendidikan, Vol 8 No 1, Juni 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/mp.v8i1.1036

Abstract

This research is motivated by students' difficulties in solving problems that arise related to learning science. The goal to be achieved in this study is to know the feasibility of HOTS-oriented ecosystem V-theme teaching materials that are valid, practical, and effective for fifth-grade elementary school students. The results of the practicality trial obtained data from the small group trial of 92.78% and the teacher practicality trial of 90.48% with a very practical classification. Therefore, the total of the data obtained has a percentage of 91.63% with a very practical classification. The effectiveness test was carried out on fifth-grade students at SD Negeri 1 Sumber Harta, which consisted of 22 students. The average pretest score obtained by students is 44.09. While the average post-test score obtained by students is 85.09. Based on the results of the data from the two tests carried out, the level of effectiveness of teaching materials based on N-Gain is 0.73 with a high classification. So it can be concluded that HOTS-oriented teaching materials are declared effective and appropriate to be used to assist students in learning activities at school.