Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search
Journal : jurnal teknik mesin

PENGARUH SiC TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS KOMPOSIT MATRIK ALUMINIUM YANG DIPERKUAT SERBUK SiC Chasby Assidiq; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.724 KB)

Abstract

Dari sekian banyak logam, aluminium merupakan salah satu logam paling diminati pada dalam industry.Aluminium memiliki sifat ringan, tahan terhadap korosi dan mudah dibentuk.Akan tetapi, jika ditinjau dari sifat mekaniknya aluminium memiliki kekerasan yang rendah. Metode Metal Matrix Composite (MMC) merupakan metode yang sering digunakan untuk meningkatkan sifat mekanik suatu logam dan SiC digunakan sebagai penguat. SiC memiliki kelebihan diantara material keramik lainnya, yaitu mudah berikatan dengan aluminium dan tidak menyebabkan oksidasi pada logam aluminium. Metode pengolahan logam yang sering digunakan adalah stir casting, metode ini cukup mudah dan murah yaitu paduan (matrik) dilebur dan diaduk kemudian ditambahkan bahan penguat hingga bahan penguat tersebar secara merata. Dan untuk meningkatkan wetabillity pada paduan logam dengan penguatnya, teknik yang digunakan, yaitu dengan cara pengadukan pada saat logam cair berada pada fasa semisolid. Penelitian ini difokuskan pada variasi persen berat serbuk SiC 0%, 5%, 7,5%, dan 10%. Untuk mengetahui sifat fisis dan mekanis pada komposit Al-SiC dilakukan beberapa pengujian, yaitu uji densitas, porositas, kekerasan, bending dan struktur mikro. Hasil dari pengujian menunjukkan nilai densitas tertinggi terdapat pada persen berat SiC 0% sebesar 2,69 gr/cm3, terendah pada SiC 10% sebesar 2,64 gr/cm3. Perhitungan porositas menunjukkan nilai porositas tertinggi terdapat pada persen berat SiC 10% sebesar 3,7%. Hasil uji kekerasan tertinggi pada persen berat SiC 10% sebesar 72,3 HRB dan hasil uji bending dengan nilai kekerasan tertinggi pada persen berat SiC 10% sebesar 370,5 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sifat mekanis meningkat seiring dengan peningkatan persentase serbuk SiC sampai 10%
KAJIAN SIFAT FISIS DAN MEKANIS MATERIAL KOMPOSIT DENGAN MATRIK AlSiMg DIPERKUAT DENGAN SERBUK SiC Bayu Setiadi; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.561 KB)

Abstract

Metal matrix composite (MMC) merupakan jenis material komposit dengan matrik logam. Penelitian ini mencakup material komposit berbasis MMC dengan bahan dasar aluminium dan berpenguat serbuk SiC. Tujuan dari penelitian ini adalah Meneliti sifat fisis berupa densitas, porositas, struktur mikro dan sifat mekanis berupa kekerasan dan kekuatan tekuk pada komposit AlSiMg-SiC yang diperkuat oleh serbuk SiC dengan persentase berat 0 %, 5 %, 7.5% dan 10 %. Bahan aluminium mempunyai keuntungan yaitu ringan,tahan korosi, namun aluminium mempunyai kekuatan dan kekerasan yang rendah. Komposit AlSiMg-SiC ini dibuat dengan menggunakan metode stir casting. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian densitas, pengujian kekerasan, perhitungan porositas, mikrografi dan bending. Penambahan Mg dilakukan untuk memeberikan efek wettability pada matrik. Dari pengujian diperoleh hasil bahwa semakin bertambah persentase SiC densitasnya bertambah dengan nilai terendah 2.637 gr/cm3 sampai variasi 7.5 % sebesar 2.667 gr/cm3.Hasil pengujian porositas bahwa semakin bertambahnya persentase serbuk SiC maka porositasnya bertambah, dengan variasi tertinggi 10 % sebesar 1.532 %. Kekerasan diketahui semakin bertambahnya variasi SiC kekerasanya meningkat 28.4 %. Hasil bending diketahui bahwa semakin bertambahya variasi SiC tegangan yang dihasilkan meningkat 26.7 %
PENGARUH PERSENTASE BERAT SERBUK SiC TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KETANGGUHAN IMPAK PADA KOMPOSIT AlSiMgTiB-SiC PRODUK HPDC Syamsul Sigit Adisetiaji; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.025 KB)

Abstract

Metal Matrix Composites (MMC) banyak digunakan dalam beberapa aplikasi pesawat terbang dan industri otomotif dan memungkinkan insinyur untuk mengatasi kendala ketika menggunakan bahan individual. Bahan penyusun komposit mempertahankan identitas mereka dalam komposit dan tidak larut atau bergabung sepenuhnya satu sama lain. Dalam studi ini, AlSiMgTiB-SiC adalah komposit dengan paduan alumunium seri A356 sebagai matriks dan SiC (silikon karbida) yang merupakan bahan keramik sebagai reinforcement. Aluminium memiliki beberapa sifat yaitu ringan, tahan korosi, dan mudah dibentuk. Namun, aluminium memiliki kekuatan mekanik dan kekerasan yang kurang baik, SiC merupakan bahan keramik yang menguntungkan dimana mudah berikatan dengan alumunium dan tidak menyebabkan oksidasi. Komposit AlSiMgTiB-SiC ditambahkan TiB 1,5% yang bertujuan untuk penghalusan butir dan menambahkan 1% Mg untuk meningkatkan wettability. Pembuatan komposit menggunakan proses stirr casting dan dibentuk dengan menggunakan cetakan HPDC (high pressure die casting) dengan penambahan SiC yang berbeda yaitu (0%, 5%, 7,5%, 10%). Uji tarik dan uji impak digunakan untuk mengetahui kekuatan tarik dan ketangguhan impak komposit AlSiMgTiB-SiC. Meningkatnya persentase berat serbuk SiC menyebabkan peningkatan kekuatan tarik komposit. Nilai kekuatan tarik tertinggi terdapat pada AlSiMgTiB dengan persentase berat SiC 10% yang mempunyai nilai 186,77 MPa. Hasil lain menunjukkan bahwa peningkatan atau penambahan persentase berat serbuk SiC menyebabkan ketangguhan impak semakin kecil karena material semakin getas. Nilai ketangguhan impak tertinggi adalah 9.67 J/cm2 yang terdapat pada AlSiMgTiB-SiC dengan 0% SiC
RANCANG BANGUN ALAT STIR CASTING MENGGUNAKAN METODE PAHL AND BEITZ UNTUK PROSES PEMBUATAN KOMPOSIT MATRIKS ALUMINIUM Ali Sakti Lubis; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.696 KB)

Abstract

Porositas yang terjadi pada komposit matriks aluminium merupakan suatu masalah terbesar dalam proses pembuatan komposit karena material keramik yang memiliki perbedaan densitas, titik lebur dan titik didih. Akan tetapi material logam lain seperti aluminium, tembaga, magnesium dan lainnya memiliki densitas, titik didih dan titik lebur yang rendah. Oleh karena itu pencampuran partikel keramik SiC sulit terjadi dengan material logam matriksnya. Penelitian ini merancang bangun alat stir casting yang terdiri dari base stand, electrical box (temperatur controller), pin, penampang, pegangan hydraulic (handle), poros penahan, motor, pulley motor, pengencang, pulley (stirrer), pengaduk, belt, bantalan, baut, furnace, inverter, dan cetakan. Stir casting dibuat menggunakan metode Pahl and Beitz yang terdiri penetapan kebutuhan, perancangan konsep, perancangan detail, dokumen pembuatan produk dan produksi awal. Setelah menyelesaikan pembuatan alat stir casting, penelitian ini fokus pada pengeoperasian alat untuk membuat komposit dan menghitung nilai porositas dari komposit tersebut
ANALISIS KEKUATAN TABUNG GAS LPG DENGAN BAHAN BAJA SG295 DAN KOMPOSIT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fahrizal Ega Ferri Anis; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.522 KB)

Abstract

Semakin berkembangnya pola kehidupan masyarakat dewasa ini, maka masyarakat konsumen menuntut adanya penyediaan tabung gas LPG yang lebih aman dan terjaminnya perlindungan konsumen. Permasalahannya adalah kualitas dan kinerja tabung gas LPG 3 kg yang kurang memenuhi standar dan keselamatan bagi konsumen. Terutama disebabkan dengan beredarnya tabung gas LPG ilegal yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 1452:2007) ICS 23.020.30 Badan Standarisasi Nasional (BSN) yang berakibat pada keselamatan konsumen. Dari hasil analisis tegangan yang terjadi pada tabung LPG 3 kg menggunakan material SG295 dan komposit GFRP, didapatkan tegangan von mises. Pada komposit GFRP dilakukan variasi orientasi serat yaitu: 0,0,0, (0,90,0), (0,45,0), (0,45,90), dan (0,90,45) dan didapatkan tegangan maksimum. Dalam laporan ini juga didapatkan faktor keamanan dan berat rasio komposit.
PENGARUH PERSENTASE BERAT SERBUK SiC TERHADAP SIFAT FISIK DAN SIFAT MEKANIK KOMPOSIT DENGAN MATRIK AlSiTiB YANG DIPERKUAT SERBUK SiC Deri Dagi Wacono; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1038.142 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan sifat fisik dan sifat mekanik yang lebih baik dibandingkan dengan sifat sebelumnya. Teknologi ilmu bahan yang biasa digunakan dan banyak dilakukan penelitian adalah komposit. Komposit yang terdiri dari matriks dan penguat dipadukan sehingga menghasilkan material yang unggul. Penelitian ini membuat sebuah komposit berbahan matrik berupa logam atau biasa disebut dengan MMC (Metal Matrix Composites). Penggunaan matrik berupa logam aluminium dilakukan karena sifat aluminium yang ringan, mudah dibentuk, dan tahan korosi . Selain itu aluminium juga logam yang paling banyak digunakan pada bidang industri. Penelitian ini merekayasa matrik dengan penambahan dari super alloy berupa AlTiB (Aluminium Titanium Boron) yang berfungsi sebagai penghalus butir (grain refinement) agar mendapatkan material yang ulet dan memiliki kekuatan yang baik. Penguat yang digunakan berbahan keramik yaitu berupa SiC (Silicon Carbide). Pembuatan komposit dilakukan dengan metode liquid state processing dengan menggunakan stir casting. Metode ini digunakan agar terjadi pencampuran antara matrik dengan penguat pada suhu semisolid dan pada saat akan  melakukan penuangan. Dengan menggunakan variasi persentase berat SiC yang berbeda diharapkan bisa mengetahui komposisi yang tepat untuk pembuatan komposit ini. Diteliti sifat fisik maupun sifat mekaniknya dengan berbagai macam metode pengujian. Pengujian sifat fisik meliputi uji densitas, perhitungan porositas, uji mikrografi. Pengujian sifat mekanik meliputi uji kekerasan dan uji bending
PENGARUH HOLDING TIME PADA PROSES AGE HARDENING TERHADAP KEKERASAN KOMPOSIT AL-CU YANG DIPERKUAT SERBUK FLY ASH M. Faizin Alamsyah; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.432 KB)

Abstract

Komposit adalah material yang dibuat dengan menggabungkan dua atau lebih bahan penyusun yang berbeda dalam hal bentuk dan komposisinya. Komposit matriks logam memiliki sifat yang tahan terhadap korosi dibandingkan dengan logam tanpa penguat. Aluminium merupakan salah satu material yang digunakan sebagai matrik pada pembuatan komposit yang disebut Aluminium Metal Matrix Composite. Proses age hardening adalah suatu proses perlakuan panas yang terkontrol dengan tujuan untuk memperbaiki sifat mekanis dari suatu paduan. Pada penelitian ini komposit Al-Cu-fly ash dengan komposisi 5%, 10% dan 15% dilakukan aging dengan variasi holding time 1 jam, 2 jam dan 4 jam. Dimana pembuatan komposit tersebut diperoleh dengan cara pengecoran stir cast. Komposit yang dihasilkan kemudian dimasukkan ke dalam furnace chamber untuk dilakukan proses age hardening. Proses ini terdiri dari tiga tahap, tahap pertama yaitu solution treatment yang bertujuan untuk menghasilkan fasa α, tahap kedua yaitu quenching atau pendinginan cepat dan tahap ketiga yaitu aging bertujuan untuk memunculkan butir presipitat. Nilai kekerasan dari komposit dalam penelitian ini meningkat setelah mengalami perlakuan age hardening. Proses ini memberikan peningkatan nilai kekerasan yang tinggi pada komposit Al-Cu yang diperkuat dengan serbuk fly ash dengan komposisi 15%. Selain disebabkan karena adanya uncur Cu yang dapat larut padat ke dalam aluminium sehingga mempengaruhi nilai kekerasannya, penambahan serbuk fly ash juga memberikan dampak yang cukup tinggi pada tingkat kekerasan komposit.
PENGARUH FRAKSI MASSA SERAT TERHADAP KEKUATAN TEGANGAN GESER KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Tegar Ardiyan Akbar; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit merupakan material yang dapat digunakan diberbagai lini kehidupan dimana perkembangannya saat ini cukup pesat. Seiring berjalanya waktu, penggunaan serat sintetis mulai dibatasi dan dialihkan menggunakan serat alam yang lebih ramah lingkungan. Serat alam yang memiliki potensi sebagai penguat komposit salah satunya adalah serat rami. Selain serat alam, matriks alam mulai dikembangkan dalam beberapa penelitian mengenai komposit, dimana salah satunya adalah matriks gondorukem. Pada penelitian ini, bertujuan mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan tegangan geser dari komposit rami dengan matriks gondorukem. Variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 25 wt% dan 35 wt%, dengan arah orientasi serat adalah 0°/90°. Metode yang digunakan untuk membuat spesimen uji adalah hand lay-up, dengan metode pengujian mengacu pada ASTM D-7078. Dari hasil pengujian tersebut kekuatan tegangan geser meningkat seiring dengan peningkatan fraksi massa serat, dengan nilai rata-rata 7,22 MPa untuk fraksi massa 25 wt% dan 7,97 MPa untuk fraksi massa 35 wt%. Kekuatan tegangan geser tertinggi diperoleh pada spesimen 35 wt% sebesar 8,07 MPa. Regangan geser yang terjadi pada fraksi massa serat 25 wt% lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi massa serat 35 wt%. Analisis visual yang dilakukan berupa foto makro mendeteksi terdapat 2 kegagalan pada komposit setelah pengujian yaitu fiber pull-out dan delaminasi.
PENGARUH FRAKSI MASSA SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Marvelio Kanugraha; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah variasi diterapkan pada material komposit gondorukem berpenguat serat rami untuk mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan impak material. Variasi persentase fraksi massa serat yang digunakan adalah 20 wt% dan 30 wt%. Untuk mengetahui pengaruh variasi tersebut dilakukan sebuah pengujian yaitu pengujian impak sesuai ASTM E23-18. Spesimen yang dilakukan pengujian dibuat dengan menggunakan metode hand lay-up. Dari hasil pengujian tersebut kekuatan impak komposit meningkat seiring bertambahnya fraksi massa 20 wt% dan 30 wt% dari dari 0,0454 J/mm2 hingga 0,0644 J/mm2. Kekuatan impak tertinggi dimiliki oleh komposit dengan fraksi massa serat 30 wt% sebesar 0,0644 J/mm2. Analisis visual dilakukan pada patahan spesimen uji impak dan mendeteksi adanya delaminasi pada lapisan serat satu dengan lainnya.
PENGARUH FRAKSI MASSA DAN ARAH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN LENTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT RAMI DENGAN MATRIKS GONDORUKEM Hanif Taufiqurrahman; Sulardjaka Sulardjaka; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komposit adalah material yang memiliki potensi yang sangat besar untuk menggantikan logam serta material lain ketersediaannya sangat terbatas di dunia industri. Seiring berjalanya waktu, penggunaan serat sintetis dalam pembuatan komposit mulai tergantikan oleh serat alam ramah lingkungan, salah satunya adalah serat rami yang berpotensi menggantikan serat sintetis. Selain serat alam, matriks alam mulai dikembangkan dalam beberapa penelitian mengenai komposit, dimana salah satunya adalah matriks gondorukem. Pada penelitian ini, bertujuan mengetahui pengaruh fraksi massa serat terhadap kekuatan lentur dari komposit berpenguat serat rami dengan matriks gondorukem. Arah orientasi serat adalah 0°/90° dengan variasi fraksi massa serat yang digunakan adalah 20 wt% dan 35 wt%, Metode yang digunakan untuk membuat spesimen uji adalah hand lay-up, dengan standar pengujian ASTM D-7264. Dari hasil pengujian tersebut kekuatan lentur meningkat seiring dengan peningkatan fraksi massa serat, dengan nilai rata-rata 3,74 MPa untuk fraksi massa 20 wt% dan 4,80 MPa untuk fraksi massa 35 wt%.. Regangan lentur yang terjadi pada fraksi massa serat 20 wt% lebih tinggi dibandingkan dengan fraksi massa serat 35 wt%. Analisis visual yang dilakukan berupa foto makro mendeteksi terdapat 1 kegagalan pada komposit setelah pengujian yaitu delaminasi.
Co-Authors . Widayat A. Budiman A. D. Cahyono A. Suprihanto Abdullah, Nabil Izza Aditya Ardiyanto Agung Hari Wibowo Agus Suprihanto Al-Baari, Ahmad N Ali Sakti Lubis Alif Athallah Amrizal, Abdi Gilang Andri Cahyo Kumoro Arfiansyah, Ryan Aries Susanty Arijanto Arijanto Arman, Mhd. Adithia Perdana Bawono, Ayus Dios Bayu Setiadi Bobby Rio Indriyantho Budi Warsito C. Wahyudianto Chasby Assidiq D B Wibowo D. Satrijo Darmawan, Krisna Deni Fajar Fitriana Deri Dagi Wacono Deri Dagi Wacono, Deri Dagi Didi Dwi Anggoro Dwi Haryadi, Gunawan E F Setiaji Eben Heser Liku Emile van der Heide F Adnan Fahrizal Ega Ferri Anis Faisal Febry Nurdiansyah Ferry Hermawan Fitriyana, D. F. Fitriyana, Deni Fajar Gunawan Dwi Haryadi H Hadiyanto Hanif Taufiqurrahman Harianto Harianto Heide, Emile van der I Made Wicaksana Ekaputra Iliyas, Muhamad Ismoyo Haryanto J. Jamari Lubis, Reza Pahlefi Luqman Buchori M. Faizin Alamsyah M.S. Rahman Marvelio Kanugraha Mas Frillian Gerry Hutama Ajie Mohammad Tauviqirrahman Mubarok, D.I. Muhammad Khafidh Muhammad Roziq Husen Naniek Utami Handayani Noer Abyor Handayani Norman Iskandar Nugraha, Ariyana Dwiputra P Wahyudi Paryanto Peradana, Reski Hadi Perdana, Ery Perwana, Putu Yuri Aristya Praditya, Altalarik Prakoso, Ivan Setyo Pramudya, Naufal Fajar Primasatya, Dimas Raka Mahendra Sulistiyo Ratna Purwaningsih Rifky Ismail S N, Rona Andriyanto S, Pandu Muhammad Saefudin, Slamet Sarsanto, Sigit Silviana Silviana Simalango, Antonius Sri Nugroho Sugeng Tirta Atmaja Sugiman Sugiman Sulianto, Filbert Manggala Sulistiono, Fajar Budi Sulistyo Sulistyo Sumardi . Susanto, Alexander Eka Syafri Arya Budiman Syafrudin Syafrudin Syamsul Sigit Adisetiaji Syarief, Elijah Tegar Ardiyan Akbar Tri Rizqi Prihadi Tricho Hermawan Vegy Panca Aesha Waaddulloh, Muizzaddin Winarno, Tri Sulistyo Yoyok Budi Pramono