Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI MEDIA FLASHCARD Evin Evianti; Ayu Rissa Atika
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i1.p%p

Abstract

Cognitive development in early childhood is a strategic part of aspects of its development. The cognitive aspects of early childhood include learning to master vocabulary, memory, problem solving, logical thinking, and symbolic thinking. Piaget (in Khadijah, 2016). The importance of cognitive development in children can hone their intelligence early on. This study aims to describe cognitive development in early childhood with a vulnerable age of 5-6 years through flashcard media. Data collection techniques are by observation, interview, and documentation. This study used the descriptive qualitative method. The results showed that some children had an optimal cognitive ability improvement, children could process information obtained from their learning, children were able to solve problems in their daily lives and could develop the ability to receive and remember oral stories, recognize visual displays containing pictorial stories, count and combine words and numbers, mentioning 5 words and numbers, memorize the number of 5 objects in front of them. Based on the results of this study, flashcards media can improve the cognitive development of early childhood if done with well-planned planning and implementation. This research is expected to be able to provide a reference for educators to stimulate children to practice cognitive abilities and improve vocabulary, practice independence, and develop a memory for children aged 5-6 years.Perkembangan kognitif pada anak usia dini merupakan bagian strategis dalam aspek perkembangannya. Aspek kognitif pada anak usia dini mencakup belajar dalam menguasai kosa kata, daya ingat, pemecahan masalah, berfikir logis dan berfikir simbolis, Piaget (dalam Khadijah, 2016). Pentingnya perkembangan kognitif pada anak bisa mengasah kecerdasannya sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangkan kognitif pada anak usia dini dengan rentan usia 5-6 tahun melalui media flashcard. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada sebagian anak  mengalami peningkatan kemampuan kognitif secara optimal, anak dapat mengolah informasi apa yang diperoleh dari belajarnya, anak mampu memecahkan masalah dalam kesehariannya dan dapat mengembangkan kemampuan menerima dan mengingat cerita lisan,  mengenal tampilan visual berisi cerita bergambar, menghitung dan menggabungkan kata dan angka, menyebutkan lima kata dan angka, menghafal jumlah lima benda yang ada dihadapannya. Berdasarkan hasil penelitian ini, media fashcard dapat meningkatkan perkembangan kognitif anak usia dini apabila dilakukan dengan perencanaan dan pelaksanaan yang terprogram dengan baik. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan referensi bagi pendidik untuk menstimulus anak guna melatih kemampuan kognitif dan meningkatkan kosa kata, melatih kemandirian serta mengembang daya ingat untuk anak usia 5-6 tahun.      
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini dengan Aplikasi PowerPoint Mariam, Mariam; Nafiqoh, Heni; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir simbolik merupakan kemampuan anak dalam berpikir kreatif bahkan dapat menggunakan simbol-simbol untuk membayangkan angka, benda, maupun bentuk tanpa langsung menghadirkan didepan anak. Media powerpoint dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan Media Powerpoint dalam meningkatkan kemampuan Berpikir simbolik anak usia 5 tahun. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan metode desktiptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak usia 5 tahun di TK Islam Al Azhar 30, dengan jumlah 3 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Analisis data melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verification. Hasil penelitian menunjukan peningkatan yang signifikan antara permainan game powerpoint dalam meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak. Penelitian dilakukan selama 5 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa indikator yakni membilang dengan benda 1-20, menyebutkan bilangan 1-20, mengenal konsep bilangan dan menyebut urutan bilangan mulai dari Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hal tersebut menunjukan bahwa media gamepowerpoint dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada Anak kelompok B di TK Islam Al-Azhar 30 Bandung. Symbolic thinking is a child's ability to think creatively and even use symbols to imagine numbers, objects, and shapes without directly presenting them in front of the child. PowerPoint media can be a solution to improve children's symbolic thinking skills. This study aims to determine the use of PowerPoint media in improved the symbolic thinking ability of children aged five years. The research method uses a qualitative and descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research subjects were children aged five years in Al Azhar Islamic Kindergarten 30, with three boys and four girls. Data analysis is the process of data collection, reduction, presentation, and verification. The results showed a significant increase in PowerPoint games in improving symbolic thinking skills in children. The research was conducted in five meetings. The results showed that there were several indicators, namely numbering with objects 1–20, mentioning numbers 1–20, recognizing the concept of numbers, and mentioning the sequence of numbers starting from Starting to Develop, Developing According to Expectations, and Developing Very Well. This shows that the PowerPoint game medium can improve symbolic thinking skills in group B children at Al-Azhar Islamic Kindergarten 30 Bandung.
Pengembangan Media Wayang Kertas Berbasis Dongeng Fabel untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Anak Usia Dini Idawati, Sanra Futri; Windarsih, Chandra Asri; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterampilan berbicara merupakan hal yang penting dalam aspek perkembangan anak, itu merupakan sarana bagi anak untuk mengungkatkan isi pikiran, keinginan, perasaan, pendapat maupun ide. Sehingga dirasa penting mengasah keterampilan berbicara anak, banyak sekali metode belajar yang dapat dipilih, salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan adalah metode mendongeng. Metode mendongeng banyak jenisnya, salah satunya adalah fabel. Fabel merupakan jenis dongeng yang mengangkat binatang sebagai tokohnnya. Alangkah baiknya jika metode pembelajaran disertai dengan media yang mendukung kelangsungan proses pembelajarannya. Salah satunya wayang kerta, wayang kertas merupakan media yang tepat sebagai alat untuk membantu guru menyampaikan isi cerita, sehingga pesan dalam dongeng tersampaikan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rancangan, respon guru dan anak, serta efektivitas pengembangan media wayang kertas berbasis dongeng fabel terhadap keterampilan berbicara anak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan anak kelompok B dan guru di Kober Al-Aminah yang menjadi subjek penelitiannya.  Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket, observasi dan wawancara, dengan analisis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu rancangan produk yang dikembangkan peneliti mendapatkan kategori sangat layak, guru dan anak menunjukkan respon baik dan antusias, serta keterampilan berbicara anak menjadi meningkat. Speaking skills are important in child development; they allow children to express thoughts, desires, feelings, opinions, and ideas. So it is considered important to hone children's speaking skills. Many learning methods can be chosen; one of the learning methods that can be used is the storytelling method. There are many types of storytelling methods, one of which is fables. Fables are a type of fairy tale that uses animals as characters. It would be better if the learning method was accompanied by media that supports the continuity of the learning process. One of them is paper puppets. Paper puppets are the right media tool to help teachers convey the content of the story so that the message in the fairy tale is conveyed well. The aim of this research is to determine the design and responses of teachers and children, as well as the effectiveness of developing fable-based paper puppet media on children's speaking skills. The research method used was the Research and Development (R&D) method with group B children and teachers in Kober Al-Aminah who were the research subjects. Data collection techniques in this research are questionnaires, observations, and interviews, with quantitative and qualitative research analysis. The results of this research are that the product design developed by researchers received a very feasible category, teachers and children showed good and enthusiastic responses, and children's speaking skills improved.
Kartu Pintar Multifungsi: Media Pembelajaran untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia Dini melalui Finger Painting Oktaviani, Wiwi; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu media pembelajaran kartu pintar multifungsi finger painting dapat meningkatkan kemampuan berpikir simbolik pada anak. Maka, tujuan penelitian, mengetahui kelayakan media kartu pintar untuk meningkatkan kemampuan berpikir simbolik. Subjek penelitian berjumlah 15 anak kelompok B terdiri dari lima anak TK Ulil Albab dan 10 anak TK Plus Al-Hikmah. Metode penelitian Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Teknik pengumpulan data melalui teknik wawancara, observasi, dan angket. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif deskriptif dan analisis data statistik deskriptif kuantitatif.  Data tersebut diperoleh dari penilaian kualitas produk berupa saran dan masukan para ahli. Data kuantitatif berupa jumlah nilai yang dihitung menggunakan teknik statistik melalui hasil penilaian angket. Validitas kelayakan dari ahli materi dan media memperoleh persentase 68% dan 88% dengan kategori layak dan sangat layak. Sedangkan validasi guru mendapat nilai persentase 72% dengan kategori Layak. Adapun peningkatan kemampuan berpikir simbolik memperoleh persentase 83% dalam kategori BSB. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan media kartu pintar multifungsi finger painting dinyatakan layak.   One of the learning media for multifunctional finger painting smart cards can improve children's symbolic thinking abilities. So, the research aims to determine the suitability of smart card media to improve symbolic thinking abilities. The research subjects were 15 children from group B, consisting of five childrens from Ulil Albab Kindergarten and 10 from Plus Al-Hikmah Kindergarten. Research and Development (R&D) research method with the Borg and Gall development model. Data collection techniques use interview, observation, and questionnaire techniques. Data were analyzed using descriptive qualitative data analysis techniques and quantitative descriptive statistical data analysis. This data is obtained from product quality assessments in the form of advice and input from experts. Quantitative data is in the form of total scores calculated using statistical techniques through questionnaire assessment results. The feasibility validity from material and media experts obtained 68% and 88% in the feasible and very feasible categories. Meanwhile, teacher validation received a percentage score of 72% in the decent category. Meanwhile, increasing the ability to think symbolically obtained a percentage of 83% in the BSB category. The research results show that the development of multifunctional finger painting smart card media is declared feasible.
Pelatihan Literasi Sains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Ilmiah pada Guru Pendidikan Anak Usia Dini Atika, Ayu Rissa; Westhisi, Sharina Munggaraning; Zahro, Ifat Fatimah
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha Vol. 7 No. 3 (2019): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/paud.v7i3.22297

Abstract

Literasi sains ada bagian dari Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang dicanangkan oleh pemerintah yang mendorong masyarakat untuk mampu beripikir ilmiah, khususnya di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kemampuan beripikir ilmiah yang ditanamkan di usia dini bertujuan untuk mencetak generasi yang berkualitas dan mampu berdaya saing secara global, sehingga diperlukan guru yang memiliki kemampuan khusus dalam berpikir ilmiah. Tujuan kegiatan ini adalah melatih guru mengenai pengetahuan literasi sains, pengetahuan konsep berpikir ilmiah, tingkatan cara berpikir ilmiah, dan implementasi literasi sains dalam rangka meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah untuk Anak Usia Dini (AUD).Berdasarkan hasil kegiatan diperoleh yakni semua peserta kegiatan pelatihan literasi sains sangan bersemangat, antusias dan memiliki motivasi yang tinggi dalam pelatihan, 80 % peserta memiliki peningkatan dalam perencanaan sains dilihat dari materi sains, metode, dan media yang digunakan dalam kegiatan sains, serta kualitas perencanaan dalam bentuk RPPH yang memasuki kategori cukup baik.
Panduan Bermain Berisiko untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini: Sebuah Pengembangan Inovatif dengan Pendekatan ADDIE Jazariyah, Jazariyah; Purnamasari, Yayu Mega; Atika, Ayu Rissa; Karimah, Ulfah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i3.6495

Abstract

Implementasi permainan berisiko seringkali dikecualikan, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan orang tua dan guru dalam mengelola permainan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah panduan pengelolaan bermain berisiko untuk stimulasi motorik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan pendekatan ADDIE. Produk melalui proses uji kelayakan dengan dilakukan validasi oleh ahli media dan materi, selanjutnya produk yang disudah dinyatakan layak diuji efektivitas melalui uji respon pengguna yakni 28 orang tua dan guru di Kabupaten Cirebon, data dikumpulkan melalui angket terbuka dan tertutup serta dianaliasis mengunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Hasil uji kelayakan oleh ahli media memperoleh hasil pada tahap II dengan kategori Sangat layak, adapun hasil ahli materi dengan kategori sangat layak. Selanjutnya, hasil uji respon pengguna memperoleh kategori sangat layak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa produk panduan bermain berisiko merupakan produk yang layak dan efektif dalam stimulasi motorik anak usia dini.  
PENGEMBANGAN LITERASI SAINS UNTUK ANAK USIA DINI KELOMPOK B Westhisi, Sharina Munggaraning; Atika, Ayu Rissa; Zahro, Ifat Fatimah
Tunas Siliwangi Vol 6 No 1 (2020): Vol 6 No 1, APRIL 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v6i1p%p.1491

Abstract

Revolusi industri 4.0 membawa dampak besar di berbagai sektor, seperti sosial, budaya, dan lingkungan. Salah satu contoh dampak terhadap lingkungan yaitu pencemaran, yang hingga gini masih menjadi problematik di kalangan masyarakat. Hal ini disebabkan kurangnya kesadarpahaman akan fenomena alam dan sains. Oleh karena itu, pembelajaran sains melalui kegiatan literasi sains menjadi penting, terutaman di ruang lingkup Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Artikel ini bertujuan menelaah pengembangan literasi sains di lingkungan PAUD dan mendeskripiskan bagaiamana pengembangan pembelajaran sains di PAUD. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif  yang melibatkan 2 pendidik dan 15 siswa dengan rentang usia 5-6 tahun. Prosedur penelitian melalui perencanaan, pelaksanaan, analisis data dan evaluasi. Pengembangan sains yang dilakukan melalui beberapa tahapan sains yakni, mengamati, menggolongkan, menerapkan, menggunakan alat, merencanakan percobaan, mengkomunikasikan dan mengajukkan pertanyaan. Materi yang dikembangkan meliputi anak usia dini mulai mengamati berbagai fenomena alam dan sains di lingkungan sekitar. Menggolongkan benda-benda alam di lingkungan, menggunakan alat dan merencanakan percobaan kejadian alam serta mengkomunikasikan dan mengajukkan pertanyaan tentang fenomena alam dan sains yang ada dilingkungan sekitar melalui metode eksperimen. Faktor pendorong meliputi; kompetensi guru, media pembelajaran, dan kegiatan yang inovatif. Diharapkan pengembangan literasi sains juga dapat mengembangkan berfikir ilmiah pada anak usia dini melalui metode-metode yang lain.
PERSEPSI ORANG TUA TERHADAP LAYANAN GURU LAKI-LAKI DAN GURU PEREMPUAN DI TAMAN KANAK-KANAK atika, ayu rissa; purnamasari, yayu mega
Tunas Siliwangi Vol 5 No 2 (2019): VOL 5 NO 2, OKTOBER 2019
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ts.v5i2p84-92.1532

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepercayaan orang tua yang memiliki anak usia dini terhadap layanan guru laki-laki dan guru perempuan di Indonesia. Angket digunakan sebagai alat pengumpulan data , sampel sebanyak 140 orang tua yang terdiri dari 70 ayah dan 70 ibu pada pendidikan anak usia dini di kabupaten Purbalingga. Dalam analisis statistik dilakukan melalui uji non parametrik man withney dan distribusi frekuensi. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan pendapat yang signifikan antara guru laki-laki dan guru perempuan. Mayoritas orang tua lebih percaya apabila anaknya dilayani oleh guru perempuan, hal tersebut dilihat dari perhatian, bersikap adil terhadap anak, hubungan yang baik dengan anak, komunikasi yang efektif, kreatif dalam pembelajaran, tanggung jawab, pengembangan potensi serta kode etik guru perempuan lebih baik daripada guru laki-laki. Temuan lainnya bahwa laki-laki mulai diterima oleh orang tua dalam pendidikan anak usia dini.Kata kunci : guru laki-laki, guru perempuan, pendidikan anak usia dini, kepercayaan orang tua
Project Based Learning: Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Nurhayati, Yati; Nafiqoh, Heni; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.27041

Abstract

The low critical thinking skills of children aged 5–6 years require an appropriate learning model. The project-based learning model is a child-centered approach that provides direct experiences for children. The purpose of this study was to improve the critical thinking skills of children aged 5–6 years through the project-based learning model at Sinarmulya Playgroup. This study is classroom action research using the Kemmis and Taggart model, conducted in two cycles. The study subjects were 11 children aged 5–6 years at Sinarmulya Playgroup. Data were collected through observation, interviews, and documentation and analyzed using quantitative and qualitative methods. The results showed that, before the intervention, children's critical thinking development was as follows: Not Developing—60.80%, Starting to Develop—27.40%, and Developing According to Expectations—11.80%. After implementing cycles I and II using the project-based learning model, children's critical thinking skills—measured by indicators such as making observations, asking questions, expressing opinions, connecting cause and effect, classifying by type, conducting experiments, identifying similarities and differences, proposing alternative solutions, and drawing conclusions—increased to: Starting to Develop – 6.40%, Developing According to Expectations – 62.70%, and Developing Very Well – 31%. In cycles I and II, the results showed that the project-based learning model can improve children's critical thinking skills.
Permainan Bola sebagai Aktivitas Pembelajaran untuk Mengembangkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini Priatna, Diana Rahmawati; Atika, Ayu Rissa
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i5.26453

Abstract

Perkembangan kemampuan motorik kasar pada anak usia dini merupakan aspek yang signifikan dalam pertumbuhan mereka. Oleh karena itu, diperlukan rangsangan yang efektif dalam aspek ini. Salah satu cara untuk merangsang perkembangan motorik kasar adalah melalui bermain bola, sebagai salah satu bentuk olahraga yang melibatkan penggunaan bola sebagai objek permainan, memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan motorik kasar anak. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana permainan bola dapat mempengaruhi perkembangan motorik kasar pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan melibatkan delapan peserta didik dari kelompok A yang berusia 4-5 tahun sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode observasi, perkembangan motorik kasar pada anak usia dini mengalami peningkatan secara signifikan. Pada awal pertemuan, beberapa anak belum menunjukkan perkembangan yang mencolok, namun pada pertemuan terakhir, mereka telah mengalami peningkatan yang berarti dan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa permainan bola memiliki peran positif dalam perkembangan motorik kasar anak usia dini. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan bahwa permainan bola dapat dijadikan strategi yang efektif untuk merangsang perkembangan motorik kasar pada anak usia dini.   The development of gross motor skills is a vital aspect of early childhood growth, requiring effective stimulation to ensure optimal progress. One way to enhance gross motor development is through ball games, which serve as engaging activities that support children’s physical abilities. This study aimed to examine the role of ball games in improving gross motor development in early childhood. A descriptive qualitative method was employed with eight children from Group A, aged 4–5 years, as research subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that children’s gross motor skills showed noticeable improvements over the course of the intervention. While some children demonstrated limited progress at the beginning, by the final session, their development had improved significantly and met the expected standards. These results indicate that ball games play a positive role in enhancing gross motor development and can be considered an effective strategy for stimulating physical growth in early childhood.