Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

STRES PENGASUHAN PADA IBU SEBAGAI PREDIKTOR MASALAH KESEHATAN MENTAL ANAK USIA DINI Fitriani Dzulfadhilah; Muqimah Surganingsih; Nur Chafidah; Nur Halisa
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9980

Abstract

Early childhood mental health is a crucial foundation for emotional and behavioral development, which is significantly influenced by parental psychological dynamics. One factor believed to contribute to children’s mental health issues is parenting stress in mothers as the primary caregivers. This study aims to analyze the relationship and predictive role of maternal parenting stress on early childhood mental health issues. The study employs a quantitative approach with a correlational design. The study sample consisted of 72 mothers with children aged 4–6 years in one subdistrict of Makassar City, selected using purposive sampling. Data collection was conducted using the Parenting Stress Scale (PSS) and the Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ), both completed by the mothers. Data analysis included descriptive statistics, the Kolmogorov-Smirnov normality test, the linearity test, Pearson’s Product-Moment correlation, and simple linear regression using SPSS version 25. The results indicated that the data were normally distributed and that the relationship between variables was linear. The correlation test revealed a positive and significant relationship between maternal parenting stress and mental health problems in young children (r = 0.301; Sig. = 0.010). The results of simple linear regression indicated that maternal parenting stress is a significant predictor of mental health problems in young children, contributing 9.0% (R-squared = 0.090). These findings indicate that the higher the maternal parenting stress, the higher the mental health problems in early childhood. Thus, the mother’s psychological condition needs to be considered in efforts toward early detection and intervention for children’s mental health. ABSTRAK Kesehatan mental anak usia dini merupakan fondasi krusial bagi perkembangan emosi dan perilaku yang dipengaruhi secara signifikan oleh dinamika psikologis orang tua. Salah satu faktor yang diduga berperan pada masalah kesehatan mental anak adalah stres pengasuhan pada ibu sebagai pengasuh utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan serta peran prediktif stres pengasuhan ibu terhadap masalah kesehatan mental anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 72 ibu yang memiliki anak usia 4-6 tahun di salah satu kecamatan di Kota Makassar dan dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) yang diisi oleh ibu. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, uji linearitas, korelasi Product Moment Pearson, dan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan hubungan antarvariabel bersifat linier. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara stres pengasuhan ibu dan masalah kesehatan mental anak usia dini (r = 0,301; Sig. = 0,010). Hasil regresi linier sederhana menunjukkan bahwa stres pengasuhan ibu merupakan prediktor yang signifikan terhadap masalah kesehatan mental anak usia dini dengan kontribusi sebesar 9,0% (R Square = 0,090). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi stres pengasuhan ibu, semakin tinggi pula masalah kesehatan mental anak usia dini. Dengan demikian, kondisi psikologis ibu perlu menjadi perhatian dalam upaya deteksi dini dan intervensi kesehatan mental anak.
Implementasi Program Joyful Eating Berbasis Interdisipliner untuk Meningkatkan Minat Makan Anak PAUD melalui Kreasi Pangan dan Aktivitas Bermain di Kelas Rika Kurnia. R; Hajerah Hajerah; Angri Lismayani; Muhammad Akil Musi; Muqimah Surganingsih
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Volume 05 Nomor 01 (April 2026)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/vzb41n71

Abstract

Kebiasaan makan sehat usia dini dipengaruhi ketersediaan pangan dan pengalaman emosional anak saat berinteraksi dengan makanan. Guru PAUD menghadapi tantangan anak enggan mencoba menu sehat, terdistraksi jajanan, serta terbatasnya perangkat ajar yang mengaitkan pembiasaan makan dengan pembelajaran bermain. Program pengabdian ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dan membangun perilaku “mau mencoba” melalui strategi Joyful Eating yang menempatkan pangan lokal, seperti kelor, ubi ungu, dan ikan, sebagai media tematik untuk stimulasi sensori, bahasa, dan sosial-emosional. Kegiatan berlangsung delapan bulan bersama IGTK, melibatkan 10 PAUD dengan dua guru inti per sekolah (n=20). Metode meliputi asesmen praktik PMT dan kebutuhan pembelajaran; perancangan Modul Joyful Eating 4-6 sesi beserta cerita tematik, kartu emosi, lembar observasi, dan panduan orang tua; pelatihan dan microteaching; implementasi kelas dengan pendampingan; serta evaluasi pre-post kompetensi guru, keterlaksanaan sesi, perubahan perilaku anak melalui skala emotikon, dan dokumentasi praktik baik. Produk berbahan kelor, ubi ungu, dan ikan digunakan sebagai alat peraga eksplorasi indra dan kreasi bentuk menarik, tanpa menekankan uji komposisi gizi. Luaran mencakup artikel terakreditasi, buku/modul, HKI/ISBN, video praktik baik, berita media massa, dan bahan diseminasi forum IGTK. Program diharapkan memperkuat budaya makan positif, mengurangi pemaksaan makan, serta mendorong kolaborasi rumah-sekolah melalui tugas, refleksi orang tua, dan umpan balik