Claim Missing Document
Check
Articles

MODEL KECELAKAAN SEPEDA MOTOR PADA RUAS JALAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN GLM Abusini, Sobri; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Transportasi Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Jurnal Transportasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.962 KB) | DOI: 10.26593/jt.v10i2.387.%p

Abstract

In this study, traffic accidents occurred on roads in Batu, East Java, were observed. Based on these traffic accident data, a model was built to relate the number of motorcycle accidents with the availability of road shoulders, traffic flow, and traffic speed. The results indicate that the availability of road shoulders potentially reduce the number of motorcycle accidents. Conversely, increasing the speed and traffic flow potentially increase the number of motorcycle traffic accidents on the roads in Batu.Keywords: motorcycle accidents, road shoulders, traffic flow, traffic speed
Kajian Program Aksi Keselamatan Transportasi Jalan: Kasus Zona Selamat Sekolah (ZOSS) dan Potensi Penerapan Lajur Sepeda Motor di Kota Malang Dalono, Dalono; Sulistio, Harnen; P, Imam Nurhadi
Rekayasa Sipil Vol 6, No 3 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.733 KB)

Abstract

Masalah keselamatan lalu-lintas merupakan bahasan menarik ditinjau dari sisi kemanusiaan maupun ekonomi. Milyaran rupiah telah dibelanjakan akibat kecelakaan lalu-lintas. Jenis kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu lintas sebagian besar adalah sepeda motor diikuti mobil penumpang, kendaraan barang dan bus . Jumlah kecelakaan dari sisi jenjang pendidikan adalah tingkat Sekolah Menengah Atas, diikuti tingkat Sekolah Menengah Pertama tingkat Sekolah Dasar dan Perguruan Tinggi. Untuk mereduksi peningkatan jumlah maupun resiko kecelakaan tersebut di atas dilakukan strategi dan program aksi keselamatan transportasi jalan, diantara program aksinya dengan program Zona Selamat Sekolah (ZoSS) dan program penerapan lajur sepeda motor.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adanya penerapan ZoSS di Kota Malang terhadap perilaku pengguna jalan dan keselamatan anak-anak sekolah serta untuk mengetahui potensi penerapan lajur sepeda motor di ruas jalan utama Kota Malang.Metode yang digunakan dalam penelitian penerapan ZoSS adalah metode analisis diskriptif, evaluatif dan uji statistik sederhana untuk mengetahui kondisi perilaku penyeberang, perilaku pengendara, kecepatan kendaraan, pemahaman pemakai jalan terhadap ZoSS. Sedangkan untuk penerepan potensi lajur sepeda motor analisis diskriptif evaluative untuk mengetahui kondisi geometrik ruas jalan, karakteristik lalu lintas, dan sekenario lajur sepeda motor.Dari hasil anailisis penerapan ZoSS ditemukan penerapan ZoSS ”kurang efektif”,terjadi penurunan perilaku Penyeberang jalan dan Pengendara kendaraan serta perbaikan penurunan kecepatan kendaraan sesaat di lokasi ZoSS dibandingkan evaluasi sebelumnya oleh Dinas perhubungan Kota Malang. Hal ini didukung hasil wawancara terhadap Penyeberang dan Pengendara kendaraan kurang pemahamannya terhadap ZoSS. Tetapi ZoSS sebagai tempat menyeberang dan sarana akses yang mudah ke lokasi sekolah serta Pengendara tidak merasa terganggu dengan keberadaan ZoSS.Untuk potensi penerapan lajur sepeda motor ditemukan kota Malang berpotensi diterapkan lajur sepeda motor pada ruas jalan Arteri dan kolektor dengan rincian lajur khusus sepeda motor pada ruas jalan Jenderal Basuki Rahmat, Letjend. S Parman dan Maijend. Sungkono. Sedangkan lajur non khusus ( lajur bersama dengan angkutan Kota/Mikrolet) pada ruas jalan Panji Suroso, Kyai Ageng Gribig, Madyo Puro, Majend. Sungkono dan Urip Somoarjo. 
Kajian Kinerja Operasional Dan Pelayanan Angkutan Karyawan Di Kawasan Industri Jababeka I Cikarang Pratama, Panji Pasa; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.047 KB)

Abstract

Kabupaten Bekasi memiliki salah satu kawasan industri yang terbesar di Indonesia yaitu Kawasan Industri Jababeka Cikarang yang telah memberikan fasilitas angkutan karyawan bagi tenaga kerjanya. Namun kenyataannya angkutan karyawan yang ada belum bisa mengakomodir seluruh karyawan yang ada di kawasan industri tersebut khususnya Kawasan Industri Jababeka I Cikarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi eksisting kinerja operasional dan pelayanan angkutan karyawan, mengetahui tingkat kepuasan dan kepentingan menurut persepsi pengguna jasa, serta membuat rekomendasi guna peningkatan pelayanan angkutan karyawan di kawasan industri Jababeka I Cikarang. Kajian ini menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA) dan model regresi linier berganda. Hasil penelitian ini yaitu ada 2 jalan utama yang dilalui angkutan karyawan yaitu jalan tol dan jalan biasa,ada 9 rute dengan jumlah armada sebanyak 120 yang melayani 14 perusahaan di Kawasan Industri Jababeka I Cikarang. Dari hasil analisis dengan metode Importance Performance Analysis terdapat 10 variabel sebagai prioritas utama perbaikan (Kuadran I). Kemudian dianalisis dengan regresi linier hasilnya hanya ada 7 variabel yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan angkutan karyawan dengan R 2 = 0,934 dan persamaan regresi linier berganda : Y = 2,034 + 1,621X2 + 1,039X4 + 1,311X5 + 0,829 X6 + 1,046X7 + 1,877X8 + 1,619X10. Dapat ditarik kesimpulan bahwa 3 variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja pelayanan angkutan karyawan yaitu yang pertama variabel X8 (Fasilitas Kebersihan( Tong Sampah)), yang kedua variabel X2 (Keterampilan Mengemudikan Kendaraan), dan yang ketiga variabel X10 (Umur Kendaraan). 
Karakteristik Pengemudi dan Model Peluang Terjadinya Kecelakaan Bus Antar Kota Antar Propinsi Nugroho, Lukito Adi; Sulistio, Harnen; Indriastuti, Amelia Kusuma
Rekayasa Sipil Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.756 KB)

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah yang umum terjadi dalam penyelenggaraan sistem transportasi di banyak negara. Pada negara-negara berkembang, termasuk di Indonesia, kecelakaan lalu lintas ini cenderung mengalami peningkatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengemudi bus AKAP ditinjau dari karakteristik sosio ekonomi dan pergerakan, besarnya tingkat pengetahuan/pemahaman pengemudi terhadap aspek keselamatan yang ada pada peraturan lalu lintas, mengetahui implementasi/perilaku pengemudi terhadap peraturan lalu lintas pada lokasi rawan kecelakaan, membuat model peluang terjadinya kecelakaan terhadap pengemudi bus Antar Kota Antar Propinsi, dan membuat rekomendasi program aksi peningkatan keselamatan angkutan penumpang umum bus AKAP. Pada hasil analisa deskriptif dapat diketahui bahwa seluruh pengemudi bus AKAP adalah seorang laki-laki/pria dengan mayoritas usia 41-50 tahun. Mayoritas pengemudi bus AKAP memiliki tingkat pendidikan akhir setara SMU/MA, dengan penghasilan rata-rata Rp. 1.000.000,00 – Rp. 2.000.000,00. Hasil analisa juga memperlihatkan bahwa hampir seluruh responden kurang memahami aspek keselamatan yang ada pada kendaraan maupun aspek keselamatan yang ada pada peraturan lalu lintas yang ada. Model peluang terjadinya kecelakaan lalu lintas yang telah dibentuk dipengaruhi oleh tingkat pendidikan pengemudi bus AKAP dan pengetahuan pengemudi bus AKAP terhadap aspek keselamatan yang ada pada kendaraan. 
Kajian Kinerja Pelayanan Terminal Kargo Domestik Di Bandar Udara Juanda Surabaya Prasetyo, Agus; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 9, No 3 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1026.496 KB)

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi pelayanan di Terminal Kargo, membuat model hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pelayanan Terminal Kargo, memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kinerja pelayanan Terminal Kargo di Bandara Juanda Surabaya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah Importance-Performance Analysis (IPA), Quality Function Deployment (QFD) dan Analisis Regresi Linier Berganda. Responden berasal dari Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) dan dari Regulated Agent (RA). Dari analisis IPA diketahui tingkat kinerja pelayanan yang masih perlu ditingkatkan adalah jumlah karyawan sebanding dengan kargo yang ditangani, kompensasi kerusakan barang atau hilang, antrian pelayanan yang teratur, kemudahan dalam penelusuran kargo, area lahan parkir dan sirkulasi kendaraan. Hasil analisis QFD menghasilkan prioritas penanganan yang harus dilakukan yaitu: penambahan SDM , pengaturan pergerakan karyawan, percepatan administrasi penggantian, pembuatan sistem antrian, pembuatan sistem penelusuran kargo, jaminan keamanan parkir. Berdasarkan analisis regresi linier berganda, diperoleh model yang mempengaruhi tingkat kinerja pelayanan Terminal Kargo Domestik, model tersebut adalah Y = 35,51 + 2,45X1 + 2,56X3 + 3,9X4 + 2,08X5 dimana X1 adalah jumlah karyawan sebanding dengan kargo yang ditangani, X3 adalah antrian pelayanan yang teratur, X4 adalah Kemudahan dalam penelusuran kargo dan X5 adalah Area lahan parkir dan sirkulasi kendaraan. Dari hasil pemodelan tersebut maka didapatkan nilai kinerja pelayanan terminal kargo sebesar 65,21. Ini dapat diartikan bahwa pelanggan cukup puas dengan pelayanan Terminal Kargo Domestik Bandara Juanda Surabaya 
Strategi Pengembangan Transportasi Antar Wilayah di Propinsi Papua Barat Oktaviana, Maria Goretti; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Rekayasa Sipil Vol 5, No 3 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.314 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik transportasi antar wilayah dan Indeks AksesibilitasWilayah yang akan digunakan untuk menyusun strategi pengembangan transportasi antar wilayah di PropinsiPapua Barat. Metode yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, IRAP dan Analisis SWOT, IFAS-EFAS.Hasil penelitian memperlihatkan karakteristik transportasi antar wilayah di Papua Barat untuk : karakteristikperjalanan, maksud perjalanan 45% karena pekerjaan; waktu perjalanan rata-rata transportasi udara 55menit-1,5 jam, transportasi laut 6,5-19,5 jam, transportasi darat 3,5-9,5 jam; jarak perjalanan antar wilayahterpendek 24 km-terjauh 616 km. Untuk karakteristik pelaku perjalanan, pemilihan moda, transportasi udarabanyak dipilih untuk perjalanan pekerjaan, transportasi laut perjalanan perdagangan, transportasi daratperjalanan sosial; alasan pemilihan moda transportasi udara karena cepat, transportasi laut dan darat karenabertarif murah. Sedangkan untuk karakteristik fasilitas transportasi, waktu tunggu transportasi udara 30menit-1 jam, transportasi laut 3-5 jam, transportasi darat 1-2 jam; waktu untuk akses ke moda transportasiutama lain 10-24 jam. Indeks Aksesibilitas wilayah, terdapat kesenjangan aksesibilitas antar wilayah diPapua Barat yang cukup besar karena adanya perbedaan nilai IA yang relatif tinggi, semakin tinggi nilai IA(Indeks Aksesibilitas) menunjukkan semakin buruknya aksesibilitas suatu wilayah. Nilai IA tertinggi terdapatpada Kabupaten Raja Ampat, nilai IA terendah terdapat pada Kota Sorong; indeks aksesibilitas sektortertinggi adalah sektor Mobilitas/Transportasi yang berperan penting dalam peningkatan aksesibilitaswilayah, sedangkan nilai IA terendah adalah sektor Kesehatan dikarenakan kurangnya tingkat kesadaranmasyarakat akan kesehatan; Indeks Aksesibilitas sub sektor tertinggi adalah transportasi umum-moda udara.Sementara dari hasil analisis SWOT, IFAS-EFAS prioritas strategi pengembangan yang direkomendasikanantara lain adalah Perencanaan transportasi antar wilayah secara terpadu, terintegrasi yang disesuaikandengan karakteristik wilayah. 
ROAD RECONSTRUCTION WORK ZONE MANAGEMENT TOWARD A GREEN CONSTRUCTION CONCEPT Sudarsana, Dewa Ketut; Wicaksono, Achmad; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal HPJI Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal HPJI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/.v1i1.1430.%p

Abstract

Abstract During road reconstruction period, a negative impact was imposed on road users and the surrounding environment. These impacts are the result of the work zone which is used as working space and road reconstruction. This work zone is potential to influence the drivers stress and to decrease road traffic performance such as travel delays, congestions and road accidents. Guidelines for green (environmentally friendly) infrastructure defined in New Road Construction Concept (NR2C) in European infrastructure vision 2040 concept, can be used to mitigate this negative impact. Twenty projects of Balai V National Roads Improvement in East Java, and Balai VIII in Bali for fiscal year 2013 is used as a case study. Descriptive method used for the discussion of case studies. Management traffic safety in work zones assessed the suitability of the setting up of signs, markings and guardrail. Shift arrangements work during the day (peak hours) or night (off peak hour), is used as an indicator of the negative impact of road users and the environment. The analysis showed that the work zone management in the implementation of national road reconstruction projects toward green (environmentally friendly) construction concept. It is shown from the implementation of safety attributes average 68%, and the implementation of the reconstruction in the off peak hours by 55% of the projects. Keywords: road reconstruction, work zone, negative impact, green construction  Abstrak Pada saat pelaksanaan rekonstruksi jalan, dampak negatif akan  terjadi pada pengguna jalan dan lingkungan sekitarnya. Dampak ini akibat zona pekerjaan yang digunakan untuk pekerjaan rekonstruksi. Zona pekerjaan ini berpotensi membuat pengemudi strees dan menurunnya kinerja lalulintas seperti tundaan perjalanan, kemacetan dan kecelakaan lalulintas. Pedoman untuk infrastruktur hijau (ramah lingkungan) menetapkan konsep konstruksi jalan baru (NR2C) dalam Visi Infrastruktur Eropa 2040. Konsep ini dapat memitigasi dampak negatif ini. Dua puluh proyek pada Balai V Jalan Nasional di Jawa Timur dan Bali VIII di Bali pada tahun fiscal 2013 digunakan untuk kasus studi. Metode deskriptif digunakan untuk  dalam diskusi kasus studi. Manajemen keselamatan lalulintas di lokasi kerja dinilai terhadap keberlanjutan penempatan rambu, marka dan pagar pelindung. Pengaturan  perubahan kerja pada siang hari (jam sibuk) atau malam hari (jam tidak sibuk) digunakan untuk indikator dampak negative pada pengguna jalan dan lingkungan. Dari analisis menunjukan manajemen zona kerja pada implementasi proyek-proyek rekonstruksi jalan nasional menuju konsep konstruksi hijau (ramah lingkungan). Terlihat dalam implementasi atribut keselamatan rata-rata 68% dan implementasi pada jam tidak sibuk hanya 55%. Kata-kata kunci: konstruksi jalan, zona kerja, dampak negatif, konstruksi hijau.
KAJIAN LOKASI HALTE DAN JAM OPERASI ANGKUTAN KOTA MALANG BERDASARKAN SPM 2015 (STUDI KASUS : TRAYEK LDH, AH, DAN ADL) Andriani, Gina Nabila; Ardiansyah, Laksmita Olyvia; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.849 KB)

Abstract

Banyaknya masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi dibandingkan kendaraan umum menyebabkan berbagai masalah salah satunya kemacetan. Hal tersebut disebabkan oleh kinerja pelayanan angkutan umum yang kurang memuaskan. Oleh karena itu, kajian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja pelayanan berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM)  2015 dengan Metode Importance Performance Analysis (IPA) serta kinerja operasi angkutan kota di Kota Malang dan solusinya mengenai kinerja pelayanan dari angkutan kota terkait penempatan halte dan jam operasi di Kota Malang.Pada kajian ini didapatkan jumlah sampel sebesar 68 responden untuk setiap trayek dengan tingkat keandalan 90% (galat 10%). Terdapat 2 metode survei yang digunakan, yaitu metode survei statis dan survei dinamis. Metode yang digunakan yaitu Importance Performance Analysis (IPA), Kinerja Operasi, dan Multikriteria.Dari hasil analisis IPA diperoleh 13 atribut yang dianggap penting namun kinerjanya masih kurang sehingga menjadi prioritas utama yang mempengaruhi kepuasaan responden. Tiga atribut diantaranya  kapasitas daya angkut yang berlebihan,  ketepatan waktu perjalanan, ketersediaan halte. Untuk analisis kinerja operasional didapatkan dari faktor muat ketiga trayek masih berada dibawah standar 70% sehingga perlu adanya peningkatan kinerja. Untuk waktu antara berkisar 2-5 menit pada waktu puncak, waktu tidak puncak belum mencapai standar  yaitu 5-10 menit.  Sedangkan  kinerja pelayanan mengenai penempatan titik lokasi halte diperoleh 72 titik dengan 10 titik lokasi yang telah memiliki halte, untuk itu diperlukan peraturan dan meningkatkan  prasarana halte. Sedangkan hasil analisis jam operasi didapatkan jumlah armada yang beroperasi tidak sesuai dengan SK Dirjen sehingga perlu adanya penyesuaian jumlah armada. Kata Kunci : Angkutan, Halte, Jam Operasi, Kinerja Operasi, Metode Importance Performance Analysis.
KAJIAN JUMLAH ARMADA ANGKUTAN KOTA MALANG BERDASARKAN SPM 2015 ( STUDI KASUS: TRAYEK AH, LDH, ADL ) Widyatami, Filki Suri; Alfiansyah, Achmad Dzulfiqar; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.271 KB)

Abstract

Angkutan kota di Malang sudah ada sejak tahun 1980an. Angkutan kota saat itu sebagai andalan masyarakat kota Malang untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tetapi semanjak mudahnya membeli kendaraan pribadi dan murahnya harga kendaraan pribadi yang ada di pasaran membuat angkutan kota Malang jarang peminat. Masyarakat Kota Malang lebih memilih naik kendaraan pribadi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal tersebut menyebabkan jumlah armada angkutan kota Malang saat ini tidak efisien.Perlu dilakukan kajian mengenai jumlah armada yang ideal.Terdapat dua analisis pada kajian ini, analisis pertama untuk mengetahui tingkat pelayanan angkutan umum Kota Malang berdasarkan SPM 2015 menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Analisis kedua untuk mengetahui jumlah armada optimum menggunakan dua metode yaitu Load Factor dan Break Even Point. Untuk analisis pelayanan didapatkan jumlah responden sebanyak 68 reponden untuk tiap trayek, dan penyebaran kuisioner dilakukan di dalam angkutan dan diluar angkutan. Hasil kajian menunjukkan kinerja pelayanan angkutan kota Malang trayek AH, LDH, dan ADL berdasarkan SPM tahun 2015 di dapatkan ada beberapa aspek yang berada di prioritas utama dan kinerja pelayanan angkutan umum yang rendah yaitu Sopir mengangkut penumpang tidak melebihi kapasitas, larangan merokok bagi penumpang dan sopir dalam kendaraan, Adanya prioritas untuk penyandang cacat, manusia usia lanjut, anak-anak, dan wanita hamil, dan Adanya informasi tentang trayek yang dilalui. Pada analisis jumlah armada didapatkan jumlah armada dengan metode Load Factor sebesar 132 armada untuk trayek AH, 85 armada untuk trayek LDH dan 75 armada untuk trayek ADL. Sedangkan jumlah armada dengan metode Break Even Point sebesar 237 armada untuk trayek AH, 130 armada untuk trayek LDH, dan 105 armada untuk trayek ADL. Yang lebih efisien dari penentuan jumlah armada diantara metode Load Factor dan Break Even Point adalah dengan Load Factor. Untuk optimasi jumlah armada angkutan umum Kota Malang dapat menggunakan cara membagi kerja jumlah armada dengan beberapa shift kerja. Kata Kunci : Angkutan, Jumlah Armada, Kinerja Operasi, Metode Break Even Point, Metode Importance Performance Analysis
KAJIAN DAMPAK LALU LINTAS (ANDALALIN) AKIBAT BANGUNAN KOMPLEKS PERKANTORAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA Santoso, Ahmad Ardi; Pangeran Khar, Muhammad Jupri; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1659.823 KB)

Abstract

Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan kota Tanjung Selor Provinsi Kalimantan Utara, perubahan maupun penambahan tata guna lahan tidak terbangun menjadi lahan bangunan baru banyak terjadi. Salah satu tata guna lahan perkantoran terdapat di kawasan  Perkantoran Kalimantan Utara, di lokasi ini terdapat tiga bangunan perkantoran baru yang akan dibangun, masing-masing mempunyai bangkitan dan tarikan pergerakan yang berbeda satu sama lain, yaitu Perkantoran (gedung) BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Provinsi Kalimantan Utara, Perkantoran (gedung) SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Provinsi Kalimantan Utara, dan Perkantoran (gedung) PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) Provinsi Kalimantan Utara. Dengan munculnya tiga bangunan perkantoran baru yang berada di kawasan perkantoran Provinsi Kalimantan Utara tersebut akan menambah jumlah pergerakan yang masuk dan keluar sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas yang secara terus menerus akan dapat menurunkan tingkat pelayanan jalan. Berdasakan kondisi tersebut maka kajian ini akan mencoba untuk menganalisis dampak lalu lintas pada perubahan tingkat kinerja jalan akibat penambahan gedung perkantoran baru yang terjadi di kawasan perkantoran  Provinsi Kalimantan Utara. Adapun kajian ini menunjukan bahwa semua ruas jalan dan simpang tidak bersinyal di sekitar kawasan perkantoran provinsi Kalimantan utara saat ini tidak memerlukan perbaikan untuk kondisi setelah beroperasinya gedung kantor baru dan kondisi 10 tahun yang akan datang didapatkan bahwa tingkat pelayanan lalu lintas di semua ruas jalan dan simpang tidak bersinyal juga tidak memerlukan perbaikan namun untuk bersimpangan bersinyal Durian-Rambutan kondisi kondisi setelah beroperasinya gedung kantor baru dan kondisi 10 tahun yang akan datang memerlukan perbaikan dikarenakan terjadi antrian yang panjang dan hambatan yang besar.Kata kunci: andalalin, pemodelan tarikan, level of service (LOS), volume capacity ratio (VCR), skenario perbaikan