Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI KEBUTUHAN RUANG PARKIR DI KAMPUS UNIVERSITAS BRAWIJAYA Wahyunita R, Nuzul; Sulistio, Harnen; Suharyanto, Agus
Media Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1674.648 KB) | DOI: 10.22219/jmts.v13i1.2547

Abstract

Evaluasi Kebutuhan Ruang Parkir di Kampus Universitas BrawijayaEvaluation of Needs A Parking Space On The Campus Brawijaya UniversityNuzul Wahyunita R1, Harnen Sulistio2 , Agus Suharyanto31,2,3Jurusan Teknik Sipil, Fakultas TeknikUniversitas BrawijayaJln. MT. Haryono, Malang, Jatime-mail: nuzul_wr@yahoo.comAbstractAn increasing number of students, faculty and staff that occurred at UB will produce a number of traffic movements are quite large due to use of each vehicle to campus, so that the number of vehicles entering volume resulting difficulty in obtaining adequate parking. Therefore this study aims to find out what the existing parking capacity at UB Campus, knowing what the parking needs at the present time, how the model predictions parking needs for the purpose of parking for 5 years to come, and make recommendations to the parking arrangement of five years to come. Models obtained from multiple linear regression analysis are: Y1 = 132.437 + 0.068 X2 0,780 R2 value, and Y2 = 17.149 + 0249 X3 0,952 R2 value. The capacity of the existing car park at the Campus UB at this time in the amount of 624 SRP, while the capacity of the motorcycle that is equal to 5.312 SRP, and the need for car parking space at the moment at UB in the amount of 693 SRP, and to the needs of motorcycle parking space that is equal to 5.902 SRP. In order to meet the parking needs for the coming 5 years is the provision of alternative parking deck in 5 regions, with a total overall SRP for motorcycle with an area of 1.405 SRP of 2.107,5 m2 and parking for four-wheeled vehicles by 35 SRP with a land area of 437,5 m2 parkingKeywords : Parking capacity, SRP, Regression Analysis, Parking BuildingAbstrakPeningkatan jumlah mahasiswa, dosen dan karyawan yang terjadi di UB akan menghasilkan jumlah pergerakan lalu lintas yang besar karena menggunakan kendaraan pribadi menuju kampus, sehingga mengakibatkan kesulitan mendapatkan tempat parkir. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapakah kapasitas parkir, berapakah kebutuhan parkir pada saat sekarang , bagaimanakah model kebutuhan parkir untuk keperluan prediksi parkir untuk 5 tahun yang akan datang, membuat rekomendasi penataan parkir pada 5 tahun yang akan datang. Model yang didapatkan dari analisa regresi linier berganda adalah :Y1 = 132,437 + 0.068 X2 memiliki nilai R2 0.780, dan Y2 = 17,149 + 0.249 X3 memiliki nilai R2 0.952. Kapasitas parkir mobil yaitu 624 SRP, sedangkan kapasitas sepeda motor yaitu 5.312 SRP. Kebutuhan ruang parkir mobil yaitu 693 SRP, dan kebutuhan ruang parkir sepeda motor yaitu 5.902 SRP. Guna memenuhi kebutuhan parkir untuk 5 tahun yang akan datang adalah dengan penyediaan alternatif gedung parkir di 5 kawasan, dengan total SRP keseluruhan untuk sepeda motor 1.405 SRP dengan luas parkir 2.107,5 m2 dan untuk mobil sebesar 35 SRP dengan luas parkir sebesar 437,5 m2Kata Kunci: Kapasitas Parkir, SRP, Analisa Regresi, Gedung Parkir
Kajian Kinerja Pelayanan Terminal Penumpang Domestik (T1) Di Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Rohman, Saiful; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi
Jurnal Tata Kota dan Daerah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan dan hubungan antara faktor-faktor tersebut terhadap kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang, serta membuat rekomendasi perbaikan kinerja pelayanan di terminal domestik (T1) Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Hasil survei di analisis menggunakan metode IPA dan QFD, IPA digunakan untuk mengetahui faktorfaktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan berdasarkan persepsi penumpang dan prioritas utama perbaikan kinerja pelayanan di terminal domestik (T1) Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Metode QFD digunakan untuk mengetahui hubungan, proses perencanaan perbaikan dan prioritas utama perbaikan secara sistematis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kinerja pelayanan di terminal domestik (T1) Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya. Serta model regresi berganda untuk mendapatkan model kinerja pelayanan serta factor-faktor yang mempengaruhinya. Hasil Kajian dengan metode IPA didapatkan ada sembilan faktor yang harus mendapat prioritas utama perbaikan yaitu jumlah tempat duduk di ruang tunggu keberangkatan (X4.6), adanya Pintu evakuasi di terminal keberangkatan (X1.1), fasilitas bagi penyandang cacat di terminal keberangkatan (X4.12), akses turun dari pesawat ke ruang kedatangan (X3.6), papan informasi di terminal kedatangan (X3.7), proses pengambilan bagasi di ruang kedatangan (X3.9), fasilitas bagi penyandang cacat di terminal kedatangan (X4.16), Pintu evakuasi di terminal kedatangan (X1.4), adanya jaminan keamanan dari tindak kriminalitas (X2.2). Berdasarkan metode QFD prioritas utama yang perlu mendapat perhatian adalah adanya pintu evakuasi atau emergency di terminal keberangkatan dan kedatangan Terminal Domestik (T1), prioritas perbaikan dengan penambahan dan pengaturan letak pintu evakuasi atau emergency di terminal domestik (T1) disesuaikan dengan aturan yang ada. Diperoleh model persamaan regresi untuk kinerja pelayanan yaitu Y=1,253+0,092X 1 +0,108X 3 +0,093X 4 +0,053X 5 +0,102X 6 +0,125X 8 +0,084X 9 dimana X1=jumlah tempat duduk di ruang tunggu keberangkatan, X3 = fasilitas bagi penyandang cacat di terminal keberangkatan, X4 = akses turun dari pesawat ke ruang kedatangan, X5=papan informasi di terminal kedatangan, X6= proses pengambilan bagasi di ruang kedatangan, X8=Adanya pintu evakuasi di terminal kedatangan, X9=adanya jaminan keamanan dari tindak kriminalitas. Variabel yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap kinerja pelayanan adalah variabel X8 yaitu adanya pintu evakuasi atau emergency di terminal kedatangan domestik (T1) Bandar Udara Juanda Surabaya.Kata Kunci : kinerja pelayanan terminal penumpang, metode IPA, metode QFD, Bandar Udara Juanda.
Kajian Kinerja Pelayanan Terminal Angkutan Umum (Studi Kasus Terminal Becora Dili - Timor Leste) Francisco A.D.S.Silva, Nelson; Sulistio, Harnen; Abusini, Sobri
Media Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2015): Februari
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jmts.v13i1.2546

Abstract

Kajian Kinerja Pelayanan Terminal Angkutan Umum (Studi Kasus Terminal Becora Dili - Timor Leste)The Study of Terminal Performance Service of Public Transportation (Case Study Becora Terminal Dili-East Timor)Nelson Francisco A.D.S.Silva1, Harnen Sulistio2, Sobri Abusini31,2,3Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas BrawijayaAlamat korespondensi : Jln. MT. Haryono, No 167 Malange-mail: joshbar09@gmail.comAbstractPublic transportation terminal constitute of transportation node that function as a place of passenger transit to the other mode of transportation. The study was conducted at Becora terminal in period of time shown less optimum performance services and poor facility condition as standardized for a type B terminal. The objective of study was to find out factors influencing operational performance in Becora terminal, to make recommendation by increasing terminal performance regarding to terminal customer service and also the formula regression model the correlation between quality service and influential variables. Data analysis to be down by importance performance analysis (IPA) methods and quality funcitional deploymen(QFD) methods, also regression analysis to create predictable model and simulation of influential correlation between service variable to quality service. The result of IPA analysis shown 14 attributes of services stayed in I quadran wich become to principal priority of rehabilitation , whereas the QFD shown 8 technical response collected for rehabilitation attribute of service. Model to be obtained by multiple linear regression analysis were Y= -0,328 + 0.276 X3 with value R2 = 0.274 so that comfortable variables (X3) become influential variables 72.4 % regarding to quality service.Keywords: Terminal, IPA analysis, QFD AnalysisAbstrakTerminal angkutan umum merupakan salah satu simpul transportasi yang berfungsi sebagai tempat transit penumpang untuk beralih ke moda angkutan umum lain. Kajian dilakukan pada Terminal Becora yang pada saat ini kinerja Pelayanannya kurang optimal dan kondisi fasilitas pelayanan terminal yang masih sangat minim dari yang distandarkan oleh suatu terminal tipe B. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja operasional terminal Becora, membuat rekomendasi guna meningkatan kinerja Terminal terhadap kepuasaan pengguna jasa terminal serta membuat model regresi hubungan antara kualitas pelayanan dan variabel yang mempengaruhinya. Analisa data dilakukan dengan metode IPA (importance performance analysis) dan metode quality funcitional deployment (QFD) serta analisa regresi untuk membuat model prediksi dan simulasi pengaruh hubungan yang terjadi antara variabel pelayanan dengan kualitas pelayanan. Hasil analisa IPA menunjukkan 14 atribut pelayanan berada di kuadran I yang menjadi prioritas utama perbaikan, sedangkan pada analisa quality functional deployment (QFD) didapatkan 8 respon teknis yang dapat dilakukan untuk perbaikan atribut-atribut pelayanan tersebut. Model yang didapatkan dari analisa regresi linear berganda yaitu: Y= -0.328+0.276X3 dengan nilai R2= 0.724, sehingga variabel kenyamanan (X3) menjadi variabel yang berpengaruh sebesar 72.4% terhadap kualitas pelayanan (Y).Kata Kunci: Terminal, Analysis IPA, Analisis QFD.
MODEL PEMILIHAN MODA ANTARA KA DAN TRUK UNTUK PENGIRIMAN BARANG KORIDOR SURABAYA-JAKARTA A. Wicaksono, Danar Kusumatandianma,Harsya Aditama, Harnen Sulistio,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.283 KB)

Abstract

Pergerakan angkutan barang sepanjang koridor Surabaya-Jakarta sangat padat termasuk pergerakan angkutan barang jenis general cargo atau paket, terutama yang melalui jalur darat. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mendapatkan data primer. Survei dilakukan dengan penyebaran kuisioner dan wawancara karakteristik sosial ekonomi, karakteristik pengiriman barang dan formulir pertanyaan stated preference terhadap responden. Responden adalah pengguna jasa pengiriman barang, baik via moda truk maupun kereta api. Analisis pemilihan moda dilakukan dengan menggunakan metode Stated Preference, dengan atribut biaya pengiriman, waktu tempuh pengiriman, dan frekuensi keberangkatan pengiriman barang. Dari hasil analisis stated preference, diperoleh model utilitas pemilihan moda menurut persepsi pengguna jasa pengiriman barang kereta api dan truk. Menurut persepsi pengguna jasa pengiriman kereta api, faktor yang paling berpengaruh dalam pemilihan moda adalah waktu tempuh pengiriman dengan persamaan utilitas (UKA-UTB) = 0,811 - 0,171 (∆X3), hal ini sesuai dengan karakteristik pengiriman barang pengguna kereta api yaitu mengutamakan kecepatan pengiriman barang. Sedangkan menurut pengguna jasa truk, faktor yang paling berpengaruh adalah frekuensi keberangkatan dan selisih biaya pengiriman dengan persamaan utilitas (UKA-UTB) = -0,525 - 0,152 (∆X4(frekuensi)) dan (UKA-UTB) = -0,057 - 0,0000496 (∆X2(selisih biaya)), hal ini juga sesuai dengan karakteristik pengiriman lewat truk yaitu memiliki frekuensi pengiriman barang yang tinggi dan dengan alasan murah. Kata kunci : Angkutan barang, pemilihan moda, stated preference, kereta api, truk
Kajian Dampak Relokasi Terminal Gadang Kota Malang Terhadap Biaya Operasional Kendaraan dan Pengguna Angkutan Kota Harnen Sulistio, M. Ruslin Anwar, Danang Irjaya,
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (631.393 KB)

Abstract

Terminal angkutan umum ini juga menjadi prasarana transportasi penting di Kota Malang, namun seiring dengan rencana tata ruang wilayah (RTRW) kota malang setelah bulan 14 agustus 2009 Terminal Gadang dihentikan fungsinya dan digantikan oleh Terminal Hamid Rusdi, adanya permasalahan baru yaitu terganggunya kinerja operasional angkutan umum. Pada penelitian ini untuk analisanya menggunakan perhitungan jumlah armada angkutan kota ideal, jumlah penumpang, biaya operasional kendaraan, dan tarif. Sedangkan untuk menghitung jumlah armada ideal yaitu perhitungan faktor muat, waktu siklus, waktu antara. Untuk perhitungan jumlah penumpang peneliti membandingkan jumlah penumpang sebelum dipindahkan dengan jumlah penumpang setelah dipindahkan sehingga nanti dapat mengetahui perbedaan jumlah penumpang. Untuk perhitungan biaya operasional kendaraan digunakan  perhitungan biaya tetap, biaya tidak tetap,  dan overhead. Untuk perhitungan tarif menggunakan pembagian antara biaya operasional kendaraan total dengan jumlah penumpang total. Hasil proses perhitungan ini yaitu didapat jumlah penumpang untuk taryek LDG sebesar 167 penumpang dan untuk taryek ABG sebesar 165 penumpang. Sedangkan perhitungan jumlah armada ideal didapat sebanyak 102 armada untuk taryek LDG dan trayek ABG sebanyak 120 armada. Perhitungan biaya operasional kendaraan sebelum direlokasi untuk trayek ABG sebesar Rp 251.495,00 untuk trayek LDG sebesar Rp 232.955,00, setelah direlokasi untuk trayek ABG sebesar Rp 316.416,00 dan untuk trayek LDG sebesar Rp 289.636,00. Setelah didapat perhitungan biaya operasional dan jumlah penumpang didapat perhitung tarif, tarif yang didapat sebelum direlokasi untuk trayek ABG sebesar Rp 700,00 dan trayek LDG sebesar Rp 300,00, setelah direlokasi didapat besarnya tarif untuk trayek ABG sebesar Rp 1.400,00 dan trayek LDG sebesar Rp 1.200,00.   Kata kunci : biaya operasional kendaraan, tarif, angkutan kota, penumpang
PASSENGER CAR EQUIVALENT AT SIGNALIZED INTERSECTIONS WITH COUNTDOWN TIMER IN MALANG CITY Anggoro, Dikka; Sulistio, Harnen; Wicaksono, Achmad; Sulistyono, Sonya
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 01 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.617 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i01.6441

Abstract

Passenger car equivalents (PCE) is used in highway capacity analysis to convert a mixed vehicle flow into an equvalent passenger car flow. PCE value for a vehicle is not constant but varies with traffic and roadway conditions arround. In this study, PCE for motorcycle, light vehicle and heavy vehicle were developed at signalized intersection on saturation condition with and without countdown timer (CDT) in Malang City and to evaluate the value of analysis pcu and MKJI 1997 pcu. PCE data were collected at five intersection; Ciliwung, Dieng, BCA, L.A. Sucipto and Rampal intersection. A digital video camera was utilized for data collection and linier regresion method was used to calculate the PCE values. The analysis result shows for the average pcu value for the type of motorcycle (MC) at countdown timer on and off condition is 0,294 and 0,293. As for the types of heavy vehicles (HV) at countdown timer on and off conditions are 1.565 and 1.507. While to evaluate the pcu value, there is a significant difference between the value of pcu analysis results with the value of MKJI 1997 with a level of confidence in the significance of 95%. For percentage of motorcylce type (MC) if the percentage value of 75% the pcu value will increase. While for heavy vehicle type (HV) if the percentage is above 1.5% then the value of emp will increase because HV type has big dimension. Ekivalensi mobil penumpang (emp) digunakan untuk analisis kapasitas jalan. Nilai emp untuk kendaraan tidaklah konstan atau sama tetapi memiliki nilai yang bervariasi. Pada penelitian ini mencari nilai emp untuk jenis kendaraan sepeda motor (MC) dan kendaraan berat (HV) pada simpang bersinyal pada kondisi jenuh dengan menggunakan countdown timer (CDT) pada kondisi on dan off. Data nilai emp dikumpulkan pada lima simpang di Kota Malang; Simpang Ciliwung, Dieng, BCA, L.A. Sucipto dan Rampal. Video kamera digunakan untuk merekam dan pengumpulan data dan untuk menghitung nilai emp menggunakan metode regresi linier. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai rata-rata untuk sepeda motor pada kondisi CDT on dan off ialah 0,294 dan 0,293. Sedangkan untuk kendaraan berat (HV) untuk kondisi CDT on dan off ialah 1,565 dan 1,507. Sedangkan untuk evaluasi nilai emp terdapat perbedaan yang signifikan diantara nilai emp hasil analisis dengan nilai emp MKJI 1997 dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%. Untuk persentase jenis MC, apabila persen kendaraan bermotor meningkat sebesar 75% maka nilai empnya akan meningkat. Sedangkan untuk HV, apabila persen kendaraan berat (HV) meningkat sebesar 1,5% maka nilai empnya akan meningkat dikarenakan dimensi yang besar.
THE EFFECT OF USING A COUNTDOWN TIMER ON THE SIGNALIZED INTERSECTIONS PERFORMANCE IN MALANG CITY: Pengaruh Penggunaan Countdown Timer Pada Simpang Bersinyal di Kota Malang Maliq, Tatang Maulana; Sulistio, Harnen; Djakfar, Ludfi; Sulistyono, Sonya
Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan Vol. 2 No. 02 (2018): JURNAL REKAYASA SIPIL DAN LINGKUNGAN
Publisher : Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.214 KB) | DOI: 10.19184/jrsl.v2i02.6442

Abstract

The high growth of the population in Malang will trigger an increase in the activity of its, resulting in increased traffic. Increased traffic demands will add to traffic congestion problems on roads and intersections. One way of traffic engineering to improve signaled intersection performance is to equip traffic signals with countdown timers. This additional instrument serves to inform the duration of the signal setup time. This study aims to determine the effect of countdown timer use on saturation flow, performance and safety factor signalized intersection in Malang. The paired sample t-teste statistical method is used to see the influence of the countdown timer on saturation flow, and the impact on the performance and safety of the intersection arm. The use of countdown timer can increase the value of saturation flow, so the capacity of the intersection also increased 5-22% with decreasing delay time 5-13 sec/smp. But the less positive impact on the safety factor intersection, because there is an increase in the movement of vehicles before the green time. Tingginya pertumbuhan jumah penduduk di Kota Malang akan memicu peningkatan aktifitas penduduk sehingga berdampak pada meningkatnya lalu lintas. Peningkatan tuntutan lalu lintas akan menambah masalah kemacetan lalu lintas pada ruas jalan dan simpang. Salah satu cara rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan kinerja simpang bersinyal adalah melengkapi sinyal lalu lintas dengan countdown timer. Instrumen tambahan ini berfungsi menginformasikan durasi waktu pengaturan sinyal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan countdown timer terhadap arus jenuh , kinerja dan faktor keselamatan simpang bersinyal di Kota Malang. Metode statistik paired sample t-teste digunakan untuk melihat pengaruh countdown timer terhadap arus jenuh, dan dampak pada kinerja serta keselamatan lengan simpang. Penggunaan countdown timer mampu meningkatkan nilai arus jenuh, sehingga kapasitas lengan simpang juga mengalami peningkatan 5-22% dengan penurunan waktu tundaan 5-13 detik/smp. Tetapi kurang berdampak positif terhadap faktor keselamatan simpang, karena terjadi peningkatan pergerakan kendaraan sebelum waktu hijau.