Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

Pemodelan Matematis dari Sifat Fisis Aliran Fluida pada Saluran Pipa Menggunakan Metode Beda Hingga 2 Dimensi Aurista Miftahatul Ilmah
INOVTEK POLBENG Vol 11, No 2 (2021): INOVTEK VOL.11 NO.2 2021
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v11i2.2069

Abstract

The piping system is used as a fluid transfer that is in the form of gas or liquid. In fluid flow it depends on pressure and velocity. Mathematical depiction of fluid can be seen from a straight line pattern. These patterns will form a corresponding flow nets. As a depiction of fluid flow in accordance with the shape of the pipe in the piping system and its velocity, it can be done by several methods, one of which is the finite difference method, this method includes mathematical and physical methods, where mathematical modeling can explain the physical properties of a fluid in a pipe. From this research, two variations of pipe shape were obtained, namely the straight pipe shape and the widening pipe shape, from the results obtained. That the fluid flow equation can be visualized in a mathematical way from the physical equation in a fluid.
Pengaruh Penggunaan Mesin Las Augmented Reality terhadap Juru Las Pemula pada Proses SMAW untuk Posisi 1G (Flat) Berdasarkan Hasil Uji Penetrant Arief Syarifuddin; Erdina Arianti; Aurista Miftahatul Ilmah; Rosi Dwi Yulfani; Taufan Prasetyo
INOVTEK POLBENG Vol 12, No 2 (2022): INOVTEK Vol 12, No 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v12i2.2838

Abstract

Industri perkapalan tidak akan lepas dari proses pengelasan karena dalam proses pembangunan kapal baru atau perbaikan kapal lama, proses pengelasan akan dibutuhkan untuk menyambung bagian-bagian yang ada di kapal. Kompetensi juru las merupakan faktor penting karena kapal tidak hanya digunakan untuk mengangkut material tetapi juga manusia, sehingga kualitas hasil pengelasan menjadi faktor yang harus diperhatikan. Seorang juru las yang kompeten dibuktikan dengan sertifikat kompetensi. Biaya sertifikasi kompetensi proses SMAW (Shielded Metal Arc Welding) untuk posisi 1G (flat) masih cukup mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan mesin las Augmented Reality (AR) dengan membandingkan hasil proses SMAW posisi 1G (flat) untuk juru las pemula (tiga mahasiswa semester II) sebelum dan sesudah menggunakan mesin las AR . Material yang digunakan untuk pengelasan adalah baja karbon A-36 dengan ketebalan 10 mm dan sudut alur 70°. Juru las akan melakukan pengelasan dengan mesin las AR untuk proses SMAW posisi 1G dalam tiga tingkat kesulitan (pemula, menengah, dan lanjutan). Juru las dinyatakan memenuhi syarat ketika mereka telah melewati ketiga tingkat kesulitan pada mesin las AR. Hasil pengelasan juru las sebelum menggunakan mesin las AR menunjukkan hasil uji penetrant yang tidak memenuhi standar ASME Section VIII Mandatory Appendix 8. Hasil uji penetrant pada hasil pengelasan proses SMAW untuk 1G (flat ) posisi setelah menggunakan mesin las AR menunjukkan dua mahasiswa telah berhasil memenuhi standar akseptabilitas dan satu mahasiswa masih belum memenuhi tetapi hasil pengelasan lebih baik dari sebelum menggunakan mesin las AR.
Analisis Pengaruh Variasi Suhu dan Jarak Gap Terhadap Parameter Penggunaan Hot Gas Welding Pada Pembuatan Perahu PVC Anauta Lungiding A.R.; Aurista Miftahatul Ilmah; Nely Handayani Kusuma Hadi; Syahifur rohman
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3204

Abstract

Waduk Klampis berada di Kabupaten Sampang yang berlokasi di Kec. Kedundung. Namun, keberadaan waduk ini belum dapat dioptimalkan dengan baik. Kondisi saat ini belum adanya sarana yang dapat menunjang para wisatawan untuk menikmati keindahan dari Waduk Klampis. Melihat kebutuhan masyarakat akan sarana yang ekonomis dan praktis maka, diperlukan material alternatif. Salah satu material altenatif yang digunakan berupa polyvinyl chloride(PVC) yang memiliki nilai ekonomis serta ringan dan mudah dalam perawatan. Pada proses pembuatan perahu berbahan PVC diperlukan konstruksi yang kuat sehingga, dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi suhu dan jarak gap terhadap hasil las menggunakan hot gas welding. Metode yang diakukan berupa pembuatan sempel dan dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian ini dari suhu yang digunakan (100ᵒC, 140ᵒC, dan 150ᵒC) dan variasi jarak gap (2 mm, 3 mm, dan 4 mm). Sehingga, menghasilkan nilai ultimate strange terbaik dengan jarak gap 2 mm dan suhu 140ᵒC.
Analisis Pengaruh Variasi Suhu dan Jarak Gap Terhadap Parameter Penggunaan Hot Gas Welding Pada Pembuatan Perahu PVC Anauta Lungiding A.R.; Aurista Miftahatul Ilmah; Nely Handayani Kusuma Hadi; Syahifur rohman
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3204

Abstract

Waduk Klampis berada di Kabupaten Sampang yang berlokasi di Kec. Kedundung. Namun, keberadaan waduk ini belum dapat dioptimalkan dengan baik. Kondisi saat ini belum adanya sarana yang dapat menunjang para wisatawan untuk menikmati keindahan dari Waduk Klampis. Melihat kebutuhan masyarakat akan sarana yang ekonomis dan praktis maka, diperlukan material alternatif. Salah satu material altenatif yang digunakan berupa polyvinyl chloride(PVC) yang memiliki nilai ekonomis serta ringan dan mudah dalam perawatan. Pada proses pembuatan perahu berbahan PVC diperlukan konstruksi yang kuat sehingga, dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi suhu dan jarak gap terhadap hasil las menggunakan hot gas welding. Metode yang diakukan berupa pembuatan sempel dan dilakukan pengujian tarik. Hasil penelitian ini dari suhu yang digunakan (100áµ’C, 140áµ’C, dan 150áµ’C) dan variasi jarak gap (2 mm, 3 mm, dan 4 mm). Sehingga, menghasilkan nilai ultimate strange terbaik dengan jarak gap 2 mm dan suhu 140áµ’C.