Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Peningkatan Rumah Desa Sehat sebagai Pusat Konvergensi dalam Percepatan Penanganan Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Irman Puansah; Darman Syah Pulungan; Rahmat Haris Saputra Harahap; Wina Sifa Hani Gultom
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.9361

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, despite showing a declining trend in recent years, is still above the national target, thus requiring acceleration efforts through a convergence approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Healthy Village Houses (RDS) as a center for the convergence of stunting handling acceleration, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategies to strengthen the RDS institution. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving local government, village government, health workers, Human Development Cadres (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was performed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a nutrition education center, as well as a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth and development monitoring. However, its implementation has not been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and low community participation. The study concludes that strengthening RDS requires specific budget support, clear institutional regulations, capacity building for cadres, more intensive integration with health centers, and improving community nutrition literacy. Optimizing RDS is crucial to accelerate the reduction of stunting rates and strengthen village-based health governance.
PEMANFAATAN LUBUK LARANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHJATERAAN MASYARAKAT DI DESA ANGGOLI KECAMATAN SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Simbolon, Nora Yanti; Zulfiqar, Effan; Pulungan, Darman Syah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.82-96

Abstract

Program lubuk larangan BUMDes Sepakat ini dilakukan di Desa Anggoli karena daerah aliran sungai yang luas sehingga pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif untuk mengembangkan daerah aliran sungai menjadi sumber pendapatan asli desa yang bermanfaat bagi masyarakat terkhususnya bagi anak yatim piatu,orangtua jompo,dan membangun sarana dan prasarana desa.      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan lubuk larangan di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehjateraan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui lubuk larangan di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan lubuk larangan terhadap kesehjateraan masyarakat di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka, diperoleh nilai kolerasi sebesar 0,684 sedangkan nilai kolerasi dalam tabel kolerasi untuk n = 72 dan taraf signifikan 5% diperoleh nilai sebesar 0,235, berarti  rhitung  yaitu 0,684 lebih besar dari nilai  rtabel  kolerasi yaitu 0,235. Dengan demikian berarti hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya sebab nilai  rhitung  dari nilai rtabel  atau 0,684 0,235. Sedangkan nilai thitung  adalah 10,75 dimana taraf signifikan 0,05 dan dk = n-2, 72-2 =70 taitu ttabel = 0,05, (1,671). Jadi nilai  thitung  lebih besar dari pada ttabel atau 10,75 1,671. Maka dengan itu hipotesis yang di rumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, yang berarti ada pengaruh yang signifikan atau positif dari pemanfaatan lubuk larangan untuk meningkatkan kesehjateraan masyarakat di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.Kata kunci: pemanfaatan, lubuk larangan, kesehjateraan.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN TENTANG TUBERKULOSIS PADA KELOMPOK LANSIA DI DESA PARAU SORAT KECAMATAN BATANG ONANG KABUPATENPADANG LAWAS UTARA Pulungan, Darman Syah; Toha, Mhd; Koto Muslih, Almaido; Hasibuan, Ari As’ad; Putri Lbs, Selvi; Hasibuan, I hutan; Ramadhani, Ayu; Saputra Hsb, Mhd Yusril; Siregar, Nur Afifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4975-4979

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia yang memiliki beban kasus TB cukup tinggi. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena penurunan sistem kekebalan tubuh, adanya penyakit penyerta, serta keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan mengenai TB menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengenali gejala serta melakukan upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lansia tentang TB di Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi kesehatan berbasis komunitas melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi etika batuk dan penggunaan masker. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, bidan desa, serta pemerintah desa. Peserta kegiatan berjumlah 35 orang lansia.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang masih rendah mengenai TB, terutama terkait gejala utama seperti batuk lebih dari dua minggu. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pemahaman lansia mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan TB. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap perilaku pencegahan, seperti kesadaran menggunakan masker saat batuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta kesediaan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia mengenai TB. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, serta pemerintah desa guna mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini TB di masyarakat.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TB) DI DESA PARAU SORAT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA. Pulungan, Darman Syah; Siregar, Rahmat Fauzi; Baroroh, Riski; Toha, Mhd; Siregar, Nur Afifah; Ramadhani, ayu; Hasibuan, I hutan; Lubis, Selvi Putri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4873-4876

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh serta penyakit penyerta yang sering dialami pada usia lanjut. Salah satu faktor yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan yang baik dapat membantu individu memahami informasi kesehatan, mengenali gejala penyakit, serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi kesehatan lansia dalam pencegahan penyakit tuberkulosis di Desa Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber data sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan pada lansia dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami informasi mengenai gejala, penularan, serta pencegahan penyakit TB. Selain itu, faktor usia, kondisi kesehatan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan juga mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada lansia. Upaya peningkatan literasi kesehatan dapat dilakukan melalui program edukasi kesehatan, penyuluhan masyarakat, penggunaan media edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan pada lansia, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tuberkulosis dapat meningkat sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit di masyarakat.
PROGRAM MAGHRIB MENGAJI MELALUI PEMBINAAN LITERASI AL-QUR’AN BAGI ANAK DESA UJUNG GURAP Darman Syah Pulungan; Irman Puansah; Natalia Parapat; Riski Baroroh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.2004-2011

Abstract

Program Maghrib Mengaji merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan berbasis komunitas yang memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Perumahan Griya Nato 1 Desa Ujung Gurap dengan tujuan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an, meningkatkan pemahaman tajwid, serta menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap tradisi keagamaan. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, sosialisasi program, pelatihan guru mengaji, pendampingan intensif kegiatan Maghrib Mengaji, serta evaluasi kemampuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan membaca Al-Qur’an peserta, baik dari aspek pelafalan huruf, makhraj, maupun penerapan tajwid. Selain itu, partisipasi anak dan remaja meningkat dari minggu ke minggu, didukung oleh peran aktif guru mengaji, orang tua, dan tokoh masyarakat. Pelatihan guru mengaji juga berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, menjadikannya lebih terstruktur, variatif, dan menarik. Program ini berhasil merevitalisasi tradisi Maghrib Mengaji dan memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat desa. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi model pembinaan literasi Al-Qur’an berbasis Masyarakat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) STUNTING DI DESA SOPO TINJAK KECAMATAN BATANG NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL Darman Syah Pulungan; Irman Puansah; Khoirudin Nasution; Natalia Parapat; Hoirun Nisa Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3479-3485

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, serta kurangnya sanitasi rumah tangga menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada balita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan PHBS sebagai strategi pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan, pendampingan perilaku, demo cuci tangan, senam pagi, serta sosialisasi mengenai sanitasi lingkungan dan pola konsumsi gizi seimbang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik langsung, observasi PHBS rumah tangga, kepada masyarakat dan siswa sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya PHBS, perubahan perilaku sehari-hari seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sanitasi rumah tangga, serta meningkatnya kesadaran orang tua dalam memberikan makanan bergizi kepada balita. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan senam pagi dan edukasi gizi membantu memperkuat perilaku hidup sehat secara kolektif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil mendorong penerapan PHBS sebagai langkah preventif yang efektif dalam menurunkan risiko stunting di Desa Sopo Tinjak. Upaya berkelanjutan diperlukan melalui pendampingan lintas sektor dan penguatan peran kader kesehatan desa untuk memastikan keberlanjutan perilaku sehat dalam jangka panjang