Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peningkatan Rumah Desa Sehat sebagai Pusat Konvergensi dalam Percepatan Penanganan Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Irman Puansah; Darman Syah Pulungan; Rahmat Haris Saputra Harahap; Wina Sifa Hani Gultom
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.9361

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, despite showing a declining trend in recent years, is still above the national target, thus requiring acceleration efforts through a convergence approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Healthy Village Houses (RDS) as a center for the convergence of stunting handling acceleration, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategies to strengthen the RDS institution. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving local government, village government, health workers, Human Development Cadres (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was performed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a nutrition education center, as well as a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth and development monitoring. However, its implementation has not been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and low community participation. The study concludes that strengthening RDS requires specific budget support, clear institutional regulations, capacity building for cadres, more intensive integration with health centers, and improving community nutrition literacy. Optimizing RDS is crucial to accelerate the reduction of stunting rates and strengthen village-based health governance.
PEMANFAATAN LUBUK LARANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHJATERAAN MASYARAKAT DI DESA ANGGOLI KECAMATAN SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Simbolon, Nora Yanti; Zulfiqar, Effan; Pulungan, Darman Syah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.82-96

Abstract

Program lubuk larangan BUMDes Sepakat ini dilakukan di Desa Anggoli karena daerah aliran sungai yang luas sehingga pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif untuk mengembangkan daerah aliran sungai menjadi sumber pendapatan asli desa yang bermanfaat bagi masyarakat terkhususnya bagi anak yatim piatu,orangtua jompo,dan membangun sarana dan prasarana desa.      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan lubuk larangan di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehjateraan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui lubuk larangan di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan lubuk larangan terhadap kesehjateraan masyarakat di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka, diperoleh nilai kolerasi sebesar 0,684 sedangkan nilai kolerasi dalam tabel kolerasi untuk n = 72 dan taraf signifikan 5% diperoleh nilai sebesar 0,235, berarti  rhitung  yaitu 0,684 lebih besar dari nilai  rtabel  kolerasi yaitu 0,235. Dengan demikian berarti hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya sebab nilai  rhitung  dari nilai rtabel  atau 0,684 0,235. Sedangkan nilai thitung  adalah 10,75 dimana taraf signifikan 0,05 dan dk = n-2, 72-2 =70 taitu ttabel = 0,05, (1,671). Jadi nilai  thitung  lebih besar dari pada ttabel atau 10,75 1,671. Maka dengan itu hipotesis yang di rumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, yang berarti ada pengaruh yang signifikan atau positif dari pemanfaatan lubuk larangan untuk meningkatkan kesehjateraan masyarakat di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.Kata kunci: pemanfaatan, lubuk larangan, kesehjateraan.