Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PROGRAM MAGHRIB MENGAJI MELALUI PEMBINAAN LITERASI AL-QUR’AN BAGI ANAK DESA UJUNG GURAP Darman Syah Pulungan; Irman Puansah; Natalia Parapat; Riski Baroroh
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i5.2004-2011

Abstract

Program Maghrib Mengaji merupakan salah satu bentuk pembinaan keagamaan berbasis komunitas yang memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi Al-Qur’an pada anak. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Perumahan Griya Nato 1 Desa Ujung Gurap dengan tujuan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an, meningkatkan pemahaman tajwid, serta menumbuhkan kembali minat generasi muda terhadap tradisi keagamaan. Metode pelaksanaan mencakup observasi awal, sosialisasi program, pelatihan guru mengaji, pendampingan intensif kegiatan Maghrib Mengaji, serta evaluasi kemampuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kemampuan membaca Al-Qur’an peserta, baik dari aspek pelafalan huruf, makhraj, maupun penerapan tajwid. Selain itu, partisipasi anak dan remaja meningkat dari minggu ke minggu, didukung oleh peran aktif guru mengaji, orang tua, dan tokoh masyarakat. Pelatihan guru mengaji juga berdampak positif terhadap kualitas pembelajaran, menjadikannya lebih terstruktur, variatif, dan menarik. Program ini berhasil merevitalisasi tradisi Maghrib Mengaji dan memperkuat pendidikan keagamaan di tingkat desa. Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi model pembinaan literasi Al-Qur’an berbasis Masyarakat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) STUNTING DI DESA SOPO TINJAK KECAMATAN BATANG NATAL KABUPATEN MANDAILING NATAL Darman Syah Pulungan; Irman Puansah; Khoirudin Nasution; Natalia Parapat; Hoirun Nisa Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3479-3485

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk di Desa Sopo Tinjak, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai gizi seimbang, serta kurangnya sanitasi rumah tangga menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya risiko stunting pada balita. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan PHBS sebagai strategi pencegahan stunting melalui edukasi kesehatan, pendampingan perilaku, demo cuci tangan, senam pagi, serta sosialisasi mengenai sanitasi lingkungan dan pola konsumsi gizi seimbang. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, praktik langsung, observasi PHBS rumah tangga, kepada masyarakat dan siswa sekolah dasar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya PHBS, perubahan perilaku sehari-hari seperti kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan sanitasi rumah tangga, serta meningkatnya kesadaran orang tua dalam memberikan makanan bergizi kepada balita. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan senam pagi dan edukasi gizi membantu memperkuat perilaku hidup sehat secara kolektif. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil mendorong penerapan PHBS sebagai langkah preventif yang efektif dalam menurunkan risiko stunting di Desa Sopo Tinjak. Upaya berkelanjutan diperlukan melalui pendampingan lintas sektor dan penguatan peran kader kesehatan desa untuk memastikan keberlanjutan perilaku sehat dalam jangka panjang
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TB) DI DESA PARAU SORAT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA. Darman Syah Pulungan; Rahmat Fauzi Siregar; Riski Baroroh; Mhd Toha; Nur Afifah Siregar; ayu Ramadhani; I hutan Hasibuan; Selvi Putri Lubis
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4873-4876

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh serta penyakit penyerta yang sering dialami pada usia lanjut. Salah satu faktor yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan yang baik dapat membantu individu memahami informasi kesehatan, mengenali gejala penyakit, serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi kesehatan lansia dalam pencegahan penyakit tuberkulosis di Desa Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber data sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan pada lansia dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami informasi mengenai gejala, penularan, serta pencegahan penyakit TB. Selain itu, faktor usia, kondisi kesehatan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan juga mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada lansia. Upaya peningkatan literasi kesehatan dapat dilakukan melalui program edukasi kesehatan, penyuluhan masyarakat, penggunaan media edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan pada lansia, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tuberkulosis dapat meningkat sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit di masyarakat.
ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONAL TERHADAP PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI LAPAS KELAS III KOTANOPAN Rahmat Fauzi Siregar; Darmansyah Pulungan; Andes Fuady Harahap; Lia Tiara; Salsabila Aulia Rifani Siregar; Reza Pahlepi Hasibuan; Ridwan Hakim; Zainul Anam
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 11, No 1 (2026): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v11i1.138-145

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan sosial dan emosional warga binaan kelas III Kotanopan berdasarkan lima domain KSE melalui observasi dan didukung dengan wawancara dengan warga binaan . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan sosial emosional warga binaan  berada pada kategori cukup baik, namun beberapa aspek masih perlu ditingkatkan. Warga binaan  mampu mengekspresikan emosi dan bekerja sama, tetapi masih kesulitan mengendalikan emosi, mengelola waktu, menghargai giliran berbicara, serta menyelesaikan konflik kecil. Pada domain pengambilan keputusan, warga binaan  cukup mampu mempertimbangkan tindakan namun belum konsisten menerima konsekuensinya. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pemahaman yang lebih suportif untuk mengoptimalkan pengembangan kompetensi sosial-emosional warga binaan
A Systematic Literature Review of Perceived Educational Quality as a Driver of Higher Education Intention   Riski Baroroh; Elly Purwanti; Dwi Priyo Utomo; Widayat Widayat; Eny Mayasari; Darman Syah Pulungan
West Science Journal Economic and Entrepreneurship Vol. 4 No. 03 (2026): West Science Journal Economic and Entrepreneurship
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsjee.v4i03.2914

Abstract

This study aims to synthesize the existing literature on the role of perceived educational quality in shaping higher education intentions. A Systematic Literature Review (SLR) approach based on the PRISMA framework was employed. A total of 155 articles were identified, and 78 articles published between 2020 and 2025 met the inclusion criteria and were analyzed. The findings indicate that perceived educational quality is a multidimensional construct consisting of teaching quality, service quality, institutional reputation, academic environment, student–faculty interaction, and graduate employability, all of which contribute to students’ intentions to pursue higher education. The review further reveals that previous studies have produced inconsistent findings regarding the most influential dimensions of educational quality, resulting in fragmented theoretical understanding. This study addresses this gap by providing a comprehensive synthesis of the existing evidence and identifying key dimensions that consistently influence higher education intentions across different contexts. The findings contribute to the development of a more integrated conceptual framework and offer practical insights for higher education institutions in designing effective recruitment, marketing, and student retention strategies.
STUNTING DI PINGGIRAN KOTA: KAJIAN KUALITATIF TERHADAP POLA ASUH DAN PRAKTIK GIZI BALITA DI DESA GUNUNG HASAHATAN Fatma Suryani Harahap; Nurmaini Ginting; Nasirsah Nasirsah; Eny Maya Sari; Darman Syah Pulungan; Riski Baroroh; Fitriani Fitriani; Benny Sofyan Samosir
Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA Vol 10, No 2 (2025): Eksakta : Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, UM-Tapsel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/eksakta.v10i2.%p

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang signifikan di Indonesia, termasuk di wilayah pinggiran kota seperti Desa Gunung Hasahatan, Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang memengaruhi pola asuh dan praktik gizi balita di wilayah tersebut. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap ibu balita, kader Posyandu, petugas gizi, serta tokoh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya literasi gizi ibu, pengaruh budaya lokal, keterbatasan ekonomi, serta kurang optimalnya intervensi lembaga kesehatan berkontribusi signifikan terhadap tingginya kasus stunting. Praktik pemberian makan yang tidak sesuai kebutuhan mikronutrien, kepercayaan tradisional yang menormalisasi tubuh kurus, dan minimnya keterlibatan edukatif menjadi kendala utama. Intervensi edukasi berbasis komunitas oleh perguruan tinggi menunjukkan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran gizi masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan strategi penanggulangan stunting berbasis multisektor, partisipatif, dan kontekstual dengan mengintegrasikan pendekatan budaya, peningkatan literasi gizi, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan lokal yang lebih adaptif dan berkelanjutan dalam penanganan stunting di wilayah pinggiran kota.
Peningkatan Rumah Desa Sehat sebagai Pusat Konvergensi dalam Percepatan Penanganan Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Irman Puansah; Darman Syah Pulungan; Rahmat Haris Saputra Harahap; Wina Sifa Hani Gultom
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.9361

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, despite showing a declining trend in recent years, is still above the national target, thus requiring acceleration efforts through a convergence approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Healthy Village Houses (RDS) as a center for the convergence of stunting handling acceleration, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategies to strengthen the RDS institution. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving local government, village government, health workers, Human Development Cadres (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was performed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a nutrition education center, as well as a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth and development monitoring. However, its implementation has not been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and low community participation. The study concludes that strengthening RDS requires specific budget support, clear institutional regulations, capacity building for cadres, more intensive integration with health centers, and improving community nutrition literacy. Optimizing RDS is crucial to accelerate the reduction of stunting rates and strengthen village-based health governance.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STUNTING TERHADAP MASYARAKAT DI DESA MARSADA KECAMATAN SIPIROK KABUPATEN TAPANULI SELATAN Darman Syah Pulungan; Nur Hazijah Siregar
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5506-5509

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang masih menjadi isu strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tapanuli Selatan. Desa Marsada sebagai salah satu desa di Kecamatan Sipirok memiliki potensi sumber daya lokal yang cukup besar, namun masih menghadapi tantangan dalam peningkatan kesadaran masyarakat terkait pola asuh, gizi seimbang, dan sanitasi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi gizi berbasis partisipasi masyarakat. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi Sosialisasi , diskusi kelompok, simulasi penyusunan menu bergizi seimbang, serta pendampingan kader posyandu dan ibu balita. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Marsada dengan melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, Mahasiswa KKN UMTS dan masyarakat setempat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang penyebab, dampak, serta strategi pencegahan stunting, terutama dalam hal pemberian makanan bergizi. Antusias peserta dan keterlibatan,Pemerintahan Desa dan  Bidan Desa menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam sosialisasi Pencegagahan Stunting bagi masyarakat. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun gerakan bersama masyarakat Desa Marsada menuju Desa Bebas Stunting.