Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Peningkatan Rumah Desa Sehat sebagai Pusat Konvergensi dalam Percepatan Penanganan Stunting di Kabupaten Mandailing Natal Irman Puansah; Darman Syah Pulungan; Rahmat Haris Saputra Harahap; Wina Sifa Hani Gultom
Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/khatulistiwa.v6i1.9361

Abstract

The high prevalence of stunting in Mandailing Natal Regency, despite showing a declining trend in recent years, is still above the national target, thus requiring acceleration efforts through a convergence approach at the village level. This study aims to analyze the effectiveness of the implementation of Healthy Village Houses (RDS) as a center for the convergence of stunting handling acceleration, identify supporting and inhibiting factors, and formulate strategies to strengthen the RDS institution. The research used a qualitative descriptive method with data collection techniques including in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving local government, village government, health workers, Human Development Cadres (KPM), and posyandu cadres. Data analysis was performed using the Miles & Huberman interactive model through the stages of data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results show that RDS functions as a multisectoral coordination platform, a nutrition education center, as well as a space for integrating various health services such as integrated posyandu and child growth and development monitoring. However, its implementation has not been optimal due to limited budget allocation, low human resource capacity, weak institutional documentation, and low community participation. The study concludes that strengthening RDS requires specific budget support, clear institutional regulations, capacity building for cadres, more intensive integration with health centers, and improving community nutrition literacy. Optimizing RDS is crucial to accelerate the reduction of stunting rates and strengthen village-based health governance.
PEMANFAATAN LUBUK LARANGAN UNTUK MENINGKATKAN KESEHJATERAAN MASYARAKAT DI DESA ANGGOLI KECAMATAN SIBABANGUN KABUPATEN TAPANULI TENGAH Simbolon, Nora Yanti; Zulfiqar, Effan; Pulungan, Darman Syah
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 4, No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v4i2.2020.82-96

Abstract

Program lubuk larangan BUMDes Sepakat ini dilakukan di Desa Anggoli karena daerah aliran sungai yang luas sehingga pemerintah desa dan masyarakat berinisiatif untuk mengembangkan daerah aliran sungai menjadi sumber pendapatan asli desa yang bermanfaat bagi masyarakat terkhususnya bagi anak yatim piatu,orangtua jompo,dan membangun sarana dan prasarana desa.      Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan lubuk larangan di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui bagaimana tingkat kesehjateraan masyarakat dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui lubuk larangan di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemanfaatan lubuk larangan terhadap kesehjateraan masyarakat di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan maka, diperoleh nilai kolerasi sebesar 0,684 sedangkan nilai kolerasi dalam tabel kolerasi untuk n = 72 dan taraf signifikan 5% diperoleh nilai sebesar 0,235, berarti  rhitung  yaitu 0,684 lebih besar dari nilai  rtabel  kolerasi yaitu 0,235. Dengan demikian berarti hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya sebab nilai  rhitung  dari nilai rtabel  atau 0,684 0,235. Sedangkan nilai thitung  adalah 10,75 dimana taraf signifikan 0,05 dan dk = n-2, 72-2 =70 taitu ttabel = 0,05, (1,671). Jadi nilai  thitung  lebih besar dari pada ttabel atau 10,75 1,671. Maka dengan itu hipotesis yang di rumuskan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, yang berarti ada pengaruh yang signifikan atau positif dari pemanfaatan lubuk larangan untuk meningkatkan kesehjateraan masyarakat di Desa Anggoli Kecamatan Sibabangun Kabupaten Tapanuli Tengah.Kata kunci: pemanfaatan, lubuk larangan, kesehjateraan.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN TENTANG TUBERKULOSIS PADA KELOMPOK LANSIA DI DESA PARAU SORAT KECAMATAN BATANG ONANG KABUPATENPADANG LAWAS UTARA Pulungan, Darman Syah; Toha, Mhd; Koto Muslih, Almaido; Hasibuan, Ari As’ad; Putri Lbs, Selvi; Hasibuan, I hutan; Ramadhani, Ayu; Saputra Hsb, Mhd Yusril; Siregar, Nur Afifah
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4975-4979

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan global, termasuk di Indonesia yang memiliki beban kasus TB cukup tinggi. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena penurunan sistem kekebalan tubuh, adanya penyakit penyerta, serta keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan. Oleh karena itu, peningkatan literasi kesehatan mengenai TB menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan lansia dalam mengenali gejala serta melakukan upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan lansia tentang TB di Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan edukasi kesehatan berbasis komunitas melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta demonstrasi etika batuk dan penggunaan masker. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan dalam rangka program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan dengan melibatkan mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, bidan desa, serta pemerintah desa. Peserta kegiatan berjumlah 35 orang lansia.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum dilakukan edukasi, sebagian besar peserta memiliki tingkat pengetahuan yang masih rendah mengenai TB, terutama terkait gejala utama seperti batuk lebih dari dua minggu. Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan, terjadi peningkatan pemahaman lansia mengenai penyebab, gejala, cara penularan, serta upaya pencegahan TB. Selain itu, peserta juga menunjukkan perubahan sikap positif terhadap perilaku pencegahan, seperti kesadaran menggunakan masker saat batuk, menjaga kebersihan lingkungan, serta kesediaan memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.Dengan demikian, kegiatan edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan lansia mengenai TB. Program serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader, serta pemerintah desa guna mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini TB di masyarakat.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN LANSIA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TB) DI DESA PARAU SORAT KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA. Pulungan, Darman Syah; Siregar, Rahmat Fauzi; Baroroh, Riski; Toha, Mhd; Siregar, Nur Afifah; Ramadhani, ayu; Hasibuan, I hutan; Lubis, Selvi Putri
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 12 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i12.2025.4873-4876

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kelompok lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit TB karena adanya penurunan sistem kekebalan tubuh serta penyakit penyerta yang sering dialami pada usia lanjut. Salah satu faktor yang berperan penting dalam upaya pencegahan penyakit adalah literasi kesehatan. Literasi kesehatan yang baik dapat membantu individu memahami informasi kesehatan, mengenali gejala penyakit, serta melakukan tindakan pencegahan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan literasi kesehatan lansia dalam pencegahan penyakit tuberkulosis di Desa Parau Sorat Kabupaten Padang Lawas Utara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber data sekunder berupa artikel jurnal ilmiah, buku, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan pada lansia dapat mempengaruhi kemampuan mereka dalam memahami informasi mengenai gejala, penularan, serta pencegahan penyakit TB. Selain itu, faktor usia, kondisi kesehatan, serta keterbatasan akses informasi kesehatan juga mempengaruhi tingkat literasi kesehatan pada lansia. Upaya peningkatan literasi kesehatan dapat dilakukan melalui program edukasi kesehatan, penyuluhan masyarakat, penggunaan media edukasi, serta dukungan keluarga dan tenaga kesehatan. Dengan meningkatnya literasi kesehatan pada lansia, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan penyakit tuberkulosis dapat meningkat sehingga dapat mengurangi risiko penularan penyakit di masyarakat.