Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

RESPONS PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRENURSERY AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT NANAS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Br. Ginting, Agnes Junita; Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85327

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas utama perkebunan. Prenursery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit yang dimulai dari penyemaian kecambah sampai tanaman berusia 3 bulan. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam prenursery memiliki kendala kesuburan yang rendah baik dari segi fisik, biologi, dan kimia sehingga diperlukan penambahan kompos kulit nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resposns pertumbuhan kelapa sawit di prenursery akibat pemberian kompos kulit nanas serta mendapatkan dosis kompos kulit nanas yang terbaik bagi pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu n1 (38 g/polybag atau setara 3% bahan organik), n2 (84 g/polybag atau setara 6% bahan organik), n3 (131 g/polybag atau setara 9% bahan organik), n4 (178 g/polybag atau setara 12% bahan organik), n5 (225 g/polybag atau setara 15% bahan organik) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 80 satuan percobaan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter bonggol (cm), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit nanas memberikan respons yang baik terhadap jumlah daun kelapa sawit di prenursery. Pemberian kompos kulit nanas 225 g/polybag kompos kulit nanas atau setara 15% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK dan pemberian kompos kulit nanas 38 g/polybag atau setara 3% bahan organik merupakan dosis yang efesien untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK.
Pengaruh Pemberian Pupuk Kasgot terhadap Pertumbuhan Tanaman Melada (Piper colubrinum Link.) Utari, Marisa; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v14i2.83420

Abstract

Melada is a member of the Piperacea family, which is a perdu. Melada plants have properties that are resistant to the fungal attack Phytophthora capsici that causes basal stem rot disease; therefore, melada plants are used as rootstocks in pepper grafting to create pepper plants that are resistant to BPB disease. In this study, organic fertilizer was used as a nutrient enhancer in the soil; therefore, the type of organic fertilizer used was kasgot fertilizer (former maggot), which is expected to increase the nutrient content in the soil and have an influence on the growth of melada plants. The purpose of the study was to determine the effect of applying kasgot fertilizer on the growth of melada plants to increase their growth. This research will be conducted from August 16 to November 16, 2023. Research will be carried out at the Green House, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak, West Kalimantan. This study uses a single-factor randomized group design (RAK) with factors in the form of applying Kasgot fertilizer. This study consists of 5 levels of treatment: K0 = Kasgot 0 g; K1 = Kasgot 20 g/1 kg alluvial soil; K2 = Kasgot 40 g/1 kg alluvial soil; K3 = Kasgot 60 g/1 kg alluvial soil; K4 = Kasgot 80 g/1 kg alluvial soil. The variables observed were an increase in shoot length, an increase in the number of leaves, root length, root volume, and plant biomass. The results of this study showed that the treatment of K3 with 60 grams of kasgot fertilizer/1 kg of soil had the best influence on the growth of melada plants.
PENGARUH PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK GUANO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Fitriani, Nur; Sulistyowati, Henny; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.89268

Abstract

Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) merupakan salah satu tanaman sayuran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi manusia. Tanah podsolik merah kuning (PMK) sebagai media tumbuh okra dihadapkan pada beberapa kendala diantaranya kandungan bahan organik rendah, strukturnya pejal, pH rendah, serta unsur hara rendah. Upaya dalam mengatasi permasalahan tanah tersebut adalah dengan menambahkan arang sekam padi dan pupuk guano, arang sekam padi bertujuan untuk memperbaiki sifat fisik tanah,  pupuk guano bertujuan untuk menyediakan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dan mengetahui interaksi dari pemberian arang sekam padi dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di lahan Asrama Mahasiswa Bengkayang, Bansir Darat, Pontianak Tenggara dan dilaksanakan pada bulan april-juni 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah arang sekam padi (a) yang terdiri dari 3 taraf a1= 5 ton/ha, a2= 10 ton/ha, a3= 15 ton/ha dan faktor kedua pupuk guano (g) yang terdiri dari 3 taraf g1= 5 ton/ha, g2= 10 ton/ha, g3= 15 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian arang sekam padi dan pupuk guano terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah podsolik merah kuning. Arang sekam padi dosis 15 ton/ha merupakan dosis terbaik variabel jumlah cabang dan pupuk guano 15 ton/ha merupakan dosis terbaik variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, berat kering, jumlah cabang dan jumlah buah.  
Social Relations Reflected in the Use of Phatic Communication Viewed from Critical Classroom Discourse Analysis Fajar, Muh Fajar; Sulistyowati, Henny
New Language Dimensions Vol. 3 No. 1 (2022): New Language Dimensions, June 2022
Publisher : English Department, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/nld.v3n1.p1-10

Abstract

Studying social relations embedded in the use of phatic expression plays an important role to detect the position of each participant in the communication events. This research was aimed at investigating how the lecturers of the English Department STKIP PGRI Jombang enacted phatic communication as part of a power and solidarity strategy in maintaining good social relations through dialogues with their students. It employed qualitative research by adopting the theory of critical classroom discourse analysis to investigate how the lecturer enacted phatic communication as power and solidarity strategies to the students in the classroom. It related the examination of phatic communication and social analysis to get true data analysis of the research. The findings showed the lecturers enacted phatic communication as a powerful strategy for their students by addressing the students in terms of the learning process and controlling the preparation of the group discussion. Furthermore, the lecturers also enacted phatic communication as a solidarity strategy with their students by exercising personal experiences and expressing sad feelings to the student whose father passed away. Thus, it could be concluded that when the lecturers exercised power over the students indicated that their social relations are unequal. On the contrary, the solidarity exposed by the lecturers to their students indicated that their social relations are equal.
MOTIVASI PETANI DALAM USAHATANI PINANG DI DESA PUNGGUR BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4054

Abstract

Betel palm is one of agriculture export commodity stated in top ten agriculture export commodities in 2021. Kubu Raya Regency of Kalimantan Barat Province has developed betel plantation, with Sungai Kakap Sub-district as the area that holds the largest betel palm plantation areas, covering 487 ha with total produce if 701 tons. Betel plant farming in Sungai Kakap suffers low yield, yet the farmers still hold on to this commodity in their farms. One of the factor that affect the farm productivity is the farmer’s motivation. Motivation affects the farmer’s confidence in facing challenges and making right decisions in managing their farmings. The purposes of this research were: 1) to measure the level of betel palm farmers’ motivation, and 2) to analyze the relationship between the farmers’ motivation with their social economy factors in their farmings. The research was conducted at Punggur Besar Village of Sungai Kakap Sub-district, with method of surveys to respondents. Variables observed in the research were betel plant farmers’ motivation level and the relationship between the farmers’ motivation with their social economy motivations in their farmings. The result shows that: 1) the betel palm farmers’ motivation in their farmings is considered to be very high, with the economic motivation of 80,7% and social motivation of 84%; 2) there is a significant relationship between ages with economic motivation, and farmers participation in farmers group with social motivation in betel plant farmings.Keywords: betel palm farmings, farmers’ motivation, Punggur Besar Village INTISARIPinang merupakan salah satu komoditas ekspor dari sub sektor perkebunan yang pada tahun 2021 dinyatakan sebagai 10 besar komoditas ekspor dari sektor pertanian. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang sudah mengembangkan tanaman pinang, dan Kecamatan Sungai Kakap merupakan kecamatan yang memiliki luas lahan paling besar untuk komoditas pinang di Kabupaten Kubu Raya, yaitu sebesar 487 ha dengan produksi 701 ton. Usahatani pinang di Kecamatan Sungai Kakap dihadapkan pada permasalahan rendahnya hasil, walaupun demikian para petani masih tetap mempertahankan keberadaan komoditas ini di lahan usahataninya. Salah satu faktor yang mempengaruhi produktivitas usahatani adalah motivasi petani. Motivasi akan mempengaruhi keyakinan petani dalam menghadapi tantangan dan mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola usahatani mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui tingkat motivasi petani pinang, dan 2) menganalisis hubungan antara faktor-faktor motivasi petani pinang dengan motivasi ekonomi dan sosial dalam menjalankan usahataninya. Penelitian dilaksanakan di Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap  Kabupaten Kubu Raya, menggunakan metode survei terhadap responden sebagai objek penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tingkat motivasi petani pinang dan hubungan antara motivasi petani pinang dengan motivasi ekonomi dan sosial dalam menjalankan usahataninya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Tingkat motivasi petani dalam menjalankan usahatani pinang tergolong sangat tinggi, dengan rincian tingkat motivasi ekonomi sebesar 80,7%, dan tingkat motivasi sosial sebesar 84%; 2) Terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan motivasi ekonomi, dan keiikut-sertaan petani dalam kelompok tani dengan motivasi sosial dalam menjalankan usahatani pinang.Kata kunci: Desa Punggur Besar, motivasi petani, usahatani pinang
EFEKTIVITAS JAKABA DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH ALUVIAL Nurhidayati, Dayang Windy; Ruliyansyah, Agus; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i4.91514

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan tanaman sayuran yang berpotensi dikembangkan secara intensif dan komersial. Bawang daun digunakan untuk bahan penyedap rasa dan bahan campuran pada beberapa jenis makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas jakaba terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial dan mendapatkan dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di halaman asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2 Ujung, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 2 bulan 22 hari. Penelitian ini menggunakan polybag dengan Rancangan Split Plot RAL yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk organik jakaba (J) sebagai petak utama (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu tidak diberi jakaba dan diberi jakaba. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) sebagai anak petak (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 200 kg/ha, 300 kg/ha, 400 kg/ha, sehingga didapat 6 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 72 tanaman sampel. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman, jumlah anakan, berat segar, volume akar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jakaba tidak efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial. Tidak terdapat dosis NPK yang terbaik dengan pemberian jakaba untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial.
Fruit Set Percentage And Oil Palm Production In Smallholder Plantations In Sungai Kunyit Village, Sekadau Hilir Sub-District,Sekadau District. Ferdyanto, Pius Paternus; Supriyanto, Supriyanto; Sulistyowati, Henny
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v15i1.90651

Abstract

The productivity of oil palm between smallholder farmers and companies influenced by cultivation practices, such as fertilization, pruning, pest and disease control, and the pollination process. This study aims to analyze the fruit set percentage and oil palm production in Dusun Amak, Sungai Kunyit Village, Sekadau Hilir Sub-district, and to identify the influence of pollinating insect populations and the percentage of male flowers on fruit set. The research was conducted in smallholder oil palm plantations using survey and interview methods. The survey included tree census, fruit and bunch sampling, pest and disease observation, pollinating insect counting, and average bunch weight measurement. Unstructured interviews were conducted with farmers to supplement the data. The results showed a fruit set percentage of 67.87%, lower than the optimal potential of 80% for 10-year-old oil palm trees. Although male flowers were sufficient, the low population of pollinating insects (Elaeidobius kamerunicus) led to suboptimal pollination, resulting in a lower fruit set.
Pengaruh Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit dan Pupuk K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Edamame pada Tanah Podsolik Merah Kuning Virya, Lola Okta; Maulidi, Maulidi; Sulistyowati, Henny
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i2.92292

Abstract

Edamame (Glycine max (L.) Merr.) merupakan tanaman potensial untuk dikembangkan di Indonesia. Optimalisasi tanah PMK sebagai media tanam dapat dilakukan dengan pemberian bahan kompos TKKS. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi kompos TKKS dan pupuk K yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman edamame pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan, Fakultas Pertanian Untan, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, dimulai pada bulan Oktober 2024 sampai bulan Januari 2025. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu kompos tandan kosong kelapa sawit (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, A1 = 20 ton/ha setara 100 gram/polibag, A2 = 30 ton/ha setara 150 gram/polibag, A3 = 40 ton/ha setara 200 gram/polibag. Faktor kedua yaitu pupuk K (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, K1 = 50 kg/ha setara 0,37 gram/polibag, K2 = 150 kg/ha setara 1,12 gram/polibag, K3 = 250 kg/ha setara 1,87 gram/polibag. Masing-masing diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman (2 MST, 3 MST, 4 MST), volume akar, berat kering, jumlah polong, berat polong segar, jumlah polong isi, persentase polong hampa, dan berat polong per polong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kompos TKKS   dosis 20 ton/ha dan pupuk K 50 kg/ha, merupakan dosis efektif untuk berat per polong. Pemberian kompos TKKS dengan dosis 40 ton/ha dapat meningkatkan tinggi tanaman edamame 2 MST pada tanah podsolik merah kuning.
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KULIT PISANG DAN WAKTU PEMANGKASAN PUCUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS PADA TANAH GAMBUT Wardiah, Ahla; Sulistyowati, Henny; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.91968

Abstract

Gambas merupakan tanaman merambat familia Cucurbitaceae. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tumbuh dihadapkan kendala antara lain pH yang rendah dan kurang tersedianya unsur hara. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menambahkan POC kulit pisang dan melakukan pemangkasan pucuk untuk menunjang kebutuhan unsur hara tanaman dan efisiensi pertumbuhan tanaman agar merata. Penelitian dilaksanakan di lahan Asrama Bengkayang, Jl. Sepakat II, Pontianak yang berlangsung pada tanggal 23 Mei 2024 - 17 Juli 2024. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi RAL dengan petak utama Waktu Pemangkasan Pucuk (W) terdiri dari 3 taraf yaitu W1 = 15 HST, W2 = 20 HST, dan W3 = 25 HST. Anak petak Pupuk Organik Cair Kulit Pisang (K) terdiri dari 3 taraf yaitu K1 = 15 ml/l, K2 = 25 ml/l, dan K3 = 35 ml/l. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali, dengan 4 tanaman sampel sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel pengamatan yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah/tanaman, berat buah/tanaman, berat per buah, diameter buah, dan panjang buah. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan waktu pemangkasan pucuk 25 HST memperoleh nilai tertingi pada volume akar, berat buah pertanaman, dan diameter buah, sedangkan perlakuan POC kulit pisang tidak ditemukan konsentrasi terbaik. Interaksi antara Waktu Pemangkasan Pucuk dan POC Kulit Pisang terjadi pada variabel volume akar, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, dan panjang buah.
KERAGAAN KEBUN DAN KARAKTERISTIK PETANI PINANG DI KABUPATEN KUBU RAYA, KALIMANTAN BARAT Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 1 (2023): edisi JANUARI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i1.2425

Abstract

Biji pinang merupakan bahan baku penting dalam bidang industri dan farmasi. Saat ini pinang sudah menjadi salah satu komoditas ekspor dari sub sektor perkebunan, sehingga merupakan alternatif yang sangat sesuai untuk diversifikasi komoditas perkebunan di Kalimantan Barat. Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu kabupaten di Kalimantan Barat yang sudah mulai mengembangkan tanaman pinang, akan tetapi produksinya masih tergolong rendah. Keterbatasan akses terhadap informasi tentang teknologi, pasar, maupun informasi penting lainnya menjadi penghambat kemajuan petani, oleh karena itu diperlukan banyak upaya untuk membantu petani pinang dalam menghadapi permasalahannya. Upaya yang perlu dilakukan saat ini adalah pengadaan basis data kebun agar pemerintah dapat membuat kebijakan dan tindakan yang ditujukan untuk memberdayakan kebun pinang di Kabupaten Kubu Raya, dan meningkatkan kesejahteraan petaninya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data tentang keragaan kebun dan karakteristik petani pinang di Kabupaten Kubu Raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir semua petani pinang (86,7%) di lokasi penelitian menanam pinang secara polikultur, dan belum menjalankan usahataninya sesuai dengan “good agricultural pratice” sehingga produktivitas pinang yang diusahakan masih tergolong rendah secara kuantitas maupun kualitas. Pemasaran biji pinang kering juga belum efisien. Peran pemerintah dan lembaga terkait diperlukan untuk memberikan pelatihan, bimbingan, pendampingan, dan informasi pasar pada petani pinang di Kabupaten Kubu Raya.