Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK MELADA Apriyatna, Arif; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73816

Abstract

Pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin terhadap pertumbuhan setek melada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari konsentrasi ZPT Auksin (Atonik) terbaik bagi pertumbuhan setek tanaman melada. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 22 Februari hingga 22 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi Atonik yang diulang sebanyak 6 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : pemberian Atonik dengan konsentrasi 1 m/l, pemberian Atonik dengan konsentrasi 2 ml/l dan pemberian Atonik dengan konsentrasi 3 ml/l. Variabel pengamatan penelitian meliputi persentase tumbuh (%), jumlah tunas, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), jumlah akar (helai), dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ZPT auksin (Atonik) dengan konsentrasi 1 ml/l merupakan dosis terbaik untuk digunakan dalam perbanyakan setek melada. Pemberian ZPT auksin (Atonik) memberikan persentase tumbuh terbaik yaitu 90%, panjang akar terbaik yaitu 13,34 cm, jumlah akar terbaik yaitu 12 helai dan volume akar terbaik 9,67 cm3.
PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Agustina, Eka Putri; Pramulya, Muhammad; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 13 No. 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70727

Abstract

Penggunaan tanah aluvial sebagai media tanam memiliki beberapa tantangan, seperti struktur tanahnya yang padat dan kandungan hara yang rendah. Terlepas dari masalah ini, upaya telah dilakukan untuk memperbaiki tanah aluvial dengan menambahkan bokashi ampas tebu dan pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan di Jalan Reformasi Gg. Struktur Untan. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) mengetahui adanya interaksi antara bokashi ampas tebu dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial dan (2) mendapatkan dosis terbaik bokashi ampas tebu dan NPK untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor bokashi ampas tebu (K) dan faktor pupuk NPK (P). Setiap faktor memiliki tiga taraf perlakuan, dan setiap perlakuan diulang tiga kali dengan empat sampel per perlakuan. Faktor ampas tebu bokashi (K) meliputi perlakuan sebagai berikut: k1 = 15 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, dan k3 = 25 ton/ha. Faktor pupuk NPK (P) meliputi perlakuan sebagai berikut: P1 = 200 kg/ha, P2 = 300 kg/ha, dan P3 = 400 kg/ha. Beberapa variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain jumlah daun, umur muncul bunga (HST), diameter tanaman (cm), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3), dan umur panen (HST). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara bokashi ampas tebu bokashi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Namun, pemberian ampas tebu bokashi dengan dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik untuk berat segar tanaman dan krop kubis bunga di tanah aluvial. Namun pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis tidak memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Kata kunci : Tanah aluvial, Bokashi Ampas tebu, kubis bunga, NPK
PENGARUH BOKASI PAITAN DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Meningai, Meningai; Listiawati, Agustina; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99273

Abstract

Tanaman lobak (Rhaphanus sativus L.) adalah sayuran berumbi asal Asia Barat dan Eropa, dengan varietas putih paling umum dikonsumsi. Umbinya kaya zat dan vitamin, sehingga dibudidayakan sebagai sayuran dan obat. Tanah podsolik merah kuning (PMK) memiliki kendala seperti struktur menggumpal, agregat tidak stabil, permeabilitas rendah, miskin unsur hara makro (N, P, K, Ca, Mg) dan mikro (Zn, Mo, Cu, B), serta bahan organik. Bokasi paitan digunakan untuk memperbaiki kerusakan tanah akibat pupuk anorganik dan meningkatkan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah PMK. Penelitian bertujuan menentukan dosis terbaik bokasi paitan dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan lobak di tanah PMK. Lokasi penelitian di Jalan W.R. Supratman Pontianak selama ±4 bulan, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor: bokasi paitan (30, 40, 50 ton/ha) dan pupuk NPK (300, 400, 500 kg/ha). Setiap kombinasi diulang 3 kali dengan 4 sampel tanaman, total 108 tanaman. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, berat segar dan kering umbi, diameter, serta panjang umbi. Hasil menunjukkan interaksi signifikan antara bokasi paitan dan pupuk NPK terhadap berat kering tanaman. Kombinasi bokasi 40 ton/ha dan NPK 500 kg/ha menghasilkan berat kering tertinggi, serta efisien pada variabel umbi lainnya.
Inventarisasi dan Analisis Hambatan Peningkatan Produktivitas Pinang di Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus; Pramulya, Muhammad
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v16i1.104463

Abstract

Inventory and Analysis of Barriers to Increasing Areca Nut Productivity in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. Areca nut productivity in Kubu Raya Regency is relatively low, at around 0.86 tons/ha, compared with the national average of 1.53 tons/ha. This indicates that there are still many problems in areca nut farming in Kubu Raya Regency. Based on this, research is needed to inventory and analyze obstacles to increasing areca nut productivity, with the results informing recommendations for policy interventions in Kubu Raya Regency. The research was conducted in Punggur Besar Village, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency, and is a descriptive study using a survey method with respondents as research objects. Primary data were collected using a questionnaire to obtain systematic, objective information on farmer characteristics, technical, economic, and external obstacles experienced in running areca nut farming, while secondary data were obtained from relevant agencies and the literature. The results of the study concluded that areca nut farming in Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency is still faced with various obstacles, namely: (1) farmers' limited access to information and technology about good and correct areca nut cultivation, (2) farmers can only sell dried areca nuts to collectors at low prices, (3) farmers do not have access to other sources of financing besides their income, and (4) the role of institutions has not been fully felt by farmers, there has been no special guidance and ongoing technical assistance regarding areca nut farming including its financing.
Penapisan Jamur Antagonis Ganoderma sp. dari Tanaman Palmae di Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat Supriyanto, Supriyanto; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v16i1.90351

Abstract

Screening of Ganoderma Antagonistic Fungi from Palmae Roots in Kubu Raya Regency, West Kalimantan, Indonesia. Basal stem rot (BSR) disease, caused by the pathogen Ganoderma sp., is the most important disease in palms (Arecaceae, formerly known as Palmae). To date, there is no effective method for controlling Ganoderma. In oil palms, several methods developed can only slow the rate of infection or extend the plant's productive period. Biological control is an alternative method for controlling Ganoderma and is currently under development. However, the development of biological control is hampered by its limited distribution. The most feasible approach is to identify effective indigenous antagonists from the rhizosphere of palms and develop methods for their utilization. This is because the palm family is a group of plants with high species diversity, so it is suspected that they also have a high diversity of rhizosphere fungi. Therefore, it is suspected that there are fungi antagonistic to Ganoderma that can be used as biological control agents against Ganoderma sp. This effort can be done by isolating and screening microorganisms from the rhizosphere of palm plants for their ability to act as antagonists against Ganoderma, and testing their activity in the rhizosphere of palm plants under various combinations of environmental factors thought to support their effectiveness in controlling Ganoderma. Specifically, this research aims to identify Ganoderma antagonists from the rhizosphere of palm plants in West Kalimantan that are effective in controlling BPB disease. The research has been conducted by isolating and testing the ability of fungi from the roots of palm plants in West Kalimantan in controlling Ganoderma sp. The results showed that 50.97% of fungi isolated from palm roots inhibited Ganoderma growth in vitro, with inhibition ranging from 70% to 83%. Given this ability, further testing is needed to determine the effectiveness of these fungi in controlling stem rot disease caused by Ganoderma in palm plants.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH MEDIA JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH ALUVIAL Arman, Yandi; ., Astina; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5921

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis kompos limbah media jamur tiram yang terbaik untuk hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak dengan lama penelitian selama 5 bulan, dimulai dari tanggal 18 September 2013 sampai tanggal 20 Januari 2014. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu k1 (5 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 91,6 gram/lubang tanam), k2 (10 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 183 gram/lubang tanam), k3 (15 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 274,7 gram/lubang tanam), k4 (20 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 366,3 gram/lubang tanam) dan k5 (25 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 457,9 gram/lubang tanam), setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman(g), jumlah polong isi per petak (polong), berat biji kering per petak (g) dan berat 100 biji kering (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa k5 (25 ton/ha kompos limbah media jamur tiram atau setara dengan 457,9 gram/lubang tanam) memberikan hasil tertinggi pada semua variabel pengamatan. Kata kunci: aluvial, hasil, kacang tanah, kompos limbah media jamur tiram.
RESPON TANAMAN SAWI KERITING TERHADAP PEMBERIAN BOKASI PAKIS MERAH PADA TANAH ALLUVIAL alex, susanto; Sulistyowati, Henny; rohayeti, yeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 3 No. 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7284

Abstract

RESPON TANAMAN SAWI KERITING TERHADAP PEMBERIAN BOKASI PAKIS MERAH PADA TANAH ALLUVIAL Susanto Alex1) Henny Sulistyowati2) dan Yeti Rohayeti2) 1)Mahasiswa,2)Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan perbandingan tanah dan bokasi pakis merah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada tanah alluvial. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari lima taraf perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan dalam penelitian ini adalah p0 = tanpa pemberian bokasi pakis merah, p1 = 1:1 setara dengan 3 kg tanah alluvial : 3 kg bokasi pakis merah/polybag, p2 = 2:1 setara dengan 4 kg tanah alluvial : 2 kg bokasi pakis merah/polybag, p3 = 3:1 setara dengan 4,5 kg tanah alluvial : 1,5 kg bokasi pakis merah/polybag, p4 = 4:1 setara dengan 4,8 kg tanah alluvial : 1,2 kg bokasi pakis merah/ polybag. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah jumlah daun, berat segar tanaman, volume akar dan luas daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokasi pakis merah menghasilkan pengaruh nyata terhadap jumlah daun akhir penelitian dan berat segar tanaman sawi keriting, sedangkan terhadap volume akar dan luas daun memberikan pengaruh tidak nyata. Pemberian bokasi pakis merah dengan perbandingan 2 : 1 setara dengan 4 kg tanah alluvial dan 2 kg bokasi pakis merah/polybag merupakan perbandingan yang terbaik pada variabel jumlah daun akhir penelitian dan berat segar tanaman. Kata kunci : Bokashi pakis merah, sawi keriting, tanah alluvial. CURLY MUSTARD RESPONSEN AGAINT GRANTING BOKASI OF RED FERN ON ALLUVIAL SOIL Susanto Alex1) Henny Sulistyowati2) and Yeti Rohayeti2) 1)Student, 2)Lacturer of Agriculture Department Tanjungpura University. ABSTRAK This research aim to get the comparison soil and bokasi of red fern which the best growth and yield of collards curly in alluvial soil. This research use Completely Randomized Design ( CRD ) that consist of five extent treatment that is repeated five time, every repetitions consist of three plant sampe. The treament in question is p0 = without granting red fern bokasi, p1 = 1:1 equivalent to 3 kg alluvial soil : 3 kg bokasi of red fern/polibag, p2 = 2:1 equivalent to 4 kg alluvial soil : 2 kg bokasi of red fern/polibag, p3 = 3:1 equivalent to 4,5 kg alluvial soil : 2,5 kg bokasi of red fern/polibag, p4 = 4:1 equivalent to 4,8 kg alluvial soil : 1,2 kg bokasi of red fern/polibag. Variable of the observation in this research is the number of leaves, fresh plant weight, roots volume and leaf area. Result of research show that granting bokasi of red fern provide real effect on the number of leaves the end of research and the weight of fresh curly mustard, whereas against roots volume and leaf area give no effect unreal. The granting of bokasi of red fern by comparison 2:1 equivalent to 4 kg alluvial soil and 2 kg bokasi of red fern/polibag constitute comparison the best on the variabel of leaves numbers at the end of research and weight of fresh plant. Keyword : alluvial soil, bokasi of red fern, curly mustard.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI pre nursery PADA TANAH ALLUVIAL Sukartono, Yosua Edi; Sulistyowati, Henny; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH ALLUVIAL Sukartono, Yosua Edi; Sulistyowati, Henny; Maulidi, -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 4 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.
Pengaruh Bokashi Rumput-rumputan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit pada Tanah Aluvial Steven, Yunus; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 5 No. 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11783

Abstract

Cabai rawit (Capsicum frustescens L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Tanah aluvial merupakan jenis tanah yang luas penyebaranya dan mempunyai potensi yang baik untuk budidaya, akan tetapi dalam pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh dihadapkan beberapa kendala salah satunya adalah memiliki kandungan unsur hara dan bahan organik yang rendah, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan penggunaan bahan organik yaitu bokashi rumput-rumputan karena bahan organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah aluvial sehingga dapat meningkatan unsur hara. Selain itu penggunaan bokashi ini juga merupakan upaya untuk meminimalisasi penggunaan pupuk kimia, karena bersifat ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis bokashi rumput "“ rumputan yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan yang dimaksud yaitu: p1 = 10 ton/ha atau setara dengan 50 g/polybag, p2 = 20 ton/ha atau setara dengan 100 g/polybag, p3 = 30 ton/ha atau setara dengan 150 g/ polybag, p4 = 40 ton/ha atau setara dengan 200 g/polybag, dan p5 = 50 ton/ha atau setara dengan 250 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, waktu berbunga, berat kering tanaman, jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi rumput-rumputan berpengaruh nyata terhadap variabel jumlah cabang produktif, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman, sedangkan untuk variabel pengamatan tinggi tanaman, waktu berbunga, dan berat kering tanaman berpengaruh tidak nyata. Pemberian bokashi rumput-rumputan berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah aluvial dan Pemberian bokashi rumput-rumputan, sebanyak 50 ton/ha, setara dengan 250g/polybag, merupakan perlakuan yang terbaik.