Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Optimalisasi Kebersihan Lingkungan Dan Peningkatan Kreativitas Anak Di Komplek Pajak Julaiha Probo Anggraini; Achmad Kirang; Adam Fauzan Hakim; Ahmad Romi Juniawan Ardianto; Ani Safitri; Ardy Rifqi Widyanto; Handika Purwanto; Mutiara Baramukti; Rosa Amelia; Shafa Elvira Shakina; Yudi Dwiyanto
Jurnal Igakerta Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Igakerta
Publisher : IGAKERTA Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70234/vm92sx97

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat oleh mahasiswa dengan pendekatan lintas disiplin dan lintas industri pada waktu dan tempat tertentu di Indonesia. KKN ini diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperbaharui disiplin ilmunya yang masih pada tataran teoritis dan membekali mahasiswa dengan keterampilan untuk mengatasi dan memecahkan masalah yang muncul di masyarakat. Tujuan utama dari Kuliah Kerja Nyata ini adalah untuk mempromosikan pengembangan masyarakat dan memungkinkan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam masyarakat untuk memperoleh pengalaman belajar yang berharga dan secara langsung menemukan, mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan masalah dalam kehidupan sosial. Dengan ini, kelompok kami melakukan pengabdian kepada masyarakat Jl. Kutilang 1 RT 03 RW 08 Komplek Pajak, Jurangmangu Timur, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Kami mempunyai Program Utama yaitu Mengoptimalkan kebersihan lingkungan Komplek Pajak Jurangmangu Timur yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dari masyarakat Komplek Pajak Jurangmangu Timur pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, program pendukung yang akan kami lakukan adalah pemberdayaan bank sampah dan meningkatkan kreativitas anak di Komplek Pajak Jurangmangu Timur.
Gambaran Pemahaman Pelecehan Seksual Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Ibnu Khaldun Bogor Siti Aminah Alfalathi; Ani Safitri; Bella Yugi Fazny; Siti Sopiah
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 8, No 1 (2024): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.812778

Abstract

Belakangan ini masalah terkait pelecehan seksual marak terjadi di lembaga pendidikan salah satunya adalah lingkungan kampus. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran pemahaman mahasiswa terkait pelecehan seksual itu sendiri. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penjelasan deskriptif. Responden penelitian merupakan mahasiswa di lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ibn Khaldun Bogor yang berjumlah sebanyak 153 orang, yang terdiri dari 92 perempuan dan 61 laki-laki. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang terdiri atas 48 butir pernyataan yang terbagi dalam 7 indikator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) responden penelitian belum memahami perbuatan pelecehan seksual (2) pelecehan seksual tidak dikaitkan dengan gender dan keadaan individu (3) jenis pelecehan yang paling ditemui di lingkungan kampus yaitu penampilan dan gerak tubuh yang menjurus ke arah seksual yang tidak diinginkan serta tatapan dan ucapan lelucon menggoda dengan sengaja, atau komentar tentang seks (4) tanggapan perilaku pelecehan seksual yaitu dengan menghindari kontak dengan pelaku pelecehan, misalnya bolos kelas/mengubah kursus/dipindahkan ke fakultas/program studi lain; akan mengambil tindakan lebih lanjut; akan menghadapi pelaku; akan berbicara dengan keluarga/teman dan rekan/sesama mahasiswa dan berbicara dengan konselor/psikolog/psikiater sebagai tanggapan atas pelecehan seksual yang dialami (5) tanggapan emosional terhadap perilaku pelecehan seksual ditunjukkan dengan perasaan tidak aman di kampus, rasa memiliki yang buruk terhadap kampus, murung,  kepercayaan diri/citra diri menjadi rendah, takut berinteraksi, merasa diperlakukan tidak sama di kampus, tidak bisa konsentrasi belajar, tidak ada respon kuat/respon emosional negatif dan merasa lelah/tidak berdaya/tidak puas (6) alasan tidak melapor ke pengawas atau universitas saat mengalami pelecehan seksual karena tidak ingin kejadian tersebut dibicarakan dan tidak ingin membuat situasi belajar mereka tidak menyenangkan dan (7) hanya sebagian kecil mahasiswa yang mengetahui adanya lembaga bantuan dan layanan antisipasi kekerasan seksual yang tersedia di Kampus UIKA Bogor.