Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perbandingan Komposisi Ikan Gobi di Sungai Bone Gorontalo pada Fase Bulan Gelap dan Bulan Terang Husain, Febrianti A; Pasisingi, Nuralim; Habibie, Sitty Ainsyah; Kasim, Faizal
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 2 | JUNE 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i2.32449

Abstract

Fase bulan merupakan faktor lingkungan alami yang memengaruhi distribusi ikan di perairan secara spasial dan temporal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan komposisi dan kelimpahan ikan gobi di Sungai Bone Provinsi Gorontalo pada fase bulan gelap dan terang. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun sepanjang Sungai Bone Provinsi Gorontalo pada pukul 08.00 hingga 15.00 WITA. Waktu pengambilan sampel dilakukan pada fase bulan gelap dan terang masing-masing pada 1 Dzulhijjah 1446 Hijriyah (bulan gelap) dan pada 13 Dzulhijjah 1446 Hijriyah (bulan terang). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat 9 spesies ikan gobi pada bulan terang dan 8 spesies pada bulan gelap, dengan Sicyopterus longifilis sebagai spesies dominan. Hal ini mengindikasikan bahwa komposisi dan kelimpahan ikan gobi di Sungai Bone Gorontalo dapat saja dipengaruhi oleh fase blulan. Namun berdasarkan uji korelasi non parametrik Spearman, tidak terdapat hubungan antara fase bulan dengan jumlah individu maupun kelimpahan relatif ikan gobi di Sungai Bone
Kesehatan Lamun di Teluk Tomini: Indikator Kualitas Lingkungan Perairan Gorontalo Habibie, Sitty Ainsyah; Hamzah, Sri Nuryatin; Sentia, Sentia; Abas, Nurnaningsih; Hasyim, Dandi
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 3 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i3.70254

Abstract

Lamun memainkan peran vital dalam ekosistem pesisir, termasuk sebagai penyedia jasa ekosistem, habitat berbagai organisme laut, serta indikator kesehatan lingkungan perairan. Banyaknya peranan lamun tidak diiringi dengan penambahan luasannya. Luas lamun secara global mengalami penurunan, terutama karena dampak aktivitas manusia. Teluk Tomini Gorontalo, yang memiliki garis pantai sepanjang 572,5 km, menyimpan potensi sumber daya lamun yang cukup besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sebaran, kerapatan, dan status kesehatan lamun di Perairan Teluk Tomini Gorontalo. Penelitian dilakukan di enam lokasi, tiga di perairan Teluk Tomini Kota Gorontalo dan tiga di Kabupaten Gorontalo. Tahapan penelitian terdiri dari dua tahapan yakni identifikasi dan pencatatan lamun menggunakan metode kuadrat pada transek sepanjang 100 m sejajar garis pantai dan kajian status kesehatan lamun melalui analisis tutupan lamun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sepuluh jenis lamun yakni Cymodocea rotundata, Cymodocea serrulata, Enhalus acoroides, Halophilla minor, Halophilla ovalis, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Thalassodendron ciliatum, Thalasia hemprichi, dan Syringodium isoetifolium, dengan C. rotundata memiliki kerapatan tertinggi (110,42 tegakan/m2). Tutupan lamun di perairan Teluk Tomini Gorontalo tergolong jarang-sedang, dengan kondisi kesehatan bervariasi dari rusak/miskin hingga rusak/kurang kaya/kurang sehat. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun potensi lamun besar, kondisi ekosistemnya memerlukan perhatian serius untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan kualitas lingkungan perairan.
The Suitability of Tomini Bay Gorontalo for Marine Tourism: Opportunities and Challenges Hamzah, Sri Nuryatin; Sahami, Femy M; Habibie, Sitty Ainsyah; Djunaidi, Sandrianto
Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jipk.v17i2.69451

Abstract

Graphical Abstract    Highlight Research 1. The potential of coral reefs for marine tourism has been calculated. 2. The potential of coralfish for marine tourism has been identified. 3. Water quality parameters are supporting factors for the sustainability of marine tourism. 4. The suitability of snorkeling and diving tourism has been mapped.     Abstract The waters of Tomini Bay, which boast the longest coastline in Gorontalo Province at 572.5 km, hold significant marine tourism potential, warranting further study and development. This research evaluated the potential and suitability of marine tourism in the Tomini Bay Gorontalo area, specifically snorkeling and diving. Data were collected on coral reef conditions, reef fish communities, and water quality parameters from six locations, including Pinomontiga, Kurenai, and Kaisomaru Beach, as well as Dulanga, Bitila, and Lahe Islands. Coral reef conditions were assessed using the underwater photo transect method, while reef fish data were collected using the underwater visual census method. Physical water parameter data measured were temperature (°C), salinity (‰), pH, dissolved oxygen (mg/L), current speed (cm/s), and brightness (m). The analysis of coral cover was conducted using Coral Point Count with Excel extensions (CPCe), while the suitability for snorkeling and diving tourism was assessed using the Tourism Suitability Index. The results showed that most locations had moderate to excellent coral reef conditions, high coral and fish diversity, and water quality that supported marine tourism activities. Among the six locations studied, two, namely Pinomontiga Beach and Lahe Island, were rated highly suitable for snorkeling and diving, while Kaisomaru Beach was not suitable. Other places, including Kurenai Beach and Bitila Island, were rated as suitable. These results provide essential information for developing sustainable marine tourism in Tomini Bay Gorontalo and can serve as a reference for local government in planning environmentally friendly tourism activities.                
Biopotential of Gorontalo Hulu’u Fish (Giuris margaritacea) Albumin in a Novel Spray Gel Formulation for the Treatment of BurnWounds: In Vivo Evaluation in Rats Paneo, Mohamad Aprianto; Djuwarno, Endah Nurrohwinta; Habibie, Sitty Ainsyah; Thomas, Nurain; Latif, Multiani S.; Munafri, Nur Alifia Karina; Anasiru, Rayhan Firman
Science and Technology Indonesia Vol. 11 No. 2 (2026): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2026.11.2.389-404

Abstract

This study aimed to evaluate the efficacy of different concentrations of Hulu’u fish albumin-based spray gels in promoting wound healing in burn injuries in male white rats. The formulations included 10%, 15%, and 20% concentrations of Hulu’u fish albumin, which were compared to a commercial snakehead fish albumin gel (positive control) and a spray gel base without albumin (negative control). Wound diameter reduction was assessed over seven days. The results indicated a clear dose response relationship, with the 20% Hulu’u fish albumin formulation (F3) achieving the most significant reduction in wound diameter, averaging 1.57 mm (range: 1.5–1.6 mm), representing a 91.8% improvement compared to the negative control group, which showed an average reduction of 19.13 mm (range: 18.1–19.7 mm). The Positive Control (snakehead fish albumin gel) demonstrated a moderate reduction with an average of 6.97 mm (range: 6.6–7.6 mm). The 10% Hulu’u fish albumin (F1) and 15% Hulu’u fish albumin (F2) formulations showed moderate improvements, with average reductions of 4.73 mm (range: 4.4–5.1 mm) and 4.5 mm (range: 4.7–3.9 mm), respectively. These findings suggest that higher concentrations of Hulu’u fish albumin, particularly the 20% formulation, offer superior wound healing properties, outperforming both the negative control and the commercial snakehead fish albumin gel. The study highlights the potential of Hulu’u fish albumin as a novel bioactive compound for burn wound treatment and warrants further investigation for clinical applications.
Analisis Produksi dan Nilai Manfaat Langsung Perikanan Ikan Nike Menggunakan Alat Tangkap Tagahu di Perairan Bilato, Teluk Tomini, Gorontalo Dion Potale; Femy M. Sahami; Sitty Ainsyah Habibie
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 4 | DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i4.34489

Abstract

Perikanan ikan nike di perairan Desa Bilato, Kabupaten Gorontalo, merupakan salah satu sumber pendapatan penting bagi masyarakat pesisir di wilayah Teluk Tomini. Aktivitas penangkapan dilakukan menggunakan alat tangkap tagahu yang dioperasikan secara berkelompok pada saat musim kemunculan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi ikan nike menggunakan alat tangkap tagahu serta menghitung nilai manfaat langsung yang diperoleh nelayan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni hingga Agustus 2024 di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo dengan menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif dan kuantitatif melalui metode survei, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam terhadap nelayan pengguna tagahu. Data dianalisis secara deskriptif, sedangkan nilai manfaat langsung dihitung berdasarkan hasil tangkapan per trip dikalikan harga jual dan dikurangi biaya operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi ikan nike bersifat musiman dengan fluktuasi yang signifikan. Total produksi pada musim pertama sebesar 3.450 kg dengan nilai Rp49.150.000,-, menurun pada musim kedua menjadi 1.775 kg dengan nilai Rp30.650.000,-, dan meningkat pada musim ketiga menjadi 4.900 kg dengan nilai Rp68.700.000,-. Rata-rata produksi per nelayan tertinggi terjadi pada musim ketiga (612,50 kg), sedangkan terendah pada musim kedua (221,88 kg). Nilai manfaat langsung juga menunjukkan variasi antar nelayan, dengan kisaran Rp1.350.000,- hingga Rp16.300.000,- per musim. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kapasitas alat tangkap, jumlah armada, serta intensitas penangkapan. Secara keseluruhan, perikanan nike di Desa Bilato memberikan kontribusi ekonomi yang nyata, namun distribusi manfaatnya belum merata. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang mempertimbangkan pengaturan kapasitas usaha, efisiensi operasional, serta kondisi lingkungan estuari untuk menjaga stabilitas produksi dan pendapatan nelayan.
TRANSFORMASI DIGITAL DAN PEMETAAN POTENSI EKONOMI DESA HUNTU BARAT BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT Sitty Ainsyah Habibie; Sri Nuryatin Hamzah; Sri Nilawaty Lahay
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 2 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i2.3356

Abstract

Transformasi digital desa menjadi kebutuhan strategis dalam tata kelola pemerintahan modern untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat. Namun, banyak desa masih menghadapi keterbatasan data yang terdokumentasi secara sistematis dan terintegrasi dengan indikator pembangunan berkelanjutan. Desa Huntu Barat di Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi lokal yang tinggi, tetapi belum memiliki sistem informasi digital yang mendukung pelayanan publik dan promosi potensi desa. Kegiatan KKN Tematik ini bertujuan mengembangkan sistem informasi desa berbasis website serta mendigitalisasi potensi ekonomi masyarakat guna mendukung tata kelola berbasis data dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif berbasis Community-Based Participatory Research (CBPR). Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah dan validasi kebutuhan, digitalisasi layanan informasi (pembuatan website dan digitalisasi arsip), digitalisasi potensi ekonomi (survei usaha mikro, kecil, dan menengah/UMKM), pelatihan dan capacity building, launching website dan sosialisasi publik, serta monitoring dan evaluasi awal. Hasil kegiatan menunjukkan website desa berhasil dikembangkan dengan delapan kategori konten utama, yakni sambutan kepala desa, struktur organisasi, peta desa, layanan desa, berita desa, UMKM desa, galeri, dan infografis. Sebanyak 18 unit UMKM berhasil didata dan dipetakan secara geografis. Dari sembilan peserta pelatihan, 6 orang (66,67%) mampu mengunggah berita secara mandiri dan dapat memperbarui data UMKM tanpa pendampingan. Dalam minggu pertama implementasi, pemerintah desa mengunggah lima berita resmi melalui website sebagai bentuk pemanfaatan aktif. Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi berbasis partisipasi dapat memperkuat kapasitas aparatur desa, meningkatkan transparansi informasi, dan mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Kesiapan Masyarakat dalam Pengembangan Wisata Bahari Berbasis Masyarakat di Pantai Kurenai, Gorontalo: Community Readiness in the Development of Community-Based Marine Tourism at Kurenai Beach, Gorontalo Monoarfa, Sri Fitriani; Hamzah, Sri Nuryatin; Sahami, Femi Mahmud; Habibie, Sitty Ainsyah
JFMR-Journal of Fisheries and Marine Research Vol. 10 No. 2 (2026): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2026.010.02.7

Abstract

Pengembangan pariwisata berkelanjutan, khususnya wisata bahari, memerlukan kesiapan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan dan pemanfaatan potensi sumber daya pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata bahari berbasis masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner kepada 40 responden yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas pariwisata. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan dikonversi ke dalam indeks persentase untuk menentukan tingkat kesiapan masyarakat berdasarkan empat dimensi modal masyarakat, yaitu modal ekonomi, sosial, budaya, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan masyarakat berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Modal kelembagaan memiliki nilai tertinggi sebesar 83,17% dan modal sosial sebesar 80,35% (kategori sangat tinggi), diikuti oleh modal budaya sebesar 65,77% dan modal ekonomi sebesar 63,25% (kategori tinggi). Temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat telah memiliki modal sosial dan kelembagaan yang kuat dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Selain itu, modal ekonomi dan sosial memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan, terutama dalam pengembangan usaha wisata bahari dan penyediaan fasilitas pendukung. Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam menyusun strategi penguatan kapasitas masyarakat, khususnya pada aspek ekonomi dan keterampilan teknis, guna mendukung pengelolaan kawasan yang efektif dan pengembangan wisata bahari berkelanjutan di Pantai Kurenai. Sustainable tourism development, particularly marine tourism, requires community readiness, as local communities play a central role in the management and sustainable utilization of coastal resource. This study aims to analyze the level of community preparedness in supporting the development of community-based marine tourism. This study used a quantitative approach with a survey method through a questionnaire to 40 respondents who were directly or indirectly involved in tourism activities. Data were analyzed using a Likert scale and converted into a percentage index to determine the level of community preparedness based on four dimensions of community capital: economic, social, cultural, and institutional capital. The results showed that the level of community preparedness ranged from high to very high. Institutional capital had the highest value at 83.17% and social capital at 80.35% (very high category), followed by cultural capital at 65.77% and economic capital at 63.25% (high category). These findings indicate that the community has strong social and institutional capital to support community-based tourism development. In addition, economic and social capital have great potential for further development, especially in the development of marine tourism businesses and the provision of supporting facilities. These findings can serve as a basis for the village government and stakeholders in formulating strategies to strengthen community capacity, particularly in economic and technical-skill aspects, to support effective area management and sustainable marine tourism development at Kurenai Beach.
Indeks Ekologi Gastropoda di Kawasan Perairan Kecamatan Tilamuta Kabupaten Boalemo Faradila Putri Nasaru; Miftahul Khair Kadim; Sitty Ainsyah Habibie; Sandrianto Djunaidi
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 3 | SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i3.32466

Abstract

This study aimed to determine gastropod diversity and the current ecological conditions of the waters in Tilamuta District, Boalemo Regency. Sampling was conducted in April 2025, distributed across three stations. Samples were collected during low tide using a belt transect method covering an area of 150 m2. Identification results revealed a total of 2204 gastropod individuals, representing 12 families: Columbellidae, Cerithiidae, Conidae, Cypraeidae, Strombidae, Littorinidae, Turbinidae, Trochidae, Muricidae, Neritidae, Patellidae, and Vasidae, with a total of 21 species identified. The Shannon Diversity Index (H') indicated a low level of diversity (H' < 2) in the study area. Conversely, the dominance index for the study site ranged from 0.75 to 1.00, signifying a high level of dominance. Furthermore, evenness patterns, as indicated by the J' and Ep indices, all showed values below 1, suggesting an uneven distribution of gastropod species. The study results reveal that the aquatic environment of Tilamuta District, Boalemo Regency, shows signs of pollution, stemming from impaired environmental conditions in the waters, evidenced by low biodiversity.
Nisbah Kelamin Ikan Gobi di Sungai Bone dan Sungai Bolango, Gorontalo Sumitro U Thalib; Nuralim Pasisingi; Sitty Ainsyah Habibie; Faizal Kasim
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 3 | SEPTEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i3.32473

Abstract

Gobi merupakan salah satu kelompok ikan yang berperan penting dalam ekosistem perairan dan tersebar luas di berbagai habitat air tawar di wilayah tropis, termasuk di Provinsi Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nisbah kelamin ikan gobi di Sungai Bone dan Sungai Bolango. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2025 menggunakan alat electrofishing. Identifikasi spesies dilakukan secara morfologis, sedangkan analisis nisbah kelamin ditelusuri melalui anatomi organ reproduksi setelah pembedahan. Uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% digunakan untuk menentukan keseimbangan nisbah kelamin jantan dan betina. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa terdapat 4 spesies ikan gobi di Sungai Bone dan 6 spesies di Sungai Bolango. Sicyopterus longifilis merupakan spesies yang paling banyak ditemukan. Analisis nisbah kelamin menunjukkan bahwa beberapa spesies memiliki rasio jantan dan betina yang tidak seimbang, seperti S. longifilis dan Awaous ocellaris di Sungai Bone serta S. longifilis dan A. grammepomus di Sungai Bolango. Ketidakseimbangan ini kemungkinan dipengaruhi oleh faktor ekologis, biologis, dan antropogenik. Adapun beberapa spesies gobi lain, Belobranchus belobranchus, Belobranchus segura, Sicyopterus parvei yang menunjukkan rasio kelamin seimbang mengindikasikan potensi keberlanjutan reproduksi yang masih baik. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar pendukung dalam pengelolaan dan konservasi ikan gobi secara berkelanjutan di Gorontalo.
Morphometric and genetic variations of species composers of nike fish assemblages in Gorontalo Bay Waters, Indonesia Femy M. Sahami; Rene Charles Kepel; Abdul Hafidz Olii; Silvester Benny Pratasik; Ridwan Lasabuda; Adnan Wantasen; Sitty Ainsyah Habibie
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 21 No. 10 (2020)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d211015

Abstract

Abstract. Sahami FM, Kepel RC, Olii AH, Pratasik SB, Lasabuda R, Wantasen A, Habibie SA. 2020. Morphometric and genetic variations of species composers of nike fish assemblages in Gorontalo Bay Waters, Indonesia. Biodiversitas 21: 4571-4581. &nbsp;Nike is Gobioidei fish at the post-larval and juvenile stages whose habitat is still in seawater before they migrate to the freshwater, grow up, and spawn to fulfill their life cycle as an amphidromous species. This study aims to identify the species composers of Nike fish in Gorontalo Bay waters based on their morphometric and molecular characters. 2,523 samples were collected from the catches of fishermen during three periods of their appearance in Gorontalo Bay waters from January to March 2019. The samples were grouped based on their similarity of melanophore patterns, and morphometric characters of 10 units were then measured. This study found 20 different groups of melanophore patterns; 15 of them were new melanophore patterns. DNA samples from each group of new melanophore patterns were then isolated for molecular analysis. The morphometric analysis grouped the 20 melanophore patterns into three separate clusters that were confirmed through molecular analysis. The results of Gen Cytochrome Oxidase I (COI) sequences indicate that the new melanophore patterns of Nike fish assemblages consisting of six species; five species in the Gobiidae family (i.e. Sicyopterus parvei, S. cynocephalus, S. longifilis, S. lagocephalus, and Stiphodon semoni) and a species in the Eleotridae family (Belobranchus belobranchus).