Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisa Pressure Drop Pada Prototype Instalasi Pipa Industri Firdaus, Andika; Hartono, Budi; Al Kindi, Hablinur
ALMIKANIKA Vol 5 No 1 (2023): Januari
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v5i1.8015

Abstract

Pada dunia industri sistem pemipaan banyak digunakan untuk mendistribusikan fluida. Pendistribusian fluida pada sistem pemipaan, akan terjadi hambatan yang dapat membuat hilangnya suatu energi. Pendistribusian dan hilangnya suatu energi aliran fluida pada pipa, tidak dapat kita amati secara langsung. Untuk itu dilakukan pengujian rugi – rugi aliran pada alat uji rugi-rugi aliran. Pengujian tersebut seperti pengujian terhadap komponen-komponen alat uji, serta memastikan pendistribusian fluida berjalan dengan lancar. Pengujian ini dilakukan pada pipa carbon steel dengan ukuran berbeda pada sisi isap dan sisi tekan, menggunakan pressure gauge. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan penurunan tekanan pada prototype instalasi sistem perpipaan industri. Dari pengujian rugi-rugi aliran dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan tekanan yang diakibatkan gangguan lokal, seperti belokan, pembesar penampang, sambungan aplikasi pada pipa dan adanya kerugian yang diakibatkan oleh gesekan antara fluida dengan dinding pipa. Hasil perhitungan teoritis mendapatkan: head total pompa 5,8 m, rugi rugi mayor 2,1226 m, rugi-rugi minor 1,5243 m, dan pressure drop 35,7 kilo pascals (5psi).Kata Kunci: fluida; instalasi; pipa; pressure drop; pressure gauge  
UJI KINERJA PROTOTYPE PIPA INDUSTRI MENGGUNAKAN PNEUMATIK TEST ASME SECTION 8 DIV 2 Sena, Aditya Angga; Hartono, Budi; Al Kindi, Hablinur; Fitriani, Fitriani
ALMIKANIKA Vol 4 No 4 (2022): Oktober
Publisher : UNIVERSITAS IBN KHALDUN BOGOR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/almikanika.v4i4.8019

Abstract

Sistem instalasi perpipaan merupakan suatu sistem yang sangat penting pada kebutuhan industri. Pipa pada umumnya berguna untuk mengalirkan suatu fluida baik itu cair maupun gas, dari suatu tempat ke tempat yang lain dengan memanfaatkan bantuan mesin ataupun pompa. Pengujian merupakan tahapan terpenting dalam membuat suatu alat, karena dengan adanya suatu pengujian dapat diketahui kinerja dari alat yang dibuat: apakah dapat beroperasi sesuai dengan fungsinya dan sesuai dengan apa yang ditargetkan. Selain itu dari hasil pengujian tersebut dapat diketahui kelebihan dan kekurangan dari alat yang dibuat. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap prototype instalasi pipa industri dengan menerapkan sistem pneumatik test untuk mengetahui kebocoran yang mungkin terjadi. Tekanan pengujian yang digunakan mengikut standar ASME Section 8 Div 2 dengan tekanan maksimal 3,66 bar pressure. Hasil pengujian menunjukkan kebocoran terjadi pada setiap packing instalasi pipa.
Analisis Head Losses Pada Circulating Fluida Air Dalam Dua Jenis Pipa Hablinur Alkindi; Hasan Santosa; Edi Sutoyo
AME (Aplikasi Mekanika dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/ame.v9i1.127

Abstract

Dalam dunia industri dituntut untuk selalu meningkatkan performance dalam meningkatkan produk yang dihasilkan, maka dari itu hasil yang diperoleh tersebut tidak terlepas dari mesin atau alat yang menggunakan sistem perpipaan dalam memproses produk yang dihasilkan. Pada instalasi perpipaan banyak dipakai elbow. Salah satunya berfungsi untuk membelokan arah ditribusi aliran fluida, membagi aliran menjadi bercabang sesuai yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sambungan elbow terhadap koefisien kerugian tekanan akibat adanya elbow aliran fluida yang menyebabkan penurunan unjuk kerja dari suatu system. Dari hasil analisa perhitungan diperoleh nilai head loss mayor bahan galvanis pada bukaan katup 100% sebesar 0,12 m, bukaan katup 75% sebesar 0,07 m dan bukaan katup 50% sebesar 0,03 m. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai head loss mayor bahan PVC pada bukaan katup 100% sebesar 0,21 m, bukaan katup 75% sebesar 0,12 m, dan bukaan katup 50% sebesar 0,05 m. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai head loss minor pada alat uji ini dengan bukaan katup 100% sebesar 0,08 m, bukaan katup 75% sebesar 0,02 m dan bukaan katup 50% sebesar 0,01 m. Semakin besar bukaan katup maka semakin besar nilai head losses mayor maupun head losess minor. Sedangkan untuk pressure drop, semakin besar bukaan katup maka semakin kecil nilai pressure drop pada sistem fluida ini. Daya pompa yang dipakai pada sistem fluida hanya sebesar 7,8 watt. Kata kunci : air; elbow; debit; koefisien kerugian; perpipaan; pressure drop.
Stress Analysis and Integrity Assessment of Offshore Gas Production Piping Systems Using CAESAR II and ASME B31.3 Edi Sutoyo; Muhammad Salas Hakim; Budi Hartono; Hablinur Al Kindi; Setya Permana Sutisna
Journal of Applied Science and Advanced Engineering Vol. 4 No. 2 (2026): JASAE: September 2026
Publisher : Master Program in Mechanical Engineering, Gunadarma University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59097/jasae.v4i2.94

Abstract

Offshore gas production piping systems operate under high-pressure and elevated-temperature conditions, requiring accurate stress analysis to verify code compliance and ensure reliable structural performance. This study investigates the stress behavior of a piping system connecting a production well to a test manifold using analytical calculations and CAESAR II simulations in accordance with ASME B31.3. Engineering data, including piping geometry, material specifications, operating conditions, and support configurations, were obtained from project design documents. Sustained and thermal expansion stresses were first estimated using simplified analytical calculations and subsequently verified using CAESAR II simulations. The maximum sustained stress occurred at Node 9100, with analytical and numerical values of 124.00 MPa and 96.70 MPa, respectively, corresponding to a deviation of 28.24%. For the thermal expansion load case, the maximum stress was observed at Node 9320, yielding analytical and numerical values of 2.89 MPa and 2.44 MPa, respectively, with a deviation of 18.45%. These deviations are primarily attributed to the simplified assumptions adopted in the analytical calculations, differences in boundary condition representation, and the more detailed three-dimensional pipe flexibility modeling incorporated in CAESAR II. All calculated stresses remained below the allowable stress limits specified by ASME B31.3 (177.20 MPa for sustained loading and 206.84 MPa for thermal expansion loading). Therefore, the investigated piping system satisfies the code allowable stress requirements under the evaluated sustained and thermal expansion loading conditions. The findings demonstrate that simplified analytical calculations can provide a practical independent engineering verification of numerical simulations during preliminary piping design, while CAESAR II remains essential for comprehensive code-compliance evaluation.