Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penyuluhan dan Pembudidayaan Tanaman Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) di Krian, Sidoarjo Yuliarni, Floreta Fiska; Imtihani, Hilya Nur; Zulfa, Ilil Maidatuz; Permatasari, Intan Kurnia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 7, No 4 (2024): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v7i4.7437

Abstract

Clitoria ternatea L. memiliki bunga berwarna biru, ungu, dan putih. Tanaman tersebut mengandung metabolit sekunder diantaranya fenol, flavonoid, tanin, alkaloid, terpenoid, steroid, dan cardiac glycosides. Bunga telang memiliki potensi farmakologis diantaranya sebagai antikanker, antidiabetes, antiparasit, anti-inflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Tanaman telang relatif mudah ditanam dan tidak memerlukan perawatan yang rumit sehingga mudah dipelihara. Kegiatan pengabdian masyarakat memiliki tujuan untuk mengenalkan, memberi pengetahuan dan mempraktekkan cara budidaya tanaman bunga telang pada santri dan santriwati Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Modern Al-Amanah Junwangi. Metode pada kegiatan ini terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap perencanaan yang meliputi survei lokasi dan permohonan izin. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan yang meliputi penyuluhan dan praktek penanaman tanaman bunga telang. Tahap ketiga evaluasi dengan memberikan soal pre-test kepada peserta. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen dan tim mahasiswa (9 orang). Kegiatan tersebut dihadiri oleh 157 orang. Peserta antusias dengan memberikan pertanyaan ketika penyuluhan dan praktek langsung untuk menanam tanaman bunga telang. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan mengenai tanaman bunga telang dan cara pembudidayaannya. Rata-rata nilai pre-test yang didapatkan sebesar20,95 dan rata-rata nilai post-test sebesar 57,14. Persentase peningkatan sebesar 36,19%.
Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Berbasis Bawang Merah Bagi SMK Farmasi Surabaya: Upaya Mitigasi Pencemaran Lingkungan dan Kesehatan Surahmaida, Surahmaida; Yuliarni, Floreta Fiska; Yulianti, Cicik Herlina
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2025.4(1).52-60

Abstract

Pestisida kimia efektif dalam membasmi hama, namun karena zatnya yang tidak mudah terurai menyebabkan residunya mengendap sehingga menimbulkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Sebagai upaya mitigasi, pengembangan pestisida nabati menjadi alternatif ramah lingkungan dan aman. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk siswa SMK Farmasi Surabaya dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang bahaya pestisida kimia, memberikan keterampilan praktis pembuatan pestisida pemahaman serta memberikan keterampilan siswa SMK Farmasi Surabaya dalam pembuatan pestisida nabati berbasis bawang merah (Allium cepa). Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati, dan evaluasi (pre-test dan post-test) untuk menilaia peningkatan pengetahuan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dalam konsep pestisida nabati sebesar 34% dari 73% menjadi 98%. Kesimpulan dari pengmas ini adalah edukasi pembuatan pestisida nabati berbahan bawang merah berhasil dan dapat menjadi sarana efektif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan dan kesehatan di kalangan siswa SMK
Uji Daya Hambat Ekstrak Metanol Auricularia nigricans terhadap Candida spp.: Inhibitory Test of Methanol Extract of Auricularia nigricans Against Candida spp. Indrawati, Afina; Pertiwi, Amelya Dyah; Ayuningtyias, Audry Ridho; Subroto, Hillda Widianingtyas; Azizah, Mufidhatul Nur; Handayani, Tutik; Surahmaida, Surahmaida; Lestari, Kinanti Ayu Puji; Yuliarni, Floreta Fiska
Biospecies Vol. 16 No. 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v16i2.27451

Abstract

Candida was a fungus that can cause candidiasis infection. Candidiasis could occur of the skin, nails, mucous membranes and the gastrointestinal. The study aims to examine whether Auricularia nigricans methanol extract has the ability to inhibit the growth of Candida albicans, C. glabrata, and C. parapsilosis. Soxhletation was used as the extraction method, and the inhibitory test method involved diffusion paper disk and wells methods. The concentration variations used were 0.2 g/ml, 0.25 g/ml and 0.3 g/ml with 10% DMSO as a negative control. The research results obtained were that no inhibition zones were formed at concentrations of 0.2 g/ml, 0.25 g/ml and 0.3 g/ml so that they were included in the inactive category. Keywords: Auricularia nigricans, Candida, soxhlet method, methanol extract, paper disc and wells method.   Abstrak Candida merupakan jamur golongan khamir yang dapat menyebabkan infeksi kandidiasis. Kandidiasis tersebut dapat terjadi pada kulit, kuku, membran mukosa dan saluran cerna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak metanol Auricularia nigricans dalam menghambat pertumbuhan C. albicans, C. glabrata dan C. parapsilosis. Metode ekstraksi yang digunakan adalah sokletasi selama 10 jam dan metode uji daya hambat antifunginya secara difusi cakram dan sumuran. Variasi konsentrasi yang digunakan adalah 0,2 g/ml, 0,25 g/ml dan 0,3 g/ml dengan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah tidak terbentuknya zona hambat pada konsentrasi 0,2 g/ml, 0,25 g/ml dan 0,3 g/ml sehingga termasuk dalam kategori tidak aktif. Kata kunci: Auricularia nigricans, Candida, metode sokletasi, ekstrak metanol, metode difusi cakram dan sumuran.
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL DAN ANGKA KAPANG KHAMIR PADA Pleurotus ostreatus DAN Ganoderma lucidum Putri, Amanda Nabila; Setiawati, Asti Anwar; Masruuroh, Dina; Absani, Afriyanti Rifqi; Surahmaida, Surahmaida; Lestari, Kinanti Ayu Puji; Yuliarni, Floreta Fiska
Biospecies Vol. 18 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v18i1.36424

Abstract

Mushrooms are a source of antioxidants. Mushrooms can be processed into various products. Both raw materials and finished products from mushrooms must comply with established standards. The aim of this research was to determine the total plate count and total fungal count in Ganoderma lucidum and Pleurotus ostreatus samples. The method used is the Total Plate Count (TPC) and Total Fungal Count (TFC). The TPC value in G. lucidum was 6.4 x 106 CFU/g and TFC was 3.9 x 105 CFU/g. This value exceeds the BPOM maximum standard for tea products or herbal brews. The TPC value in P. ostreatus was 1.2 x 105 CFU/g and TFC was 4.9 x 105 CFU/g. The TPC value for P. ostreatus is less than the maximum standard set by BPOM, while the TFC value exceeds the maximum standard for powder or mixture of soup and broth. The conclusion of this research is that the TPC and TFC in the G. lucidum and P. ostreatus samples exceed the standards set by BPOM No. 13 of 2019 except for the TPC in the P. ostreatus sample.
POTENSI TISANE DARI KELOR (Moringa oleifera), KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni), AKAR MANIS (Glycyrrhiza glabra), SECANG (Caesalpinia sappan) SEBAGAI ANTIBAKTERI Fiska Yuliarni, Floreta; Andi Shifa Nur Aynun; Nisrina Alifah Khairunnisa; Rio Novendra; Surahmaida
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 5 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/wxtz2p39

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan tisane dari kelor, kayu manis, akar manis, dan secang terhadap E. coli dan mengetahui keamanannya ketika dikonsumsi menggunakan uji ALT dan AKK. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) baik untuk uji ALT, AKK, maupun daya hambat. Pada uji daya hambat data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis dan Tukey. Sampel pada penelitian berupa seduhan tisane dari kelor, kayu manis, akar manis dan secang yang diformulasikan menjadi 4 formula tisane. Pada uji ALT koloni yang dihitung antara 25-250 koloni. Hasil dari uji ALT menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar BPOM No. 13 tahun 2019. Pada uji AKK koloni yang dihitung antara 15-150 koloni. Hasil dari uji AKK menunjukkan bahwa semua formula memenuhi standar BPOM No. 13 tahun 2019. Hasil dari uji daya hambat menunjukkan bahwa semua formula dapat menghambat pertumbuhan Escherichia coli walaupun dalam kategori lemah. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tisane memiliki potensi sebagai antibakteri dan aman untuk dikonsumsi. 
ANTIOXIDANT TESTING OF MANGGO CONSTRAINT LEAVES EXTRACT (DENDROPHTHOE PENTANDRA) DEKOKTA RESULTS Umarudin; Octifany, Salsabila; Kusumo, Galuh Gondo; Aristyawan, Andhika Dwi; Yuliarni, Floreta Fiska; Renaisansa, Ramadhan; Pertiwi, Husadhani Dwi
Indonesian Journal of Engineering, Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2025): VOL. 02 NO. 01 (JUNE 2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38040/ijenset.v2i1.1232

Abstract

Mango mistletoe leaves have been identified as a natural source of antioxidants because they contain the quarcetin. The aim of this research is to determine whether mango mistletoe Dendrophthoe pentandra leaf extract extracted using the dekokta method has antioxidant activity if tested using the DPPH method. This research was carried out by extracting samples of mango mistletoe leaf powder Dendrophthoe pentandra using the  decoction method, the extract obtained was tested for antioxidant activity using the DPPH method using UV-Vis spectrophotometry with a comparison in the form of vitamin C. The results of the mango mistletoe leaf extract was tested at a wavelength of λ 521.5 nm obtained with an IC50 value of 322.80 ppm, with SD ± 107.08 and RSD 33.17%. while for ascorbic acid the IC50 value was 53.89 ppm, with SD ± 6.39 and RSD 11.86%. This research can be concluded that the dekokta mango mistletoe leaf extract has very weak antioxidant activity while ascorbic acidhas relatively strong antioxidant activity. It would be advisable to measure the levels of secondary metabolites contained in the extract of mango mistletoe and it is necessary to carry out research on the antioxidant activity of mistletoe mango leaf extract using methods other than the DPPH method.   Keywords: Antioxidants; Decoction; Dendrophthoe pentandr; DPPH.