Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

SITAMPAN: Mobile application for planting and harvesting of horticultural crops in Garut Regency Soegoto, Eddy Soeryanto; Warlina, Lia; Supatmi, Sri; Rafdhi, Agis Abhi; Jumansyah, Rizky; Saputra, Herry
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol. 12 No. 3 (2022): Matrix: Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M, Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/matrix.v12i3.123-136

Abstract

Garut Regency’s agriculture sector has the most impact on the region’s GDP compared to other sectors. The Central Statistics Agency reports that the agricultural sector’s contribution was 39.11% in 2014 and will be 37.97% in 2020. The farmer’s inability to manage their crop goods is the primary cause of the contribution decline. The study aims to build a prototype of a mobile application information system for planting and harvesting. commodities based on a geospatial information system. The research method used was field surveys, interviews, and focus group discussions (FGD) with farmers, farmer group leaders, agricultural extension workers, and officials at Garut Regency Agriculture Office. The designed application is Sitampan which stands for Sistem Informasi Tanam dan Panen (Planting and Harvesting Information System). The users of this application are farmers, farmer group leaders, agricultural extension workers, and Garut Regency Agriculture Office. Each user will have a specific role and access based on their roles. The public can only see the data contained in this application. In conclusion, this app can serve as a platform for information and communication for farmers. Farmers can use this app as a decision-making tool to manage their crops, including when to sell, plant, and harvest. Hopefully, this application will enhance the welfare of farmers, particularly those in Garut district, one of the industries that have the most impact on the Indonesian agricultural sector.
Penerapan ahp untuk seleksi mahasiswa berprestasi Nurhayati, Sri; Supatmi, Sri
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol. 12 No. 2 (2014): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.205 KB)

Abstract

Tujuan dari Perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga pendidikan menghasilkan lulusan yang yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, cerdas, unggul dalam prestasi, dan berwawasan luas. Oleh karena itu Perguruan Tinggi secara terus menerus mengembangkan iklim akademis agar dapat mendukung pelaksanaan proses pembelajaran, sehingga tujuan dari perguruan tunggi tercapai. Dengan adanya hal tersebut perguruan tinggi dihadapkan pada suatu masalah bagaimana melakukan penilaian terhadap kualitas mahasiswa yang berprestasi. Untuk melakukan penyeleksian tersebut, terdapat beberapa kriteria yang dapat dinilai meliputi indeks prestasi kumulatif, karya tulis ilmiah, kegiatan ko dan ekstra – kurikuler, kemampuan bahasa inggris, dan kepribadian. Pada penelitian ini metode yang akan digunakan untuk penyeleksian tersebut adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan metode AHP dalam penyeleksian mahasiswa berprestasi sehingga dapat mempermudah unsur pimpinan dalam menentukan siapa yang menjadi mahasiswa berprestasi
Kendali Jarak Jauh Gedung Menggunakan Frekuensi Radio Supatmi, Sri; Zarman, Wendi; Mulyana, Agus
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1085.586 KB)

Abstract

Masalah yang sering muncul pada pengontrolan lampu secara manual adalah adanya kerumitan dalam pengontrolan lampu. Kerumitan tersebut terjadi jika ruangan yang jauh dengan jumlah lampu yang banyak. Pengontrolan tersebut tidak efektif dan efisian, karena masih memerlukan tenaga operator untuk memantau lampu pada setiap ruangan. Kendali terbuka (Open Loop) masih memungkinkan adanya masalah karena status lampu tidak terdeteksi dengan pasti. Dari permasalahan ini, maka diperlukan adanya suatu metode pengendalian lampu dengan sistem kendali tertutup (Close Loop) menggunakan frekuensi radio. Sistem transmisi bersifat full-duplex, yaitu pengiriman dan penerimaan data dapat dilakukan secara dua arah dan secara bersamaan. Sistem tertutup ini akan membantu mengendalikan lampu dengan verifikasi status lampu yang dihasilkan oleh sensor cahaya lampu gedung dikendalikan melalui perangkat lunak Visual Basic 6.0 yang terdapat pada personal computer. Data berupa karakter akan dikirim melalui komputer kemudian diolah oleh mikrokontroler. Data digital dari mikrokontroler diolah oleh modem FSK TCM3105 untuk dirubah menjadi data analog, Data analog tersebut kemudian dikirimkan dari bagian pengirim kebagian penerima melalui transmisi frekuensi radio. Data analaog diterima oleh bagian penerima, sehingga lampu yang ditunjuk oleh data karakter tersebut menyala/ON. Kemudian sensor cahaya (LDR/Light Dependent Resistor) akan membaca intensitas cahaya dari lampu, hasil pembacaan sensor tersebut dikirim ke mikrokontroler untuk diolah dan dikirmkan ke PC berupa status lampu ON/OFF. Hasil yang diinginkan adalah membangun sistem kendali tertutup yang mampu mengendalikan lampu pada jarak yang jauh dengan verifikasi status yang memastikan kondisi lampu.
Pengendalian Sudut pada Pergerakan Teleskop Refraktor Menggunakan Personal Computer Ishaq, Usep Mohamad; Supatmi, Sri; Mustika, Melvini Eka
Komputika : Jurnal Sistem Komputer Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Computer Engineering Departement, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.199 KB)

Abstract

Teleskop bintang merupakan suatu perangkat instrumen penglihatan yang dapat dimanfaatkan untuk melihat benda yang letaknya jauh agar terlihat lebih dekat dan jelas, dalam penggunaannya dibutuhkan setidaknya keterampilan teknis dan pengetahuan mengenai peta langit. Hal ini membuat penggunaan teleskop menjadi tidak efektif. Dengan demikian, perlunya dibuat suatu perangkat pengendali pergerakan teleskop dengan memanfaatkan personal computer sebagai pengontrolnya namun tetap berbantuan manusia.Aktuator untuk teleskop menggunakan dua buah motor servo yang memiliki nilai torsi berbeda disesuaikan dengan beban yang digunakan. Masing-masing motor servo akan menggerakan teleskop arah sumbu-X dan sumbu-Y. Pengujian perangkat dilakukan dengan menggunakan laser pointer mainan yang dipasang pada ujung teleskop yang mengarah ke sudut layar untuk menghitung besarnya sudut gerak teleskop. Sudut input dimasukan pada antarmuka yang terpasang pada personal computer menggunakan perangkat lunak Visual Basic 6.0.
"OK KETUK": Improving Students' Understanding of Periodic System of Elements Material Through Learning Media Supatmi, Sri
LAVOISIER: Chemistry Education Journal Vol 3, No 1 (2024): LAVOISIER: Chemistry Education Journal
Publisher : UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/lavoisier.v3i1.11131

Abstract

This study aims to improve students' understanding of the material on the periodic system of elements through OK KETUK learning media. OK KETUK is a learning medium for the periodic system of elements that combines element cards and the periodic table. This medium is played by shuffling the cards, determining the electron configuration, period, and group of elements on the front of the card, doing problems on the back of the card, and placing the elements on the periodic table. This research is classroom action research conducted in two cycles. Each cycle consists of planning, implementing, observing, and reflecting. The research subjects were students of class X IPA 1 SMA Santo Yakobus Jakarta for the academic year 2019/2020, with 24 students, consisting of 12 male and 12 female students. The instruments used in this study consisted of learning outcomes tests, teacher and student activity observation sheets, interviews, and field notes. The results showed that OK KETUK learning media could improve students' understanding of the material on the periodic system of elements. The average score increased from 64.79 with 37.50% learning completeness in the first cycle to 83.44 with 91.67% learning completeness in the second cycle at KKM 70.00. Based on the results of the study, the use of OK KETUK learning media can improve students' understanding of the material for the periodic system of elements.
EFEKTIVITAS KERJA DENGAN BERBAGI PERAN MELALUI MANAJEMEN KARIR DAN KOMUNIKASI MENUJU PROFESIONALISME ORGANISASI Supatmi, Sri
Jurnal Ilmiah Infokam Vol 1, No 1 (2005): INFOKAM Edisi 1 Tahun 1 2005 (Maret)
Publisher : AMIK Jakarta Teknologi Cipta Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.732 KB) | DOI: 10.53845/infokam.v1i1.2

Abstract

Organisasi yang terdiri dari keanekaragaman Sumber Daya Manusia dengan karakteristik, kelebihan dan kekurangan masing-masing perlu diberdayakan dalam menjaga hubungan baik dalam bekerjasama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, menuju perkembangan organisasi dalam jangka panjang. Menjadi salah satu tugas pihak manajemen untuk dapat menempatkan individu yang tepat ditempat yang benar, pada waktu yang tepat. Salah satu langkah yang dapat dilakukan yaitu dengan membangun efektivitas kerja dengan berbagi peran melalui manajemen karir dan komunikasi dalam organisasi.   Kata kunci : efektivitas kerja, berbagi peran, manajemen karir, komunikasi
PENERAPAN PSAK NO. 46 TENTANG AKUNTANSI PAJAK PENGHASILAN TERHADAP KOREKSI FISKAL Supatmi, Sri
Jurnal Ilmiah Infokam Vol 2, No 1 (2006): INFOKAM Edisi 1 Tahun 2 2006 (Maret)
Publisher : AMIK Jakarta Teknologi Cipta Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.732 KB) | DOI: 10.53845/infokam.v2i1.6

Abstract

PSAK No 46 Tahun 2004 mengatur perlakuan akuntansi pajak penghasilan serta penyajiannya dalam laporan keuangan. Adanya perbedaan prinsip dan kepentingan antara akuntansi dan perpajakan mengharuskan perusahaan melakukan penyesuaian terhadap laporan keuangan komersial dengan ketentuan perpajakan. Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi, termasuk didalamnya informasi mengenai besarnya pajak penghasilan baik yang berupa aktiva, kewajiban maupun beban. PSAK No.46 merupakan hal baru karena mulai berlaku 1 Januari 2004, sehingga banyak perusahaan belum menerapkannya. Kata kunci : PSAK No.46, Pajak Penghasilan, koreksi fiskal.
PENJARINGAN ASPIRASI SISWA MELALUI MAJELIS PERWAKILAN KELAS DALAM MENDUKUNG PROGRAM SEKOLAH YANG BERPIHAK PADA SISWA Supatmi, Sri; Fatsena, Rizka Adela; Santosa, Rochmad Budi
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 11 No. 1 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v11i1.2401

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang penjaringan aspirasi siswa melalui MPK dalam mendukung program sekolah yang berpihak pada siswa dan mengidentifikasikan faktor pendukung dan kendala yang dihadapi oleh MPK di SMA N 3 Sukoharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian meliputi pengurus MPK dan seluruh siswa SMA N 3 Sukoharjo, beserta guru dan staf sekolah yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan yang terutama Kepala sekolah atau pimpinan sekolah yang memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan, observasi terhadap kegiatan MPK, dan analisis dokumen dengan menggunakan teori Miles dan Huberman. Hasil analisis menunjukkan bahwa MPK telah memainkan peran penting dalam mewadahi, menyampaikan aspirasi siswa kepada pihak sekolah dan ikut berkontribusi pada peningkatan perbaikan program sekolah, termasuk penyesuaian kurikulum, perbaikan fasilitas, dan perbaikan kegiatan organisasi juga sebagai pengembang kegiatan ekstrakurikuler. MPK juga membantu mendorong perubahan positif melalui penjaringan aspirasi siswa dan membantu memfasilitasi dialog antara siswa, guru, dan pihak sekolah, menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan demokratis. Dukungan dari pihak sekolah, keterlibatan siswa, dan komunikasi yang efektif antara MPK dengan siswa, antara MPK dengan pihak sekolah. Sedangkan kendalanya antara lain keterbatasan waktu, keterbatasan anggaran dan kurangnya partisipasi siswa.
INTEGRASI ROBOTIC PROCESS AUTOMATION DAN REINFORCEMENT LEARNING UNTUK NOTIFIKASI CERDAS DI LINGKUNGAN PENDIDIKAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS : INTEGRATION OF ROBOTIC PROCESS AUTOMATION AND REINFORCEMENT LEARNING FOR SMART NOTIFICATIONS IN EDUCATIONAL ENVIRONMENTS: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Irmayanti, Hani; atin, Sufa; Heryandi, Andri; Supatmi, Sri; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi
Jurnal Sistem Informasi dan Bisnis Cerdas Vol. 19 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memetakan tren integrasi Robotic Process Automation (RPA) dan Reinforcement Learning (RL) untuk mengatasi information overload pada sistem notifikasi cerdas. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedomanPRISMA pada basis data Scopus, 132 artikel relevan disaring dari 2.259 dokumen awal dalam rentang waktu 2021–2025. Analisis bibliometrik menunjukkan pertumbuhan publikasi yang pesat (Annual Growth Rate 74,16%) dengan dominasi jurnal IEEE Access.Pertumbuhan ini didukung oleh tingginya Kolaborasi Internasional yang mencapai 43,94%, menunjukkan cakupan global yang luas dan kualitas riset yang terjamin. Secara tematik, Deep Learning teridentifikasi sebagai motor utama, di mana RL berfungsi sebagai otak adaptif untuk optimasi keputusan. Sementara RPA berperan sebagai eksekutor deterministik, struktur tematik menempatkan Robotics dan Automation pada kuadran Emerging Themes, mengindikasikan bahwa fokus pengembangan utama masih padaalgoritma, bukan implementasi teknis RPA itu sendiri. Mengingat adanya celah riset pada aspek keamanan model (Trustworthiness) dan tantangan infrastruktur desentralisasi (Edge Computing), studi ini merekomendasikan pengembangan arsitektur Trustworthy AI serta integrasi Edge Computing untuk mendukung skalabilitas dan ketahanan sistem waktu nyata. Sebagai kontribusi ilmiah, temuan ini menyediakan landasan konseptual bagi pengembangan sistem notifikasi otonom berbasis RPA-RL yang tidak hanya adaptif, tetapi juga skalabel dan terpercaya untuk implementasi praktis di lingkungan real-time.
Profil Literasi Digital Mahasiswa Berdasarkan Empat Pilar Kominfo Menggunakan Algoritma K-Means Nawawi, Muhamad; Zulkifli, Ridwan; Firdaus, Dony Waluya; Hasibuan, Zainal Arifin; Kurniawan, Bobi; Supatmi, Sri
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 9, No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v9i1.10375

Abstract

Abstrask - Transformasi digital menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang tidak hanya mencakup kemampuan teknis, tetapi juga kesadaran etika dan keamanan digital. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tingkat literasi digital mahasiswa serta mengidentifikasi karakteristik klaster menggunakan algoritma K-Means. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa, berdasarkan empat dimensi literasi digital, yaitu digital skills, digital culture, digital ethics, dan digital safety. Hasil analisis K-Means menunjukkan terbentuknya dua klaster utama, yaitu klaster literasi digital matang (Cluster 1) dan klaster literasi digital belum matang (Cluster 2). Cluster 1 memiliki nilai rata-rata literasi digital sebesar 4,57, sedangkan Cluster 2 sebesar 3,88. Dimensi dengan perbedaan paling signifikan antar klaster adalah digital safety (selisih 0,77) dan digital ethics (selisih 0,72). Analisis karakteristik responden menunjukkan bahwa mahasiswa angkatan aktif (2022–2024) lebih banyak berada pada Cluster 1 (hingga 67%), dibandingkan mahasiswa baru (2025) dan mahasiswa over study (2021) yang didominasi Cluster 2. Selain itu, mahasiswa luar Jawa Barat memiliki proporsi literasi digital matang yang lebih tinggi (64%) dibandingkan mahasiswa asal Jawa Barat (51%). Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital mahasiswa bersifat dinamis dan kontekstual, sehingga penguatan literasi digital di perguruan tinggi perlu difokuskan pada aspek etika dan keamanan digital secara berkelanjutan.Kata kunci: literasi digital; mahasiswa; K-Means clustering; digital ethics; digital safety; Abstract - Digital transformation demands that students possess digital literacy encompassing not only technical skills but also ethical awareness and digital security. This study aims to map the level of digital literacy of students and identify cluster characteristics using the K-Means algorithm. The study employed a quantitative approach with a student survey method, based on four dimensions of digital literacy: digital skills, digital culture, digital ethics, and digital safety. The results of the K-Means analysis indicate the formation of two main clusters: a mature digital literacy cluster (Cluster 1) and an immature digital literacy cluster (Cluster 2). Cluster 1 has an average digital literacy score of 4.57, while Cluster 2 has an average digital literacy score of 3.88. The dimensions with the most significant differences between clusters are digital safety (difference 0.77) and digital ethics (difference 0.72). An analysis of respondent characteristics shows that active students (2022–2024) are predominantly in Cluster 1 (up to 67%), compared to new students (2025) and overstudy students (2021), who are predominantly in Cluster 2. Furthermore, students from outside West Java have a higher proportion of mature digital literacy (64%) than students from West Java (51%). This finding confirms that student digital literacy is dynamic and contextual, thus strengthening digital literacy in higher education requires a continuous focus on digital ethics and security.Keywords: digital literacy; students; K-Means clustering; digital ethics; digital safety;