Djoko Suprapto
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI POTENSI DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA PADA KAWASAN KONSERVASI HUTAN MANGROVE DESA PASAR BANGGI KABUPATEN REMBANG Dwijayati, Aprilia Kukuh; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.543 KB)

Abstract

ABSTRAK Desa Pasar Banggi memiliki potensi pariwisata hutan mangrove yang besar untuk dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi, kesesuaian ekowisata dan menentukan strategi pengembangan ekowisata pada kawasan hutan mangrove Desa Pasarbanggi Kabupaten Rembang. Penelitian dilakukan pada tanggal 3-27 Juli 2016 di kawasan hutan mangrove Desa Pasar Banggi, Kabupaten Rembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksloratif, dengan menggunakan metode survei dalam bentuk data primer dan skunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisis kesesuaian lahan dan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Thread). Hasil penelitian menyatakan bahwa ketebalan hutan mangrove 100-150 ha dengan kerapatan bernilai 35-40 ind/m2. Potensi ekowisata yang terdapat pada kawasan hutan mangrove desa Pasarbanggi adanya jenis satwa dalam hal ini jenis burung yang dilindungi seperti kuntul kecil, dan kuntul kerbau.Hasil analisis kesesuaian ekowisata mangrove menunjukan pada stasiun I, II, dan III masing-masing adalah 67%, 78%, dan 70% bahwa kawasan hutan mangrove dukuh Kaliuntu termasuk dalam kategori sesuai untuk dijadikan kawasan ekowisata di Kabupaten Rembang.Menurut hasil analisis SWOT, yang menjadi prioritas utama di Desa Pasar Banggi adalah: a) Penentuan zona dalam kawasan konservasi ekosistem mangrove dan b) Peningkatan partisipasi stakeholder terhadap program konservasi ekosistem mangrove. Kata Kunci: Ekowisata; Hutan Mangrove; Pasar Banggi  ABSTRACT Pasar Banggi Village has tourism potential of mangrove forests to be developed. The purpose of this research was to identify the potential,analysis comformity of ecotourism and estabilsh the strategy of ecotourism development in the mangrove forest at Pasar Banggi area Rembang Regency. The research was conducted on July 3 - 27th 2016 in the mangrove forest  Pasar Banggi Village, Rembang Regency. The method used in this research is descriptive explorative, by using survey method in a form of primary and secondary data. The collected data was then analyzed the conformitu of the land and SWOT analysis (Strangth, Weakness, Opportunity, and Thread). The result of the research showed that the thickness of mangrove forest is 100-150 ha with the density of 35-40 ind/m2. The ecotourism potential that can be found in the mangrove forest at Pasar banggi village is the existence of protected bird such as little egrets and egrest buffalo. The result of the analysis comformity of ecotourism mangrove was shown in the station I, II, and III respectively are 67%, 78%, and 70% that the mangrove forest area of Kaliuntu Village was include in suitable catagory to be targetted as the ecotourism area in Rembang Regency. Based on the SWOT analysis, the major priority in Pasar Banggi Village are: a) Determining zone in mangrove ecosystem concervational area, and b) The increase of stakeholders participation to the mangrove ecosystem concervational program. Keywords: Ecotourism; Mangrove Forest; Pasar Banggi
STUDI PERSEPSI MASYARAKAT DAN KESESUAIAN PERAIRAN KARANG JAHE SEBAGAI OBYEK REKREASI PANTAI DI KABUPATEN REMBANG, JAWA TENGAH Harjanto, Wirawan; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (805.359 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22574

Abstract

Pantai Karang Jahe merupakan pantai berpasir putih yang terletak di Desa Punjulharjo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Pantai yang luasnya 393,93 ha ini mempunyai potensi wisata pantai yang dapat dikembangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui persepsi masyarakat terhadap potensi dan perkembangan wisata di Pantai Karang Jahe dan Mengetahui nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe beserta kategorinya. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2017-Januari 2018. Penelitian ini menggunakan teknik pengolahan data deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 30 responden masyarakat setempat dan 50 responden pengunjung wisata. Teknik sampling menggunakan teknik purposive sampling dan penilaian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) di tiga stasiun. Persepsi masyarakat terhadap potensi di kawasan Pantai Karang Jahe sudah tergolong baik dari kondisi fisik sampai jenis kegiatan dapat dikatakan kawasan ini layak untuk dikunjungi. Perkembangan di kawasan Pantai Karang Jahe ini antara lain pertumbuhan jumlah pengunjung dan penambahan fasilitas / sarana dan prasarana. Pengukuran Nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Karang Jahe diukur di tiga stasiun I, II dan III saat pagi (surut) 100%, 97,61% dan 100% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai), di stasiun I, II dan III saat sore (pasang) 96,42%, 96,42% dan 96,42% nilai kategori S1, S1 dan S1 (Sangat Sesuai). Hal ini menunjukkan bahwa Pantai Karang Jahe pada pagi dan sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai.  . Karang Jahe Beach is a white sandy beach which is located in the village of Punjulharjo, Rembang, Central Java. The beach that the extent of this potential 393,93 ha of coastal tourism can be developed. The purpose of this research is to know the perception of society against the potential and development of tourism in coastal Karang Jahe and knowing the value of the Index the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach along with the category. The research was conducted in December 2017-January 2018. This research uses descriptive data processing techniques with a spread of 30 respondents to the questionnaire of the local community and visitors tour the 50 respondents. The sampling technique using a purposive sampling technique and quantitative assessment Index using the Suitability of Tourism (IST) at three stations. Public perception against the potential in the coastal area of the Karang Jahe already belongs to the physical condition of both types of activities can be said this area is worth a visit. Developments in the area of the Karang Jahe Beach is the growth of the number of visitors, the addition of facilities/infrastructure and facilities. Measurement of Index value the Suitability of Tourism (IST) Karang Jahe Beach measured at three stations I, II and III when the morning (receding) 100%, 97,61% and 100% value of category S1, S1 and S1 (very appropriate), at the station I, II and III when the afternoon (pairs) 96,42%, 96,42% and 96,42% value category S1, S1 and S1 (very appropriate). This suggests that Karang Jahe Beach in the morning and evening belongs in category S1 or highly suitable for Beach tourism activities. 
PENGARUH UMUR REPLANTASI MANGROVE (Rhizophora sp.) SEBAGAI HABITAT Uca sp. Rizal, Novia Firza Wijayanti; Suprapto, Djoko; Djuwito, -
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.81 KB)

Abstract

Sebagian besar kawasan hutan pesisir di Indonesia telah mengalami kerusakan, termasuk kawasan di sekitar pantai Desa Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kabupaten Semarang. Kerusakan ini lebih banyak disebabkan oleh ulah manusia yang kurang bijak dalam mengelolanya. Hilang dan rusaknya kawasan mangrove pada beberapa wilayah pesisir telah mengakibatkan hilangnya fungsi mangrove baik fisik, ekologis, maupun ekonomi. Salah satu penyelesaian atas permasalahan tersebut adalah dengan melakukan gerakan penghijauan atau penanaman kembali (replantasi). Adapun aspek yang dapat ditinjau dalam mengevaluasi keberhasilan replantasi hutan mangrove ini adalah kembalinya fungsi ekologis hutan mangrove, diantaranya adalah penyedia habitat berbagai biota seperti Uca sp. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui wilayah hasil replantasi yang mampu menyediakan habitat bagi Uca sp.Tujuan khusus yang ingin dicapai adalah mengetahui keberadaan berbagai ukuran karapas Uca sp. sebagai indikasi kesesuaian habitat dan mengetahui kepadatan Uca sp. berdasarkan wilayah tanpa mangrove dan wilayah mangrove dengan jenis mangrove Rhizophora sp. berumur tiga bulan dan satu tahun. Sampel Uca sp. dan substrat diambil dari tiga zona dengan tiga kali pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona replantasi mangrove berumur satu tahun merupakan habitat bagi Uca sp. dan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai kepadatan Uca sp. pada zona tanpa mangrove dan zona dengan perbedaan umur replantasi mangrove. Most of the coastal forest in Indonesia have been damaged, including the area around the coastal village of Mangunharjo, District of Tugu, Semarang. This damage is mainly caused by negative human activities. The loss and destruction of mangrove areas in some coastal areas have resulted the disfunction of mangrove in physical, ecological, and economical aspects. One of the solution to this problem is a replantation of mangrove. One of the variabel indicating the success of replantation is the return of the ecological function, for example providing the habitat for many organisms such as Uca sp. The general objective of this research was to determine which area that is able to provide habitat for Uca sp. The specific objectives were to know the existence of various sizes of the carapaces as an indication of the suitable habitat and to know the density of Uca sp. between non-mangrove area and those with mangrove areas with species Rhizophora sp. the age of three months and the age of one year. Uca sp. and substrate samples were taken from three zones with three repetition. The results showed that one year old mangrove replanted area is suitable habitat for Uca sp. and the density of Uca sp. between non-mangrove area and mangrove replanted areas with different age have significant difference.
Kadar Logam Berat Besi (Fe), Seng (Zn) Pada Sedimen Dan Jaringan Lunak Kerang Hijau (Perna viridis) Di Perairan Tambak Lorok Semarang Triantoro, Dian Dwi; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.856 KB)

Abstract

ABSTRAKLimbah yang berasal dari aktifitas manusia diindikasikan mengandung logam berat Besi dan Seng yang berasal dari industri, PLTU, pelabuhan Tanjung Mas Semarang dan kegiatan rumah tangga di sekitar perairan Tambak Lorok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat Besi dan Seng pada sedimen, dan jaringan lunak kerang hijau (P. viridis) di perairan Tambak Lorok, Semarang. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 14 Oktober 2016 dan 06 Maret 2017 sampel yang di ambil berupa air, sedimen dan biota kerang hijau dan pengukuran kualitas perairan. Penentuan titik sampling berdasarkan kebiasaan nelayan mengambil ataupun membudidayakan kerang hijau dengan membagi menjadi tiga stasiun dengan jarak antar stasiun satu dan stasiun dua yaitu kisaran ±500 meter kemudian jarak dari stasiun dua dengan stasiun tiga yaitu kisaran ±1 km. Untuk mengetahui kadar logam berat menggunakan metode SNI atau APHA yaitu AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukan kadar logam berat besi pada air yaitu <0,001 hingga 0,062 dan seng kisaran <0,001 - 0,009 mg/l, sedangkan untuk sedimen dengan rerataan (Fe) 50498,5 mg/kg hingga 55616,3 mg/kg kemudian kandungan logam berat sedimen rataan (Zn) 69,51 mg/kg hingga 403,45 mg/kg, selanjutnya untuk kadar logam berat yang terdapat pada jaringan lunak kerang hijau adalah (Fe) 102,52 mg/kg hingga 129,72 mg/kg dan (Zn) 13,75 mg/kg hingga 62,84 mg/kg. Hasil yang didapat menggambarkan bahwa sampel yang sudah di analisis bernilai fluktuatif. Kata kunci: Pesisir; Logam Berat; Fe; Zn; Sedimen; Kerang Hijau; AirABSTRACKThe waste that originated from human activities is indicated in having the content of Iron (Fe) and Zinc (Zn) from the industry, coal fired steam power plant (PLTU), Tanjung Mas Semarang harbour and household activities near the coastal area of Tambak Lorok. This study aims to know the condition of Iron (Fe) and Zinc (Zn) in the sediment and soft tissue of mussels (Perna viridis) at Tambak Lorok waters, Semarang. The sampling has been done on 14th October 2016 and 6th March 2017. The sampling is taken from water, sediment, mussels biota and waters quality measurement. The points of sampling are determined based on fishermen customs in taking and cultivating mussels, also divided to three stations with the distance of the first to the second station is around 500 meters, the distance of the second to the third station is around 1 kilometers. The content of Iron (Fe) and Zinc (Zn) is known by using SNI or APHA methods, that called as AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer). The result shows that the content of Iron (Fe) in water is <0,001 to 0,062, and Zinc (Zn) is <0,001 to 0,009 mg/l, while for the sediment with rerataan is (Fe) 50498,5 mg/kg to 55616,3 mg/kg and the content of sediment rerataan metal (Zn) is 69,51 mg/kg to 403,45 mg/kg, and next the content of metal in soft tissue of mussels is (Fe) 102,52 mg/kg to 129,72 mg/kg and (Zn) is 13,75 mg/kg to 62,84 mg/kg.  Key words: Costal Area; Meta;, Fe; Zn; Sediment; Mussels; Water
EVALUASI PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PESISIR DI DESA SARAWANDORI, KOSIWO KABUPATEN KEPULAUAN YAPEN, PROVINSI PAPUA Karubaba, Obaja; Purwanti, Frida; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.456 KB)

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat pesisir di desa Sarawandori dapat membantu meningkatkan pendapatan nelayan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen Papua. Metode penelitian bersifat deskriptif  dimana pengambilan sampel dilakukan secara purposive berdasarkan pertimbangan jenis kegiatan. Data dikumpulkan dengan cara observasi lapangan, wawancara terhadap 50 masyarakat nelayan dari 18 KK yang menerima bantuan dan mengikuti program pemberdayaan masyarakat pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 5 kegiatan program pemberdayaan masyarakat pesisir di desa Sarawandori yaitu: Pengembangan kapasitas aparat kampung, Pelatihan budidaya rumput laut dan ikan (Keramba), Metode Penangkapan ikan, Pemasaran hasil perikanan, Metode bantuan sarana budidaya ikan yang sudah berjalan dari tahun 2007 sampai sekarang. Pelaksanaan program yang prioritas di desa Sarawandori yaitu pemanfaatan sumber laut untuk meningkatkan kehidupan masyarakat nelayan. Prosedur atau mekanisme penyaluran bantuan berjalan sesuai dengan ketentuan. Community Empowerment Program at the coastal village of Sarawandori can help to increase the income of fishermen. The purpose of this study were to identify and to evaluate the implementation of the program in the coastal village of Sarawandori Kosiwo Yapen Islands District of Papua. The research method is descriptive in which sampling was done purposively based on the consideration of the type of activity. Data were collected by field observations, interviews to the 50 fishers communities from 18 family leaders who receive aid and get the empowerment program. The research showed that there are 5 activities of the program in the Sarawandori villages namely: Capacity building of the officials village, training on culture of seaweed and fish (Cage), Fishing Methods, Fishery marketing and aids for aquaculture facilities. The program has been running from 2007 to the present. Implementation of the priority programs at Sarawandori village is marine resources utilization to improve the life of fishers communities. Procedure and mechanism of aid delivery is running well in accordance to the regulation.
HUBUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DENGAN KLOROFIL-A DI MUARA SUNGAI WULAN KABUPATEN DEMAK Prihatin, Meina Siska; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.981 KB)

Abstract

Muara Sungai Wulan merupakan aliran sungai yang banyak dimanfaatkan untuk aktivitas manusia seperti tempat pemukiman penduduk, budidaya perikanan, hutan mangrove, serta jalur transportasi kapal nelayan sehingga mempengaruhi kesuburan perairan, secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kandungan Nitrat, Fosfat dan Klorofil-a. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan  Nitrat, Fosfat, dan Klorofil-a dan  hubungan Nitrat dan Fosfat dengan Klorofil-a. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2015 di Muara Sungai Wulan Demak, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan pada empat stasiun yang berbeda. Parameter utama dalam penelitian ini adalah Nitrat, Fosfat dan Klorofil-a. Parameter pendukung dalam penelitian ini adalah kelimpahan fitoplankton, pengukuran kecepatan arus, pH, temperatur, DO, salinitas, kedalaman, dan kecerahan. Hasil penelitian kandungan nitrat pada keempat stasiun berkisar antara 1,53 – 1,70 mg/l, kandungan Fosfat berkisar antara 0,15 - 0,32 mg/l, dan kandungan Klorofil-a berkisar antara 0,039 - 0,058 µg/l.  Hubungan antara Nitrat dengan Klorofil-a diperoleh nilai r sebesar 0,904, hubungan antara Fosfat dengan Klorofil-a diperoleh nilai r sebesar 0,760 menunjukkan bahwa hubungan variabel tersebut sama-sama kuat. Estuary is a river that is widely used for human activities such as a place of settlement, aquaculture, mangrove forests, as well as fishing boat transportation thus affecting the fertility of the waters, directly or indirectly will influence the content of nitrates, phosphates and chlorophyll-a. The purpose of this research is to know the content of nitrates, phosphates, and chlorophyll-a and Nitrate and Phosphate with Chlorophyll-a. This research was carried out in September 2015 at Estuary Wulan Demak, Central Java. Sampling was conducted at four different stations. The main parameter in this research are Nitrates, Phosphates and Chlorophyll-a. Supporting parameters in this study is the abundance of phytoplankton, the measurement of the speed of the flow, pH, temperature, salinity, depth, D.O, and brightness. The research content of nitrates in the four stations ranged from 1.53 – 1.70 mg/l Phosphate content, ranging between 0.15-0.32 mg/l, and chlorophyll-a range between 0.039-0.058 µ g/l. Relationship between Nitrate with Chlorophyll-a retrieved value r of 0.904, the relationship between Phosphate with Chlorophyll-a retrieved value r of 0.760 shows that the relationship of these variables are equally strong.
ASPEK BIOLOGI IKAN SEBELAH (Psettodes erumei) YANG TERTANGKAP DAN DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TAWANG KABUPATEN KENDAL Barokah, Leni; Solichin, Anhar; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) VOLUME 5, NOMOR 4, TAHUN 2016
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.754 KB)

Abstract

ABSTRAK Ikan Sebelah (Psettodes erumei) merupakan ikan demersal yang hidup di dasar perairan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah di Perairan Kabupaten Kendal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling atau acak sederhana. Data primer meliputi panjang berat, tingkat kematangan gonad, dan fekunditas untuk mengetahui aspek biologi ikan Sebelah, sedangkan data sekunder meliputi data produksi ikan Sebelah selama penelitian. Hasil penelitian menunjukan ukuran panjang ikan Sebelah mempunyai kisaran 140 mm – 310 mm dan berat dengan kisaran 31 gram – 332 gram, ukuran pertama kali ikan tertangkap (L50%) adalah 228 mm. Sifat pertumbuhanya bersifat allometrik positif  dengan nilai Kn adalah 1,19. Tingkat kematangan gonad ikan Sebelah jantan didominasi oleh TKG III dan IV, sedangkan tingkat kematangan gonad ikan Sebelah betina didominasi oleh TKG IV. Nilai indeks kematangan gonad terendah pada ikan Sebelah jantan adalah 0,07% dan nilai IKG tertinggi adalah 1,03%, sedangkan nilai IKG terendah pada ikan Sebelah betina adalah 0,24% dan nilai IKG tertinggi adalah 4,41%. Fekunditasnya berkisar antara 38.832 – 64.318 butir. Diameter telur terkecil pada TKG IV dan terbesar pada TKG VI. CPUE tertinggi pada sampling minggu ke 1 yaitu sebesar 5.607 kg/kapal sedangkan CPUE terendah terjadi pada sampling minggu ke 4 yaitu sebesar 3.623 kg/kapal. Kata Kunci : Ikan Sebelah (Psettodes erumei), Perairan Kendal, Pola Pertumbuhan. ABSTRACT Flatfish (Psettodeserumei) is kind of demersal fish that lives in seabed. The aimed of this research is to find out the biological aspect of flatfish of Kendal Regency waters. The research was done in May to June of 2016. The method used in this research is descriptive method. In taking the sample, it uses simple random sampling method. The primary data include long weight, gonad maturity level and fecundity to know the biological aspect of flatfish. Secondary data include flatfish production data during research. The result shows the flatfish length is about 140 – 310 mm and its weight is about 31– 332 gram. The length of first caught flatfish (L50%) is 228 mm. Its nature of growth is allometrikpositif, and its Kn value is 1,19. The gonad maturity level of male flatfishis dominated by TKG III and IV, and the gonad maturity level of female flatfish is dominated by TKG IV. The lowest value of gonad maturity level of male flatfish is 0,07% and the highest IKG value is 1,03%, while the lowest IKG value of female flatfish is 0,24% and the highest IKG value is 4,41%. The fecundity is about 38.832 – 64.318 egg. The smallest egg diameter is in TKG IV and the biggest is in TKG VI. The highest CPUE of first week sampling is 5.607 kg/ship, while the lowest CPUE is occurred on the fourth week, i.e. 3.623 kg/ship. Keywords:Flatfish (Psettodeserumei), Kendal waters, Growth pattern.
STRUKTUR POPULASI TIRAM (Saccostrea cuccullata Born, 1778) PADA EKOSISTEM MANGROVE DAN NON-MANGROVE DI SEMARANG, JAWA TENGAH Rismawati, Ulfah; Afiati, Norma; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.782 KB)

Abstract

Tiram (Saccostrea cuccullata), merupakan salah satu sumberdaya perikanan yang memiliki nilai ekonomis penting. Pengambilan tiram umumnya dilakukan secara tidak teratur baik jumlah, ukuran dan waktunya sehingga diduga hal tersebut berpengaruh terhadap struktur populasi. Penelitian ini dilakukan di Pantai Mangkang yang merupakan daerah bermangrove dan Pantai Maron yang non-mangrove, Semarang Jawa Tengah selama bulan Juli – September 2014, yang bertujuan untuk mengkaji perbedaan struktur populasi tiram berdasarkan perbedaan pada ekosistem mangrove dan non-mangrove. Metode survei deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan teknik pengambilan sampel bersifat purposive random. Jumlah sampel tiram yang terkumpul selama tiga bulan (Juli – September, 2014) pada daerah bermangrove yaitu 209 individu, sedangkan pada daerah non-mangrove berjumlah 253 individu. Kisaran panjang cangkang tiram pada ekosistem mangrove yaitu 12,00 – 82,20 mm dan untuk berat basah total yaitu 1,01 – 55,03 g. Pada daerah non-mangrove kisaran panjang cangkang yaitu 21,30 – 82,00 mm dan berat basah totalnya 2,04 – 83,45 g. Kerapatan populasi tiram di daerah bermangrove berkisar 16 – 96 individu/m2 dan pada daerah non-mangrove yaitu 24 – 104 individu/m2. Pola distribusi pada ekosistem mangrove dan non-mangrove umumnya mengelompok. Sifat pertumbuhan yang didapat dari analisis hubungan panjang berat yaitu alometrik negatif, dimana b<3. Pada pengamatan Indeks STORET (Kepmen LH No. 115, 2003) diperoleh hasil yaitu perairan Pantai Mangkang (Mangrove) dan Pantai Maron (Non-Mangrove) masuk kategori perairan tercemar sedang. Oysters (Saccostrea cuccullata) is the one of the fisheries resource that has an important economic value. Collection of oysters usually done in irregular either total, size and time allowing allegedly this impact on the structure of population. This research is conducted in Mangkang Beach wich is a mangrove areas and Maron beach is a non-mangrove areas, Centtral Java Sea during July – September 2014 with a purpose to study the differences of structure population based on mangrove and non-mangrove areas. Methods that used in this study was descriptive survey with purposive random sampling. Variable observed  i.e  physic, chemist, biology, social and economic factors. Total of sample that collected during three months (July – September) in mangroves areas 209 individuals and in non-mangrove areas 253 individuals. The range of shell length in mangroves ecosystem is 12,00 – 82,20 mm and the total weight is 1,01 – 55,03 g. In non-mangrove ecosystem the range of shell length is 21,30 – 82,00 mm and the total weight is 2,04 – 83,45 g. Population density of oyster in mangrove and non-mangrove areas is generally clumped. Correlation of length and weight of oysters has a meaning negative allometric both of mangrove and non-mangrove, wich  b<3. Sex ratio of oysters both of mangrove and non-mangrove areas is not balanced, wich the male less than female. The results of STORET Index (Kepmen LH No. 115, 2003) categorised that both the waters in mangrove and non-mangrove ecosystem as relatively contaminated.
PERSEPSI DAN PARTISIPASI NELAYAN DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI LAUT DAERAH UJUNGNEGORO-ROBAN KABUPATEN BATANG Adhian, -; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.95 KB)

Abstract

Pantai Utara Jawa Tengah khususnya kawasan pesisir Kabupaten Batang memiliki potensi sumberdaya perairan yang cukup tinggi dan dimanfaatkan manusia secara berlebihan. Pemanfaatan yang berlebihan menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan sehingga perlu adanya upaya konservasi untuk mengurangi kerusakan yang ditimbulkan. Sejak tahun 2005, Kabupaten Batang mengalokasikan sebagian wilayahnya yaitu kawasan pantai Ujungnegoro-Roban sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD), suatu kawasan konservasi di wilayah perairan laut yang dikembangkan oleh pemerintah daerah. Penetapan kawasan konservasi tersebut berdasarkan pada kriteria ekologi, sosial budaya, dan ekonomi sehingga diharapkan pemilihan lokasi konservasi sesuai dengan tujuan konservasinya dengan memperhatikan kondisi ekologis dan kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Tujuan Penelitian menganalisis persepsi dan partisipasi masyarakat nelayan dalam pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah Ujungnegoro, Kabupaten Batang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Data primer dikumpulkan yaitu melalui kuisioner ataupun hasil wawancara langsung terhadap 102 responden. Data sekunder dikumpulkan dari monografi desa lokasi penelitian berupa keadaan wilayah, kependudukan dan instansi/lembaga  terkait ini. Data primer dan data sekunder yang dikumpulkan berdasarkan variable persepsi masyarakat nelayan dan variable partisipasi masyarakat nelayan, instansi terkait, dan pengamatan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat nelayan mempunyai tingkat persepsi sedang (61,84%) mengenai kondisi terumbu karang dan mangrove, keberadaan KKLD yang perlu dipertahankan, manfaat KKLD, aturan KKLD dan sanksi KKLD. Tingkat partisipasi adalah sedang (61,07%) untuk kegiatan penanaman mangrove dan konservasi terumbu karang, walaupun untuk kegiatan pengawasan KKLD dan partisipasi dalam musyawarah Pokwasmas masih kurang.  North coast of Central Java, especially the coastal area of Batang Regency has very high aquatic resources potential and has been widely exploited caused environmental degradation’s. Therefore, there should be a conservation efforts to reduce the damages. Since 2005, the Batang Regency allocate territories in the Ujungnegoro coastal areas as District Marine Conservation Area (DMCA). District Marine Conservation Area (DMCA) a conservation area in the territorial which are developed by local governments. Determination of the conservation area is based on the criteria of ecological, socio-cultural, and economic criterias so the selection of conservation sites is compatible to the conservation purposes by taking into account the ecological conditions and the needs of surrounding communities. The purpose of the research are to analise perception and participation of fishing communities in management of the Ujungnegoro-Roban Marine Conservation Area. Research methods used in this research is descriptive methods as a case study. Primary data collected through interviews or questionnaire to 102 respondents. Secondary Data collected from the village monograph include the territory Status, population and related /institutions of this research. Primary Data and secondary data collected based on perceptions and participation of fishing communities variables, relevant agencies, and observations in the field. The research shows that fisher community have perception on average level (61,84%). about condition of coral reefs mangrove, benefits, regulation and conservation of DMCA. Participation level is on average (61,07%) for activities on mangrove plantation, coral reefs conservation, although surveillance of the DMCA and participation on community group discussion for surveillance discussion are low.
ANALISIS KELIMPAHAN PERIFITON PADA KERAPATAN LAMUN YANG BERBEDA DI PERAIRAN PULAU PANJANG, JEPARA Novianti, Merlyna; Suprapto, Djoko; Widyorini, Niniek
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.257 KB)

Abstract

Perifiton merupakan jasad – jasad yang dapat hidup melekat pada permukaan daun lamundengan demikian penelitian ini ditekankan untuk mengetahui struktur komunitas perifiton pada komunitas lamun serta membedakannya pada setiap jenis lamun. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran tentang keberadaan perifiton pada komunitas lamun dalam menunjang fungsi-fungsinya di perairan Pulau Panjang, Jepara sebagai areal konservasi. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada antara bulan Juni - Juli 2012 selama 1 bulan di pantai perairan Pulau Panjang, Jepara, Jawa tengah. Proses mengidentifikasi diadakan di laboratorium Fakultas Perikanan dan Kelautan. Metode yang digunakan adalah pengambilan sampel lamun dan perifiton dengan menentukkan tiga titik pengambilan sampel lamun dengan kepadatan jarang, sedang dan padat serta pengukuran .  Jenis Perifiton yang paling banyak ditemui di pada perairan Pulau Panjang pada rata-rata kerapatan berasal dari kelas Bacillariophyceae yaitu berkisar antara 63.134-98.910 ind/cm2, perifiton dengan kelimpahan relatif tertinggi adalah Nizchia sp berkisar 32,26-34,18 % Persen penutupannya pada kerapatan sedang yaitu 39,08%, pada kerapatan padat yaitu 45,01% dan pada kerapatan jarang yaitu 15,89%. Pada sampel daun lamun yang diambil secara acak, ditemukan 16 spesies dengan indeks keanekaragaman (H’) perifiton pada kerapatan jarang mempunyai nilai indekskeanekaragaman sebesar 2,35 dengani keseragamannya sebesar 0,84 kerapatan sedang sebesar 2,39 dan keseragaman (e) sebesar 0,86 dan perifiton pada kerapatan padat mempunyai nilai indeks keanekaragaman  2,45 dan keseragaman 0,87.