Djoko Suprapto
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH SUHU DAN SALINITAS TERHADAP PENETASAN KISTA Artemia salina SKALA LABORATORIUM Bahari, Muhammad Cholid; Suprapto, Djoko; Hutabarat, Sahala
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.022 KB)

Abstract

Artemia memiliki nutrisi yang sangat tinggi dan sesuai dengan kebutuhan gizi untuk larva ikan dan crustacea untuk dapat tumbuh lebih cepat. Nilai nutrisinya didapatkan dari kandungan protein Artemia yang mencapai 60% pada Artemia dewasa. Suhu dan salinitas merupakan salah satu faktor fisik yang paling penting dalam kehidupan laut dan organisme air. terdapat hubungan yang kompleks antara dua faktor, dimana suhu dapat memodifikasi efek salinitas, sehingga mengubah batas toleransi salinitas dari suatu organisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah Hatching percentage serta Hatching effisiency pada tetasan kista Artemia pada suhu dan salinitas media yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di laboratorium Pengelolaan Sumberdaya Ikan dan Lingkungan Jurusan Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro. Suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 28 0C dan 32 0C, sedangkan salinitas yang digunakan adalah 15‰, 20‰, 25‰, 30‰ dan 35‰. Selama penelitian dilakukuan pengambilan sampel pada 15 jam pertama dan 3 jam berikutnya hingga 36 jam, serta dilakukan perhitungan Hatching percentage serta Hatching effisiency. Hasil penelitian didapatkan kombinasi suhu dan salinitas terbaik untuk media penetasan adalah dengan menggunakan suhu 280C dan salinitas 35‰ dengan hasil Hatching percentage, Hatching effisiency sebanyak 229.166 naupli 76,73%. Berdasarkan Uji Anova dua arah, rata-rata penetasan kista Artemia berbeda dan dipengaruhi oleh suhu dan salinitas. Artemia has a very high nutrition and appropriate to be the food of fish larval and crustaceans to grow quick. The nutrition value obtained from the content of a protein Artemia to reach 60% in adult Artemia. Temperature and salinity are the most important physical factors in marine life and organism.There is a complex relationship between the two factors, where the temperature can modify the effect of salinity, thus changing the salinity tolerance limits of an organism, while salinity can modify the effects of the temperature. The purpose of this study were to determine Hatching Percentage and Hatching Effisiency of Artemia cysts at different temperature and salinity levels. This study was conducted in May 2014 in the laboratory of Fisheries Resources Management and Environment, Faculty of Fisheries and Marine Sciences Diponegoro University. The temperature used in this study were 280C and 320C, while the salinity used were 15 ‰, 20 ‰, 25 ‰, 30 ‰, and 35 ‰. During the study, sample were taken in the first steps in 15 hour in continued after at 3 hours and 36 hours consequently, the hatching percentage and hachting efficiency was calculated. The results showed the best combination of temperature and salinity for hatching was 280C temperature and salinity of 35‰ with results of 76.73% and the Hatching efficiency as naupli 229,166. Based on two-way ANOVA test, the Artemia cysts average hatching differ significantly and influenced by temperature and salinity
KAJIAN KUALITAS AIR KAWASAN PERTAMBAKAN DI SUNGAI BUNTU, KENDAL Water Quality Assessment of Aquaculture Areas in Buntu River, Kendal Setiawan, Krisna; Purnomo, Pujiono Wahyu; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.302 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24251

Abstract

ABSTRAK Sungai Buntu yang terletak di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah merupakan daerah padat penduduk dan digunakan sebagai tempat pembuangan sisa tambak. Adanya aktivitas penduduk dan sisa tambak di sekitar sungai berpotensi membuat perairan menjadi tercemar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengkaji status mutu air menggunakan analisis STORET dan mengetahui beban pencemaran dari kawasan pertambakan yang masuk ke perairan sungai Buntu, Kabupaten Kendal ditinjau dari Biological Oxygen Demand (BOD), nitrat, nitrit dan amonia. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2018 dan Januari 2019. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode survey dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling pada 4 stasiun dalam 2 minggu. Analisis status mutu air menggunakan metode STORET dan analisis beban pencemaran dengan persamaan BP= Q×Ci. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa status mutu air di perairan sungai Buntu sebelum tambak dan pada kawasan tambak yaitu cemar sedang, serta bagian muara cemar ringan. Beban pencemaran BOD sebesar 551,67 ton/bulan, nitrat sebesar 20,89 ton/bulan, nitrit 2,66 ton/bulan dan amonia sebesar 2,46 ton/bulan. Ditinjau dari konsentrasi nitrat, sungai Buntu tergolong perairan oligotrofik. ABSTRACT Buntu river is located in Kendal city, Central Java. It is a dense population area and become a place that contain aquaculture effluent. Human activities and aquaculture effluent along the river cause water pollution. Aims of this study are to assess water quality status using STORET analysis and knows pollution load from aquaculture areas which flow to Buntu river, Kendal city based on concentration of Biological Oxygen Demand (BOD), nitrate, nitrite and ammonia. The study was conducted in December 2018 to January 2019 and used survey method. The technical method of sampling was using a purposive sampling on 4 stations in 2 weeks. Water quality status analysis used STORET method and pollution load analysis used BP= Q×Ci. The final result shows that water quality status in Buntu river is different in each station. The status before aquaculture area and at aquaculture area is medium polluted, and at estuary is low polluted. Pollution load of BOD is 551,67 tons/month, nitrate is 20,89 tons/month, nitrite is 2,66 tons/month and ammonia is 2,46 tons/month.
HUBUNGAN NISBAH C/N DENGAN TOTAL BAKTERI SEDIMEN PADA TAMBAK BANDENG (Chanos chanos Forsk) SEMI INTENSIF DI DESA WONOREJO KENDAL W, Aprilia Dwi; Suprapto, Djoko; Suryanto, Agung
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 1 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAktivitas pertambakan mengalami penurunan kualitas air tambak akibat dari masukan bahan organik terutama sisa pakan yang terbuang baik secara langsung maupun tidak langsung. Penumpukan bahan organik di dasar tambak secara terus menerus dapat mempengaruhi produktifitas tambak sehingga perlu diketahui proses dekomposisinya antar lokasi dan antar periode waktu. Keberlangsungan proses dekomposisi ditandai dengan nisbah C/N, dimana nisbah C/N yang tinggi menunjukkan kecilnya kandungan N (N-organik dan N-Amoniak) dan sebaliknya nisbah C/N yang rendah menunjukkan proses dekomposisi bakteri berjalan cepat menghasilkan N besar. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan nisbah C/N dengan total bakteri sedimen terkait antar lokasi dan antar waktu. Adapun manfaat yang diperoleh memberikan gambaran tentang tingkat dekomposisi berdasarkan nisbah C/N dengan total bakteri, sehingga dapat diketahui cara budidaya perairan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember 2015 di desa Wonorejo, Kendal. Penelitian ini menggunakan metode Purposive Random Sampling. Pengambilan sampel dan pengukuran parameter kualitas air dilakukan di 3 stasiun yaitu pada inlet, plataran, dan outlet yang dilakukan 3 kali pada rentang waktu 10 hari. Hasil yang diperoleh dari penelitian menunjukan bahwa nisbah C/N pada inlet 2.55-3.68%, pada plataran 3.62-3.79%, pada outlet 3-3.8% yang artinya terjadi mineralisasi N dan beberapa mikroba mati. Sedangkan total bakteri sedimen pada inlet 1.59×104-2.27×104 cfu, pada plataran 0.58×104-1.36×104 cfu, dan pada outlet 0.9×104-1.26×104 cfu. Uji korelasi antara nisbah C/N dan total bakteri sedimen menunjukan yang kurang signifikan. Pertumbuhan bakteri lebih dipengaruhi oleh C-organik. Kata Kunci : Nisbah C/N, Total Bakteri Sedimen, Tambak ABSTRACTCulture activity can  decreased water quality because of the organic matter input, especially because the rest of feet left in pond. Accumulation of organic materi on the pond bottom continuously can affect the productivity of the pond so keep in mind the process of decomposition between sites and between periods of time. The continuity of decomposing process is marked by the C/N ration, where the high of C/N indicates the small amount of Nitrogen (N-Organic and N-Ammonia). On the contrary, the low ratio of C/N shows the bacteria decomposing process runs fast and produce a large amount of N. The purpose of this research was to understand the relationship between the C/N ratio and  total sedimental bacterias linked between location and over time. The benefits is to give description of the decomposing level based on the C/N ratio and total sedimental bacterias, so that understand the method of water cultivation that is biodegradable and sustainable. The research have done on September-December 2015 at Wonorejo, Kendal. This research use purposive method of sampling random. Sampling and measurement the sediment and water quality parameters is done in 3 stations; they are inlet, plataran, and outlet, which is done three times in range 10 days. The Results of the study show that the C/N ratio at the inlet from 2.55 to 3.68, from 3.62 to 3.79 plataran, on outlets from 3 to 3.8, which means there mineralized N and some microba die. While total bacteria at inlet 1.59 × 104 to 2.27 × 104 cfu, on plataran 0.58 × 104 to 1.36 × 104 cfu, and on outlets from 0.9 × 104 to 1.26 × 104 cfu. Correlation between C/N ratio and total bacteria sediment showed less significant. Bacterial growth is more affected by C-organic.Keywords: C/N ratio, Total Bacteria Sediment, Fishpond
KADAR LOGAM BERAT TEMBAGA (Cu), KROMIUM (Cr) PADA SEDIMEN DAN JARINGAN LUNAK Anadara granosa DI PERAIRAN TAMBAK LOROK SEMARANG Dewi, Mayda Anggita; Suprapto, Djoko; Rudiyanti, Siti
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.003 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri di Semarang memiliki dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat dan dampak negatif bagi kehidupan A. granosa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2016 hingga Februari 2017 dengan tujuan untuk mengetahui kadar logam Cu dan Cr pada air, sedimen,  A. granosa serta nilai MTI (Maximum Tolerable Intake) di perairan Tambak Lorok, Semarang. Lokasi sampling ditetapkan secara purpose sampling, kandar Cu, Cr pada air laut menggunakan acuan APHA 1992, sedimen mengacu US.EPA 1996, A. granosa berdasarkan AOAC 2012. Hasil penelitian memperoleh pada air kadar Cu <0,001 mg/L – 0,002 mg/L dan Cr <0,001 mg/L - <0,003 mg/L ,pada sedimen kadar Cu 37,13 mg/kg - 49,41 mg/kg dan Cr 22,65 mg/kg - 29,25 mg/kg, pada A. granosa kadar Cu  0,43 mg/kg – 1,48 mg/kg dan Cr 0,44 mg/kg – 1,48 mg/kg. Analisis hasil pengukuran logam Cu, Cr pada air laut  menurut Kep.Men.LH nomor 51 tahun 2004 tidak melebihi baku mutu. pegukuran Cu dan Cr pada sedimen telah melampaui batas yang diterapkan NOAA 1999. A. granosa telah tercemari oleh logam Cu maupun Cr dan nilai MTI untuk logam Cu yaitu 0,187 gram per minggu serta 0,002 gram per minggu untuk logam Cr. Kata Kunci: Logam berat Cu; Cr; Anadara granosa; air laut; sedimen ABSTRACT Industrial development in Semarang has positive impact on people’s welfare and negative impact on life A. granosa. This study was conducted on October 2016 until Februari 2017 with the aim to know the levels of Cu and Cr metals in water, sediment, A. granosa and the valve if MTI in water of Tambak Lorok, Semarang.  The sampling location is set purpose sampling, levels of Cu and Cr in sea water using APHA 1992, sediment refers to US. EPA 1996, A.granosa based on AOAC 2012. The results of the research obtained Cu levels in water <0,001 mg/L - 0,002 mg/L, Cr <0,001 - <0,003 mg/L, on Cu sediment 37,13 mg/kg - 49,41 mg/kg, Cr levels in sediment 22,65 mg/kg - 29,25 mg/kg, on A. granosa Cu levels 0,43 mg/kg – 1,48 mg/kg and Cr levels 0,44 mg/kg – 1,48 mg/kg. Analysis of the results of measurement of Cu, Cr at sea water according to Kep.Men.LH number 51 of 2004 not exceeding the quality standard. The measurement of Cu and Cr on sediments has exceeded the limits applied by NOAA 1999. A. granosa has been contaminated by both Cu and Cr metals and the MTI value for Cu metals is 0.187 grams/week  also 0.002 grams/week for Cr. Keywords: Cu; Cr; Anadara granosa; sea water; sediment 
STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE PANTAI KERTOMULYO, TRANGKIL, PATI Ecotourism Development Strategy for Mangrove Conservation Area of Kertomulyo Beach, Trangkil, Pati Nisa, Amida Urfah Khoirun; Sulardiono, Bambang; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.326 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24252

Abstract

ABSTRAKKawasan Konservasi Mangrove di Pantai Kertomulyo merupakan salah satu wisata alam di Kota Pati yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata edukasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi daya tarik pengunjung, persepsi, aspirasi, dan partisipasi pengunjung maupun masyarakat dalam pengembangan ekowisata. Penelitian ini dilakukan pada Januari 2019. Metode yang digunakan adalah survey dengan menggunakan kuesioner untuk pengunjung maupun masyarakat. Responden terdiri dari 25 masyarakat sekitar, 75 pengunjung, dan 1 ketua umum PORDAKWIS “Trisno Segoro” Desa Kertomulyo. Teknik pengambilan sampel untuk masyarakat dan pengelola ekowisata dengan purposive sampling, sedangkan untuk pengunjung dengan accidental sampling. Data dianalisis menggunakan analisis SWOT. Persepsi respoden mengenai daya tarik ekowisata, fasilitas, dan aksesibilitas tergolong baik. Partisipasi responden dalam menjaga lingkungan sekitar tergolong baik karena sebagian besar responden tidak setuju dengan adanya tindakan negatif terhadap kawasan ekowisata. Aspirasi responden yaitu pengoptimalan tentang sarana prasarana di kawasan ekowisata. Strategi pengembangan ekowisata yaitu pengembangan ekowisata dengan konsep pelestarian ekosistem serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah; peningkatan pemberdayaan masyarakat sekitar dalam mengoptimalkan fasilitas kawasan ekowisata; menjaga ekosistem mangrove dengan cara mengefektifkan rehabilitasi dan penegakan peraturan perlindungan mangrove; serta meningkatkan fasilitas yang dapat digunakan untuk meminimalkan dampak dari abrasi. ABSTRACTThe Mangrove Conservation Area in the Kertomulyo Beach is one of the natural attractions in Pati which has the potential to be developed as an educational tourism destination. The purpose of this study is to determine the potential of visitor attraction, perceptions, aspirations, and participation of visitors and the community in developing ecotourism. This research was conducted in January 2019. The survey method is used by using a questionnaire for visitors and the community. The respondents consists of 25 surrounding communities, 75 visitors, and 1 the general chairman of PORDAKWIS "Trisno Segoro" Kertomulyo Village. The sampling technique for the community and ecotourism caretaker is purposive sampling, and the sampling technique for visitors is accidental sampling. The data is analyzed using SWOT analysis. The respondents’ perception of the attractiveness of ecotourism, facilities and accessibility is good. The participation of respondents in maintaining the surrounding environment is relatively good because most respondents do not agree with the negative actions towards the ecotourism area. The aspirations of respondents are the optimization of infrastructure in ecotourism areas. The ecotourism development strategy are developing ecotourism with the concept of ecosystem preservation and coordination with the Regional Government, increasing the empowerment of the communities in optimizing ecotourism facilities, safeguarding mangrove ecosystems by doing effective rehabilitation and enforcement of mangrove protection regulations, and improving facilities that can be used to minimize the impact of abrasion.
KANDUNGAN NITRAT DAN FOSFAT DALAM AIR PORI SEDIMEN DI SUNGAI DAN MUARA SUNGAI WEDUNG DEMAK Arizuna, Mutiara; Suprapto, Djoko; Muskanonfola, Max Rudolf
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.135 KB)

Abstract

Secara alamiah konsentrasi zat hara dalam perairan bervariasi untuk masing-masing bentuk senyawanya, termasuk nitrat dan fosfat. Namun dalam kondisi tertentu dapat terjadi keadaan di luar batas yang dinyatakan aman untuk kategori perairan tertentu. Peranan nitrat dan fosfat yang terkandung didalam sedimen yang ada di sungai atau muara adalah sebagai unsur penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan nitrat dan fosfat dalam air pori sedimen antara sungai dan muara Sungai Wedung Demak. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 15 – 29 Juni 2013 di Perairan Sungai Wedung Demak. Pengambilan sampel dilaksanakan sekali setiap 1 minggu.Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Metode pengambilan air pori sedimen dan kualitas air dilakukan pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB dan siang hari sekitar pukul 12.30 WIB. Titik sampling terdiri dari dua ekosistem yaitu sungai dan muara. Setiap ekosistem terdapat tiga titik sampling. Analisa kandungan nitrat dan fosfat menggunakan metode Hach Programme. Pengukuran kualitas air meliputi salinitas, suhu, oksigen terlarut, pH, dan kecerahan. Analisa data menggunakan uji Independent-Sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kandungan unsur hara pada air pori sedimen di sungai maupun muara Sungai Wedung Demak. Oksigen terlarut, suhu, pH, dan kecerahan adalah faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi kandungan nitrat dan fosfat pada air pori sedimen.
BIOMASSA KANDUNGAN KARBON DAN SERAPAN CO2 PADA TEGAKAN MANGROVE DI KAWASAN KONSERVASI MANGROVE BEDONO, DEMAK Prakoso, Teguh Budi; Afiati, Norma; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 2 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (813.092 KB)

Abstract

ABSTRAKEmisi CO2 yang terakumulasi di atmosfer menyebabkan terjadinya perubahan iklim secara global. Untuk mengurangi dampak perubahan iklim, salah satu upaya yang dapat dilakukan saat ini adalah meningkatkan penyerapan karbon dan/atau menurunkan emisi di atmosfer. Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai pereduksi karbon melalui proses sekuestrasi (C-sequestration). Tujuan dari penelitian ini untuk menghitung kerapatan, kandungan karbon dan serapan CO2 serta mengetahui hubungan korelasi kerapatan mangrove dengan kandungan karbon pada tegakan mangrove. Penelitian dilakukan dengan metode non-destructive sampling menggunakan persamaan alometrik. Pendekatan persamaan alometrik yang digunakan yaitu model alometrik biomassa pohon untuk jenis atau tipe ekosistem mangrove yang sudah tersedia atau dikembangkan di lokasi lain. Hasil pengukuran menunjukkan kerapatan tegakan mangrove di area tanam tahun 2004, 2007, dan 2010 adalah 1460 individu/ha, 1868 individu/ha, dan 2128 individu/ha. Biomassa pada area tanam tahun 2004 sebesar 206,77 ton/ha (103,39 ton C/ha, dan menyerap 379,09 ton CO2/ha). Area tanam tahun 2007 memiliki biomassa 293,73 ton/ha (146,86 ton C/ha, dan menyerap 538,50 ton CO2/ha), dan area tanam tahun 2010 memiliki biomassa 260,02 ton/ha (130,01 ton C/ha, dan menyerap 476,67 ton CO2/ha). Berdasarkan hasil penelitian, kerapatan jenis dan umur tegakan mangrove merupakan faktor yang mempengaruhi besarnya biomassa. Hasil uji regresi-korelasi menunjukkan, perubahan kerapatan mangrove akan berpengaruh secara signifikan pada ekosistem mangrove dalam menyimpan karbon dan menyerap CO2 dari atmosfer. Kata Kunci: Mangrove, biomassa, karbon, kerapatan jenis ABSTRACTEmissions of CO2 that accumulated in the atmosphere causes global climate change.  To reduce the impact of climate change, one of the efforts is increased carbon sequestration. The mangrove ecosystem has ecological function as reducing carbon through sequestration process (C-sequestration). Aimed of this research to calculate the density, carbon content and absorption ability CO2 as well as knowing the correlation of mangrove density with carbon sequestration in mangrove. The method used in this research is use non destructive sampling method with allometric equation. The approach allometric equations were used that tree biomass allometric models for the type or types of mangrove ecosystems that are already available or developed in other locations. The measurement results of mangrove density in planting area 2004, 2007 and 2010 were 1,460 individuals/ha, 1868 individuals/ha, and 2128 individuals/ha. Biomass at the planting area in 2004 amounted to 206.77 ton/ha (103.39 ton C/ha, and absorbs 379.09 ton CO2/ha). Planting area in 2007 have biomass 293.73 ton / ha (146.86 ton C/ha, and absorbs 538.50 ton CO2/ha), and the planting area in 2010 have biomass 260.02 ton/ha (130.01 ton C/ha, and absorbs 476.67 ton CO2/ha). Based on the research results, the density of mangrove species and age are factors that influence the amount of tree biomass. The results of regression-correlation analysis showed, if mangrove density change significantly, it can influence the mangrove ecosystem in carbon sequestration and absorb CO2 from the atmosphere. Keywords: Mangrove, biomass, carbon, mangrove density
ANALISA PENGEMBANGAN EKOWISATA WILAYAH KONSERVASI MANGROVE, DESA BEDONO, KECAMATAN SAYUNG, KABUPATEN DEMAK Abidin, Moh Toriq; Suprapto, Djoko; Hartoko, Agus
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.47 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu potensi utama di Kabupaten Demak. Ekowisata di Desa Bedono mempunyai potensi pariwisata yang dapat dikembangkan. Selain itu, ekowisata ini secara langsung memiliki manfaat pelestarian alam dan lingkungan dan meningkatkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar. Namun kenyataannya, ekowisata ini belum terkelola secara maksimal, sehingga pengembangan kawasan ini sangat perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui objek daya tarik wisatawan, mengetahui sarana pendukung yang dibutuhkan, dan menyusun konsep pengembangan ekowisata. Metode yang digunakan penelitian adalah metode deskriptif studi kasus dan dianalisa dengan metode Objek Daya Tarik Wisata  (ODTW) dan Analisa SWOT. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara dan observasi untuk melakukan pengamatan terhadap lokasi kawasan, kegiatan dan pelakunya melalui responden terhadap sumberdaya masyarakat, wisatawan dan lembaga. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa potensi wisata Desa Bedono adalah Hutan Mangrove (Dusun Tambaksari dan Dusun Senik), Pantai Morosari dan wisata lain (Makam Apung/Syeh Mudzakir). Berdasarkan hasil dari ODTW nilai tertnggi adalah alam (Pantai dan hutan mangrove) dan minat khusus. Strategi pengembangan ekowisata wilayah konservasi mangrove, Desa Bedono adalah : Mengembangkan konservasi mangrove Desa Bedono menjadi ekowisata, Mengembangkan atraksi sesuai dengan keadaan alam dan view yang menarik di kawasan koservasi mangrove di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak dan Meningkatkan kunjungan ke kawasan ekowisata. Tourism is one of the major potential in Demak. Ecotourism in the Bedono village has tourism potential that can be developed. In addition, this ecotourism directly has the benefit of preserving nature and the environment and also can improve the socio-economic conditions of the surrounding community. But in reality, eco-tourism has not been managed optimally, so that the development of this area is very necessary. This research intend to determine the object of tourist attraction, knowing means of support needed, and drafting the mangrove eco-tourism development strategy. The method used in this research is descriptive case studies and analyzed by the method of Travel Attractions Objects (TAO) and SWOT Analysis. This data collected by interviews and observations to make observations on the location of the region, the activities, and the perpetrators through a response to community resources, tourist and agencies. The results obtained indicate that tourism potentials of Bedono Village are mangrove forest (Tambaksari Hamlet and Senik Hamlet), Morosari beach and other tourist (Floating Tomb of Sheikh Mudzakir). Based on the results of TAO highest value is a natural (beaches and mangrove forests) and special interests. Ecotourism development strategy mangrove conservation area, Bedono Village are: Developing a mangrove conservation village of Bedono into ecotourism, Developing natural attractions according to the circumstances and view of interest in mangrove conservation area in the Bedono Village, Sayung, Demak and Increase visits to ecotourism.
ANALISIS KESESUAIAN WISATA PANTAI BONDO DI KABUPETEN JEPARAJAWA TENGAH Vera, Grecya Christa; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 4 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.678 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i4.22568

Abstract

Pantai Bondo merupakan salah satu objek wisata pantai yang terdapat di Kabupaten Jepara yang menawarkan keindahan pantai dengan pasir putih. Karakteristik Pantai Bondo perlu dianalisis untuk pengembangan wisata pantai. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik masyarakat dan pengunjung, persepsi responden tentang potensi wisata, dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pantai Bondo. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2018 di Pantai Bondo, Kabupaten Jepara. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menyebar kuesioner kepada 30 responden masyarakat dengan penentuan responden menggunakan teknik purposive sampling dan 30 responden pengunjung dengan penentuan responden menggunakan teknik accidental sampling serta metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) yang terdiri dari 3 stasiun. Responden pada umumnya berusia dewasa dengan tingkat pendidikan SMP-SMA. Pengunjung mendapatkan informasi secara lisan, sudah datang lebih dari dua kali dengan tujuan rekreasi atau berlibur dengan temannya serta pengunjung memiliki kepuasan dalam berwisata sehingga memiliki keinginan untuk kembali berkunjung. Persepsi responden untuk potensi, daya tarik, dan fasilitas memberikan penilaian yang baik, sedangkan untuk aksesibilitas dan kepedulian lingkungan mendapat penilaian cukup baik dari responden. Nilai Kesesuaian Pantai Bondo untuk ketiga stasiun termasuk dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk wisata pantai dengan rata-rata persentase 92,4%.  Bondo Beach is one the beach tourism object in the Jepara Regency that offers beauty of the white sandy beach. Characteristics of the Bondo Beach needs to be analyzed for coastal tourism development. The purpose of this research were to know the characteristic of community and visitor, respondent’s perception about potency, and value of Tourism Suitability Index of the Bondo Beach. The study was conducted in March-April 2018 at Bondo Beach, Jepara Regency. The method used in this research was qualitative method by spreading questionnaires to 30 respondents using purposive sampling technique and 30 respondents using accidental sampling and quantitative research method using Tourism Suitability Index consisting of 3 stations. Respondents are generally adults with Junior High School until Senior High School education. Visitors get information orally, have come more than twice with purpose a recreation or holiday, come with friends and visitors have satisfy in the tour so have desire to return.  Respondents' perceptions of potential, attractiveness, and facilities provide good judgment, while for accessibility and environmental awareness is considered good enough from respondents. The Bondo Beach Suitability Value for the three stations is included in the S1 or is particularly suitable for coastal tourism with an average percentage of 92,4%. 
ANALISIS TINGKAT KEMATANGAN GONAD TERIPANG KELING (Holothuria atra) DI PERAIRAN MENJANGAN KECIL, KARIMUNJAWA Harahap, Malasari; Sulardiono, Bambang; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 7, No 3 (2018): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.07 KB) | DOI: 10.14710/marj.v7i3.22550

Abstract

Pulau Menjangan Kecil berada di perairan Laut Jawa tepatnya di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara. Perairan Menjangan Kecil memiliki keindahan alam bawah laut yang menarik dan memiliki potensi perikanan yang menyebabkan perairan ini menjadi tempat untuk dilaksanakannya penelitian. Salah satu contoh hasil perikanan dari Perairan Menjangan Kecil yang bisa diandalkan adalah Teripang Keling. Teripang Keling (Holothuria atra) merupakan spesies yang  mudah dikenal dan seringkali menjadi spesies yang dominan dalam  suatu ekosistem, karena memiliki warna tubuh hitam, kulit tubuhnya licin dan tebal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kematangan gonad Holothuria atra dan mengetahui pengaruh parameter fisika, kimia terhadap kematangan gonad Holothuria atra di Perairan Menjangan Kecil, Karimunjawa. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Mei 2017 di Perairan  Menjangan Kecil, Karimunjawa. Metode yang digunakan adalah  metode observasi, yaitu kegiatan mengamati sampel secara langsung. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui pengamatan langsung di lapangan dan analisis di laboratorium. Data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah dan warga sekitar Pulau Menjangan Kecil, Karimunjawa. Penelitian ini dilakuan pada 4 stasiun dan 12 titik. Hasil pengamatan tingkat kematangan gonad Holothuria atra tergolong pada tahap perkembangan dan pengaktifan. Tingkat salinitas 34 ppt, suhu berkisar 29 – 31 ÌŠC, pH 8 dan kedalaman antara 63 – 124 cm.  Menjangan Kecil Island was located in Java Sea precisely in District Karimunjawa, Jepara, Central Java. Menjangan Kecil Island has an attractive natural underwater beauty and has fishery potential that causes these waters to be a place for conducting research. One example of fishery products from Menjangan Kecil Island that can be relied was Lollyfish. Lollyfish (Holothuria atra) was a species that was easy to recognized and it’s dominant species in ecosystem, because it has a black body, skin of the body slippery and thick. The purpose of this study was to determine the maturity rate of gonad Holothuria atra and to explain the influence of physical, chemical parameters on the maturity of the gonad Holothuria atra in Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. This research has been done in May 2017 at Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. The method used was observating method. This research used primary data and secondary data. Primary data were obtained through direct field observating and laboratory analysis. Secondary data obtained from government agencies and residents around Menjangan Kecil Island, Karimunjawa. This research was conducted in 4 stations and 12 points. The maturity level of the Holothuria atra gonad was classified as the stage of development and activation. The salinity level was 34 ppt, the temperature ranges from 29 - 31 ÌŠC, pH 8 and the depth of sea water was between 63 - 124 cm.Â