Djoko Suprapto
Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro Semarang Jl. Prof. H. Soedarto, S.H, Tembalang, Kec. Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah 50275, Indonesia

Published : 47 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

EVALUASI PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI PANTAI CAHAYA, KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Evaluation of Marine Tourism Development at Cahaya Beach, Kendal Regency, Central Java Amalia, Yusrina; Suprapto, Djoko; Purwanti, Frida
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 2 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.262 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i2.24229

Abstract

ABSTRAK Pantai Cahaya terletak di Desa Sendang Sikucing, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal dikelola oleh PT. Wersut Seguni Indonesia yang merupakan lembaga konservasi mamalia yang sejak tahun 1999. Pengembangan wisata Pantai Cahaya kini sudah baik dengan adanya atraksi wisata, aksesibilitas, dan fasilitas yang disediakan. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi pengembangan wisata bahari di Pantasi Cahaya. Penelitian dilakukan pada bulan November-Desember 2018. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan membagikan kuisioner kepada 60 responden pengunjung menggunakan teknik accidental sampling 30 responden masyarakat setempat, dan 6 responden pengelola menggunakan teknik purposive sampling. Evaluasi pengembangan wisata bahari di Pantai Cahaya masuk dalam tahap stagnasi dimana atraksi wisata didominasi oleh wisata buatan, sarana prasarana telah banyak disediakan, aksesibilitas sudah dikembangkan, jumlah kunjungan tertinggi telah tercapai dan stagnan pada 2 tahun terakhir, pengunjung yang datang merupakan repeater guest.ABSTRACT Cahaya Beach is located at the Sendang Sikucing Village, Rowosari District, Kendal Regency, managed by PT. Wersut Seguni Indonesia, a mammal conservation organization that was established in 1999. Development of Cahaya Beach is supported by the presence of tourist attractions, accessibility, and provided facilities. The purpose of this study was to evaluate the development of marine tourism in the Cahaya Beach. The study was conducted in November-December 2018. This study used a qualitative and quantitative, collect data method with observation and interviews by distributing questionnaires to 60 visitors using accidental sampling techniques, 30 local communities, and 6 managers using purposive sampling technique. Evaluation of the development of marine tourism at Cahaya Beach was included in the stage of stagnation where tourist attractions were dominated by mainmade tourism, infrastructure had been widely provided, accessibility had been developed, the highest number of visits had been reached and stagnant in the last 2 years, visitors were guest repeaters. 
FILTRATION RATE KERANG DARAH DAN KERANG HIJAU DALAM MEMFILTRASI BAHAN ORGANIK TERSUSPENSI LIMBAH TAMBAK UDANG INTENSIF Kusumawati, Lysa Any; Haeruddin, -; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.204 KB)

Abstract

Salah satu akibat dari pembuangan limbah dari kegiatan budidaya udang intensif ke perairan adalah terjadinya kekeruhan yang diakibatkan oleh tingginya padatan tersuspensi yang berakibat terhalangnya penetrasi cahaya matahari ke perairan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kecepatan  filtrasi kerang darah dan kerang hijau dalam menyaring padatan tersuspensi limbah tambak udang. Serta pembandingan laju filtrasi keduanya dan untuk mengetahui signifikansi waktu terhadap kecepatan filtrasi kerang darah dan kerang hijau. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pengembangan Wilayah Pantai Jepara. Penelitian ini menggunakan metodologi eksperimental skala laboratorium. Wadah uji yang berisi air limbah tambak udang diisi masing-masing dengan 10 ekor kerang darah dan kerang hijau yang diberikan pengulangan 3 kali. Kecepatan filtrasi diukur berdasarkan volume air dan TSS yang disaring. Analisis data menggunakan analisis SPSS ancova.Berdasarkan hasil penelitian didapatkan konsentrasi padatan tersuspensi pada kerang darah berkisar 216,67 mg/ml-466,67 mg/ml; kerang hijau 150 mg/ml-416.67 mg/ml. Kecepatan filtrasi kerang darah 260 ml/jam-1 -540 ml/jam-1; kerang hijau 260 ml/jam-1 -540ml/jam-1. Suhu 28⁰C-29⁰C, salinitas 25 ppm. pH 7.2. Analisis ancova interaksi waktu terhadap kecepatan filtrasi memiliki signifikansi sebesar 0.00. artinya waktu memberikan pengaruh terhadap kecepatan filtrasi. Kerang hijau memiliki kecepatan filtrasi yang lebih baik dari kerang darah sebab kerang hijau memiliki sifat menjernihkan perairan yang keruh. As one results of waste water from instense shrimp cultivation is caused the turbidity in the water by suspended materials blocking the light of the sun in the water. The purpose of this study are the filtration rate of Anadara granosa and Perna viridis to filtrate suspended materials waste water of intens shrimp cultivation. Compare the both filtration rate, significant on filtration rate of the Anadara granosa and Perna viridis.This study did in the development of the region shore laboratory. This study used laboratory experimental methodology. The aquarium which contain with waste water filled with 10 Andara granosa and Perna viridis given three replication. Filtration rate of bivalve were measure by water volume and test of total suspended solid. Data analyze used ancova.The results of this study, showed that the consentration for suspended material of Anadara granosa were 216,67 mg/ml-466,67 mg/ml and Perna viridis 150 mg/ml-416.67 mg/ml. The filtration rate of Anadara granosa is 273,33 ml/ hour-1 - 576,66 ml/ hour-1 and filtration rate of Perna viridis is 230 ml/ hour-1 - 616,66 ml/ hour-1. Water quality of media has characteristics temperature between 28⁰C-29⁰C, water salinity 25 ppm. pH 7.2. The analyze of ancova showed that the time have significant on filtration rate with a value of significant is 0.00. Perna viridis had a better filtration rate than Anadara granosa because Perna viridis can cleared the water turbid.
ANALISIS KESESUAIAN PERAIRAN UNTUK WISATA PANTAI DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI PULAU MENGKUDU KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Awita, Rida; Rudiyanti, Siti; Suprapto, Djoko
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 6, No 3 (2017): MAQUARES
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pulau Mengkudu merupakan salah satu pulau di Desa Totoharjo Kabupaten Lampung Selatan. Pulau Mengkudu mempunyai potensi yang dapat dimanfaatkan sebagai daerah wisata.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi wisata yang dapat dikembangkan di Pulau Mengkudu, Partisipasi masyarakat sekitar Pulau Mengkudu, daya tarik wisata di Pulau Mengkudu dan nilai Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) Pulau Mengkudu. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2016-Januari 2017. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) dan metode deskriptif dengan menyebar kuisioner kepada 9 responden masyarakat menggunakan teknik sampling purposive sampling dan 25 responden wisatawan menggunakan accidental sampling. Potensi wisata Pulau Mengkudu terdapat pada kondisi fisik pantai yang indah dengan adanya pasir timbul, serta jenis kegiatan atau daya tarik wisatanya yaitu berenang, dan pemandangan dari atas bukit. IKW Pulau Mengkudu pada pagi hari di stasiun I dan III adalah 77% masuk kedalam kategori S2 atau Sesuai, stasiun II 83% menunjukkan kategori S1 atau Sangat Sesuai, sedangkan sore hari di stasiun I, stasiun II dan III adalah 89%. Hal ini menunjukkan bahwa Pulau Mengkudu pada sore hari tergolong dalam kategori S1 atau sangat sesuai untuk kegiatan wisata pantai. Secara umum daya tarik wisata di Pulau Mengkudu  mendapat respon positif oleh responden. Kata Kunci: Kesesuaian Wisata; Partisipasi Masyarakat; Pulau Mengkudu ABSTRACT Mengkudu Island is one of the islands in Totoharjo Village, South Lampung Regency. Mengkudu Island has the potential that can be utilized as a tourist area. The purpose of this study was to know the potential of tourism that can be developed in Mengkudu Island, participation of people around Mengkudu Island, tourist attraction in Mengkudu Island and the value of Tourism Suitability Index (IKW) in Mengkudu Island. The research was conducted from December 2016 to January 2017. The method used in this research were quantitative research method using Tourism Suitability Index (IKW) and descriptive method by spreading questionnaires to 9 respondents using purposive sampling technique and 25 respondents using accidental sampling. Tourism potential of Mengkudu Island were so attracted especially the physical condition of beautiful beach with the sand arise, tourism activities like swimming, and the view from the top of the hill. Generally, tourist attraction in Mengkudu Island received positive responses by respondents. Tourism Suitability Index (IKW) of Mengkudu Island in the morning at station I and III was 77% classified to S2 or suitable, station II 83% classified to S1 or very suitable, while afternoon at station I, station II and III is 89%. This showed that Mengkudu Island in the afternoon classified to S1 or very suitable for coastal tourism activities. Generally, tourist attraction in Mengkudu Island received positive responses by respondents. Keyword: Tourism Suitability, Participation of People, Mengkudu Island.
KANDUNGAN LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DI SUNGAI TENGGANG, SEMARANG, JAWA TENGAH Heavy Metal Concentration of Pb in Nile tilapia (Oreochromis niloticus) in the Tenggang River, Semarang, Central Java Agustina, Dana Yuli; Suprapto, Djoko; Febrianto, Sigit
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Vol 8, No 3 (2019): MAQUARES
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.459 KB) | DOI: 10.14710/marj.v8i3.24262

Abstract

ABSTRAK Timbal merupakan logam berat yang bersifat toksik dan biasanya bersumber dari industri cat, baterai dan percetakan. Sungai Tenggang berdekatan dengan Lingkungan Industri Kecil (LIK) dan pemukiman sehingga meningkatkan limbah ke dalam perairan termasuk logam berat. Hal tersebut menjadi alasan mengapa penelitian mengenai kandungan logam berat timbal pada ikan nila (Oreochromis niloticus) di Sungai tenggang, Semarang, Jawa Tengah ini dilaksanakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat timbal pada air dan ikan nila, mengetahui nilai biokonsentrasi faktor ikan nila serta mengetahui batas konsumsi mingguan daging ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2019. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan secara kuantitatif serta sampling menggunakan metode purposive sampling. Hasil perhitungan konsentrasi logam berat Pb dalam air rata-rata sebesar 0,155 mg/l. Konsentrasi logam berat Pb dalam daging ikan nila rata-rata 2,35 mg/kg. Hasil perhitungan bioconcentration factor (BCF) berkisar antara 12,03 – 17,17.  Hasil perhitungan berat maksimal konsumsi ikan nila mingguan diperoleh rata-rata sebesar 0,63 kg/minggu. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh dapat disimpulkan bahwa kadar konsentrasi logam berat timbal pada air dan ikan nila di Sungai Tenggang tergolong cukup tinggi serta sudah melebihi ambang batas baku mutu yang telah ditentukan. Angka BCF logam berat timbal pada ikan nila termasuk dalam kategori tingkat akumulatif rendah (BCF < 100). ABSTRACT Plumbum is heavy metal that is toxic and source from paint industry, battery and printing. Tenggang river near with small industrial environment (LIK) and settlement so that increasing the waste entering to river including heavy metal waste. This is the reason for this research do. This study aims to determine the heavy metal Pb of water and Nile tilapia meat, bioconcentration factor of nile and knowing the limit of weekly consumption of  nile tilapia meat (MTI). The study was conducted in April 2019. The method used was a descriptive method with the determination of sampling using purposive sampling. The result of heavy metal Pb concentration in water averaged by 0,155 mg/l. Concentration of heavy metal Pb in Nile tilapia (Oreochromis niloticus) meat averaged by 2,35 mg/kg. The calculation result of bioconcentration factor (BCF) is range between 12,03 – 17,17. The maximum limit result of weekly fish consumption is averaged by 0,63 kg/minggu. Based on the results obtained it can be concluded that concentration of heavy metal Pb in water and nile tilapia tenggang river quite high and has reached above the permisible limit. BCF number of heavy metal in nile tilapia fall into the category of low accumulative levels (BCF < 100).
KARAKTERISTIK FISIKA KIMIA PERAIRAN HABITAT BIVALVIA DI SUNGAI WISO JEPARA Pancawati, Dika Nugraini; Suprapto, Djoko; Purnomo, Pujiono Wahyu
Management of Aquatic Resources Journal (MAQUARES) Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departemen Sumberdaya Akuatik,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.046 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat dan interaksi fisika kimia perairan terhadap habitat bivalvia. Metode yang digunakan adalah metode eksploratif dan pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling (SRS). Penelitian dilakukan di Sungai Wiso, Jepara pada bulan April 2014 dengan mengambil titik sampling sejumlah 20 titik secara acak. Titik sampling yang digunakan untuk menganalisis faktor fisika kimia perairan adalah titik yang memiliki kepadatan tertinggi dan terendah. Uji statistik regresi dan korelasi dilakukan untuk mengetahui pengaruh faktor fisika kimia perairan terhadap bivalvia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa titik yang memiliki kepadatan tertinggi adalah T6, T17, T20 dan titik yang memiliki kepadatan terendah adalah T1, T2, T3. Hasil analisis faktor fisika kimia perairan yang diperoleh, seperti kecerahan perairan berkisar 17-32 cm; kedalaman berkisar 17-53 cm; temperatur air berkisar 27-30 oC; kecepatan arus berkisar 0,14-0,4 m/dt dengan tipe arus lambat sampai sedang; pH senilai 7; oksigen terlarut (DO) berkisar 3-6,1 mg/l dan kandungan organik substrat berkisar 2,3-8,3%. Keberadaan jenis bivalvia di dasar perairan berbanding positif dengan kecerahan, oksigen terlarut, dan bahan organik, serta berbanding negatif dengan kecepatan arus. Dalam interaksi fisika kimia perairan terhadap habitatnya, bivalvia cenderung memilih kondisi lingkungan serta tipe habitat yang sesuai, agar tetap tumbuh dan berkembangbiak. Indikasi yang menunjukkan kesesuaian suatu habitat bagi bivalvia adalah seragamnya bivalvia yang ditemukan pada lokasi penelitian ini dan bivalvia yang dominan adalah Anadara sp. This research aimed to determine the physical chemical interactions formed a properties aquatic habitat of bivalves. The applied method was exploratory and sampling using Simple Random Sampling (SRS). The research was conducted in Wiso River, Jepara in April 2014, by taking sampling point a number of 20 point randomly. Sampling points to analyze the physical chemical waters factor is a point that has the highest and lowest of bivalves density. Regression and correlation statistical tests were used to identify the influence or those environmental factors to bivalves. The results shown that the point which has the highest density is T6, T17, T20 and the point that has the lowest density is T1, T2, T3. The results of chemical physical waters analysis obtained, such as the water transparency ranged from 17-32 cm, the water depth ranged from 17-53 cm, while water temperature 27-30 oC, stream velocity ranged from 0,14-0,4 m/dt within slow type to medium, acidity observed 7, dissloved oxygen (DO) was around 3-6,1 mg/l and the persentation organic substrates was 2,3-8,3. The existence of bivalves in waters linear positive to brightness, dissolved oxygen,  and organic substrates, as well as linear negative to the flow velocity. In the interaction of waters chemical physical to the habitats, bivalves tend to choose the environmental conditions and the type of suitable habitat, in order to growing well and multiply. This research shown that Anadara sp. was the dominant species found in the location. The characteristic habitat of Anadara sp. had been identified in this research.
Evaluasi Konservasi Mangrove Berdasarkan Tingkat Partisipasi Masyarakat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta Laras Ega Pratiwi; Djoko Suprapto; Wiwiet Teguh Taufani
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v14i1.159

Abstract

Pulau Pramuka dijadikan salah satu zona pemukiman taman nasional. Perkembangan pembangunan menyebabkan berkembangnya aktivitas ekonomi, jasa dan pertumbuhan pendudukan yang berdampak pada menyempitnya tutupan lahan ruang terbuka hijau, termasuk kawasan mangrove sehingga dilakukan beberapa upaya konservasi mangrove. Kawasan konservasi ini kemudian dikembangkan menjadi wisata tracking mangrove dengan landasan RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi upaya konservasi mangrove berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat di Pulau Pramuka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret 2019. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan uji regresi korelasi untuk mengetahui hubungan antara upaya konservasi dan partisipasi. Teknik pengumpulan data observasi dan wawancara dengan bantuan kuesioner menggunakan teknik accidental sampling kepada 91 masyarakat, 30 pengunjung dan 9 pengelola. Upaya konservasi yang dilakukan dengan patokan RPJMD Jakarta tahun 2017-2022 perlu dilakukan pembenahan dan peningkatan dibeberapa bagian. Upaya yang dilakukan perlu diimbangi dengan partisipasi karena saling berhubungan. Terdapat hubungan yang lemah antara upaya dan partisipasi oleh masyarakat dengan r : 0.451 dengan kontribusi hubungan sebesar 18,7% , sedangkan hubungan yang sangat kuat oleh pengunjung dengan r : 0.874 dengan kontribusi hubungan sebesar 90,5%. Faktor utama yang mempengaruhi partisipasi adalah pengetahuan dan kurangnya pelibatan masyarakat dalam program konservasi, seperti perencanaan dan evaluasi. Tingginya kontribusi pengunjung dalam upaya konservasi dikarenakan program konservasi yang dilaksanakan memiliki target pasar yaitu pengunjung, sehingga partisipasi pengunjung lebih besar dibandingkan partisipasi masyarakat.
New Technique of Filtration Rate Measurement In Flow Through System With Constant Concentration of Algae Djoko Suprapto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 1 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1193.254 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.1.37-42

Abstract

Sebuah tekhnik baru pengukuran tingkat filtrasi bivalvia telah dirancang dan digunakan untuk mengukur filtrasi dari Pecten maximus L. Prinsip penghitungan teknik pengukuran filtrasi ini adalah menghitung penurunan konsentrasi fitoplankton dalam media pengukuran. Alat ini selanjutnya diuji untuk menghitung konsumsi fitoplankton delam hubungannya dengan berat kering P. maximus L. Hasil pengukuran dinyatakan dalam persamaan alometrik (Y=aXb). Konsumsi fitoplankton untuk populasi Brest, Saint Breiux. Scotlandia dan lrlandia berturut-turut adalah sebagai berikut: 85,17X012, 97,18X0,16, 85,98X0,18 dan 75,70X0,18 Kata kunci: laju filtrasi, scallop, berat kering A flow through system for measuring filtration rate of bivalve is described. The principle of measurement was to calculate the decrease of algal concentration in the water medium where the experimental animal was placed. The measuring system was tested to calculate the phytoplankton consumption related to dry body weight of scallop Pecten maximus L. coming from different populations. This corretetion is expressed by allometric equation (Y=aXb). Allometric equation of Brest, Saint Brieux. Scotland, Ireland populations are: 85,17X012, 97,18X0,16, 85,98X0,18 dan 75,70X0,18 successivelyKeywords: filtration rate, Scallop, dry body weight
Osmoregulation Pattern of Fingerling Vanname Shrimp (Litopenaeus vannamei) Rearing in Three Molt Stage Iso-Osmotic Media Sutrisno Anggoro; Djoko Suprapto; Frida Purwanti
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 23, No 3 (2018): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.916 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.23.3.119-122

Abstract

Vanname shrimp (Litopenaeus vannamei) is one of euryhaline Crustacean that able to adapt to a wider range of salinities. The need of suitable media for a given size and molting stage of shrimp is a key factor of the success of shrimp culture. In order to ensure the success of fingerling Vanname shrimp (FVS) rearing, it is indispensable to provide suitable osmotic media for the molting process. This research was aimed to examine and determine isoosmotic media that complies with physiological process of FVS. The research was done in laboratory scale with Completely Randomized Design. FVS was acclimated to three salinities level i.e. 15-16 ‰ as the postmolt isosmotic media, 25-26 ‰ as the intermolt isosmotic media, and 29-30 ‰ as the premolt and molt isosmotic media with three replications. The result showed that in the media of 25-26 ‰, the osmotic work revealed the minimal level and it enhanced the growth rate without changing the amino acids composition in the shrimp body tissue.
Analisa Kualitatif Reproduksi Kerang Kipas-kipas Amusium sp dari Weleri - Kendal, Jawa Tengah Ita Widowati; Jusup Suprijanto; Djoko Suprapto
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 7, No 2 (2002): Jurnal Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.541 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.7.2.127-130

Abstract

Analisa kualitatif reproduksi kerang kipas-kipas Amusium sp dari perairan Weleri-Kendal Jawa Tengah telah dilakukan selama bulan Maret sampai Juni 2001. Data kualitatif didapatkan setiap bulan berdasarkan kriteria tingkat kematangan gonad dan index gonad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada bulan Maret dan April, gonad dalam keadaan matang (tingkat kematangan gonad VI), dengan indeks gonad 13,86 % dan 13,87 %. Bulan Mei-Juni indeks gonad menurun menjadi 8,49 % dan 3,97 %, dimana diduga berkaitan dengan masa pemijahan.Kata kunci: Amusium sp, indeks gonad, tingkat kematangan gonad   Qualitative analysis of reproductive organ of the scallop Amusium sp from Weleri - Kendal waters was carried from March to June 2001 In Weleri-Kendal (Central Java). Data were compiled monthly based on staging criteria and gonad indices. Scallop were generally ripe by March-April (stage of VI), with gonad index 13.86 % and 13.87 %. From May -June, gonad indices decreased 8.49 % and 3.97 %, it was suggested that it correlated with their spawning periods.Keywords: Amusium sp, gonad indices, gonadal maturity stages.
Growth of Mangrove crab Scylla Serrata The Given Different Types of Feed (Pertumbuhan Kepiting Bakau Scylla Serrata Yang Diberi Berbagai Jenis Pakan) Djoko Suprapto; Ita Widowati; Ervia Yudiati; Subandiyono Subandiyono
ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences Vol 19, No 4 (2014): Ilmu Kelautan
Publisher : Marine Science Department Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.19 KB) | DOI: 10.14710/ik.ijms.19.4.202-210

Abstract

Meningkatnya permintaan kepiting untuk ekspor terutama disebabkan kelezatan dan kandungan gizi dagingnya. Namun pada umumnya masih berasal dari hasil tangkapan dari alam, oleh karenanya peningkatan teknologi budidaya sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin, jenis pakan dan metode pembesaran terhadap pertumbuhan kepiting.Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental, dalam menganalisis pengaruh variable menggunakan rancangan acak kelompok dengan pola faktorial 2x2x3. Laju pertumbuhan mutlak dan pertambahan berat diukur setiap minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting jantan dipelihara secara individu dengan pakan ikan mempunyai pertumbuhan mutlak tertinggi yaitu 1,07 g.hari-1 dan pertambahan berat (weight gain) tertinggi pula yaitu 84,73%. Pemeliharaan massal, kepiting betina dengan pakan ikan rucah memiliki laju pertumbuhan mutlak tertinggi yaitu 0,80 g.hari-1. Sedangkan weight gain tertinggi diperoleh pada kepiting jantan yang diberi pakan ikan yaitu 52,03%. Anova tes menunjukkan pengaruh jenis kelamin dan interaksinya berbeda nyata. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kepiting dengan pakan ikan rucah lebih tinggi dibandingkan kepiting dengan pakan kerang dan campuran dari ikan dan kerang. Kepiting jantan yang dipelihara secara individu diberi pakan ikan rucah tumbuh lebih baik dibandingkan kepiting betina. Pertumbuhan Kepiting betina yang dipelihara secara massal dan diberi pakan ikan rucah memiliki peertumbuhan paling tinggi. Kata kunci: pertumbuhan, jenis kelamin, pakan alami, Scylla serrata, wadah pemeliharaan The increase of the export demand of crabs (Scylla serrata), among others caused by the good taste and have a very high nutrition value, but most of the crab still collected by fishing of natural stock. Therefore, technology of crabs culture should be enhanced. This research was aiming to understand the influence of sexual, feeding regime, environmental factors to the growth rate. This research was conducted experimentally using the randomized block design with factorial pattern 2x2x3. The growth rate and weight gain were measured weekly. The results show that male crab reared in individual aquarium fed by mixed fish revealed the quickest ultimate growth rate i.e. 1.07 g.day-1, as well as achieving the highest weight gain i.e. 84.73%. While in mass rearing method, female crab fed by mixed fish achieved the highest ultimate growth rate ie. 0.8 g.day-1, and the highest weight gain achieved in male crab fed by mixed fish i.e. 52.03%. Anova test reveal that sexual factor and it’s interaction was significantly different. The research conclude that the growth of the crab fed by mixed fish was higher than those fed by bivalve meat or combination of mixed fish with bivalve meat; male crab reared individually and fed with mixed fish revealed has higher growth rate then the female crab; and the growth rate of female crab reared in a mass and fed by mixed fish revealed the highest growth rate. Keywords : growth, sexual, natural feed, Scylla serrata, rearing media