Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SOSIALISASI DAMPAK PENCEMARAN AIR TERHADAP BIOTA AKUATIK DAN STRATEGI PENGENDALIANNYA DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CITARUM Telussa, Riena F.; Rahmatia, Firsty; Nainggolan, Armen
Jurnal Pengabdian Masyarakat Satya Widyakarya Vol. 2 No. 1 (2023): JASW Vol. 02 No. 01 (2023) Oktober 2023 - Maret 2024
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, & Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Satya Negara Indonesia (LP3M-USNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Citarum watershed, the largest in West Java, has experienced severepressure due to exploitation exceeding its carrying capacity. Therefore,managing the Citarum watershed cannot be done sectorally, but must beintegrated and inclusive of all stakeholders, both within and outsidewatershed, to achieve sustainable development. This requires support fromvarious parties, including academics, by promoting outreach activities. Theimplementation methods include observation, introduction, water qualitytesting, outreach sessions, evaluation, consultation and mentoring, as wellmonitoring. Pre-outreach questionnaire results showed that 70% ofparticipants were aware the impacts of waste and pollution on river life. Allparticipants expressed a desire to maintain the cleanliness of Citarum River,yet only 13% had actively taken part in river clean-up activities. Overall, thepre-outreach findings suggest that while awareness exists, communityparticipation in environmental actions especially in keeping the river cleanremains limited and needs to be increased through continuous education andengagement.
INDEKS KESESUAIAN WISATA PANTAI TANJUNG SELAKI LAMPUNG SELATAN Cahyani, Galuh; Rahmani, Urip; F Telussa, Riena
SEMAH Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Perairan Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/semahjpsp.v7i2.1239

Abstract

Keelokan dan keaslian pada pantai perlu didukung dengan adanya kesiapan amenitas dan aksesibilitas untuk dapat mengembangkan kawasan wisata pantai. Untuk itu penilaian Indeks Kesesuaian Wisata perlu dilakukan untuk mengetahui kesesuaian kawasan wisata pantai untuk menjaga keselamatan pengunjung. Hasil pengukuran Indeks Kesuaian Wisata pantai menujukkan kategori sesuai dengan rata-rata IKW pada stasiun (S) 1, stasiun (S) 2, dan stasiun (S) 3 adalah sebesar 2,3. Saran yang dapat diberikan melakukan promosi secara terstruktur, terukur dan menjangkau semua lini masyarakat selain menambah reklame dengan gambar yang menarik dan informasi yang jelas.
Teknik Pembesaran dengan Net Cage di Daerah Tomamae dan Hanging Culture di Daerah Shizukari terhadap jumlah Kerang (Mizuhopecten Yessoensis), Hokkaido, Jepang : Enlargement Techniques with Net Cages in the Tomamae Region and Hanging Culture in Shizukari Region to the number of Shells (Mizuhopecten Yessoensis), Hokkaido, Japan Nur Cholis, Fiqih; Rahmani, Urip; Telussa, Riena F
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 10 No. 1 (2024): JISM VOL. 10 NO. 1 Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerang (Mizuhopecten yessoensis) adalah spesies kerang yang hidup di air dingin dan tersebar di Jepang bagian utara, Sakhalin, Kepulauan Kuril, dan Korea utara. Kerang yang paling banyak dibudidaya adalah jenis (Mizuhopecten yessoensis) hal ini karena memiliki nilai komersial yang tinggi. Salah satu penghasil kerang jenis (Mizuhopecten yessoensis) terdapat di daerah Shizukari dan Tomamae, namun kedua daerah tersebut memiliki teknik pembesaran yang berbeda, untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kedua teknik terhadap pembesaran kerang (Mizuhopecten yessoensis). Perolehan data dengan cara sampling, sampling berupa long line dengan Panjang 500 meter. Data yang dikumpulkan akan dihitung dengan independent T test menggunakan software SPSS versi 22. Hasil penelitian ini menunjukan jumlah kerang dengan teknik net cage dan teknik hanging culture terhadap pembesaran kerang (Mizuhopecten yessoensis).
Produktivitas Kapal Pancing Tonda Yang Berbasis Di PPN Palabuhanratu Sukabumi Ernaningsih, Dwi; Telussa, Riena F.; S Kedang, Gregorius
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 8 No. 1 (2022): JISM VOL. 8 NO. 1 Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v8i1.170

Abstract

Ecosystem Appraoch to Fisheries Management (EAFM) adalah sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan dimensi-dimensi pengelolaan melalui pendekatan yang terintegrasi dan berbasis ekosistem. Domain EAFM yang menjadi fokus dalam penelitian yaitu domain teknik penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perikanan Layur di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)Palabuhanratu dan menilai keberlanjutan pengelolaan perikanan Layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM pada domain teknik penangkapan ikan. Metode penilaian mengacu pada metode yang digunakan oleh National Working Group on EAFM, Direktorat Sumberdaya Ikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI. Analisis data menggunakan skor likert berbasis ordinal 1, 2, 3 terhadap 6 indikator yaitu, metode penangkapan ikan yang merusak/ilegal, modifikasi alat penangkapan ikan, kapasitas perikanan dan upaya penangkapan, selektifitas penangkapan, kesesuaian fungsi dan ukuran kapal, serta sertifikasi awak kapal perikanan. Pengelolaan perikanan Layur di PPN Palabuhanratu mayoritas mendapatkan skor 3 pada domain teknik penangkapan ikan kecuali indikator kapasitas perikanan dan indikator sertifikasi awak kapal perikanan hanya memperoleh skor 1, perolehan nilai komposit sebesar 86,67, artinya pengelolaan perikanan Layur di PPN Palabuhanratu berdasarkan kriteria EAFM dikategorikan “Baik Sekali”.
Komposisi Hasil Tangkapan Cantrang di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kronjo M. Yoga Ramadhan; Limbong, Mario; Telussa, Riena F
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 8 No. 1 (2022): JISM VOL. 8 NO. 1 Agustus 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v8i1.171

Abstract

Alat tangkap cantrang memiliki hasil tangkapan yang dinilai memiliki selektifitas yang rendah tetapi memiliki produktivitas yang tinggi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini menganalisis komposisi hasil tangkapan cantrang di PPI Kronjo dan juga menganalisis dari segi ekonomi. Penelitian ini berlokasi di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kronjo dilakukan pada Desember 2021 sampai Januari 2022. Penelitian dilakukan secara observasi langsung dengan mengikuti operasi penangkapan ikan pada 1 kapal cantrang berkapasitas 8 GT Kronjo sebanyak 2 kali trip. Kapal cantrang dengan kapasitas 8 GT di PPI Kronjo menerapkan kegiatan menangkap ikan mingguan. Hasil Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa persentase hasil tangkapan utama 62% dan persentase hasil tangkapan sampingan berada pada range 38%. Dari hasil analisa keragaman hasil tangkapan, nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener diperoleh nilai 2,41. Hasil indeks dominasi hasil tangkapan yang dihasilkan yaitu 0,11. Berdasarkan hasil yang didapatkan pada penelitian terlihat bahwa bila nilai indeks keanekaragaman tinggi maka nilai indeks dominasi rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa selektivitas alat tangkap tergolong rendah dan tidak ramah lingkungan. Perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai alternatif pemakaian by-catch reduction device di Perairan Teluk Pulo Cangkir, PPI Kronjo untuk mengurangi hasil tangkapan sampingan.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN CUMI-CUMI (Loligo spp.) YANG DIDARATKAN DI PPS NIZAM ZACHMAN: ANALYSIS OF UTILIZATION RATE OF SQUID (Loligo spp.) THAT LANDED AT PPS NIZAM ZACHMAN Kartika, Herawati; Ernaningsih, Dwi; F Telussa, Riena
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 9 No. 2 (2024): JISM VOL. 9 NO. 2 Februari 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v9i2.188

Abstract

Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman (PPSNZ) merupakan pelabuhan perikanan terbesar di Indonesia. Cumi-cumi merupakan jenis komoditi unggulan ketiga setelah cakalang dan madidihang serta kapal yang berpangkalan dominan menargetkan cumi (bouke ami, cast net, dan pancing cumi) sebesar 53,8% tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan per unit upaya penangkapan (Catch Per Unit Effort/CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), dan tingkat pemanfaatan cumi-cumi (Loligo spp.) di perairan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 yang di daratkan di PPSNZ menggunakan Model Produksi Surplus (MPS) yang sesuai. MPS yang digunakan adalah Schaefer, Fox. Walters-Hilborn, Schnute, dan Clarke-Yoshimoto-Pooley (CYP). Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder hasil tangkapan dan unit upaya penangkapan dari tahun 2013 sampai dengan 2022. Hasil analisis data menunjukkan bahwa berdasarkan model yang sesuai, yaitu Model Fox yang sesuai nilai CPUE sebesar 8,151 ton/unit dan hasil tangkapan maksimum lestari lestari 16.293,230 ton dengan upaya optimum 4.850 unit. Status tingkat pemanfaatan cumi-cumi, yaitu moderate, sehingga penambahan upaya penangkapan masih dapat ditambahkan.
PENGEMBANGAN SEKTOR PERIKANAN TANGKAP DI KABUPATEN NIAS BARAT: DEVELOPMENT OF THE CAPTURE FISHERIES SECTOR IN WEST NIAS DISTRICT Hia, Fidelis; F Telussa, Riena; Patanda, Mercy
Jurnal Ilmiah Satya Minabahari Vol. 9 No. 1 (2023): JISM VOL. 9 NO. 1 Agustus 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Satya Negara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53676/jism.v9i1.190

Abstract

Perikanan tangkap di Kabupaten Nias Barat masih belum berkembang dengan baik. Berbagai faktor yang menjadi kendala, diantaranya yaitu skala usaha perikanan tangkap, alat tangkap tradisional, pengetahuan para nelayan. Pada sektor perikanan terkandung kekayaan laut yang sangat beragam, antara lain dari jenis-jenis ikan pelagis (cakalang, tuna, layar) dan jenis ikan demersal (kakap, kerapu). Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan melaksanakan program-program pengembangan yang bertujuan untuk bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat serta ikut menyumbang dalam retribusi guna kemajuan daerah ke depannya. Adapun faktor pendorong dan penghambat pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Kabupaten Nias Barat. Hasil faktor kekuatan memiliki nilai yang besar yaitu sebesar 2.128 dibandingkan dengan nilai faktor kelemahan sebesar 0.961. Oleh karena itu berdasarkan pada hasil matriks evaluasi faktor internal tersebut maka pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Nias Barat perlu mengoptimalkan kekuatan dan faktor peluang memiliki nilai sebesar 2.362 dan nilai faktor ancaman sebesar 0.982. Prioritas strategi utama yang bisa dilakukan berdasarkan hasil penelitian ini yaitu strategi peningkatan sarana dan prasarana.
PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM DI PANTAI TANJUNG SELAKI LAMPUNG SELATAN Rahmani, Urip; Cahyani, Galuh; Telussa, Riena F.; Marta, Rustono Farady; Sarasati, Fitri
JURNAL LEMURU Vol 6 No 2 (2024): JURNAL LEMURU: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan Indonesia
Publisher : Program Studi Teknologi Hasil Perikanan|Fakultas Pertanian|Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/jl.v6i2.4137

Abstract

Wisata alam Pantai Tanjung Selaki, Lampung Selatan, memiliki keindahan dan kealamian yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan. Persepsi wisatawan terhadap lokasi wisata Tanjung Selaku masih belum terungkap secara eksplisit dalam berbagai laporan ilmiah. Informasi atau testimoni tentang keindahan lokasi ini terekspos melalui berbagai situs seperti www.balioh.com, rian.or.id, www.pariwisatalamsel.com, yang menginformasikan lokasi Tanjung Selaki sebagai destinasi yang menarik dan layak untuk dikunjungi. Semua destinasi wisata harus didukung dengan kesiapan amenitas dan aksesibilitas yang akan bermanfaat bagi pengembangan kawasan ini sesuai dengan keinginan wisatawan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap daerah tersebut. Salah satu cara untuk mencapai hal tersebut adalah dengan mengukur persepsi pengunjung untuk mengetahui reaksi langsung mereka terhadap kawasan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi dan kuesioner terhadap 100 responden yang berkunjung ke pantai Tanjung Sela. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, skor persepsi pengunjung terhadap Pantai Tanjung Selaki adalah pengunjung menjawab setuju terhadap berbagai kegiatan, fasilitas, perubahan perasaan, keindahan alam, dan kenyamanan saat berkunjung, namun mendapat penilaian tidak setuju terhadap penilaian jaringan transportasi dan kondisi jalan menuju lokasi wisata. Saran yang dapat diberikan adalah membangun infrastruktur jaringan transportasi, dan perbaikan jalan untuk mencapai lokasi wisata pantai demi kenyamanan dan keamanan saat berkendara menuju lokasi wisata pantai.
DEGRADASI DAERAH PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN TELUK BANTEN, PROVINSI BANTEN Limbong, Mario; Telussa, Riena F.; Patanda, Mercy; Manik, Melani Indah Sari; Amri, Khairul
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 16, No 3 (2024): Desember 2024
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.16.3.2024.136 - 148

Abstract

Perikanan tangkap di Teluk Banten didominasi oleh perikanan skala kecil, dimana intensitas penangkapan dan penggunaan alat penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan diduga menyebabkan degradasi daerah penangkapan ikan. Selain itu, aktivitas daratan memberikan dampak yang negatif terhadap kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas perairan dan intensitas penangkapan, serta menentukan tingkat degradasi daerah penangkapan ikan di perairan Teluk Banten. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei dan wawancara. Data kualitas perairan dianalisis secara deskriptif berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 2004. Data perikanan tangkap yang ramah lingkungan diambil secara langsung dan dianalisis berdasarkan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF). Status degradasi DPI ditentukan melalui pembobotan gabungan kondisi kualitas perairan dan perikanan tangkap yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, kualitas perairan Teluk Banten masih dalam kondisi baik untuk kehidupan biota, walaupun parameter kecerahan dan salinitas belum sesuai dengan baku mutu air laut. Alat penangkapan ikan yang beroperasi di perairan Teluk Banten didominasi oleh jenis alat tangkap yang bersifat ramah lingkungan, seperti gillnet, pancing ulur, bagan perahu, dan bubu. Perairan Teluk Banten sudah terjadi degradasi daerah penangkapan ikan kategori ringan yaitu sekitar 58% yang diakibatkan oleh intensitas penangkapan dan penggunaan alat tangkap jaring arad. Pemanfaatan ruang laut untuk perikanan tangkap di Teluk Banten cukup tinggi sekitar 0,43 km2 untuk setiap unit penangkapan ikan.