Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Tingkat Kebisingan Mesin CNC Milling terhadap Pekerja di CV Mitra Engineering Santosa menggunakan Metode Purposive Sampling Ary Kusuma wijaya; Herwin Suprijono
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan industri manufaktur di era Revolusi Industri 4.0 membawa dampak positif dalam peningkatan efisiensi dan produktivitas, namun juga menimbulkan risiko kebisingan dari mesin-mesin produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebisingan mesin CNC Milling terhadap pekerja di CV Mitra Engineering Santosa (MIENSA) serta membandingkannya dengan Batas Ambang Kebisingan (BAK) yang ditetapkan dalam Permenakertrans No. PER.13/MEN/X/2011. Pengambilan data pengukuran menggunakan Metode Purposive Sampling yang dilakukan saat bengkel beroperasi selama 8 jam kerja pada 7 hari yang berbeda menggunakan Alat Sound Level Meter. Untuk menghitung nilai taraf kebisingan adalah dengan menggunakan rumus kebisingan sesaat. Hasil pengukuran tingkat kebisingan mesin CNC Milling pada divisi produksi di CV MIENSA pada tanggal 17 Februari 2025 dan 23 Juli – 29 Juli 2025 rata-rata sebesar 86,97 dB(A). Nilai ini berada di atas Batas Ambang Kebisingan (BAK) di Pabrik berdasarkan Permenakertrans No. PER.13/MEN/X/2011 yang menyatakan Batas Ambang Kebisingan (BAK) untuk durasi 8 jam kerja per hari yaitu sebesar 85 dB(A). Hasil ini menunjukkan perlunya penerapan sistem pengendalian kebisingan di area produksi untuk menjaga keselamatan kerja, dengan pengurangan waktu kerja secara proporsional atau pekerja harus menggunakan alat pelindung telinga (earplug/earmuff).
Analisis Postur Kerja Operator Mesin CNC Milling Dengan Metode REBA (Studi Kasus: CV. Mitra Engineering Santosa) Thifaldi Abid Alghifari Syah; Herwin Suprijono
Jurnal Serambi Engineering Vol. 11 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) menjadi salah satu permasalahan ergonomi yang sering terjadi pada pekerja di sektor industri manufaktur, termasuk operator mesin CNC Milling yang sebagian besar aktivitas kerjanya dilakukan dengan postur berdiri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap risiko postur kerja operator mesin CNC Milling di CV. Mitra Engineering Santosa (MIENSA) dengan menerapkan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi secara langsung, dokumentasi aktivitas kerja, pengukuran sudut postur tubuh menggunakan software AutoCAD, serta wawancara dengan operator. Berdasarkan hasil analisis diperoleh skor REBA sebesar 4 yang termasuk dalam kategori risiko sedang sehingga diperlukan upaya perbaikan ergonomi. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa operator mengalami keluhan berupa ketidaknyamanan serta nyeri pada bagian kaki yang diduga berhubungan dengan dominasi postur berdiri selama melakukan aktivitas kerja. Usulan perbaikan yang diberikan meliputi penyediaan kursi ergonomis yang digunakan pada saat proses pengawasan permesinan, penerapan sistem job rotation, serta pemberian waktu istirahat aktif. Dari beberapa alternatif tersebut, penyediaan kursi ergonomis dipilih sebagai solusi yang paling efektif dan efisien karena mampu memberikan variasi posisi kerja antara duduk dan berdiri tanpa menghambat aktivitas produksi.
ANALISIS DEFECT PADA HASIL GERINDA FORTUNA FRAME SET DENGAN METODE DMAIC DI PT X Cindy Maharan; Herwin Suprijono
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v8i2.17-24

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kualitas produksi menjadi tantangan utama dalam industri manufaktur, termasuk pada proses gerinda Fortuna Frame Set di PT X yang masih menghasilkan tingkat defect relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab defect dan memberikan solusi perbaikan menggunakan pendekatan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Hasil analisis menunjukkan dua jenis defect dominan, yaitu Scratch Marks (bekas goresan) dan Waviness (permukaan bergelombang) dengan total 105 kasus dari 2218 unit produksi. Perhitungan menghasilkan nilai DPMO sebesar 23.600 dengan level sigma 3,45, menandakan kapabilitas proses masih perlu ditingkatkan. Upaya perbaikan yang diusulkan mencakup perawatan mesin berkala, pembersihan material, penerapan teknik gerinda yang konsisten, serta pelatihan operator. Penelitian ini membuktikan bahwa metode DMAIC efektif dalam mengidentifikasi akar penyebab defect sekaligus merumuskan strategi perbaikan. Dengan implementasi berkelanjutan, perusahaan dapat menekan jumlah defect, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat daya saing. ABSTRACT Improving production quality remains a major challenge in the manufacturing industry, including in the grinding process of the Fortuna Frame Set at PT X, which still shows a relatively high defect rate. This study aims to analyze the causes of defects and provide improvement solutions using the DMAIC approach (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). The analysis results indicate two dominant types of defects, namely Scratch Marks and Waviness, with a total of 105 cases out of 2,218 production units. The calculation resulted in a DPMO value of 23,600 with a sigma level of 3.45, indicating that process capability still needs improvement. Proposed improvements include regular machine maintenance, material cleaning, consistent grinding techniques, and operator training. This study demonstrates that the DMAIC method is effective in identifying the root causes of defects as well as formulating improvement strategies. With continuous implementation, the company can reduce the number of defects, improve product quality, and strengthen competitiveness.
RE-LAYOUT SKEMATIK FASILITAS INDUSTRI PT X UNTUK MENGURANGI BACKTRACKING ALUR PRODUKSI MELALUI METODE ARC DAN ARD Febriano Wicak Masta; Herwin Suprijono
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 9 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v9i1.1-10

Abstract

ABSTRAK PT X merupakan perusahaan manufaktur furnitur outdoor yang menghadapi permasalahan inefisiensi pada tata letak fasilitas produksi. Berdasarkan observasi, ditemukan alur produksi yang tidak linier dan aktivitas backtracking. Kondisi ini menyebabkan jarak perpindahan material menjadi panjang serta target produksi pada periode Februari 2025 tidak tercapai, dengan realisasi 383 unit dari target 500 unit. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang (re-layout) tata letak fasilitas guna memperbaiki efisiensi aliran produksi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Activity Relationship Chart (ARC) untuk menganalisis tingkat hubungan aktivitas, Activity Relationship Diagram (ARD) untuk visualisasi hubungan spasial, dan Total Closeness Rating (TCR) untuk menentukan prioritas kedekatan antar departemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan tata letak usulan mampu memperbaiki alur produksi menjadi lebih linier dan meminimalkan backtracking, terutama pada area Polishing dan Powder Coating. Layout Usulan berdasarkan perhitungan mampu menurunkan jarak perpindahan material dari 204.32 meter menjadi 160.54 meter, atau setara dengan penghematan jarak sebesar 43.78 meter (21.42%). Efisiensi tersebut berpotensi mendukung peningkatan efektivitas operasional perusahaan. ABSTRACT  PT X is an outdoor furniture manufacturing company facing inefficiency problems in its production facility layout. Based on observations, non-linear production flows and backtracking activities were identified. These conditions caused excessive material handling distances and resulted in the failure to achieve the production target in February 2025, with actual production reaching only 383 units out of the targeted 500 units. This study aims to redesign (re-layout) the facility layout to improve production flow efficiency. The methods used in this study include Activity Relationship Chart (ARC) to analyze activity relationships, Activity Relationship Diagram (ARD) for spatial relationship visualization, and Total Closeness Rating (TCR) to determine proximity priorities between departments. The results indicate that the proposed layout design is capable of improving the production flow to become more linear and minimizing backtracking, particularly in the Polishing and Powder Coating areas. Based on the calculation results, the proposed layout is able to reduce the material handling distance from 204.32 meters to 160.54 meters, equivalent to a distance reduction of 43.78 meters (21.42%). This efficiency has the potential to support improvements in the company’s operational effectiveness.