Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Dan Terapi Musik Intrumental Untuk Menurukan Kecemasan Terhadap Korban Bullying Di SDN Muneng Leres III Kabupaten Probolinggo Ahmad Fitrah Firdaus; Widya Addiarto; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1672

Abstract

Tindakan bullying berakibat buruk bagi korban, saksi, dan bagi pelakunya sendiri. Bahkan efeknya membekas sampai si anak telah menjadi dewasa. Dampak buruk yang dapat terjadi pada anak yang menjadi korban bullying yakni kecemasanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi Progressive Muscle Relaxation dan Terapi Musik Instrumental untuk menurunkan kecemasaan terhadap korban Bullying. Jenis penelitian ini pra eksperimental dengan pendekatan one group pre post test design. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 15 Juli 2024 dengan jumlah sampel 30 responden, dengan tekhnik proposive sampling Instrument penelitian menggunakan Kuesioner. Dan analisa data menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kecemasan sebelum dilakukan terapi progressive muscle relaxation dapatkan nilai tingkat kecemasan sedang yaitu 8 responden (53,3%), tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi progressive muscle relaxtion tidak ada kecemasaan yaitu 15 responden (100%), dan tingkat kecemasan sebelum dilakukan terapi music Instrumental dapatkan nilai tingkat kecemasan sedang yaitu 10 responden (66,7), tingkat kecemasan setelah dilakukan terapi music instrumental tidak ada kecemasaan yaitu 15 responden (100%) hasil uji analisis mengunakan Wilcoxon ada pengaruh Terapi Progressive Muscle Relaxation Dan Terapi Musik Instrumental Di SDN Muneng Leres III Kabupaten Probolinggo dengan nilai r -valeu 0,001 α 0,005. Terapi Progressive Muscle Relaxation dan Terapi Musik Instrumental merupakan program yang dapat diterapkan pada korban bullying yang mengalami Kecemasan. Diharapkan responden dapat mengaplikasikan setiap gerakan yang telah dilakukan bersama konselor.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Pelayanan IGD Di RSUD Dr. Haryoto Lumajang Arifan Alqodri; Widya Addiarto; Dodik Hartono
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1673

Abstract

Manajemen Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan pertahanan garis depan dalam sistem pelayanan kesehatan, baik untuk kejadian sehari-hari atau pasien yang mengalami dan membutuhkan perawatan gawat darurat bencana. IGD memiliki peran yang sangat penting dalam menanggulangi berbagai kondisi darurat yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Waktu pelayanan yang memanjang dapat memperburuk kondisi pasien sehingga berdampak negatif bagi pasien maupun petugas, serta memperlambat pelayanan pasien di IGD. Dalam situasi darurat, keterlambatan penanganan bisa berakibat fatal, sehingga efisiensi waktu sangat diperlukan. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi waktu pelayanan IGD di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan metode pengumpulan data secara cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berkunjung ke IGD, yang mencapai jumlah 1500 pasien per bulan, dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 93 pasien yang diambil menggunakan metode Accidental Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dilakukan uji chi-square test untuk mengidentifikasi keterkaitan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh faktor-faktor memiliki hubungan dengan waktu pelayanan di IGD, dengan kategori pelayanan yang diwakili oleh 64 responden (68.8%). Hasil uji analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p ≤ 0,001 dengan tingkat signifikan 0,05 (p-value = 0,001 ≤ 0,05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi waktu pelayanan di IGD RSUD dr. Haryoto Lumajang. Seluruh proses yang terjadi di dalam IGD harus ditingkatkan lebih baik, karena IGD memang diperuntukan untuk pasien gawat darurat sehingga tatalaksana di IGD berjalan lancar dan kondusif. Dengan meningkatkan pelayanan IGD, diharapkan mampu menerima pasien dalam kondisi apapun, agar fungsi IGD berjalan sebagaimana mestinya. Upaya moderenisasi juga diperlukan, sehingga IGD tidak hanya menjadi kamar terima, tetapi mampu memberikan pelayanan yang optimal sesuai dengan standar kesehatan yang berlaku, dengan respons cepat terhadap segala situasi darurat yang mungkin terjadi
Hubungan Kepatuhan Kunjungan Ibu Ke Posyandu Dengan Tumbuh Kembang Balita Di Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo Niaga Rahmatullah; Iin Aini isnawati; Widya Addiarto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i4.1686

Abstract

Pemantauan tumbuh kembang balita perlu dilakukan agar hambatan yang mempengaruhi tumbuh kembang seorang balita dapat diidentifikasi sedini mungkin. Tumbuh kembang anak harus ditingkatkan sejak anak melalui periode penting yaitu pada masa Balita karena pada masa ini perkembangan yang terjadi menentukan perkembangan selanjutnya. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi kepatuhan ibu ke posyandu dan tumbuh kembang balita, Serta menganalisis Hubungan Kepatuhan kunjungan ibu ke posyandu dengan tumbuh kembang balita di Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Jenis penelitian ini adalah desain penelitian Analitik korelasional dengan pendekatan Retrospektif. Populasi Seluruh orang tua balita yang datang ke Posyandu Kerpangan sebanyak 50 balita, penentuan sampel menggunakan tekhnik Purposive sampling sebanyak 44 responden. Instrumen yang digunakan lembar registrasi dan KPSP Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan uji statistik Spearman Rank Test. Hasil peneletian ini menunjukan bahwa kunjungan ibu ke posyandu katgori tidak patuh yaitu sebanyak 25 reponden (56.8%). Tumbuh kembang balita di Dusun Kyai Hasan Desa Kerpangan dengan katagori sesuai sebanyak 24 responden (54,5%). Hasil uji analisis mengunakan Spearman Rank dengan nilai p=0,003 dengan tingkat signifikan 0,05 (p=0,003 ≤ α 0,05) yaitu ada Hubungan Kepatuhan kunjungan ibu ke posyandu dengan tumbuh kembang balita di Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini diharapkan agar orang tua dapat meningkatkan kepatuhan ke posyandu dalam upaya memantau tumbuh kembang anak. Bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk memberikan edukasi kepada orang tua seperti pentingnya ibu ke posyandu, dan penting nya ibu membagi waktunya bersama anak
The Effect of Support Group Therapy on Bullying Victim’s Resiliency in An Islamic Boarding School Setting Rizka Yunita; Widya Addiarto
Babali Nursing Research Vol. 4 No. 4 (2023): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2023.44273

Abstract

Introduction: Bullying becomes a subset of intentional aggressive behavior that occurs globally. It allows the invasion of negative experiences, triggering feelings of discouragement, hopelessness, desperation, and insecurity, leaving the victims in powerless and indefensible circumstances toward the vicious bullying attacks. Thus here, we ought to investigate the influence of support group therapy on resilience among bullying victims in an Islamic boarding school setting. Method: This was a quasi-experimental study with a pre-posttest design with the control group. A total of 64 eligible participants that selected by the purposive sampling technique then equally distributed into the experimental and control groups. This research was conducted from May to June 2023 at Islamic Boarding School. Data were collected using the Resilience Scale Questionnaire which consists of 25 question items with answer choices using a Likert scale. Result: The results showed that the difference in resilience before and after the intervention in the control group showed a p value of 0.080, while in the treatment group the difference in resilience showed a p value of 0.000 before and after the intervention. The difference in the resilience scores of the control and treatment by the Wilcoxon test showed the p-value of 0.000, these results show that the significant effect of support group therapy on bullying victims’ resiliency. Conclusion: Support group therapy conclusively concentrates on providing adequate support and reinforcement to the bullying victims, cultivating empathy to restore their confidence and resiliency. Furthermore, this therapy can be implemented in mental health and community nursing settings as an alternative therapy. Keywords: Bullying, Resilience, Support Group Therapy
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Kecemasan Keluarga Pasien Pada Saat Dilakukan Triage Di IGD RSUD Dr. Haryoto Lumajang Zainal Abidin; Widya Addiarto; Yeni Andriani; Mariani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.454

Abstract

The large number of patient visits to the emergency room requires a triage system to sort out patients who are prioritized to get service first to anticipate patient overcrowding and avoid patients who are not helped or die due to not getting fast help. The distribution of triage is one of the common causes for families to feel anxious. Moreover, if the family does not understand the triage system used, they will feel ignored and afraid if their family members do not get health services immediately. This study aims to determine the anxiety of the patient's family when triage is carried out in the emergency room. This study used an observational design with a cross-sectional approach, a sample of 95 people. Data collection used a questionnaire. Bivariate analysis used the Chi Square test. Multivariate analysis used the Logistic Regression Test. The statistical test results obtained a p value = 0.05, namely there is a response time relationship. nurses with patient family anxiety during triage in the ER, there is a relationship between nurse therapeutic communication and patient family anxiety during triage in the ER, there is a relationship between patient knowledge/information and patient family anxiety during triage in the ER, there are factors that have the most influence to the level of anxiety. There is a relationship between nurse response time, there is a relationship with nurse therapeutic communication, there is a relationship with patient knowledge/information and the factors that most influence the anxiety level of the patient's family when triage is carried out in the emergency room of RSUD dr. Haryoto Lumajang is a nurse therapeutic communication factor. Keywords: Anxiety of the patient's family, Triage, Emergency Department
Perbandingan Efektifitas Latihan Rom Aktif Dan Akupresur Terhadap Kekuatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Non Hemoragik Di Ruang Rawat Inap Rsud Dr. Haryoto Lumajang Widya Addiarto; Zainal Abidin; Yeni Puspitasari; Mariani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1sp (2023): Special Issue Outcome PDP
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1sp.455

Abstract

Stroke is a clinical syndrome that begins suddenly, progressively, in the form of focal or global neurological deficits that lasts 24 hours or more and can cause death. This is caused by nontraumatic cerebral blood flow disorders. The purpose of this study was to compare the effectiveness of active ROM and acupressure exercises on upper limb muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients in the inpatient room of RSUD Dr. Haryoto Lumajang. The research method used was a pre-experimental design with the type of pre-test and post-test one group design. With a sample of 36 respondents with the Accidental Sampling technique and the test used was the Wilcoxon test. From the results before being given the ROM treatment, 11 respondents (61.1%) had poor muscle tone and before being given the acupressure treatment, 15 respondents (83.3%) had poor muscle tone. From the results after being given ROM treatment, 13 respondents (72.2%) had moderately good muscle tone and after being given the acupressure treatment, 14 respondents (77.8%) had poor muscle tone. The results of the Mann-Whitney analysis test obtained α = 0.003, which means that there is a comparison of the effectiveness of active ROM exercises and acupressure on upper limb muscle strength in non-hemorrhagic stroke patients. It is expected that patients with stroke will always try to practice ROM independently which has been taught by health workers, for the patient's family to participate and motivate patients to do ROM exercises to accelerate the healing of stroke patients. Keywords: Active ROM Exercises, Acupressure, Upper Extremity Muscle Strength, Non Hemorrhagic Stroke
EFEKTIVITAS TABLETOP DISASTER EXERCISE (TDE) SEBAGAI MEDIA SIMULASI DALAM RUANG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN TRIAGE DAN ALUR RUJUKAN KORBAN BENCANA Addiarto, Widya; Wahyusari, Shinta
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 2 No. 1 (2018): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v2i1.100

Abstract

 AbstrakSaat ini skill perawat ketika menjadi volunteer pada saat terjadi bencana masih rendah. Upaya untuk meningkatkan skill tersebut salah satunya adalah dengan cara memberikan pendidikan bencana sejak awal kepada mahasiswa keperawatan yang salah satunya dapat mengguanakan media Tabletop Disaster Exercise (TDE). Penilitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas media Tabletop Disaster Exercise dalam meningkatkan skill triage dan alur rujukan korban bencana. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy experiment dengan menggunakan pre-post test with control group design. Jumlah populasi adalah 188 mahasiswa. Sampel diambil menggunakan purpossive sampling dan didapatkan jumlah responden sebesar 36 dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan didapatkan ada perbedaan triage (ρ = 0,001) dan alur rujukan (ρ = 0,000) sedangkan pada kelompok kontrol hasil didapatkan perbedaan skill triage (ρ = 0,001) dan alur rujukan (ρ = 0,001). Hasil uji Mann Whitney yaitu terdapat perbedaan skill triage dan alur rujukan dari responden antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi masing-masing 0,013 dan 0,004. Dapat disimpulkan bahwa pada kelompok perlakuan dan kontrol sama-sama dapat meningkatkan skill triage dan alur rujukan dari masing-masing responden, akan tetapi dari analisis kedua metode didapatkan hasil yang signifikan yang menunjukkan adanya perbedaan antara media TDE dengan metode konvensional. Kata kunci : tabletop disaster exercise, triage, alur rujukan  AbstractToday, the nurses' skills when volunteering at disaster management are still low. therefore to improve these skills is by providing disaster education from the beginning to nursing students. One of the learning media that is expected to be able to answer  these problems is the Tabletop Disaster Exercise (TDE). This study aims to determine the effectivity  of Tabletop Disaster Exercise in improving triage and referral flow of disaster victims. The research design used quasy experimental with two groups pre-post test design. 36 subjects in total (2 groups of 18 members) was selected using purpossive sampling. Data were analyzed using Wilcoxon test and Mann whittney test. The results showed there were differences in triage (ρ = 0,001) and referral flow (ρ = 0,000) while in the results of the control group, there were differences in triage (ρ = 0.001) and referral flow (ρ = 0.001). The result of the Mann Whitney test showed there were differences in respondents’s skill between the treatment group and the control group with a significance value of triage (ρ = 0.013) and referral flow (ρ = 0.004). Thus it can be concluded that both the treatment and control groups can equally improve the triage and referral Flow skills of each respondent, but from the analysis of both methods, significant results are showed by the differences between TDE and conventional methods.Keywords: tabletop disaster exercise, triage, referral flow
PERBEDAAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AUDIO VISUAL DAN DEMONSTRASI SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN SKILL RESUSITASI JANTUNG PARU (RJP) PADA MAHASISWA KEPERAWATAN Addiarto, Widya
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 1 No. 2 (2018): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v1i2.104

Abstract

AbstrakPada saat ini salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang perawat profesional adalah resusitasi jantung paru (RJP). Untuk mencapai kemampuan tersebut diperlukan metode pembelajaran yang tepat, salah satunya dengan menggunakan metode audiovisual dan demonstrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas metode audiovisual dan demonstrasi terhadap skill RJP pada masing-masing mahasiswa di Program Studi S-1 Keperawatan STIKes Hafshawaty. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan two group pre-post test design. Sampel dipilih dengan perhitungan dan didapatkan sejumlah 36responden. Dari jumlah tersebut dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing terdiri dari 18 responden.Hasil penelitian menggunakan SPSS 23 for windows dengan uji wilcoxon didapatkan nilai signifikansi sebelum dan setelah diberikan intervensi pada kelompok audiovisual dan demonstrasi adalah ρ=0,000. Sedangkan uji beda antara kedua metode tersebut menggunakan uji mann-whitney menunjukkan nilai signifikansi ρ=0,010. Dengan demikian, kedua metode dapat meningkatkan skill RJP responden sebelum dan setelah intervensi secara signifikan. Akan tetapi terdapat perbedan yang signifikan antara kedua metode tersebut dimana metode demonstrasi lebih signifikan meningkatkan kemampuan RJP responden.  Kata kunci : RJP, audiovisual, demonstrasi AbstractToday, one of skill that must be possessed by a professional nurse is cardiac pulmonary resuscitation (CPR). Therefore, to achieve these skill required the right learning methods, one of which is by using audiovisual and demonstrationsmethods. This study aims to determine the differences in the effectiveness of audiovisual methods and demonstrations of CPR skills in each nursing student in the Institute of Health Science Hafshawaty. The research design used quasy experimental research design with two groups pre-post test design. The sample was selected with a calculation of 36 respondents. Of this amount divided into 2 groups, each consisting of 18 respondents. The results of the study using SPSS 23 for windows with Wilcoxon test obtained significance value before and after being given intervention in the audiovisual group and the demonstration was ρ = 0,000. While the difference test between the two methods using the mann-whitney test showed a significance value of ρ = 0.010. Thus, both methods can improve the CPR skills of respondents before and after the intervention significantly. However, there is a significant difference between the two methods where the demonstration method significantly increases the CPR skills of the respondent. Keywords: CPR, audiovisual, demonstration
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF AWARENESS MASYARAKAT DALAM MELAKUKAN MITIGASI BENCANA DI AREA RAWAN BENCANA GUNUNG BROMO DESA NGADISARI, KECAMATAN SUKAPURA – PROBOLINGGO Kusyairi, Achmad; Addiarto, Widya
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 2 No. 2 (2019): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v2i2.110

Abstract

AbstrakGunung meletus menjadi bahaya karena dapat merugikan secara fisik maupun non fisik dan korban yang tidak sedikit. Kesadaran diri masyarakat (self awareness) menjadi sikap yang sangat dibutuhkan untuk membangun masyarakat yang tangguh dan peka terhadap bencana. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor yang paling dominan berhubungn dengan self awareness masyarakat dalammelakukan mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 673 dan sampel yang diambil adalah 250 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Hasil analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik didapatkan bahwa faktor yang paling berhubungan dengan awareness adalah pendapatan (OR = 0.351), usia (OR = 0.268) dan pendidikan (OR = 0.044). Oleh karena itu, semakin besar pendapatan masyarakat akan berpengaruh terhadap self awareness masyarakat dikarenakan akan meningkatkan kesiapsiagaan dan usaha dalam mencegah resiko bencana yang lebih besar melalui mitigasi bencana yang lebih baik. Kata Kunci : self awareness, mitigasi, bencana  AbstractMount erupt becomes a danger because it can harm both physically and non physically and the victims are not minimum. Self awareness becomes an indispensable attitude to building a community that is resilient and sensitive to disaster. The purpose of this study is to determine the factors that most influence the self awareness of the community in conducting disaster mitigation. This research uses descriptive analytic design between variables with cross sectional approach. Population and sample in this research are All Population in Dusun Cemaralawang, Desa Ngadisari, Kec.Sukapura, Probolinggo A total of 673 with sampe simpe random technique, so get 250 respondents. Data collection using questionnaire. Based on the results of multivariate test, it can be seen that from 4 categories of factors that meet the criteria of logistic regression test, the factors that most influence self awareness from the biggest to the smallest is income factor with the strength of relationship (OR = 0.351), age (OR = 0.268) and education (OR = 0.044). Therefore, people with large incomes will have better preparation than people with low incomes. This is because with a large income they can use the funds they have for disaster mitigation efforts or in other words prevent the occurrence of disasters by doing good development. Thus the risk of disaster can be minimized. Keywords: self awareness, mitigation, disaster
Family Resilience in Preventing Covid-19 Pandemic Hamim, Nur; Addiarto, Widya; Nur Rahmat, Nafolion
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 8 No. 1 (2024): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/jikes.v8i1.784

Abstract

Abstrak Corona Virus Disease 2019 atau yang kita kenal dengan (Covid-19) telah membuat dampak yang sangat siqnifikan terhadap tatanan kehidupan di masyarakat bahkan di seluruh dunia. Keluarga memiliki peranan yang sangat penting dalam pencegahan Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun model ketahanan keluarga melalui keyakinan, manajemen keluarga, komunikasi dan kepedulian sosial dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan memberikan penjelasan (explanatory research) menggunakan sampel dari populasi sebanyak 96 keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ketahanan keluarga beberapa faktor diantaranya: keyakinan dengan nilai 14,972 (t-value > 1.96), komunikasi dengan nilai 13,784 (t-value > 1.96), manajemen dengan nilai 23,071 (t-value > 1.96) dan terakhir layanan sosial dengan nilai 8,200 (t-value > 1.96). Dengan demikian bahwa ketahanan keluarga akan sangat dipengaruhi oleh cara keluarga dalam memahami pelayanan yang diberikan oleh keluarga satu dengan anggota keluarga lainya, sehingga akan memberikan kontribusi setiap ada kondisi yang memerlukan perlakuan yang semestinya. Kata kunci: ketahanan, kepercayaan, komunikasi, manajemen, pelayanan sosial   Abstract Corona Virus Disease 2019, often known as Covid-19, has had a profound effect on society, even globally, including Indonesia. The family is the smallest entity that interacts directly with the people in it; hence, it plays a crucial role in preventing Covid-19. This study employs a cross-sectional design, which involves selecting a sample of 96 households from a population and employing a questionnaire as a tool for gathering fundamental information by examining the impact of the four variables—belief, management, communication, and social services—on the resilience of families during the Covid-19 pandemic. The results show that there is a relationship between family resilience and family beliefs during the Covid-19 pandemic with a t-statistic value of 14,972 (t-value > 1.96), family resilience and family communication with a t-statistic value of 13,784 (t-value > 1.96), family resilience and family management with a t-value of 23,071 (t-value > 1.96) and the last family resilience and social services with a t-statistic value of 8,200 (t-value > 1.96). Thus, family resilience will be greatly influenced by the way of how the family understands the services provided among family members, so that it will contribute whenever there are conditions that require proper treatment. Keywords: Resilience, Belief, Communication, Management, Social Services