Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

ANALISIS POTENSI OBYEK EKOWISATA MANGROVE GUNUNG ANYAR KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK, KECAMATAN GUNUNG ANYAR SURABAYA Trisbiantoro, Didik; Kusyairi, Achmad; Mansur, Servolus
Techno-Fish Vol 4, No 1 (2020): Techno-Fish
Publisher : Techno-Fish

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.169 KB) | DOI: 10.25139/tf.v4i1.2726

Abstract

ANALISIS POTENSI OBYEK EKOWISATA MANGROVE GUNUNG ANYAR KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK, KECAMATAN GUNUNG ANYAR SURABAYA Trisbiantoro, Didik; Kusyairi, Achmad; Mansur, Servolus
Techno-Fish Vol 4 No 1 (2020): Techno-Fish
Publisher : Universitas Dr Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/tf.v4i1.2726

Abstract

Penelitian ini adalah  Analisis Potensi Obyek Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung Anyar Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah : Untuk mengidentfikasi unsur-unsur  yang berpengaruh  terhadap    potensi Ekowisata Mangrove,  Untuk menghitung nilai unsur-unsur yang berpengaruh terhadap potensi   Obyek Ekowisata Mangrove menggunakan Pedoman Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) dari Dirjen PHKA (2003) yang telah dimodifikasi. Metode pengambilan data dilakukan melalui studi pustaka, wawancara dan kuesioner serta pengamatan lapang. Pengolahan data potensi Ekowisata Mangrove Gunung Anyar  diolah dengan menggunakan metode skoring yang selanjutnya diuraikan secara deskriptif. Penilaian ODTWA dilakukan pada ketiga Obyek tersebut. Berdasarkan penilaian Analisis Daerah Operasi Obyek dan Daya Tarik Wisata  Alam (ADO-ODTWA) maka Obyek Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Kelurahan Gunung Anyar Tambak, Kecamatan Gunung AnyarSurabaya yang berpengaruh adalah :a.Menara Pandang dengan nilai 1,496 (Potensial dikembangkan) b. Jogging Track dengan nilai 706 (Potensial dikembangkan) c. Dermaga Bamboo dengan nilai 600 (Cukup Potensial dikembangkan) d. Spot Selfie dengan nilai 549 (Cukup Potensial dikembangkan) e. Jembatan Gantung dengan nilai 463 (Tidak Potensial dikembangkan).  Kata Kunci : Eko-wisata, mangrove, ADO-ODTW, Daya Tarik Wisata
Hubungan Dukungan Keluarga Dan Motivasi Diri Dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Pasien Penyakit Jantung Koroner Praptiningtiyas, Ariska; Sunanto, Sunanto; Kusyairi, Achmad
JURNAL MEDICAL P-ISSN : 2685-7960 e-ISSN : 2685-7979 Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/jm.v3i2.1213

Abstract

Coronary heart disease is caused disorders of the heart, blood vessels and narrowing arteries, the presence spots that accumulate in blood vessels.Coronary heart function as nutrition and O2 for heart muscle cells. Family support can be used very important coping strategy overcome problems that occur.This study aims determine the relationship between family support and self motivation with adherence taking medication coronary heart patients Poli RSUD dr. Haryoto Lumajang The design in cross sectional approach. The sampling accidental sampling where the population of the respondent was taken sample based on sample that happened to be found. The questionnaire used was Sociodemographic,Family Support, and Motivation with 66 respondents. The results of study obtained data low family support of 28 people (42.4%), low motivation of 39 people (59.1), and non-adherence to treatment of 38 people (57.6%). The correlative test there a relationship between factors Family Support and Motivation with Medication Adherence with p value of 0.000 <0.05, which means Ha accepted where there a relationship between family support and motivation with medication adherence in coronary heart patients. Family support will affect person taking treatment because external support make a person feel cared for, needed take treatment, apart from family support, self-motivation factor a person take treatment .
PENGARUH MOBILISASI RANGE OF MOTION (ROM) PASIF TERHADAP WAKTU PULIH SADAR PASIEN DENGAN GENERAL ANESTESI DI RUANG RECOVERY ROOM Eka Wardani, Aris; Sunanto, Sunanto; Kusyairi, Achmad
JURNAL MEDICAL P-ISSN : 2685-7960 e-ISSN : 2685-7979 Vol 3 No 2 (2023): OKTOBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/jm.v3i2.1215

Abstract

General anesthesia is a loss of consciousness caused by medicine although the patient receives a stimulus. even with painful stimulus Delayed recovery of consciousness is not expected in anesthesia. Effort that can be made on delayed conscious recovery is passive range of motion (ROM) mobilization, is carried out to teach early mobilization for postoperative patient with general anesthesia. ROM exercises aim to increase muscle strength, prevent stiffness in the press, reduce circulatory disturbances, thereby speeding up recovery time. This study to determine the effect of passive range of motion (ROM) mobilization on the recovery time of patients with general anesthesia in the recovery room of Dr Haryoto Lumajang Hospital. The design of study used the Posttest Only Non Equivalent Control Grup Design, with Accidental Sampling technique. The sample consist of 15 respondents in the intervention group and 15 respondents in the control group. The collecting data used observation. The data analysis used Unpaired T Test. The result of study obtained data on the time to recover consciousness of respondents, mobilized passive ROM, recovered consciousness quickly by 11 (73,3%) respondents and prolonged by 4 (26,7%) respondents. Time to recover consciousness for respondents who did not passive ROM mobilization was all of them recovered consciousness prolonged as many respondents (100,0%). There was an effect of range of motion (ROM) mobilization on the conscious recovery time of patients with general anesthesia in the recovery room of Dr Haryoto Lumajang Hospital with p-value of 0,000 ≤ α = 0.05.
Keanekaragaman Biota di kali Wonorejo Surabaya Kusyairi, Achmad
CAKRAWALA Vol 9, No 1: Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10167.591 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v9i1.183

Abstract

Tujuan penelitian mengidentifikasi jenis biota, indek keragaman dan dominasi biota serta factor-faktor kualitas air yang mendukung kehidupan biota di Kali Wonorejo. Metode dilakukan dengan observasi langsung dilapangan,pengamatan di laboratorium, wawancara langsung dan data dari instansi terkait. Sedangkan penentuan stasiun dengan cara sampling purposive berdasarkan pertimbanagn perbedaan karakteristik rona lingkungan dan beban bahan pencemar yang dibuang ke badan air sungai. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang hidup terdapat lima (5) spesies yaitu Sepat (Trichogaster pectoralis), Betok(Anabas testudineus),Gabus (Ophiocephalus striatus), Mujair (Oreochromis mossambicus) dan Wader (Rasbora sp.) tumbuh kurang baik. Indek keanekaragaman ikan < 1 (Tercemar Berat), sedangkan indek dominasinya > 0.53 (termasuk dominasi sedang). Ikan yang dominan adalah Sepat (Trichogaster pectoralis). Makrobenthos terdapat 11 spesies : Udang kecil (Mycidaceae), Amphidromus, Kijing (Pseudodon sp.), Kepiting Yuyu (parathelpusa), Tutut (vivipara),Yuyu(Parathelphusa convexa), Keong sungai (Clypeomorus), Scylla, Kepiting uca/Kepiting Fiddler (Uca), Cacing Merah (Tubifex sp.), Siput trompet (Melanoides sp.).indek Keragaman makrobenthos < 1 (tercemar berat),sedang Nilai Indek Dominansinya antara 0,68 (dominasi tinggi). Spesies yang mendominasi adalah Udang kecil (Mycidaceae). Plankton terdiri 23 jenis plankton, Indek keragman plankton 1,31 (tercemar sedang), Indek dominasi plankton 0,35 (dominasi rendah). Kandungan oksigen terlarut 0 -4.88 mg/lt (Tercemar berat); BODberkisar 0 – 1.63 mg/lt; CO2 bebas antara 1,63 -40 mg/lt (bersifat racun); pH antara 5.28 – 8; Suhu antara 28 – 33 0C (baik untuk kehidupan ikan); kecerahan air anatar 20- 50 cm (layak untuk ikan); Zat padat tersuspensi antara 11.5 – 82 mg/lt (masih sesuai Nilai Ambang Batas); dan kecepatan arus antara 0,0083 – 8,17 cm/dtk (berarus sangat lambat).
PENDAMPINGAN PROGRAM P5 TEMA KEWIRAUSAHAAN di SMA Al-ISLAM KRIAN: DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN PANGAN BERBASIS IKAN Rahmiati, Retnani; Sigit Sucahyo, Bambang; Wirawan, Indra; Yusrudin, Yusrudin; Sri Hartini, Suzana; Ramadhani, Mirza; Kusyairi, Achmad; Oetami Madyowati, Sri; Ayu Sayyidah Alafiyah, Ajeng; Tarisya Alzura, Bilqis
KARYA ABDI Vol 4 No 2 (2023): Article
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/karyaabdi.v4i2.3057

Abstract

Projek Penguatan Profil Pancasila merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka. Kegiatan ini merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila. SMA Al-Islam Krian merupakan sekolah swasta yang didirikan pada tahun 1967 di bawah naungan Yayasan Perguruan Al Islam Krian (Yapalis). SMA Al-Islam Krian sudah menerapkan Kurikulum Merdeka dan sudah menjadi kepercayaan masyarakat Krian dan sekitarnya. Dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka pada pembelajar tahun akademik 2022/2023, SMA Al-Islam melaksanakan program kokurikuler P5. Tema yang yang diambil adalah kewirausahaan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Al-Islam Krian adalah meningkatkan pengetahuan siswa tentang mengonsumsi ikan dan melalui penyuluhan pengolahan pangan berbasis ikan yang kekinian ini dharapkan dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah menggunakan strategi penyuluhan, pelatihan dan praktek langsung. Adapun pelaksanaan kegiatan meliputi: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti penyuluhan dan evaluasi kegiatan. Pengetahuan dan ketrampilan siswa dalam kewirausahaan meningkat dengan berhasilnya praktek kewirausahaan melalui bazar yang diselenggarakan oleh SMA Al-Islam Krian. Hasil penyuluhan dapat memberikan motivasi bagi peserta pelatihan untuk memanfaatkan pengetahuan yang telah didapatnya dalam meningkatkan jiwa kewirausahaan.
PERBEDAAN PENURUNAN ST ELEVASI DAN CHEST PAIN PADA PASIEN STEMI HIPERLIPIDEMIA DAN NON HIPERLIPEDEMIA SETELAH PEMBERIAN FIBRINOLITIK DI IGD RSUD Dr.HARYOTO LUMAJANG Firmansyah, Moch Nanang; Kusyairi, Achmad; Suhari, Suhari
NURSING UPDATE : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan P-ISSN : 2085-5931 e-ISSN : 2623-2871 Vol 14 No 4 (2023): DESEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/nu.v14i4.1767

Abstract

ST- Segment elevation myocardial infarction (STEMI) akut terjadi ketika terdapat sumbatan yang disebabkan plak aterisklerosis secara mendadak yang menghambat aliran darah ke jantung. Tujuan pengobatan STEMI adalah untuk memulihkan kembali aliran darah pada miokardium untuk menyelamatkan jantung. Reperfusi dengan pemberian fibrinolitik merupakan yang direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan penurunan ST Elevasi pada pasien STEMI Hiperlipidemia dan Non Hiperlipidemia setelah pemberian fibrinolitik di IGD RSUD dr.Haryoto Lumajang. Jenis penelitian ini oservasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi semua pasien STEMI yang mendapatkan fibrinolitik di IGD RSUD dr.Haryoto Lumajang. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 30 responden, Pengelolahan data dengan proses Editing, Coding, Scoring dan Tabulating, selanjutnya dianalisis menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukan perubahan gambaran ST Elevasi pada Pasien STEMI Hiperlipidemia 9 responden (60%) mengalami penurunan ≥ 50%. Sedangkan pada pasien STEMI Non Hiperlipidemia 11 responden (73,7%) terjadi penurunan ST Elevasi ≥50%. Chest Pain pada Pasien STEMI Hiperlipidemia 4 responden (26,7%) mengalami chest pain ringan, 7 responden (46,7%) chest pain sedang. Sedangkan pada STEMI Non Hiperlipidemia 8 responden (53,3%) mengalami chest pain ringan. Hasil uji analisis menggunakan Chi Square tidak ada perbedaan yang signifikan antara Penurunan ST Elevasi dan Chest Pain pada pasien Stemi Hiperlipidemia dan Non Hiperlipidemia di IGD RSUD dr.Haryoto Lumajang. Dengan tingkat signifikan 0.005, nilai p penurunan ST Elevasi 0,439 (p=0,439>α0,05) sedang pada chest pain p 0,311 (p=0,311>α0,05). Pasien dengan Chest pain diharapan segera melakukan pemeriksaan ketika mengalami nyeri dada kiri, ketika pasien terindikasi STEMI di Rumah Sakit. Pemberian fibrinolitik dapat dilakukan dengan segera, sehingga mengurangi chest pain dan penurunan ST Elevasi. Onset munculnya gejala dan pemberian fibrinolitik dapat menjadi salah satu faktor keberhasilan fibrinolitik
Behavioural Skill Orang Tua dengan Anak DM Tipe 1 dalam Pencegahan Relapse KAD Paska Pembinaan Berkelanjutan Kusyairi, Achmad; Fitria Nusantara, Ana
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 18 No. 2 (2021): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v18i2.45

Abstract

Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan masalah utama pada anak dengan diabetes   melitus   tipe   1   yang   paling   sering   terjadi   dan   menyebabkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitas tinggi, serta membutuhkan biaya yang cukup banyak terkait dengan penderita, keluarga, dan sistem perawatan kesehatan. Behavioral skill pada orang tua dapat menunjang kesehatan anak dengan diabetes melitus tipe 1 dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan melihat perbedaan behavior skill sebelum dan setelah dilakukan pembinaan berkelanjutan pada orang tua anak diabetes melitus tipe 1 dalam pencegahan   relapse   ketoasidosis.   Penelitian   ini   menggunakan   metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Dimana data dikumpul- kan menggunakan kuesioner pada 36 responden. Hasil pengumpulan data dianalisis  menggunakan  SPSS  dengan  melihat  hasil  distribusi  frekuensi sebelum dan setelah pembinaan berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini didapatkan behavioral skill sebelum pembinaan berkelanjutan pada kategori cukup   sebanyak   31   responden   (86,1   %)   sedangkan   setelah   dilakukan pembinaan berkelanjutan mayoritas pada kategori baik dengan jumlah 31 responden (86, 1%). Sehingga terdapat perubahan yang signifikan behavior skill orang tua dengan anak DM tipe 1 sebelum dan setelah dilakukan pembinaan berkelanjutan. Behavioral skill mencakup keahlian secara obyektif dan pemahaman untuk mengaplikasikan perilaku dan rasa kepecayaan diri untuk melakukannya. Keterampilan ini harus dikuasai oleh orang tua sehingga anak terhindar dari serangan ketoasidosis berulang
The Effect of Progressive Muscle Relaxation on Pain Reduction And Sleep Quality in Dyspepsia Functional Patients in the Inpatient Room of Muhammadiyah RSU Lumajang Damara, Doni; Salam, Ainul Yaqin; Kusyairi, Achmad
Research of Service Administration Health and Sains Healthys Vol 5, No 2 (2024): Research of Service Administration Health and Sains Healthys (Desember)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/rehat.v5i2.7645

Abstract

Often, these health problems are linked to unhealthy lifestyles. However, the consumption of food and beverages, as well as side effects from medications, also contribute to functional dyspepsia. One of the symptoms that appears is heartburn. Inadequate pain management and care can be unbearable for patients with functional dyspepsia, interfering with daily activities and affecting sleep quality at night. The research design employed a pre-experimental approach using a cross-sectional design. The population in this study consisted of inpatients with an average monthly visit during January-April 2024, with 74 functional dyspepsia patients. The sampling technique used Accidental Sampling over 14 days, resulting in a sample of 27 respondents. To determine the relationship between the two variables, the Wilcoxon Signed Rank Test was used with a significance level of 0.05. The research results showed that almost all respondents experienced mild pain (25 respondents, 92.6%) and almost all respondents experienced an improvement in sleep quality (26 respondents, 96.3%) after progressive muscle relaxation. After conducting the Wilcoxon Signed Rank Test, the results showed a Sig. value (2-tailed) of 0.000 < 0.05, so H0 was rejected and H1 was accepted, meaning that there is a significant correlation between progressive muscle relaxation and the reduction of pain and improvement in sleep quality in patients with functional dyspepsia in the inpatient ward of Muhammadiyah General Hospital Lumajang. It is hoped Muhammadiyah General Hospital Lumajang can implement progressive muscle relaxation as a non-pharmacological therapy for patients with pain and decreased sleep quality due to functional dyspepsia or other diseases with similar symptoms.
HUBUNGAN KETEPATAN WAKTU PEMBERIAN ANTIBIOTIK PROFILAKSIS PRE OPERASI DENGAN KEJADIAN INFEKSI LUKA OPERASI BEDAH UMUM Hemiati, Nur; Kusyairi, Achmad; Hartono, Dodik
JURNAL MEDICAL P-ISSN : 2685-7960 e-ISSN : 2685-7979 Vol 4 No 2 (2024): OKTOBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/jm.v4i2.1216

Abstract

Prophylactic antibiotics are antimicrobials used to prevent infection. Antibiotics are given 30 to 60 minutes before the skin incision. Incidence of surgical wound infection can be prevented by administering prophylactic antibiotics appropriately. However, in practice there is often a delay in the time of administration. This study aims to determine the relationship of timely administration of preoperative prophylactic antibiotics with the incidence of general surgical wound infections in Pasirian General Hospital. The research design used in this study was analytic observational with a retrospective approach. The sampling technique used was accidental sampling. Data were taken from pre- and post-surgery patients at the Pasirian General Hospital with the instrument used being an observation sheet. The sample studied were 34 respondents. The results of this study indicate that the timeliness of giving prophylactic antibiotics was mostly in the right category for 21 respondents (61.7%) while the occurrence of infection was mostly in the category of no infection for 19 respondents (55.9%). Based on the Chis Quare test, a p value of 0.002 ˂ α (0.05), that there is a relationship between the timeliness of giving preoperative prophylactic antibiotics and the incidence of general surgical wound infections at Pasirian General Hospital. By giving prophylactic antibiotics on time, it is hoped that during the operation, the antibiotics in the target tissue will reach optimal levels to inhibit bacterial growth so that surgical wound infections do not occur.