Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Correlation between Hematological Profiles with Types of Febrile Seizures in Children at RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang Prayoga, Rizka Margiana; Ramaningrum, Galuh; Ratnaningrum, Kanti; Prihandani, Oky Rahma
Mutiara Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol. 25 No. 1 (2025): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/mmjkk.v25i1.23524

Abstract

Seizures known as febrile seizures occur in children between the ages of six months and five years when they have an increase in body temperature (any temperature above 38 degrees Celsius), which is not brought on by an intracranial process. The research aims to determine the correlation between hematological profile, temperature, and nutritional status with the type of children’s febrile seizure at RSUD dr. Adhyatma, MPH Semarang. This study used an analytical observational method with a cross-sectional approach and total sampling technique. Accordingly, medical records at RSUD dr. Adhyatma MPH Semarang became the source of data in this study. Moreover, analysis of the study’s data utilized the Chi-square test. Based on bivariate analysis, it was found that a p-value of 0.511 between temperature and type of febrile seizure, a p-value of 0.624 between nutritional status and type of febrile seizure, a p-value of 0.100 between hemoglobin levels and type of febrile seizure, and p-value of 0.026 number of leukocytes was related to the type of febrile seizure. There is a relationship between the number of leukocytes and the type of febrile seizure.
Giving Exclusive Breastfeeding and Maternal Gestational Age Affects the Developmental Delay of Children Aged 3-36 Months Hijrianti Rumalean; Yanuarita Tursinawati; Galuh Ramaningrum
JURNAL INFO KESEHATAN Vol 18 No 1 (2020): JURNAL INFO KESEHATAN
Publisher : Research and Community Service Unit, Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31965/infokes.Vol18.Iss1.302

Abstract

Developmental disorders can affect one or more areas of development such as gross motor, fine motor, speaking/using language, and social personality/independence. Factors that influence the development in children can come from internal factors (exclusive breastfeeding, and maternal gestational age) and external factors (maternal age and number of children under five in the family). Early detection of development is very important using the Developmental Pre-Screening Questionnaire or DENVER II. The objective of the study is to identify risk factors that influence delays in the development of children aged 3-36 months. This research is an analytic observational with case control approach. The research location was at Integrated Healthcare Unit, Primary Health Center of Rowosari, Semarang. The total sample of this study was 62 in children aged 3-36 months whose development was analyzed using the Developmental Pre-Screening Questionnaire instrument. The sampling technique used purposive sampling. The variables of this study were exclusive breastfeeding, gestational age, maternal age and the number of children under five in the family. Statistical tests used Chi-Square to analyze the relationship between internal and external factors with the delay in child development. The results show that exclusive breastfeeding (p=0.042) and gestational age (p=0.042) have a significant relationship with the development of children aged 3-36 months, while maternal age factors during pregnancy (p=0.425) and number of children under five (p=0,353) have no significant relationship. Thus, internal factors such as exclusive breastfeeding and maternal gestational age affect the developmental delay of children aged 3-36 months.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERJADINYA DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) PADA PASIEN DBD ANAK RISK FACTORS ANALYSIS FOR DENGUE SHOCK SYNDROME (DSS) IN CHILDHOOD DHF PATIENTS Putri, Wikan Ikhsani; Ramaningrum, Galuh; Ratnaningrum, Kanti; Prihandani, Oky Rahma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.42746

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan dan berpotensi mengakibatkan Dengue Shock Syndrome (DSS). Kondisi DSS meningkatkan angka mortalitas pada kasus DBD anak, namun studi yang menganalisis faktor risiko DSS masih terbatas. Studi ini memiliki tujuan untuk menganalisis faktor risiko DSS pada pasien DBD anak. Penelitian ini memakai metode studi observasional analitik dengan pendekatan case control dengan perbandingan sampel kasus:kontrol sejumlah 1:1. Jumlah sampel yaitu 90 orang. Sampel diambil menggunakan total sampling dan simple random sampling. Data sekunder diperoleh dari rekam medis RSUD dr. Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah. Variabel yang diteliti meliputi jenis kelamin, usia, status gizi, hemokonsentrasi, terombosit, leukosit, dan lama demam sebelum masuk rumah sakit. Analisis data menerapkan uji chi-square serta analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis bivariat dengan uji chi-square faktor risiko yang terbukti mempengaruhi kejadian DSS yaitu hemokonsentrasi (p=0,000;OR=18,81;CI=4,05-87,22), status gizi (p=0,004;OR=4,18;CI=1,64-10,66), dan lama demam sebelum masuk rumah sakit (p=0,011;OR=3,37;CI=1,40-8,08). Sedangkan faktor risiko usia, jenis kelamin, trombosit, dan leukosit tidak berpengaruh terhadap DSS. Hemokonsentasi, status gizi, dan lama demam sebelum masuk rumah sakit meningkatkan risiko DSS.
Efektivitas Media Edukasi Leaflet Terhadap Pengetahuan Ibu Mengenai ASI Eksklusif di Puskesmas Kedungmundu Kota Semarang Balqis, Indira Aura; Saptanto, Agus; Ramaningrum, Galuh; Novitasari, Andra
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.251

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif adalah pemberian ASI sejak usia 0-6 bulan tanpa makanan minuman tambahan. ASI bermanfaat untuk sistem imun, kesehatan, dan kecerdasan bayi. ASI eksklusif dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pengetahuan ibu. Penyuluhan dengan media edukasi yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan ibu. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini berbasis penelitian intervensi yaitu quasi eksperimen dengan pre and post-test design untuk menilai efektivitas kegiatan. Pengabdian masyarakat dilakukan Juni 2023 di Puskesmas Kedungmundu. Responden adalah ibu dengan bayi berusia 0-6 bulan sejumlah 40 orang. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner pengetahuan ibu tentang pemberian ASI eksklusif yang sudah dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas serta lembar soal post-test. Pengambilan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui form daring. Analisis univariat dilakukan untuk mengetahui distribusi frekuensi karakteristik responden, rata-rata nilai pengetahuan. Analisis bivariat dengan uji Wilcoxon guna mengetahui efektivitas intervensi penyuluhan dengan leaflet tentang pemberian ASI dengan membandingkan pre-test dan post-test. Hasil: Responden terbanyak ibu usia 20-29 tahun (47,5%), tingkat pendidikan SMA (52,5%), tidak bekerja (70%), memberikan ASI eksklusif (85%), tingkat pengetahuan pre-test baik (85%). Ada perbedaan signifikan skor pengetahuan pre-test dan post-test (p= 0,001). Peningkatan skor rata-rata sebesar 6,87. Kesimpulan: Pemberian penyuluhan dengan leaflet dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif.
Pendidikan, Pekerjaan, dan Pola Asuh Orang Tua terhadap Perkembangan Motorik Kasar dan Personal Sosial Anak Autis Faroch, Indah Ainun; Ramaningrum, Galuh; Marfu’ati, Nanik
Sari Pediatri Vol 26, No 1 (2024)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp26.1.2024.16-22

Abstract

Latar belakang. Gangguan perkembangan interaksi sosial dan motorik pada anak dengan autisme akan mengganggu pada aktivitas sehari-hari, hubungan interpersonal, dan kehidupan di masa dewasa. Terdapat aspek yang memengaruhi perkembangan anak yang dibagi menjadi dua faktor, yaitu genetik dan lingkungan. Faktor lingkungan meliputi pola asuh dan karakteristik keluarga.Tujuan. Mengetahui hubungan pendidikan, pekerjaan, pola asuh orang tua terhadap perkembangan motorik kasar dan personal sosial anak dengan autis.Metode. Penelitian dengan metode potong lintang pada anak diagnosa autisme yang tergabung di Terapi Taman Bintang dan Sekolah Inklusi Kristha Pertiwi beserta ibu periode Maret-April 2023 dengan total sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square dan multivariat dengan regresi logistic.Hasil. Berdasarkan analisis bivariat pendidikan (p=0,355) dan pekerjaan (p=0,399) orang tua tidak berhubungan terhadap perkembangan motorik kasar. Pendidikan (p=0,336) dan pekerjaan (p=0,247) orang tua juga tidak berhubungan terhadap perkembangan personal sosial. Pola asuh orang tua berhubungan terhadap motorik kasar (p=0,042) dan personal sosial (p=0,017) anak autisme. Hasil analisis multivariat pola asuh merupakan faktor yang paling signifikan terhadap mototik kasar anak autisme (p=0,026; OR;16,371 IK95% 1,51-177,24).Kesimpulan. Pola pengasuhan orang tua berpengaruh signifikan terhadap motorik kasar dan personal sosial anak autisme. Sementara tidak terdapat hubungan antara pekerjaan dan pendidikan orang tua terhadap motorik kasar dan personal sosial anak autis.