Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA Sri Lestari .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7244

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (1) meningkatkan motivasi belajar, (2) meningkatkan prestasi belajar, dan (3) mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap penerapan model STAD. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan 35 siswa kelas X 3 SMA Negeri 1 Srono pada semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Data motivasi dan tanggapan terhadap model pembelajaran kooperatif tipe STAD dikumpulkan dengan kuisioner. Data prestasi belajar siswa dikumpulkan dengan tes. Penelitian berhasil jika, ketuntasan klasikal 85% , KKM 75, motivasi belajar dalam kategori tinggi, dan tanggapan siswa berkategori positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) penerapan model STAD dapat meningkatkan motivasi belajar (x ̅ siklus I = 74,03 dengan kategori tinggi, x ̅ siklus II = 76,60 dengan kategori tinggi), 2) penerapan model STAD dapat meningkatkan prestasi belajar (x ̅ siklus I = 79,29 dengan ketuntasan klasikal 77,14%, x ̅ siklus II = 82,28 dengan ketuntasan klasikal 91,43%); dan 3) tanggapan siswa terhadap penerapan model STAD berkategori positif (x ̅ = 77,2).Kata Kunci : motivasi belajar, pembelajaran kooperatif tipe STAD, prestasi belajar. This study aimed at (1) improving learning motivation, (2) improving learning achievement, and (3) describing the students' responses toward the implementation of STAD model. This research was a classroom action research which was conducted in two cycles of learning and involved 35 students of grade X 3 of SMAN 1 Srono in even semester of academic year 2015/2016. Data of motivation and the responses toward the STAD model were collected by questionnaire, while data of students’ learning achievement were collected by a multiple-choice test. Research was called to be success if classical completeness was 85% with KKM 75, learning motivation was in the category “high”, and the student responses were categorized positive. The results show that: 1) the implementation of STAD model can increase learning motivation (cycle I = 74,03 with high category, the second cycle = 76,60 with high category), 2) the implementation of STAD model can improve learning achievement (x ̅ of cycle I = 79,29 with 77,14% classical completeness, x ̅ of cycle 2 = 82,28 with 91,43% classical completeness); and 3) the students’ responses toward the implementation of STAD model are in positive category.keyword : learning achievement, learning motivation, STAD type cooperative learning.
Pengembangan Alat Penelitian Berpikir Tingkat Tinggi pada Materi Elastisitas dan Fluida Statis di SMA Ni Kd Mega Saridewi .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v3i1.7337

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskipsikan prosedur pengembangan alat penilaian berpikir tingkat tinggi, pandangan ahli, pandangan praktisi, dan kualitas empirik dari alat penilaian berpikir tingkat tinggi. Prosedur pengembangan yang digunakan adalah model Borg & Gall yang dimodifikasi oleh Sukmadinata. Paket tes yang dikembangkan terdiri atas 16 butir tes pilihan ganda dan 5 butir tes uraian.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) prosedur pengembangan alat penilaian diformulasikan dalam 2 tahapan pengembangan, (2) hasil analisis pandangan ahli menyatakan paket tes memiliki kualifikasi sangat valid, (3) hasil analisis kepraktisan pada tanggapan guru menyatakan paket tes memiliki kualifikasi sangat praktis, dan (4) analisis uji empirik menyatakan, (a) semua butir soal dinyatakan valid, (b) reliabilitas tes pilihan ganda dan uraian dengan interpretasi tinggi, (c) tingkat kesukaran tes pilihan ganda dan uraian dengan katagori sedang, (d) indeks daya beda tes pilihan ganda berada pada kriteria cukup dan tes uraian berada pada kriteria baik, dan (e) efektifitas pengecoh dengan persentase 65,25% pengecoh berfungsi dengan baik dan 43,75% pengecoh tidak berfungsi dengan baik.Kata Kunci : alat penilaian, berpikir tingkat tinggi, uji empirik This study aimed at describing the procedures of development of high order thinking assessment tool, the experts’ views, practitioners’ views, and empirical quality of high order thinking assessment tool. The used procedure of development was Borg & Gall Model which had been modified by Sukmadinata. The developed test packages consisted of 16 questions of multiple-choice and 5 questions of analysis tests. The result of the study shows that, (1) the development procedure of assessment tools are formulated in 2 stages of development, (2) the analysis result of the expert views states that the test package has a very high validity, (3) the result of the practicality analysis of the teacher responses states that the test package has a very practical qualification, and (4) the analysis of empirical test states that (a) all items of the questions are categorized valid, (b) the reliability of multiple-choice and analysis questions are in high interpretation, (c) the difficulty level of the multiple-choice and analysis questions are at the medium category, (d) the differences index of the multiple-choice tests are at sufficient criteria and the analysis questions are in good criteria, and (e) the efectifity of distractor with the distractor percentage 65.25% runs well and 43.75% of distracters does not run wellkeyword : assessment tool, higher order thinking, empirical analysis
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BEBAS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X JURUSAN MIPA Ni Kade Dwi Suyastrini .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7849

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran inkuiri bebas dengan siswa yang mengikuti pembelajaran model pembelajaran langsung pada pembelajaran fisika siswa kelas X Jurusan MIPA. Penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan menggunakan rancangan pretest posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA SMAN 1 Negara dengan jumlah populasi 288 orang. Penentuan sampel penelitian ditetapkan dengan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 72 orang. Data keterampilan berpikir kritis dianalisis secara deskriptif menggunakan uji t (independent sample t test). Hasil analisis uji t (thitung=8,655>ttabel =1,994;p ttable=1.994;p
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Nira Prakasita .; Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran fisika, (2) kemampuan berpikir kritis, dan (3) dampak secara kualitatif model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas X.7 SMA Negeri 2 Banjar. Tekknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, pengujian keabsahan data, dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan model pembelajaran inkuiri berupa indikator, tujuan, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, media dan evaluasi yang tertuang pada RPP sudah memfasilitasi komponen kemampuan berpikir kritis, (2) nilai rata-rata klasikal kemampuan berpikir kritis adalah 34,06 dengan standar deviasi 14,18 dan berkategori sangat rendah, (3) dampak secara kualitatif model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa menunjukkan bahwa pelaksanaan tahap-tahap inkuiri yang tidak utuh dapat mempengaruhi aspek identifikasi masalah, merumuskan hipotesis, analisis masalah, penarikan kesimpulan, dan evaluasi menjadi rendah.Kata Kunci : berpikir kritis, inkuiri, pembelajaran fisika This study aimed at describing (1) the inquiry learning strategy in physics learning, (2) critical thinking skills, and (3) the impact of qualitative inquiry learning modeles towards the students' critical thinking skills. The type of this research was qualitative. The study was conducted in class X7 of SMAN 2 Banjar. Data were collected by using observation, interviews, documentation, testing, and triangulation. Data were analyzed by using data reduction, data presentation, data verification, testing the validity of data, and qualitative descriptive. The results of the study are as follow: (1) the planning of inquiry learning modeles namely indicators, objectives, learning steps, learning resources, media, and evaluation contained in the RPP has facilitated the components of critical thinking skills, (2) the average value of classical critical thinking skills is 34.06 with a standard deviation 14.18 and is categorized very low, (3) the qualitatively impact of inquiry learning modeles towards the students' critical thinking skills shows that the implementation of the inquiry stages which are not intact can affect to become low the aspects of identifying problems, formulating a hypothesis and problem analysis, drawing conclusions, and evaluation.keyword : critical thinking, inquiry, learning physics
TINDAK GURU PADA PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN FISIKA KELAS XI SMA NEGERI 1 ABIANSEMAL Ni Wayan Tiwik .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .; Drs. Iwan Suswandi, M.Si. .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8363

Abstract

PPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pemahaman guru fisika tentang pendekatan saintifik, (2) mendeskripsikan tindak guru pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika pada perencanaan pembelajaran, (3) mendeskripsikan tindak guru pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika pada pelaksanaan pembelajaran, (4) mendeskripsikan tindak guru pada pendekatan saintifik dalam pembelajaran fisika pada evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah seorang guru fisika yang mengajar di kelas XI MIPA SMA Negeri 1 AbiansemaI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif pasif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik dengan menggunakan model analisis interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendekatan saintifik dipahami guru sebagai pendekatan yang lebih menekankan pembelajaran pada kegiatan 5M yang meliputi kegiatan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan; (2) tindak guru pada pendekatan saintifik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran telah sesuai dengan ketentuan yang ada.Kata Kunci : pembelajaran fisika, pendekatan saintifik This research aimed at: (1) describing the understanding of physics teachers about the scientific approach, (2) describing the teacher action on the scientific approach in physics learning on the teaching planning, (3) describing the teacher action on the scientific approach in physics learning on the teaching implementation, (4) describing the teacher action on the scientific approach in physics learning on the learning evaluation. The method used in this research was qualitative method. The subjects of the research were a physics teachers who taught in the class science XI of SMAN 1 Abiansemal. Data were collected by using passive participation observation, semi-structured interview, and document study. The interactive analysis model of Miles & Huberman was applied to analyze the data. The results show that: (1) The scientific approach is understood by the teacher as an approach that emphasizes learning 5M activities that include observing, questioning, experimenting, associating, and communicating; (2) the teacher action on the scientific approach in the planning, implementation, and learning evaluation have been in accordance with the existing regulations.keyword : physics learning, scientific approach
ANALISIS KECERDASAN EMOSIONAL SISWA KELAS X MIPA SEBUAH SMA NEGERI TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Ni Luh Eka Rusmadewi .; Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan emosional, tingkat kesadaran diri, pengelolaan emosi, memotivasi diri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan siswa kelas X MIPA SMA Negeri 2 Semarapura. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain penelitian survei. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Subjek pada penelitian ini berjumlah 186 siswa dan jumlah siswa yang diwawancarai adalah 10 orang per dimensi diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data kecerdasan emosional dikumpulkan dengan kuesioner dan wawancara. Data penelitian dianalisis secara deskriptif analitik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional, tingkat kesadaran diri, tingkat mengelola emosi, tingkat memotivasi diri, tingkat mengenali emosi orang lain, dan tingkat membina hubungan siswa kelas X MIPA SMA Negeri 2 Semarapura berkategori tinggi.Kata Kunci : deskripsi, kecerdasan emosional, siswa. This study aimed at: (1) describing the level of emotional intelligence, (2) describing the level of self-awareness, (3) managing the emotions, motivating oneself, recognizing other students’ emotions, and building the inter class X MIPA students relationships of SMAN 2 Semarapura. The type of this research was descriptive analytic with survey research design. The instrument used of this research was a questionnaire and an interview guide. Subjects in this study consisted of 186 students, and the number of students interviewed was 10 people per-dimensional taken by using purposive sampling technique. Data of motional intelligence were collected by using questionnaires and interviews. Data were analyzed analytic-descriptively. The results obtained show that: (1) the level of emotional intelligence, the level of self-awareness , the level of managing the emotions, motivating their selves , the level of recognizing other students’ emotions, and the degree of inter class X MIPA students relationship of SMAN 2 Semarapura are in high category.keyword : description, emotional intelligence, students.
ANALISIS KUALITATIF PEMBERDAYAAN KECERDASAN EMOSIONAL GURU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA DAMPAKANYA DALAM PENGEMBANGAN INTERAKSI SOSIAL SISWA KELAS X MIPA 5 Lailatul Farida .; Dr. A.A.Istri Agung Rai Sudiatmika,M.P .; Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si .
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 7 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk :1) mendeskripsikan pemberdayaan kecerdasan emsoional guru dalam pembelejaran fisika 2) mendeskripsikan interaksi sosial siswa dalam pembelajaran fisika, dan 3) mendeskripsikan pemberdayaan kecerdasan emosional guru dalam pembelajaran fisika dampaknya dalam pengembangan interaksi sosial siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Subjek penelitian adalah satu orang guru fisika dan siswa kelas X MIPA 5 di SMA N 4 Singaraja yang ditentukan dengan teknik purposive. Instrumen utama adalah peneliti sendiri dan instrumen pendukung berupa pedoman observasi, pedoman wawancara, koesioner pemberdayaan kecerdasan emosional guru, dan koesioner interaksi sosial siswa. Langkah-langkah Analisis data yang dilakukan yakni dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) guru mampu memberdayakan kecerdasan emosional yang terlihat dari: kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi diri, kemampuan mengenali emosi orang lain, dan keterampilan sosial. 2) Interaksi sosial siswa dapat diamati melalui kontak sosial dan komunikasi. 3) pemberdayaan kecerdasan emosional guru berdampak terhadap interaksi sosial siswa. hal tersebut terlihat dari dimensi pengaturan diri, empati dan keterampilan sosial berdampak pada dimensi kontak sosial dan komunikasi. Kata Kunci : kecerdasan emosional guru, interaksi sosial siswa, Pembelajaran Fisika This research aimed at: 1) describing the empowerment of teacher emotional intelligence in physics learning 2) describing students social interaction in physics learning, and 3) describing the empowerment of emotional intelligence in physics learning. The method used in this research was descriptif qualitative. The subject of this research was one physics teacher and tenth grade students of MIPA 5 in SMA N 4 Singaraja determined by using purposive technique. The main instrument was the researcher at self assisted by supporting instrument in the form of observation guidlines, interviews, questionnaires empowerment of teacher emotional intelligence, and questionnaires social interaction of student. The steps of data analysis was performed by data reduction, data presentation, data verification, and data validity test. The results showed that teacher is able to empower the emotional intelligence seen from the emotional intelligence dimension in the form: self-awareness, self-conditioning, self-motivation, the ability of others, and social skills. Students social interactions can be accessed through: social contact and communication. Empower of emotional intelligence has an impact toward social interaction. It showed by dimension of self-regulation, empathy and social skill which has an impact to the dimension of social contact and communication.keyword : teacher's emotional intelligence, student's social interaction, physics learning
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN SOSIAL DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA 4 DAN X MIPA 5 SMAN Ni Putu Happy Rahayu; I W Suastra; Dewi Oktofa Rachmawati
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i1.20593

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan: (1) strategi pembelajaran guru fisika, (2) kecerdasan sosial siswa, (3) prestasi belajar siswa, dan (4) relevansi strategi pembelajaran guru fisika dalam pengembangan kecerdasan sosial dan prestasi belajar fisika siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 2 Singaraja pada Tahun Pelajaran 2017/2018.  Jumlah guru yang diteliti adalah satu orang guru fisika yang mengajar di kelas X MIPA 4 dan X MIPA 5. Jumlah siswa yang diteliti sebanyak 66 orang dan diwawancarai sebanyak 18 orang yang terdiri dari 9 orang siswa kelas X MIPA 4 dan 9 orang siswa kelas X MIPA 5 dipilih melalui teknik purposive sampling.  Instrumen penelitian ini yaitu pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi nilai siswa. Data dianalisis dengan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi, paparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) strategi pembelajaran guru gunakan adalah ekspositori dengan menerapkan dimensi strategi pembelajaran, yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan interaksi mengajar dan penilaian. (2) kecerdasan sosial siswa yang muncul saat pelaksanaan interaksi mengajar adalah kesadaran sosial, kecakapan sosial, keterampilan membina hubungan pribadi, keterampilan analisis sosial, keterampilan sosial. (3) prestasi belajar siswa pada pembelajaran fisika tergolong rendah dengan rata-rata diperoleh siswa X MIPA 4 adalah 50,9 dan rata-rata nilai siswa X MIPA 5 adalah 47,8 dengan Ketuntasan Klasikal (KK) 17,6 % dan 12,5% (4) strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dapat mengembangkan kesadaran sosial, kecakapan sosial, keterampilan membina hubungan pribadi, keterampilan analisis sosial, keterampilan sosial dan, belum dapat mengembangkan prestasi belajar fisika secara optimal. Kata-kata kunci: Strategi Pembelajaran, Kecerdasan Sosial, Prestasi Belajar.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI Gede Elen Merta JuliYasa; Ni Ketut Rapi; Dewi Oktofa Rachmawati
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i1.20595

Abstract

Masalah utama yang dikaji pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar fisika siswa kelas X MIPA SMAN 4 Singaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaaan hasil belajar fisika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan one way pretest-posttest non-equivalentcontrol group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X MIPA SMAN 4 Singaraja yang berjumlah 187 siswa. Sampel berjumlah 72 siswa yang ditentukan secara random assignment. Data hasil belajar dikumpulkan dengan tes yang memiliki reliabilitas 0,935. Data dianalisis secara deskriptif dan ANAKOVA. Hasil penelitian menunjukan nilai rata-rata hasil belajar akhir siswa yang belajar dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing lebih tinggi dibandingkan model pembelajaran konvensional pada hasil tes hasil belajar setelah perlakuan. Uji hipotesis menunjukkan terdapat pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar siswa (F* = 276,867 dengan p = 0,000), yang berarti hipotesis penelitian diterima. Uji lanjut menunjukan terdapat perbedaan antara dua kelompok secara signifikan (LSD = 0,411; |∆μ|=15,423). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inkuiri terbimbing dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensionalKata-Kata Kunci: model pembelajaran inkuiri terbimbing, hasil belajar
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA 2 SMA NEGERI N.W Unggasari; Ni Ketut Rapi; Dewi Oktofa Rachmawati
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol. 8 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v8i2.20640

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar dan prestasi belajarfisika siswa dalam proses pembelajaran. Untuk memecahkan masalah tersebut dapat dilakukan intervensi tindakan berupa implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing. Tujuan penelitian untuk meningkatkan motivasi belajar, prestasi belajar, dan mendeskripsikan tanggapan siswa terhadap implementasi pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas(PTK) yang dilakukan pada siswa kelas XI MIA 2 SMA Negeri 1 Sukasada. Jumlah siswa sebagai partisipan adalah 35 orang siswa yang terdiri dari 22 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Data tes prestasi belajar fisika dikumpulkan dengan tes pilihan ganda diperluas. Data motivasi belajar dan data tanggapan siswaKata-kata kunci: inkuiri terbimbing, motivasi belajar, prestasi belajar.
Co-Authors ., Lailatul Farida ., Ni Kade Dwi Suyastrini ., Ni Kd Mega Saridewi ., Ni Ketut Erna Muliastrini ., Ni Luh Eka Rusmadewi ., Ni Wayan Tiwik ., Nira Prakasita A. A. Istri Agung Rai Sudiatmika Ani Dwi Lestari . Ani Dwi Lestari ., Ani Dwi Lestari Aprilia Rosita Dewi . Aprilia Rosita Dewi ., Aprilia Rosita Dewi Aris Gunadi Bella Eka Wahyuningtias Budiasa, Putu Budiasa, Putu Dessy Gita Islamyah Drs. I Made Wirta, M.Pd . Drs. Slamet Haryadi Suryo Wijoyo . Gede Elen Merta JuliYasa Gunadi, Gede Aris Happy Rahayu, Ni Putu I Dewa Ketut Sastrawidana I G Aris Gunadi I Gede Aris Gunadi I Gusti Ayu Era Anggreni Era I Kade Suardana I W Suastra I Wayan Sadia I Wayan Suastra Ida Bagus Putu Mardana Islamyah, Dessy Gita Iwan Suswandi Jihad, Ruhul Kadek Hary Mahardika . Kadek Hary Mahardika ., Kadek Hary Mahardika Ketut Suma Ketut Suma Komang Hendra Eka Pranata . Lailatul Farida . Luh Putu Budi Yasmini M.Pd Drs. I Made Wirta . Merta JuliYasa, Gede Elen Muhamad Ramadhan N.W Unggasari Ngurah Sadhu Gunawan . Ngurah Sadhu Gunawan ., Ngurah Sadhu Gunawan Ni Kade Dwi Suyastrini . Ni Kd Mega Saridewi . Ni ketut Lisa Maheni Ni Ketut Rapi Ni Luh Eka Rusmadewi . Ni Putu Happy Rahayu Ni Wayan Tiwik . Nira Prakasita . Nurfa Risha P. Hari Sudewa Putu Budiasa Putu Erika Saraswati Dewi Putu Yasa Risha, Nurfa Saraswati Dewi, Putu Erika Setiawan, Y. Z. Siti Nurhayati . Siti Nurhayati ., Siti Nurhayati Sonia Dewi Parna.T Sri Lestari . Suastra, I W Sudewa, P. Hari Sudiatmika, A.A.I. Agung Sudiatmika, AAIA Rai Unggasari, N.W Y. Z. Setiawan Yasmini, L. P. Budi Zeny Khoirur r . Zeny Khoirur r ., Zeny Khoirur r