Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Puzzle Terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPAS Kelas V SD Nomor 2 Munggu Badung Ni Kadek Ayu Pramudia Cahyani; Ni Made Muliani; I Made Sukariawan; Ni Nyoman Ayu Suciartini
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7222

Abstract

Proses pembelajaran IPAS di sekolah dasar menuntut siswa memahami konsep secara bermakna melalui pengalaman belajar yang aktif. Namun, pembelajaran masih cenderung bersifat teacher centered sehingga hasil belajar siswa belum maksimal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi pembelajaran seperti model Problem Based Learning berbantuan media puzzle untuk meningkatkan keaktifan dan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran IPAS di SD No. 2 Munggu Badung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis pre-eksperimen dan desain One Group Pre-test - Post-test Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas V. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, studi pustaka, serta tes hasil belajar berupa pre-test dan post-test yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test siswa sebesar 53,92, sedangkan nilai rata-rata post-test meningkat menjadi 86,60 setelah penerapan model Problem Based Learning berbantuan media puzzle. Hasil uji hipotesis menggunakan uji paired sample t-test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model Problem Based Learning berbantuan media puzzle terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS kelas Vdi SD No. 2 Munggu Badung.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI DALAM MEMBANGUN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 8 DENPASAR Ni Kadek Sri Diantari; Ni Made Muliani; I Made Nasib Mardika
Cangkal : Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): Mei - Oktober 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Literasi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Jigsaw-type Cooperative Learning model in Hindu Religious Education and Character Education classes to foster social interaction among eighth-grade students at SMP Negeri 8 Denpasar. The study employed a qualitative descriptive research design. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation. The research participants consisted of Hindu Religious Education teachers, eighth-grade students, and relevant school stakeholders involved in the learning process. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the Jigsaw model was carried out through the formation of home groups and expert groups, collaborative discussions, peer teaching activities, and learning evaluation. The model enhanced students’ active participation, individual responsibility, and engagement during classroom activities. Social interactions developed predominantly in associative forms, including cooperation, accommodation, assimilation, and acculturation, while dissociative interactions such as competition and contravention appeared at a low level and remained constructive. The study concludes that the Jigsaw Cooperative Learning model is effective in fostering positive social interaction, communication skills, collaborative learning experiences, and meaningful participation in Hindu Religious Education and Character Education classes.
Implementasi Asesmen Literasi Multimodal Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Murid Kelas V SDN 2 Dangin Puri Dewa Ayu Made Ratih Kusumadewi; Ni Made Muliani; Kadek Dedy Herawan; I Made Arsa Wiguna; Ni Nyoman Ayu Suciartini
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8774

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tuntutan pembelajaran abad ke-21 mendorong perlunya penguatan literasi multimodal dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Literasi multimodal mencakup kemampuan memahami dan menghasilkan makna melalui berbagai mode, seperti verbal, visual, dan digital. Oleh karena itu, diperlukan asesmen yang mampu mengukur kemampuan literasi murid secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen asesmen literasi multimodal, penerapan asesmen literasi multimodal, serta kendala dan upaya guru dalam penerapannya pada pembelajaran bahasa Indonesia murid kelas V di SDN 2 Dangin Puri. Penelitian ini didasarkan pada teori perkembangan kognitif dan teori konstruktivisme yang memandang bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman belajar yang bermakna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru wali kelas V, dan murid kelas V SDN 2 Dangin Puri. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komponen asesmen literasi multimodal meliputi komponen linguistik, verbal, dan spasial. Penerapan asesmen dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran berbasis proyek pembuatan poster pantun digital menggunakan Canva. Pembelajaran ini meningkatkan antusiasme, kreativitas, dan keterlibatan murid. Kendala yang ditemukan meliputi perbedaan kemampuan teknologi, keterbatasan jaringan internet, pengelolaan waktu, dan kurangnya rasa percaya diri saat presentasi. Upaya guru dilakukan melalui pendampingan bertahap, pemberian contoh penggunaan Canva, kerja sama antarmurid, dan pemberian motivasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa asesmen literasi multimodal mampu mendukung pembelajaran bahasa Indonesia yang lebih aktif, kreatif, dan sesuai dengan tuntutan abad ke-21.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Puzzle Kata Magnetik Terhadap Kemampuan Pemahaman Kalimat Pada Siswa Kelas II SD Negeri 10 Peguyangan Putu Gita Tenova Divanya; Ni Made Muliani; Ni Kadek Supadmini
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7441

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa di tingkat sekolah dasar dalam memahami struktur kalimat disebabkan oleh metode pembelajaran yang bersifat teoritis tanpa adanya media manipulatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh media puzzle kata magnetik terhadap kemampuan pemahaman kalimat siswa kelas II SD Negeri 10 Peguyangan. Berdasarkan teori perkembangan kognitif operasional konkret anak, penelitian kuantitatif dengan desain quasi-experimental Non-equivalent Control Group ini melibatkan 25 siswa dari kelas eksperimen (PBL dengan bantuan puzzle kata magnetik) dan 24 siswa dari kelas kontrol (metode konvensional). Data yang diperoleh dari pre-test dan post-test dianalisis menggunakan uji non-parametrik Mann-Whitney U karena data tidak terdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test untuk kelas eksperimen meningkat secara signifikan menjadi 85,52 (sangat tinggi), sedangkan untuk kelas kontrol adalah 74,75 (tinggi). Uji Mann-Whitney U menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001 < 0,05, dengan mean rank kelompok eksperimen (31,40) lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol (18,33). Oleh karena itu, H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL yang didukung oleh media puzzle kata magnetik memiliki pengaruh yang signifikan dan efektif dalam memvisualisasikan struktur kalimat (S-P-O) bagi siswa di tingkat sekolah dasar.