Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Majalah Ilmiah Peternakan

EVALUASI PADANG PENGGEMBALAAN ALAMI MARONGGELA DI KABUPATEN NGADA PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Siba F. G; I. W. Suarna; N. N. Suryani
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 20 No 1 (2017): Vol 20, N0 1 (2017)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.72 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2017.v20.i01.p01

Abstract

Evaluasi terhadap padang penggembalaan alami untuk memperbaiki kualitas hijauan merupakan salah satustrategi penting dalam peningkatan produksi ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk menyediakandatabase tentang kondisi padang penggembalaan serta pengelolaan padang penggembalaan yang baik di KabupatenNgada. Kabupateng Ngada merupakan daerah yang sangat potensial bagi pengembangan ternak sapi karenamemiliki padang penggembalaan yang luas. Penelitian dilakukan di padang penggembalaan alami MaronggelaKabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang berlangsung selama 2 musim, yaitu pada akhir musimhujan (bulan Maret) dan akhir musim kemarau (bulan Oktober). Peubah yang diamati pada penelitian ini adalahkomposisi botani dan kualitas hijauan. Padang penggembalaan alami Maronggela didominasi oleh hijauan jenisImperata cylindrica dan Themeda aguens, produksi dan kualitas hijauan tertinggi di akhir musim hujan, sertaproduksi dan kualitas terendah di akhir musim kemarau. Daya tampung padang penggembalaan alami Maronggeladalam satu tahun adalah 1,5 satuan ternak. Kata kunci: database, padang pengembalaan, sapi
KECERNAAN DAN PRODUK FERMENTASI RUMEN (IN VITRO) RANSUM SAPI BALI INDUK DENGAN LEVEL ENERGI BERBEDA Mariani, N. P.; Suryani, N. N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 19 No 3 (2016): Vol 19, No 3 (2016)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.756 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2016.v19.i03.p01

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui kecernaan dan produk fermentasi rumen secara in vitro ransum sapi baliinduk dengan level energi berbeda. Ransum disusun iso protein dengan level energi berbeda. Rancangan percobaanyang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Adapunperlakuan tersebut adalah perlakuan A: ransum dengan protein 9% dan energi 2000 kkal/kg, perlakuan B: ransumdengan protein 9% dan energi 2150 kkal/kg, perlakuan C: ransum dengan protein 9% dan energi 2300 kkal/kg, danperlakuan D: ransum dengan protein 9% dan energi 2450 kkal/kg. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahankering dan bahan organik, produk fermentasi (pH, NNH3, dan VFA total) rumen. Hasil penelitian menunjukkanbahwa kecernan bahan kering, bahan organik, pH, NNH3 dan VFA total pada fermentasi 4 jam tidak menunjukkanperbedaan yang nyata diantara perlakuan. Level energi berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering, bahanorganik, pH, NNH3 dan VFA total pada fermentasi 24 jam. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kecernaan bahankering dan bahan organik, NNH3 dan VFA total tertinggi pada fermentasi 24 jam pada perlakuan B yaitu 42,87%;45,40%; 3,91mMol dan 98,18 mMol.
PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN TERNAK BABI BALI DI KABUPATEN GIANYAR PROVINSI BALI Suarna, I. W.; Suryani, N. N.
Majalah Ilmiah Peternakan Vol 18 No 2 (2015): Vol 18, No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.064 KB) | DOI: 10.24843/MIP.2015.v18.i02.p06

Abstract

Babi bali bila dilihat dari potensi genetisnya menghasilkan banyak lemak sehingga babi bali lebih mendekati kepada babi tipe lemak. Karakteristik babi bali seperti tersebut sangat potensial untuk dijadikan babi gulingkarena komposisi lipatan lemak setelah kulit akan memberikan aroma dan tekstur babi guling yang sangat baik. Produk kuliner asal babi yang sangat digemari dan telah menjadi branding Kabupaten Gianyar adalah babi guling. Sementara, jenis (breed) babi yang paling baik untuk diguling adalah babi bali yang menempati jumlah populasi paling kecil di Kabupaten Gianyar. Fenomena kontroversial tersebut perlu dicarikan solusi agar Gianyar tetap menjadi kabupaten yang terkenal dengan babi guling gianyar. Pencermatan terhadap peluang dan tantangan pengembangan babi bali bertumpu pada integrasi lima pilar utama yakni peternak, desa adat, pemerintah daerah, pengusaha, dan akademisi. Sinergisme kelima pilar tersebut menghasilkan strategi pengembangan babi bali sebagai akselerasi mencapai pertumbuhan babi yang lebih cepat sehingga produktivitas pemeliharaan babi bali dapat ditingkatkan tanpa mengurangi kualitas babi bali sebagai komuditas babi guling yang menjanjikan.