Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Karakterisasi dan Aktivitas Antioksidan Tepung Sagu Baruk (Arenga microcarpha) Tarigan, Elisa Putri; Momuat, Lidya Irma; Suryanto, Edi
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9036

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari karakteristik kimia tepung sagu baruk yang mengandung senyawa fitokimia dan mempelajari aktivitas antioksidan dari ekstrak tepung sagu baruk. Tepung sagu baruk diekstrak dengan pelarut etanol 50% dengan cara maserasi selama 24 jam. Setelah itu, tepung sagu diuji  proksimat, ekstrak dianalisis kandungan fitokimia fenolik, flavonoid dan tanin terkondensasi. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan radikal bebas DPPH dan daya reduksi dengan spektrofotometer UV/Vis. Hasil penelitian menunjukkan pada pengujian proksimat bahwa tepung tepung sagu baruk memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia, tetapi berbeda dengan kadar serat kasar. Total kandungan fenolik dan flavonoid  menunjukkan bahwa tepung sagu akuades (SA) lebih tinggi daripada tepung sagu komersial (TSBK). Hasil radikal bebas sagu tepung sagu SA lebih tinggi dari TSBK sama halnya dengan kemampuan daya reduksi SA jauh lebih tinggi dari TSBK. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa tepung sagu baruk memiliki kandungan fitokimia fenolik dan flavonoid yang dapat berpotensi sebagai antioksidan.Objectives of this research were to study the chemical characteristics of sago baruk flour containing phytochemicals and antioxidant activity of sago baruk flour extract. Sago baruk flour was extracted with 50% ethanol by maceration for 24 hours. Afterward, sago flour was tested for proximate and the extract was analyzed for phenolic, flavonoids, and condensed tanin. DPPH free radical was used to examine antioxidant activity and spectrophotometry method was used to determine the reduction ability. The result for proximate test showed that sago flour extract meets Indonesian Nasional Standard requirements. Total phenolic and flavonoid contents in the flour extracted with aquadest (SA) were higher than that in commercial flour (TSBK). Free radical scavenging activity of sago flour SA was higher than that of TSBK, as well as the reduction ability of SA that was much higher than of TSBK. It was concluded that sago baruk flour possess phytochemical content of phenolic and flavonoid which were potential as antioxidant.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Dari Tongkol Jagung (Zea mays L.) Segar dan Kering Dengan Metode Refluks Saryana, Ryan Vanly; Suryanto, Edi; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5858

Abstract

Tujuan pada penelitian ini adalah menentukan potensi antioksidan ekstrak air dari tongkol jagung. Tongkol jagung yang sudah dikering anginkan digiling sedangkan yang segar hanya dicincincang hingga halus kemudian diekstraksi menggunakan metode refluks selama 0, 1, 2, 3 dan 4 jam menggunakan pelarut akuades. Analisis kandungan total fenolik, flavonoid dan tanin terkondensasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Untuk penentuan penangkal radikal bebas menggunakan metode 1.1-diphenyl-2.-picrylhydrazyl (DPPH). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tongkol jagung kering memiliki kandungan total senyawa fenolik, flavonoid dan DPPH  terbaik dengan pemanasan selama 4 jam. Akan tetapi total tanin terkondensasi terbaik terdapat pada tongkol jagung segar dengan pemanasan selama 4 jam.The purpose of this study was to determine the antioxidant potential of water extract of corn cobs. Corn cobs wind dried milled while fresh only chopped until smooth then extracted using the reflux method for 0, 1, 2, 3 and 4 hours using distilled water solvent. Analysis of total phenolic content, flavonoids and condensed tannins using UV-Vis spectrophotometer. For the determination of free-radical scavengers using the method of 1.1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). The results of this study indicate that the dried corn cobs have the best content of total phenolic compounds, flavonoids and DPPH by heating for 4 hours. But, the total condensed tannins are best fresh on corn cob with heating for 4 hours.
Aktivitas Anti UV-B Ekstrak Fenolik dari Tongkol Jagung (Zea mays L.) Lumempouw, Liemey; Suryanto, Edi; Paendong, Jessy
Jurnal MIPA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.1.1.2012.422

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total fenolik dari ekstrak tongkol jagung dan aktivitasnya sebagai anti UV-B. Tongkol jagung diekstrak dengan pelarut etanol 20 (E20), 40 (E40), 60 (E60) dan 80% (E80) dengan cara refluks. Setelah itu, ekstrak dianalisis kandungan total fenolik dengan metode Folin-Ciocalteu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tongkol jagung E20, E40, E60 dan E80 mengandung total fenolik berturut-turut adalah 38,98; 56,02; 66,84 dan 73,06 mg/kg. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak tongkol jagung memiliki kandungan senyawa fenolik yang dapat berpotensi sebagai bahan aktif tabir surya.
Aktivitas Antioksidan dari Tepung Pisang Goroho Yang Direndam Dengan Lemon Kalamansi Togolo, Etni; Suryanto, Edi; Sangi, Meiske S.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.2998

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kandungan total fenolik dan aktivitas antioksidan dari pisang goroho yang direndam dengan lemon kalamansi. Pisang goroho segar mula-mula direndam dengan lemon kalamansi dengan kadar 25, 50, 75 dan 100%. Selanjutnya pisang goroho dikeringkan di dalam oven dengan suhu 50-60 oC kemudian digiling dan diayak dengan ayakan 65 mesh. Ekstraksi tepung pisang menggunakan metode maserasi selama 24 jam. Analisis kandungan total fenolik dan penentuan aktivitas penangkal radikal bebas menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak tepung pisang dengan perendaman lemon kalamansi 75% memiliki kandungan total fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak tepung pisang yang direndam dengan lemon kalamansi 100, 50, 25 dan 0%. Kandungan total fenolik berturut-turut adalah 74,80; 58,18; 45,82; 34,90 dan 20,70 µg/mL. Ekstrak tepung pisang yang direndam dengan lemon kalamansi 100% memiliki aktivitas antioksidan yang tidak berbeda nyata dengan perendaman 50 dan 75% (p>0,05). Hasil penelitian diperoleh bahwa pisang goroho yang direndam dengan lemon kalamansi memiliki kandungan senyawa fenolik dan aktivitas antioksidan.This research was aimed to determine the total phenolic content and antioxidant activity of banana goroho marinated in lemon kalamansi. Fresh banana Goroho was first marinated in 25, 50, 75, and 100 % lemon kalamansi. The product was dried in an oven at 50-60 °C and then was milled and sieved to 65 mesh. Banana flour extraction was conducted through maceration for 24 hours. The total phenolic content was analyzed and the free radical scavengers activity was determined using DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhidrazil). The results of this study showed that extracts of banana flour obtained by soaking in 75% lemon kalamansi had total phenolic content higher than that in 100, 50, 25, and 0% lemon kalamansi. Total phenolic content were 74.80, 58.18, 45.82, 34.90, and 20.70 mg/mL respectively. Extract of banana flour obtained by soaking in 100% lemon kalamansi have antioxidant activity which is not significantly different from that in 50 and 75% (p> 0,05). The research obtained that banana goroho soaked in lemon kalamansi had phenolic compounds and antioxidant activity.
Aktivitas Penangkal Radikal Hidroksil Fraksi Flavonoid dari Limbah Tongkol Jagung pada Tikus Wistar Maanari, Chaleb P.; Suryanto, Edi; Pontoh, Julius
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5990

Abstract

Penelitian telah dilakukan untuk menentukan kemampuan menangkal radikal hidroksil pada homogenat hati, jantung dan otak tikus wistar dari fraksi flavonoid limbah tongkol jagung. Penelitian dimulai dengan mengekstraksi serbuk tongkol jagung yang sudah dikering anginkan menggunakan cara refluks selama dua jam dengan pelarut etanol 80%. Ekstrak kemudian dipartisi berturut-turut menggunakan petroleum eter, etil asetat, n-butanol dan air, selanjutnya ditentukan kandungan total flavonoid serta aktivitas penangkal radikal hidroksil pada homogenat jaringan hati, jantung dan otak tikus wistar. Hasilnya menunjukkan ekstrak etil asetat yang memiliki kandungan total flavonoid yang paling tinggi yaitu 41,926 mg/kg ekstrak, serta kemampuan menangkal radikal hidroksil pada homogenat jaringan hati, jantung dan otak tikus wistar sebesar 90,964%; 86,875% dan 68,235%.This research has been conducted to determine radical hydroxyl scavenging ability on a wistar rat tissue homogenate of liver, heart and brain from corn cob waste extract. Research started with with extracting the powder of corn cob which had been air-dried using reflux method during two hours with 80% ethanol solvent. Then the extract successively partitioned with petroleum ether, ethyl acetate, n-buthanol and water, next determined the flavonoid total content with activities of hydroxyl radical on a wistar rat tissue homogenate. The result showed ethyl acetate extract which has good result for flavonoid total content that is 41,926 mg/kg extract, with ability of free radical scavenger on a rat tissue homogenate of liver, heart and brain as much as 90,964%; 86,875% and 68,235%.
Co-Authors Abigael, Reliana Adisti A. Rumayar, Adisti A. Adithya Yudistira Adrian, Gerild Aliwu, Indriwati Alvin Febryanto Ginting, Alvin Febryanto Amelia Walangitan Aneke Korua, Aneke Assa, Jan Rudolf Audy Denny Wuntu Bolilera, Theressa Chairil Anwar Chaleb Paul Maanari Christine Mamuaja Colling, Erningsi Dareda, Christina Tang Defny Silvia Wewengkang Dewa Gede Katja Dika, Oki Oktaviani Djasibani, Hemy R. Dokri Gumolung Edam, Mariati Edam, Mariati Elisa Putri Tarigan, Elisa Putri Ering, Aprily A. P. Etni Togolo Fahcrudin, M Fajar Lestari Fetty Indriaty Fiky Andy Prastyawan FITRIA NINGRUM, FITRIA Frenly Wehantouw Gregoria S. S. Djarkasi Harry S. J. Koleangan Hasan Datu, Hasan Henry Aritonang Hindang S. Kaempe Indriawan, Rebecca Teisha Inneke F. M Rumengan Jeanette Manarisip Jemmy Abidjulu Jessy Paendong Johnly A Rorong Johnly A. Rorong Judith Mandei Juliana Christie Kurniawan Julius Pontoh Kabalmay, Julista Alfa Kaemba, Almawaty Kaemba, Almawaty Karepu, Meifry Gavrila Karisoh, Marsel Refanli Landeng, Patrisia Jaklin Landjang, Enrico Yoel Leo Arifsandi Budiarso, Leo Arifsandi Lexie Mamahit Lidya I. Momuat Lidya Irma Momuat Liemey Iviane Lumempouw Liemey Lumempouw Lies Mira Yusiati Lisa Purnawati Saleh Luayli, Lina Lucia Cecilia Mandey Makanaung, Eresia Mamuaja, Christin Mandalurang, Fitriani Manongko, Patricia Syaron Max R. J. Runtuwene Meiske Lumingkewas Meiske S. Sangi Mercy Taroreh Momuat, Lidya Mongan, Jemsi Muhammad Ilham Nancy Kiay, Nancy Nova . Olha Rantung, Olha Paijo, Auliya Rizky Harjono Palente, Ivon Pangemanan, David Albert Parinding, Yosep Rudol Pasanda, Immanuel M. Paulina yamlean Raganata, Tirza C. Riny Modaso Rizky H. Mawardi Robert Molenaar Roisu Eny Mudawaroch Rompas, Veckie Frankie Rondonuwu, Samuel D. J. Rorong, Johnly Alfrets Runtuwene, Max R. J Runtuwene, Max Revolta Jhon Ryan Vanly Saryana Sakalaty, Evanda Sakti, Dwi Selvian Talapessy Sembiring, Elia Sersermudy, Chesya Hana Setiyono Setiyono Shirley E. S. Kawengian Sri Febriani Hatam Sri Sudewi, Sri Suci Paramitasari Syahlani Susmantoyo, Adinda Putri Maharani Suyanto Suyanto SYARIFUDDIN KADIR Tapa, Fitriyanti La Taufik Hidayat Trina Tallei Waworuntu, Mutiara G. Wiranto, Rezky Ramadhani Putri Yenny Tambunan Yuny Erwanto